Diancam Tak dikirimi Atlit. SU: Tak Masalah, Kita Sudah Siapkan Petarung Untuk Bela Nama Inhil

Ketua KONI Inhil H Syamsudin Uti
Ketua KONI Inhil H Syamsudin Uti

Tembilahan, detikriau.org – Ketua KONI Kabupaten Inhil H Syamsudin Uti menegaskan KONI tidak akan mepermasalahkan jika Cabor mengancam untuk tidak mengirimkan Atlit pada ajang Porprov Riau 2017 di Kampar.

KONI Inhil selaku Induk organisasi olahraga dibawah kepemimpinannya sejak 2013 yang lalu menurutnya sudah mendata potensi atlit-atlit asli putra Inhil, dan mereka siap untuk membela nama daerah.

“Tidak masalah. Kita sudah siapkan Atlit untuk bela Inhil diajang Porprov mendatang.” Yakinkan SU saat dimintai tanggapan oleh detikriau di Tembilahan, Jum’at (17/2/2016)

Diterangkan SU, selama menjadi Ketua KONI Inhil ia sudah “memburu” atlit-atlit putra asli daerah hingga keberbagai pelosok Desa. Hasilnya, ia meyakini sangat menggembirakan. Sangat banyak potensi atlit putra daerah yang memiliki kemampuan.

“Ini sesuai amanat Bupati yang meminta komitmen mempergunakan atlit asli putra daerah.” Tegaskan SU

Ancaman yang sempat dilontarkan sejumlah cabor untuk tidak mengirim atlit justru membuat SU tersenyum. Dia malah melontarkan pertanyaan, mana atlit yang akan ditahan oleh sejumlah cabor?

Menurut SU juga, sudah tidak lagi menjadi rahasia bahwa selama ini setiap kali ada pertandingan, sejumlah pengurus cabor sibuk berburu atlit-atlit dari luar. Bukannya mempersiapkan atlit putra daerah sendiri.

“saya sebut saja itu misalnya dari atletik, said adnan, sibuk kesana kemari mencari atlit dari luar daerah. Hasilnya apa? Anggaran saja yang habis, pretasi malah mengecewakan. Padahal seharusnya atletik lumbungnya medali.  Termasuk sejumlah cabor lainnya.”Sindir SU

Untuk menghadapi Porprov Riau 2017, SU menegaskan pihaknya hanya mempersiapkan atlit-atlit asli daerah dari sejumlah cabor yang memang selama ini berpotensi sebagai pendulang medali.

“kita akan kirimkan cabor unggulan saja seperti karate, tinju, futsal dan bola kaki. Paling-paling 5 atau 6 cabor aja. Daripada kirim banyak-banyak tetapi bawa atlit luar dan pastinya pemborosan uang rakyat.” Yakinkan SU./dro




“Diserang” Belasan Cabor. Ini Jawaban H Syamsudin Uti

Ketua KONI Inhil H Syamsuddin Uti (tengah) mmemperlihatkan dokumen SPJ yang telah diselesaikan.
Ketua KONI Inhil H Syamsuddin Uti (tengah) mmemperlihatkan dokumen SPJ yang telah diselesaikan.

Tembilahan, detikriau.org – Ketua KONI Kabupaten Indragiri Hilir H Syamsudin Uti menanggapi “santai” tuntutan yang disampaikan belasan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) dalam pertemuan diruang rapat Komisi IV DPRD Inhil, Jumat (17/2/2017).

Secara pribadi menurut pria yang akrab disapa SU ini, dirinysa sama sekali tidak ngotot untuk tetap menjadi pimpinan tertinggi pada organisasi olahraga di Kabupaten Inhil. Tetapi menurutnya apa yang disampaikan oleh sejumlah cabor dalam pertemuan itu tentulah perlu untuk diklarifikasi.

