BP2KP Laksanakan Rakor DKP Se Inhil

Asisten II Setda Inhil membuka acara Rakoor Ketahanan Pangan TH 2014
Asisten II Setda Inhil membuka acara Rakoor Ketahanan Pangan TH 2014

Tembilahan (detikriau.org) – Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Inhil melaksanakan rakor Dewan Ketahanan Pangan Se- Kabupaten Inhil tahun 2014 bertempat dilantai 5 gedung Bupati Inhil. Selasa (30/12/2014).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Asisiten II Setdakab Inhil mewakili Bupati ini juga dihadiri oleh Badan Ketahanan Pangan (BPK) Propinsi Riau yang di wakili Ir Darmansyah, Kaban BP2KP serta pejabat eselon di lingkunga Pemkab Inhil.

Dalam sambutan tertulis Bupati Inhil, HM Wardan yang dibacakan Asisiten II mengatakan bahwa ia ingin menegaskan bahwa pembangunan ketahanan pangan sudah menjadi komitmen dari pemerintah yang menetapkan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan nasional.

Sebagai tindak lanjut komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui RPJMD   telah meletakkan pembangunan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan daerah. Dalam Buku Kebijakan Umum Ketahanan Pangan (KUKP) 2010-2014, yang dikeluarkan Dewan Ketahanan Pangan Pusat, Presiden berpesan bahwa “Ketahanan Pangan merupakan issu yang penting bagi bangsa Indonesia dan menjadi salah satu prioritas pembangunan Nasional”.

“Oleh karena itu saya menilai Rakor ini sangat strategis dalam rangka memantapkan pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya sinergitas pelaksanaan pembangunan ketahanan pangan di tingkat kabupaten dan kecamatan.” Ujar Bupati

Disamping itu, upaya pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat merupakan tugas yang tidak ringan, namun dengan kebersamaan, komitmen dan tekad bersama segala tantangan akan dapat diatasi.

Menurut Bupati, beberapa permasalahan yang hingga kini masih dihadapi diantaranya adalah laju pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan laju pertumbuhan produksi, kemudian tingginya alih fungsi lahan pertanian, keterbatasan dan kerusakan infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi dan jalan usaha tani serta akses jalan menuju daerah-daerah produksi, perubahan iklim yang ekstrim dan degradasi Sumber Daya Alam dan lingkungan dapat menurunkan kapasitas produksi pangan, kecilnya penguasaan lahan petani sehingga tidak memenuhi skala ekonomi, budaya makan yang belum beragam, bergizi seimbang dan aman, sehingga menyebabkan masih tingginya ketergantungan terhadap beras.

Selanjutnya adalah masih belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan dalam mencukupi sumber protein dan vitamin untuk meningkatkan kualitas konsumsi dan gizi rumah tangga, belum optimalnya pemberian “insentif” kepada petani, sehingga mempengaruhi peningkatan produksi dan produktivitas hasil usaha tani, sentuhan terhadap penyuluhan saat ini dirasakan masih kurang, hal ini terlihat dari metode dan materi penyuluhan yang belum mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, kemudian juga jumlah dan kualitas tenaga penyuluh belum memadai dan belum sesuai dengan perkembangan, tuntutan dan harapan petani serta masih belum optimalnya peranan Dewan Ketahanan Pangan sebagai wadah koordinasi perencanaan pembangunan ketahanan pangan.

Dilanjutkan Bupati, kondisi ketahanan pangan dalam kurun waktu selama 5 tahun terakhir telah memperlihatkan keragaman dan capaian kearah yang lebih baik, walaupun belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Untuk Kabupaten Inhil masih kata Bupati, tingkat ketersediaan pangan dalam bentuk energi saat ini mencapai 2.333 kkal/kapita/hari, di Provinsi Riau mencapai 3.212 kkal/kapita/hari, jauh lebih tinggi dibanding angka anjuran Nasional 2200 kkal/kapita/hari.

“Sedangkan Ketersediaan protein di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai 67,09 dan di Provinsi Riau mencapai 74,26 gr/kapita/hari, cukup tinggi dibanding angka anjuran Nasional sebesar 57 gr.” Tandas Bupati

Pelaksanaan Rapat Koordinasi anggota Dewan Ketahanan Pangan Tahun 2014 dilaksanakan ditujukan untuk meningkatkan peran anggota Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian Meningkatkan komitmen anggota Dewan Ketahanan Pangan dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hilir serta meningkatkan peran dan fungsi Dewan Ketahanan Pangan untuk mengkoordinasikan pembangunan ketahanan pangan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam satu hari kerja dengan mengangkat tema   “Percepatan Peningkatan Produksi dan Cadangan Pangan dalam Rangka Mewujudkan Kemandirian dan Ketahanan Pangan” ini diikuti oleh sebanyak 50 peserta yang terdiri dari SKPD dan Camat se-Kabupaten Inhil. (dro/adv pemkab inhil)




DTPHP Canangkan Gerakan Tanam Serentak

data 051TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Wiryadi canangkan gerakan tanam serentak Sekolah Lapangan-Pengolahan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi non hibrida spesifikasi lokasi, di tiga kelompok tani di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Ahad (24/3).

