Ketua DPRD Inhil: Program Bagus, Realisasi Belum Maksimal

“Setahun Kepemimpinan Warohmah”

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

Tembilahan (detikriau.org) – Satu tahun masa kepemimpinan HM Wardan dan H Rosman Malomo, ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam menilai bahwa apa yang sudah dijanjikan pasangan Warohmah ini sudah direalisasikan dalam bentuk program selama tahun anggaran 2014. Hanya saja janji itu masih belum dapat direaliasikan secara masksimal dilapangan.

Dani, sapaan akrab ketua DPRD Inhil ini menilai, titik lemah belum maksimalnya pelaksanaan program lebih disebabkan kepada lemahnya pelaksana kebijakan. Oleh karenanya ia menyarankan agar Bupati segera melakukan evaluasi secara total kepada pembantu-pembantunya agar program-program yang dinilai sudah baik itu bisa secepatnya dirasakan oleh masyarakat.

“masa kepemimpinan Warohmah baru dalam hitungan satu tahun, saya rasa belum tepat waktunya kita memberikan penilaian berhasil atau tidaknya. Yang jelas, apa yang menjadi komitmen pasangan ini ketika terpilih seluruhnya sudah tertuang dalam bentuk program, hanya saja, realisasi dilapangan memang masih jauh dari kata memuaskan,” Ujar Dani saat dimintai tanggapan oleh sejumlah awak media di Gedung Kantor DPRD Inhil Jl HR Subrantas Tembilahan, selasa (25/11)

Saat ini, dimasa-masa pembahasan program di tahun anggaran 2015 mendatang, Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil berharap agar Bupati dapat melakukan telaah atas berbagai persoalan dan hambatan selama tahun 2014 yang menyebabkan tidak maksimalnya pelaksanaan berbagai program-program itu.

“Artinya program-program yang bagus itu tentunya tidak cukup hanya bagus diatas kertas tetapi bagaimana juga bisa diimplementasikan secara nyata dilapangan. Sekali lagi kita menilai titik lemahnya berada pada pra staff di SKPD sebagai pelaksana kebijakan.” Ingatkan Dani

Untuk sekedar mengingatkan, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013-2018, HM Wardan dan H Rosman Malomo dilantik dalam rapat paripurna istimewa bertempat di Venue Futsal, Komplek Gedung Olahraga Indragiri, Jalan Lingkar II, Tembilahan, Jum’at (22/11/2013) yang lalu dihadapan Penjabat Gubernur Riau, Prof Dr H Djoehermansyah Djohan. (dro)




Ketua DPRD Inhil Masih Ragukan Program DMIJ

“Ajak Mahasiswa Turut Serta Dengar dan Sampaikan Keluhan Masyarakat”

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Banyak keluhan dari sejumlah kalangan di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terhadap pembangunan infrastruktur yang belum terialisasi secara maksimal, dan ini menjadi perhatian khusus dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Inhil.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam saat membuka forum bersama mahasiswa Indragiri Hilir di kantor DPRD Inhil Tembilahan, Senin (24/11/2014), dikatakannya bahwa ia serta Perwakilan Rakyat lainnya sedang memperhatikan pekerjaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang dikelola Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil.

“Bukan saya tidak percaya dengan program itu, namun yang menjadi pertanyaan bagi kami, kenapa keluhan masyarakat Inhil terus diutarakan terhadap pembangunan, khususnya infrastruktur,” kata Dani.

Ia meminta kepada mahasiswa yang hadir untuk ikut membantu DPRD Inhil mendengarkan keluh resah dari masyarakat. “Jikalau kami tidak tahu, maka rekan-rekan mahasiswa bisa menyampaikan kepada kami,” sebut Dani.

Selain itu, mahasiswa sempat menanyakan terhadap persoalan harga Kopra yang tidak konsisten disetiap bulan dan tahunnya.

Hal ini ditanggapi Dani bahwa Pemerintah Daerah tidak bisa menentukan standar harga tersebut. “Siapapun Bupatinya, tidak akan bisa menetapkan standar harga Kelapa, beda dengan Kelapa Sawit, itu sudah ada ketentuan, dan juga bukan dari Pemerintah Daerah,” jelasnya. (Mirwan)




Dani M Nursalam: APBD 2014 Diminta dijadikan Bahan Evaluasi

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

Tembilahan (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil meminta agar Bupati dapat menjadikan perjalanan penggunaan APBD tahun 2014 sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh jajaran dibawahannya.