“kepengurusan KONI 2013-2017 tidak lama lagi juga akan berakhir. Tidak ada masalah kalau tidak diperpanjang. Saya juga tidak ngotot. Tetapi semua tuduhan mereka terhadap KONI Inhil khususnya diri saya pribadi sebagai Ketua KONI tentu perlu untuk saya klarifikasi,” Ujar SU ditemui detikriau.org di Tembilahan, jum’at (17/2/2017)

Perlu dicatat ditekankannya, seluruh kebijakan yang diambil oleh KONI bukan dilakukan oleh dirinya secara pribadi. Tetapi melalui mekanisme yang ditentukan dalam AD ART organisasi.

Dicontohkannya, tudingan penonaktifan kepengrusan KONI Inhil secara sepihak, itu tidak benar.

Penggantian salah seorang pengurus KONI, disebutnya Ketua salah satu Cabor, itu terpaksa harus dilakukan demi kelancaran jalannya organisasi.

“selama saya menjabat Ketua KONI, dirinya hanya pernah aktif pada pelaksanaan Porprov Riau di Inhu, setelahnya tidak lagi pernah masuk. Dihubungi melalui handphone alasan selalu sibuk. Jadi demi kelancaran organisasi tentu harus segera disikapi,” Jelasnya

“jadi bukan saya memberhentikan. Tetapi dia yang tidak pernah aktif. Agar KONI bisa tetap berjalan evektif saya terpaksa mengajukan usulan ke Provinsi. Hasil rapat internal di KONI akhirnya usulan penggantiannya disetujui.” Tambahkan  SU

SU mengaku adanya pengerucutan di struktur kepengurursan KONI Inhil. Kebijakan ini dilakukan untuk efektifitas organisasi.

“saat pelantikan pengurus kita banyak. Tapi yang kerja? Sangat sedikit. Sama sekali tidak efektif.” Nilainya

Terkait masalah anggaran, menurut SU  itu tanggung jawab dirinya sebagai ketua. Semua harus jelas. Ia mengaku tidak mau ada masalah hukum dibelakang hari.

“Uang saya yang terima, kaki saya sebelah dipenjara. RKA kita yang bikin. Jika tidak benar, kita tidak mau. Harus jelas penggunaannya. Termasuk pertanggungjawaban penggunaan tentu pasti juga harus benar. ”Tegaskan SU sambil memperlihatkan dokumenSPJ yang sudah dijilid setebalan kira-kira 15 cm

Kebijakan KONI Inhil menurutnya. Bikin dulu kegiatan, setelah jelas ada kegiatan baru dana diberikan.

“juga ada isu katanya ada cabor tandatangani kwitansi tapi duitnya tidak ada. Itu ngawur. Mana mungkin cabor mau tandatangani kwitansi jika duitnya tidak ada.” Akhiri SU. /dro




Belasan Cabor Tuntut Kepengurusan KONI Inhil dibawah Pimpinan SU Tidak diperpanjang

“Jika tidak dipenuhi mereka ancam tidak kirimkan Atlit Inhil Pada Porprov Riau 2017 di Kampar”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Belasan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) mendesak kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2013-2017 yang akan berakhir pada 29 April mendatang tidak lagi diperpanjang.

Jika permintaan ini tidak dikabulkan, mereka mengancam akan melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa KONI Kabupaten Inhil dan bahkan mengancam tidak akan mengirimkan Atlit untuk mengikuti Porprov Riau tahun ini.

“Tuntutan ini juga sudah kami sampaikan kepada KONI Provinsi. Kami juga berharap keputusan seluruh pengurus cabor Inhil ini mendapatkan dukungan,” Sampaikan Juru bicara belasan Cabor Jamaluddin dan As’ad secara bergantian saat digelar pertemuan diruang rapat Komisi IV DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan, Jum’at (17/2/2017)

Tuntutan tidak memperpanjang masa kepengurusan ini menurut mereka dikarenakan KONI Inhil dinilai telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Menurut mereka ada beberapa point penting pelanggaran AD/ART Pengurus KONI Inhil, pertama seperti, ketua KONI telah melakukan pergantian dan pemberhentian pengurus secara sepihak tanpa melalui prosedur.

