Deretan Motor Jadul Ramaikan Kota Tembilahan

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh komunitas motor klasik se-Sumatera atau lebih akrab disebut para Bikers mendatangi kota Tembilahan untuk memenuhi undangan dari Bikers Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yakni The Mojic (Motor Jadul Inhil Club).

Sekretaris The Mojic, Surya menyebutkan pada kesempatan itu penggemar motor klasik menggelar deklarasi perdana di Kabupaten Inhil, Sabtu (21/2/2015) sore hingga malam. Sebelumnya, ia mengaku selalu mengikuti berbagai kegiatan komunitas motor klasik di daerah lain seperti Palembang, Pekanbaru dan kota lainnya.

“Nah, dikesempatan ini kita lagi yang mengundang teman-teman pecinta motor klasik se-Sumatera untuk mengunjungi kota Tembilahan, mayoritas mereka belum tau dengan kota kita, ini waktunya kami memperkenalkan kampung halaman,” ujarnya kepada awak media.

Selain itu, adanya kegiatan ini secara tidak langsung juga diperkenalkannya kepada masyarakat Inhil khususnya kepada warga Tembilahan bahwa motor klasik ataupun motor jadul itu sedang nge-tren di Indonesia bahkan Dunia.

Diyakinkannya dari kehadiran para tamu luar daerah kala itu, karena cintanya dengan motor klasik, mereka rela meninggalkan sementara kampung halaman demi mengikuti kegiatan motor keluaran lama tersebut.(mirwan)




Air Pasang Kembali Melanda, Masyarakat Diimbau Waspadai Berbagai Penyakit

image-1 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Naiknya volume air Sungai Indragiri beberapa hari belakangan ini membuat sejumlah ruas jalan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama Kota Tembilahan terendam.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak untuk bermain di lokasi yang digenangi air. Padahal, air tersebut tidak bersih dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit dan diare.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit diminta mewaspadai penyakit-penyakit yang akan timbul disebabkan air pasang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, air pasang yang naik kepermukaan jalan tersebut merupakan air kotor yang mengandung bakteri penyebab penyakit, seperti penyakit kulit dan diare. Selain itu, perubahan cuaca saat ini juga sangat rentan terhadap penyebaran penyakit-penyakit tersebut.

“Untuk itu, kita berharap warga selalu waspada dan terus menjaga kesehatannya, agar tidak terserang penyakit pada musim air pasang yang sedang melanda Kota Tembilahan saat ini,” tutur Alvi kepada detikriau.org, Jum’at (20/2/2015).

Selanjutnya, alvi juga berharap para orang tua dapat mengontrol anak-anaknya agar tidak bermain-main di air yang menggenangi permukaan jalan, apalagi saat air mulai pasang, karena disamping untuk menghindari berbagai penyakit yang akan timbul nantinya, juga untuk menjaga keselamatan anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kepada orang tua kita imbau agar mencegah anak-anaknya untuk tidak mandi dan berenang saat air pasang. Karena apabila terminum air yang kotor itu, dikhawatirkan anak-anak akan mengalami sakit perut,” terang mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Sementara itu, salah seorang anak yang ditemui detikriau.org menjelaskan, bahwa ia dan teman-temannya sangat senang apabila musim air pasang tiba, karena mereka bisa bermain sambil mandi dan berenang di air yang menutupi badan jalan tersebut.

“Kalau banjir begini asyik maennya bang, kita bisa maen bola sambil basah-basahan dan berenang bersama-sama,” kata Ican, ketika sedang bermain bola dan bersenda gurau bersama teman-temannya di salah satu jalan yang digenangi air.

Pantauan di lapangan, di beberapa ruas jalan di Kota Tembilahan, seperti Jalan Baharuddin Yusuf, Jalan H Said dan Arsyad Ahmad, serta Jalan Gunung Daek Tembilahan. Sekitar pukul 16.30 WIB, jalan-jalan tersebut mulai digenangi oleh air, dan lama-kelamaan menutupi seluruh badan jalan. Kondisi jalan yang tergenang tersebut, banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain-main air. (adi)




Kadisperindag Inhil: Kalau sudah dikasih tempat untuk berdagang jangan disia-siakan

DSC_2017TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Pahrolrozy ingatkan kepada para pedagang kota Tembilahan untuk memanfaatkan tempat dagangan yang telah disediakan.