Permintaan ini disampaikan secara langsung oleh Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, S.Pi melalui detikriau.org diruang kerjanya, rabu (5/1/2014). Dikatakannya, hingga menjelang penghujung tahun 2014, serapan APBD Inhil masih jauh dari harapan, hal ini harusnya dapat menjadi pembelajaran berharga agar kedepannya program-program pembangunan yang telah dituangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jangan lagi sampai tertunda hanya disebabkan kinerja aparatur yang boleh dikatakan mengecewakan.

Ditambahkan oleh Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil ini, perjalanan APBD Inhil tahun anggaran 2014 ini adalah ukuran kinerja pertama dimasa kepemimpinan HM Wardan dan H Rosman Malomo. Apa yang terjadi sepanjang tahun 2014 ini sekaligus juga menjadi acuan perjalanan RPJMD  kepemimpinan Warohmah. Kekurangan dan segala kelemahan hari ini pastinya dapat dijadikan cerminan agar kedepannya dapat lebih baik terutama dalam memenuhi janji-janji yang sudah terucapkan Bupati dan Wakil Bupati kepada masyarakat.

“Tidak hanya bagi pemerintah daerah. Ini pembelajaran dan evaluasi bagi kita semua agar kedepannya dapat lebih memberikan pengabdian dan kinerja terbaik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Inhil.” Tandasnya.(dro)




Dana KONI Inhil Minim, Ini Tantangan Saya Wujudkan Prestasi Maksimal

Ketua KONI Inhil, H Syamsuddin Uti (kanan) berfoto bersama Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam.
Ketua KONI Inhil, H Syamsuddin Uti (kanan) berfoto bersama Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam.

Tembilahan (detikriau.org) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti berkomitmen untuk berupaya maksimal memajukan prestasi olahraga di negri seribu parit. Sebagai seorang ekonom, dengan minimnya bantuan pendanaan melalui APBD Inhil disebut sebagai sebuah tantangan.

Pernyataan ini disampaikannya dihadapan awak media saat dimintai komfirmasi dalam pertemuan di gedung kantor DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas Tembilahan, rabu (24/9/2014). Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Inhil ini, dari 11 Milyar usulan pendanaan yang diajukan pada APBD murni 2014, Pemkab Inhil hanya memberikan sebesar Rp 5 Milyar. Untuk APBD perubahan 2014, dari 4,1 milyar besaran dana yang diusulkan, Pemkab Inhil hanya menyetujui tambahan sebesar Rp 1,5 Milyar.

“Meski dengan anggaran minim ini, sebagai ketua, saya berkomitmen untuk tetap bertanggungjawab agar seluruh program yang sudah direncanakan KONI Inhil dapat berjalan maksimal. Minimnya dana ini pastinya menjadi tantangan tersendiri buat saya untuk tetap berbuat yang terbaik,” Ujarnya.

Upaya untuk memajukan prestasi olahraga di Inhil menurutnya bukanlah sebuah perjuangan yang ringan. Oleh karenanya ia juga berharap agar adanya komitmen bersama dari seluruh stackholder terkait untuk memajukan olahraga. Jika diumpamakan dengan prinsif dagang, dikatakan mantan Wakil Ketua DPRD inhil dua periode sebelumnya yang dalam kesehariannya kini bergelut dalam dunia bisnis ini, bagaimana mengelola dana yang seminimal mungkin tetapi mampu menghasilkan output yang maksimal.

Diakuinya, disamping bantuan pendanaan dari APBD Inhil, KONI Inhil belum mendapatkan bantuan dari pihak lainnya termasuk dari kalangan pengusaha. Namun hal ini menurutnya karena sejauh ini memang KONI Inhil belum pernah menyurati para pengusaha.

Setakat ini, untuk kepala SKPD yang ditugaskan sebagai pendamping cabang olahraga (cabor) ia mengaku KONI sudah melakukan komunikasi. Setidaknya ia berharap melalui pendamping cabor ini akan didapatkan sedikit bantuan tambahan pendanaan untuk berbagai kegiatan organisasi.

Disamping persoalan itu, menghadapi PORDA Riau ke VIII di Kabupaten Inhu yang direncanakan pada pertengahan oktober mendatang, Ia menyatakan bahwa KONI Inhil memastikan untuk mengikutsertakan 17 dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. Satu cabor yang tidak diikuti (volley pantai.red) disebabkan Inhil memang tidak memiliki atlit. Untuk mencapai prestasi terbaik, setidaknya mempertahankan prestasi Inhil pada PORDA Riau sebelumnya, KONI terus melakukan pembinaan atlit diseluruh cabor.