Ketua KONI juga disebut terlalu banyak mencampuri urusan Cabor.

dan semenjak dikukuhkan kepengurusan KONI Inhil periode 2013-2017, Ketua KONI Inhil jarang sekali melakukan musyawarah dan mufakat sesama pengurus KONI dan cabor sendiri.

“Seharusnya minimal dilakukan 1 x dalam 1 tahun. Hal ini berkaitan dengan pertanggungjawaban masalah program kerja, pelaporan adm dan keuangan,” Sampaikan Jamal.

Tahun 2016, ditambahkan Jamal, dana yang dialokasikan Pemkab Inhil pada KONI sebesar Rp 2 Miliar. Tetapi dari data yang dikumpulkan dari seluruh cabor, dana yang tersalurkan baru sebesar Rp 311 Juta.

Desakan itu menurut merekal terpaksa dituangkan mengingat masa jabatan sesuai AD ART KONI bisa saja diperpanjang jika dalam waktu berhampiran dengan berakhirnya masa kepengurusan ada agenda penting yang harus dilaksanakan.

“Tahun ini ada agenda Porprov Riau 2017 di Kabupaten Kampar. Artinya kepengurusan KONI Inhil saat ini bisa saja secara otomatis tetap akan menanganinya,” Ujar Jamal.

“17 Cabor ini mengancam akan memboikot Atlit-atlitnya pada Porprov 2017 di Kampar jika tuntutan ini tidak diindahkan. Rencana pemboikotan ini akan dilakukan 17 Cabor jika masa kepengurusan KONI Inhil dibawah pimpinan H Syamsuddin Uti diperpanjang hingga akhir 2017,” tambahnya.

Terkait hal ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas yang saat itu didampingi oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil Amd Junaidi menyebutkan bahwa permasalahan itu juga sempat disampaikan para penggiat olahraga sebelum pertemuan hari ini.

Kedatangan Cabor saat ini menurutnya bukan diterima secara Komisi tetapi sifatnya diterima oleh DPRD secara kelembagaan.

“Jadi apapun persoalan yang disampaikan hari ini, kami akan rangkum. Semua juga didokumentasikan dan nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan baik melalui tulisan maupun secara lisan,” tandasnya.

Sekedar untuk diketahui, belasan Cabor tersebut diantaranya Cabor Sepak Takraw PSTI, Kenfo, Karate (Forki), Bola Volly (PBVSI), Dayung (Podsi), Catur (Percasi), Basket (Perbasi), Tarung Derajat, Tinju (Pertina), Atletik (PASI), Tennis Lapangan, Bulu tangkis, PSSI, Renang (PRSI) , Pencak Silat (IPSI), Anggar, dan Billiard./Mirwan/*




Didukung KONI, ITC Inhil Gelar Kejuaraan Sepak Takraw

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Indragiri Takraw Cup (ITC) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar kejuaraan sepak Takraw dan didukung penuh oleh KONI Kabupaten Inhil.

Kejuaraan tersebut bakal dimulai pada tanggal 23 November 2016 pukul 13.00 WIB di halaman SMK Farmasi jalan Trimas Tembilahan.

“Kami sangat mendukung sekali kejuaraan ini. Karena sejalan dengan program KONI untuk menyemarakkan kegiatan dibidang olahraga,” kata Ketua KONI Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti, Selasa (22/11/2016).

Disamping itu, lanjutnya, ia juga mencari prestasi-prestasi baru berkombinasi dengan skill dibidang Sepak Takraw dengan kata lain sebagai ajang pencari bakat untuk dibina.

Tujuannya, untuk mempersiapkan atlit-atlit pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Provinsi Riau pada bulan Oktober 2017 mendatang.

“Dari tanggal 1 sampai 18 November kemarin, peserta yang mendaftar sudah terkumpul sebanyak 36 regu. Peserta ini adalah dari kalangan umum,” paparnya./Mirwan