“Kalau sudah dikasih tempat untuk dagang jangan disia-siakan,” ungkapnya saat dijumpai awak media usai acara peresmian Pasar Umbut Kelapa di Jalan Kayu Jati Tembilahan Hulu, Jum’at (13/2/2015) kemaren.

Disampaikannya, pemerintah membangun pasar itu sesuai dengan kondisi pasar yang tidak layak lagi untuk digunakan, sebab itu, ia menginginkan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan para pedagang untuk saling menjaga.

Namun demikian, ia sempat kesal terhadap beberapa para pedagang yang tidak bisa diarahkan olehnya untuk memanfaatkan tempat dagang yang telah disediakan. Dicontohkannya seperti pedagang di pasar parit 11.

“Untuk pemindahan pedagang Pasar parit 11 itu losnya sudah kami bangunkan dipasar umbut kelapa ini, bahkan waktu cabut undi itu banyak pedagang yang ikut. namun sekarang malah mereka pindah kembali berdagang di pasar parit 11,” kesalnya.

Ia berharap hal itu harusnya tidak terulang lagi pada para pedagang yang lain, dikhususkannya pada para pedagang Umbut Kelapa Jalan Kayu Jati yang baru diresmikan beberapa waktu lalu agar memanfaatkan tempat yang sudah dibangunkan dengan maksimal sesuai dengan peruntukannya.

“Yang jelas saya mengharapkan kita saling kerjasama untuk memajukan serta meningkatkan kualitas pasar kota kita ini,” harap Kadisperindag.(mirwan)




Pemkab Inhil Wacanakan Bangun Tembilahan Baru

Tampilan kota Tembilahan melalui Google Earth
Tampilan kota Tembilahan melalui Google Earth

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mewacanakan membangun kembali satu kawasan baru di Kota Tembilahan. Wacana tersebut sebagai bentuk respon atas kondisi kota Tembilahan yang dirasakan sudah memerlukan pengembangan.

“Itu sudah menjadi salah satu pemikiran kita. Jadi nantinya kawasan yang perlu dikembangkan tersebut seluruhnya ditata sedemikian rupa,” ungkap Bupati Inhil HM Wardan, belum lama ini.

Kawasan yang akan dibangun tersebut diprogramkannya lebih tertata, baik pemukiman maupun ruas jalan ada termasuk fasilitas lainnya. Lebih khusus pada pembangunan ruas jalan penghubung.

Mantan Kadisdik Provinsi Riau ini juga menyampaikan bahwa sudah sejak lama ia memikirkan hal tersebut. Menciptakan kondisi ibukota kabupaten yang nyaman, dan ini termasuk pula salah satu misinya. Sebab itu, ia telah meminta kepada instansi terkait yang berkompeten untuk secepatnya mengaplikasikan.(wan/adv pemkab inhil)




Kota Tembilahan Alami Deflasi 0,19 Persen

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan bahwa untuk saat ini Kota Tembilahan mengalami Deflasi sebesar 0,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 123,83. Hal tersebut menunjukkan adanya penurunan, dimana pada Desember 2014 lalu mengalami Inflasi sebesar 1,71 persen  dengan IHK sebesar 124,06.

“Deflasi di Kota Tembilahan terjadi karena pengaruh penurunan harga yang ditunjukkan oleh menurunnya harga indeks kelompok pengeluaran dari kelompok bahan makanan sebesar 0,12 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 4,70 persen,” kata kepala BPS Kabupaten Inhil, Sukarwanto, Senin (2/2/2015).

Ia menjelaskan bahwa dalam hal itu terdapat beberapa kelompok yang mengalami inflasi yang diantaranya adalah, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,38 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,77 persen, serta kelompok sandang sebesar 1,31 persen, kelompok kesehatan 0,49 persen, dan termasuk juga kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,06 persen.

