Ini Nama-Nama Korban Musibah Longsor di Tanah Merah

Tanah Merah, detikriau.org – Kepala BPBD Inhil Yusfik SH menjelaskan musibah longsor yang terjadi di Kelurahan Kuala Enok Kecamatan Tanah merah menyebabkan rusaknya tempat tinggal 4 Kepala Keluarga dengan 13 jiwa. Sabtu (19/11/2016)  sekira pukul 00.30 Wib dinihari.

Nama korban tersebut adalah: 1. Mujiburrahman (KK) dan Istri. 2. Yon Rafisah (KK) bersama Eli Nurlaila (istri), Hj Rosmaidar (ibu) beserta Fadlur dan Dimas (anak). 3. Bastian Basir (KK) bersama istri Eli Nurlia dan Feri, Delfianti, Dumas (anak. 4. Mulyadi (KK)

“Kita sudah salurkan kebutuhan logistik untuk membantu  korban bencana,” Sampaikan Yusfik./*/Mirwan




Ini Daftar Nama Korban Keracunan di PT ISK

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jumlah korban peristiwa keracunan terhadap puluhan karyawan PT Inhil Sarimas Kelapa (ISK) Rumbai Jaya Kecamatan Kempas terdata sebanyak 33 orang.

Dari 33 tersebut dapat dirincikan menjadi 15 laki-laki dan 18 perempuan. Dan seluruhnya telah dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

Adapun daftar namanya sebagai berikut:

Laki-laki = 15 orang :

1. Saryunis, 31 Th
2. Suardi, 28 Th
3. Safarudin, 29 Th
4. Hamzah, 25 Th
5. Heriyanto, 26 Th
6. Bahreni, 27 Th
7. M. Arifia, 19 Th
8. Bambang Handrian, 19 Th
9. Sukarmin, 26 Th
10. Roni Hartono, 35 Th
11. Rudi Hartono, 28 Th
12. Leo Saputra, 21 Th
13. Marlis, 22 Th.
14. M. Khairia
15. Aspol, 19 Th

Perempuan = 18 orang :

1. Raudah, 27 Th
2. Mariani, 43 Th
3. Mira, 24 Th
4. Nurleha, 26 Th
5. Yarni, 34 Th
6. Mailis, 22 Th
7. Lestari, 20 Th
8. Linda, 28 Th
9. Sari Banun, 40 Th
10. Hafifah, 29 Th
11. Yetnawati, 44 Th
12. Siti Rabima, 30 Th
13. Kartini, 30 Th
14. Jumriah, 31 Th
15. Astuti, 37 Th.
16. Arya Dewi, 30 Th
17. Juhaibah, 24 Th
18. Mulyana, 22 Th.  / Mirwan




Saling Senggol, Pemicu Peristiwa Berdarah di Lorong Bengkel

“Paeng Membantah Lakukan Perencanaan Habisi Nyawa Adi”

“Hasil visum, ditubuh korban ditemukan beberapa luka tusukan dibagian belakang dan satu tusukan dibagian tengah dada”

PEtugas saat mengevakuasi jenajah korban ke RSUD PH untuk dilakukan visum
PEtugas saat mengevakuasi jenajah korban ke RSUD PH untuk dilakukan visum

Tembilahan (detikriau.org) – Fakta dibalik rubuhnya Agus diujung belati teman sekerjanya, Paeng dalam peristiwa berdarah di Lorong Bengkel Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, awal pekan ini ternyata hanya dilatarbelakangi persoalan sepele, saling senggol.

“Tidak ada persoalan lain, hanya diawali dari ketidaksengajaan saling bersenggolan,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Paur Humas, Iptu Warno Akman, rabu (30/9)

Berdasarkan keterangan tersangka, diterangkan Paur Humas, pemicu peristiwa naas tersebut terjadi beberapa jam sebelum ia nekad menancapkan belati dihulu hati teman sekerjanya Adi.

“pengakuannya, motif awalnya hanya itu. tidak ada yang sengaja. Namun waktu itu korban sempat marah-marah hingga mengeluarkan perkataan yang tidak wajar, karena itu pelaku ini geram dan saat itu sempat melawan tetapi dilerai bos tempat mereka bekerja,” terang Warno.

Beberapa jam berselang, lanjut Warno, perkelahian kembali terjadi hingga Adi rubuh bersimbah darah. Hasil visum, ditubuh korban ditemukan beberapa luka tusukan dibagian belakang dan satu tusukan dibagian tengah dada.

“Pisau itu bukan senjata bekas, tetapi baru dibeli pelaku. Namun sampai saat ini pelaku tidak mengaku kalau ia merencanakan pembunuhan, hanya membeli pisau saja, kilah pelaku”Tandas Warno. (mirwan)




Bupati dan Wabup Rohil Sambangi Keluarga Korban Keebakaran

7aBagansiapiapi (detikriau.org) – Usai membuka Musrenbang Kabupaten di gedung Serbaguna, Bupati Rokan Hilir, H.Suyatno.Amp didampingi Wakil Bupati Erianda, Asisten III H.Ali Asfar.Msi dan sejumlah pejabat lainnya melayat ke rumah saudara korban kebakaran yang menewaskan 3 kakak beradik di jalan Bahkti, Bagan Barat, Selasa (07/04/15) siang.