“Besok kita juga akan lepas atlit badminton untuk mengikuti Polres Cup di kabupaten Bengkalis. Awal oktober, kita juga merencanakan untuk mengirim atlit cabor basket untuk berlaga di PKU. Semua ini tentunya kita jadikan ajang ujicoba kemampuan atlit guna menghadapi PORDA Riau ke VIII di kab inhu nanti,” Tambahnya.

Dari dua cabor, Tarung drajat dan panjat tebing yang didahulukan perlombaannya untuk PORDA Riau mendatang, KONI Inhil mentargetkan perolehan 4 medali emas.

“yang jelas kita juga memintakan do’a restu dari seluruh masyarakat Inhil agar kita dapat mempersembahkan prestasi terbaik demi harumnya nama daerah ini.” Tandasnya. (dro)




Pemkab dan DPRD Inhil Tandatangani Nota Kesepakatan KUA PPAS Perubahan APBD 2014

Ketua DPRD Inhil, HM Raus Walid membubuhkan tandatangan pada nota kesepahaman  KUA PPAS perubahan APBD 2014
Ketua DPRD Inhil, HM Raus Walid membubuhkan tandatangan pada nota kesepahaman KUA PPAS perubahan APBD 2014

Tembilahan (detikriau.org) –DPRD Inhil melaksanakan rapat paripurna ke 8 masa sidang ke II Tahun sidang 2014 bertempat diruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan. Jum’at (5/9/2014)

Dalam sambutannya, pimpinan sidang, Ketua DPRD Inhil, HM Raus Walid menyatakan bahwa rapat peripurna ini dilaksanakan dalam rangka penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) serta penandatanganan Nota Kesepakatan terhadap KUA PPAS.

“Nota Kesepakatan KUA-PPAS yang ditandatangani hari ini nantinya akan dijadikan sebagai sarana dan arah kebijakan pemerintah daerah serta menjadi petunjuk dan ketentuan umum yang disepakati sebagai pedoman penyusunan APBDP,” Ungkap Raus walid yang saat itu didampingi Wakil Ketua DPRD Inhil, Jubair Malomo, Muslimin dan Dani M Nursalam.

Dalam laporan Badan Anggaran (Bangar) melalui juru bicaranya, Edy harianto menjelaskan bahwa persetujuan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD terhadap ranperda tentang Perubahan APBD tahun 2014 ditetapkan paling lambat pada akhir bulan september 2014 sebagaimana yang diamanatkan perundang-undangan.

Ketentuan ini menjadi gambaran akan betapa pentingnya persoalan ketepatan waktu, maka rancangan kebijakan umum perubahan APBD dan PPAS perubahan APBD harus taat azas sesuai batas waktu yang ditetapkan dalam perundang-undangan.

“Keterlambatan penyampaian APBD akan memberikan dampak yang luas kepada masyarakat dan daerah,” Sampaikan Edy Harianto

Dalam laporannya Banggar juga menjelaskan bahwa Pendapatan Daerah pada KUA PPAS Anggaran Perubahan TA 2014 mengalami kenaikan sebesar 5,57%. Dimana pada anggaran murni APBD tahun 2014, pendapatan daerah sebesar 1,695 milyar lebih, pada KUA PPAS perubahan TA 2014 menjadi Rp 1,790 Milyar lebih atau mengalami kenaikan sebesar Rp 94 milyar lebih.

Sedangkan Belanja Daerah juga mengalami kenaikan sebesar 3,53 %. Dimana pada anggaran murni APBD 2014 sebesar Rp 2,071 Milyar berubah menjadi Rp 2, 144 Milyar pada anggara perubahan APBD 2014 atau naik sebesar Rp. 73 Milyar lebih.

Wakil Bupati Inhil, H Rosman malomo dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada DPRD Inhil dan Tim TAPD yang serius dalam melakukan pembahasan yang telah sampai pada tahapan kesepakatan saat ini.

“dengan telah disepakati maka tugas selanjutnya adalah melakukan perubahan APBD. Dalam waktu dekat pemda akan memasukkan surat untuk memintakan dijadwalkan pembahasannya hingga nantinya berakhir pada ditetapkannya sebagai APBDP TA 2014,” Ujar Wabup.

Selain dihadiri 24 anggota DPRD Inhil, rapat paripurna ini juga dihadiri oleh Unsur Muspida, Sekretaris Dewan, H Masdar serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhil. (dro/adv dprd inhil)