“Untuk bulan Januari 2015 kemaren terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu, bensin, cabai merah, jeruk, telepon seluler, jengkol, cabai rawit, tomat sayur, ketimun, kentang, petai, jeruk nipis, serai, sawi hijau, patin, cabai hijau, kacang tanah, sirup, dan worte,” rincinya.

Kemudian juga ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya adalah, daging ayam ras, beras, kontrak rumah, ikan bakar, emas perhiasan, mobil, buncis, semen, sepeda motor, minyak goreng, tarif listrik, televisi berwarna, mukena, sepeda, cumi-cumi, seragam sekolah anak, sikat gigi, sabun mandi dan lainnya.

“Kelompok komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi untuk Januari itu adalah kelompok bahan makanan sebesar 0.034 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0, 532 persen,” paparnya.

Sedangkan untuk kelompok yang memberikan sumbangan inflasi yaitu kelompok makanan padi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0.077 persen, kelompok perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar sebesar 0,188 persen, kelompok sandang sebesar 0,1 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,188 persen, kesehatan sebesar 0,015 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,003 persen.

“Jika dibandingkan pada tingkat inflasi tahun kalender Januari 2015 terhadap desember 2014 yaitu sebesar -0,19 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2015 – Januari 2014) adalah sebesar 7,09 persen,” tutupnya.(mirwan)




Dinas Baru, Warga Harapkan Kebersihan Kota Lebih Baik

petugas-kebersihan-membersihakn-tumpukan-sampah-yang-berserakan-di-depan-sd-09-jalan-baharudin-jusuf-tembilahanTembilahan (detikriau.org) – Warga Tembilahan berharap kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman untuk segera bekerja dengan serius khususnya dalam mengatasi persoalan sampah di dalam kota Tembilahan.

Menurut salah seorang warga Tembilahan, Herman (41), tolok ukur utama kinerja Dinas baru pecahan dari Dinas PU ini dimata masyarakat adalah mampu atau tidaknya ianya menciptakan kota Tembilahan yang bersih dan indah.

“Sebagai masyarakat kami sangat berharap Dinas ini akan mampu mengatasi persoalan sampah yang selama ini kerap menimbulkan kesan kumuh bagi kota Tembilahan,” Ujarnya, Selasa (7/1/2014)

Ditambahkan Herman, dengan berdiri sendiri, DKPP harusnya akan lebih mudah untuk melakukan koordinasi dan mengambil kebijakan sehubungan dengan tugas dan fungsinya.

Juned, warga Tembilahan lainnya juga menyampaikan harapan yang hampir senada. Selama ini menurutnya, produksi sampah yang dihasilkan oleh aktifitas masyarakat kerap tidak sebanding dengan jadwal pengangkutan. Akibatnya, dilokasi penampungan sementara sampah kerap menumpuk dan mengganggu aktifitas masyarakat.

Dalam kesempatan itu ia juga sempat menyarankan agar Dinas terkait menyediakan tempat sampah yang lebih memadai di lokasi penampungan sementara agar sampah-sampah tidak sampai berserakan, menimbulkan bau yang tidak sedap dan pastinya mengganggu keindahan kota.

“setidaknya sediakan sarana yang memadai dilokasi penampungan sementara. Jangan sampah dibiarkan berserakan yang menimbulkan pemandangan kota menjadi kumuh dan jorok.” Sarannya.

Pantauan lapangan, beberapa lokasi penampungan sementara selama ini memang kerap kali terlihat tumpukan sampah yang dibuang berserakan. Meski petugas kebersihan beberapa kali mengangkut sampah dari lokasi penampungan sementara itu, tumpukan sampah sepertinya tidak ada habis-habisnya.

Beberapa lokasi penampungan sampah sementara itu diantaranya adalah pada perempatan jalan baharudian jusuf dan batang tuaka, jalan H sadri tepatnya di depan pemakaman umum jabata, pertigaan jalan RA Kartini, perempatan jalan H Khalidi dan RA Kartini, beberapa titik di ruas jalan H Said, pertigaan jalan sudirman ujung tepatnya disamping SD 001/003 Kecamatan Tembilahan serta beberapa titik penampungan sampah sementara lainnya.