Pantauan Metroterkini.com di rumah duka, saat bupati dan rombongan tiba, 3 jenazah tersebut sudah dimandikan dan di sholatkan dan tak selang beberapa lama, jenazah langsung dibawa ketempat pemakaman umum yang ada di kelurahan Bagan Hulu menggunakan mobil jenazah milik BAZ.

Usai melayat, bupati dan rombongan menuju ke tempat terjadinya kebakaran, jalan Pulau Baru, Gang Al-Waris Kelurahan Bagan Barat, Bangko. Saat sampai ke lokasi, Bupati langsung menuju rumah milik 3 kakak beradik yang tewas terpanggang.

Di rumah duka bupati mengatakan akan memindahkan mereka yang menjadi korban kebakaran ke rumah resetlemn yang ada di kepenghuluan Bagan Punak Pesisir. Saat ini mereka mengungsi ke rumah keluarga.

” Semuanya, sebanyak 6 KK akan kita pindahkan kesana, rumah yang resetlemen yang ada di Bagan Punak,” kata Suyatno saat berbincang dengan Wakil Bupati dan pejabat lainnya.

Mengenai bantuan sembako, Bupati minta jangan dibagikan disekitar tempat kebakaran, karena para korban saat ini tidak ada di sekitar lokasi.

“Bantuan dibagikan di kantor Camat saja, besok jam 9 Suruh mereka ke kantor camat saja, karena kalau dibagikan disini percuma, mereka tidak ada di sini,” pinta Bupati kepada Dinas Sosial, Camat dan Lurah.

Kebakaran sekitar pukul 21.40 WIB Senin Malam (06/04/15),6 rumah resetlemen bantuan Pemkab Rohil yang terbuat dari papan ludes di lalap sijago merah. Dalam kejadian itu, 3 orang kakak beradik yang masih kecil tewas terpanggang.[tris/adv]




di Jambret. PNS DKP Inhil Kehilangan Handphone dan Surat Penting

“Peristiwa Serupa Sudah Berulang-ulang Terjadi. Polisi Diminta Segera Ringkus Pelaku”

jambretTEMBILAHAN (detikriau.org) – Aksi jambret kembali terjadi di kota Tembilahan, kali ini dialami oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kantor DKP, Marliani (39). Akibat peristiwa itu korban harus kehilangan satu unit telepon genggam beserta beberapa surat-surat penting. Warga berharap pihak kepolisian bekerja keras untuk meringkus pelaku yang dinilai sudah semakin meresahkan masyarakat ini.

Berdasarkan penjelasan korban, nasib naas itu dialaminya saat akan menjemput anaknya dengan mengendarai motor Suzuki metic BM 2748 GP di jalan pendidikan sekitar pukul 13.15 Wib. Senin (26/1) kemaren

Di TKP persisnya di depan gedung Islamic Center yang saat itu memang suasana sedang sepi, tas yang digantung ditangan kanannya tiba-tiba saja dari arah belakang disambar oleh OTK dengan memakai sebuah motor metic berwarna hitam pelaku kabur melewati lorong kecil disamping rumah Dinas Sekdakab Inhil, lalu menyeberang jalan Swarna Bumi dan menuju Jalan Kembang kemudian ra’ib.

“Tas saya ditarik hingga putus, untungnya saya tidak sempat terjatuh dari motor. Bahkan saya juga sempat mengejar OTK sambil teriak jambret, tapi sayang tidak bisa terkejar,”cerita Marliani sambil mengatakan bahwa seingatnya pelaku memakai Helm dan menggunakan kaos belang-belang warna putih. Namun untuk plat motor pelaku, korban mengaku tidak mengetahui.

Kini korban sangat berharap kepada pihak Kepolisian Mapolres Indragiri Hilir bisa membongkar siapa pelakunya agar kasus yang sama jangan terjadi lagi menimpa warga lainnya.(dro/t)




Siswa SMA di Mandah-Inhil Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar

gantung diri Mandah (detikriau.org) – Seorang siswa SMA di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya di RT 23 RW 02 Desa Pancur, Sabtu (17/1/2015).

Camat Mandah, Nursal mengatakan, kematian korban diketahui pertama kali oleh ibunya sekitar pukul 06.30 WIB. Dimana saat itu sang ibu berencana membangunkan anak gadis usia 17 tahunan yang tengah duduk di kelas 2 SMA tersebut.

“Orang tuanya heran karena biasanya jam segitu anaknya sudah siap-siap berangkat ke sekolah, namun karena tak kunjung bangun, ia pun mendatangi kamar anaknya dan alangkah terkejutnya ia menemukan anaknya sudah tewas tergantung,” ujar mantan Camat Gaung ini.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Mandah, AKP Hendri Suparto saat dimintai keterangan terkait kasus ini menjelaskan bahwa setelah mendapatkan laporan pihaknya kemudian mendatangi rumah korban.

“Kita kesana dengan membawa dokter untuk melakukan visum, dari hasil visum diketahui ini murni kasus bunuh diri karena tidak ditemukan bentuk kekerasan di tubuhnya,” terang Hendri.

Sementara itu, mengenai apa penyebab sehingga anak pertama dari 3 bersaudara ini rela mengakhiri hidupnya dikatakan Hendri masih belum diketahui.

“Kita belum tahu apa penyebabnya, yang jelas dari hasil visum ini murni kasus bunuh diri,” imbuhnya.(adi)