Hadir pada acara itu, selain Kepala DTPHP Inhi, Camat Tembilahan Hulu, RM Sudinoto, pihak Kelurahan Sungai Beringin, BRI, PT Pos Indonesia dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) serta anggota Kelompok Tani Mawar II, Kembang Harum, Jaya Baru dan Kelompok Tani Jaya Rezeki.

Kepala DTPHP Inhil Wiryadi bersama, Camat Tembilahan, Lurah Sungai Beringin, Pimpinan BRI Tembilahan, Pimpinan Kantor Pos, dan BP2KP Inhil saat pencanangan tanam serentak di Kel Sungai Beringi, Tembilahan ahad (24 Mar).
Kepala DTPHP Inhil Wiryadi bersama, Camat Tembilahan, Lurah Sungai Beringin, Pimpinan BRI Tembilahan, Pimpinan Kantor Pos, dan BP2KP Inhil saat pencanangan tanam serentak di Kel Sungai Beringi, Tembilahan ahad (24 Mar).

Camat Tembilahan RM Sudinoto, pada kesempatan itu menyebutkan semakin hari kebutuhan akan bahan pangan seperti beras semakin meningkat. Hal itu bisa dilihat dari jumlah penduduk yang juga semakin mengalami peninggkatan. Untuk Kecamatan Tembilahan dalam kurun waktu sekitar dua tahun terjadi pertambahan penduduk sekitar 21 persen.

“Artinya apa. Terjadinya peningkatan jumlah penduduk seperti ini, tentu secara langsung juga berdampak kepada kebutuhan pada pangan. Maka itu sudah selayaknya kita meningkatkan ketahanan pangan di Negeri ini,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala DTPHP Inhil, H Wiryadi, menjelaskan pencanangan dan sekaligus dengan dilakukanya gerakan tanam serenrak SL-PTT padi non hibrida, yang ditaja pihaknya sebagai salah satu upaya meningkatkan luas tanam dan memanfaatkan lahan tidak produktif menjadi lahan produktif.

“Upaya mendukung program ketahanan pangan yang telah diacanangkan oleh pemerintah memang sudah seharusnya mendapat dukungan penuh dari bermacam pihak, terlebih petani itu sendiri. Apa yang kita lakukan ini juga bertujuan menciptakan llangkah peningkatan hasil produksi petani dengan system usaha yang baik,”katanya.

Lanjutnya program gerakan tanam serentak merupakan gerakan moral demi untuk meningkatkan produksi pertanian terutama beras. Dalam mewujudkanya, Pemkab Inhil terus berupaya melalui perluasan areal tanam, optimasi lahan pangan, pengembangan dan perbaikan irigasi tata air

“Kemudian bantuan sarana produksi, penggunaan alsintan untuk percepatan tanaman pangan dan penekanan tingkat kehilangan juga menjadi program pemerintah dalam meningkatkan produksi beras hingga beberapa masa kedepa,” tukasnya.

Penaman padi secara serentak sangat menguntungkan. Karena selain musim penen bersamaan, penanaman serentak juga dapat mencegah penyebaran hama atau penyakit tanaman padi. Kemudian tidak kalah pentingnya, bahwa penanaman padi serentak dapat mendongkrak produksi padi secara Nasional.(dro/*1)




Wabup Buka Acara Temu Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan se Kab Inhil

Wabup Inhil, H Rosman malomo saat menyampaikan sambutan pembukaan acara penyuluhan pertanian perikanan dan kehutanan sekab Inhil di TembilahanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Senin (3/12), Wakil Bupati Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo membuka Temu Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan se-Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2012 bertempat di Gedung Engku Kelana, Tembilahan. Acara yang ditaja oleh Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Indragiri Hilir ini juga turut dihadiri oleh Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Wabup mengharapkan agar kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat yang dapat memajukan sektor pertanian, perikanan dan kehutanan di Kab. Inhil, karenanya Wabup berpesan kepada Peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh.

“Inhil memiliki potensi yang besar di sektor pertanian, perikanan dan kehutanan. Untuk memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal, dibutuhkan tenaga-tenaga Penyuluh yang handal. Karena itu, hendaknya seluruh Peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, demi kemajuan pertanian, perikanan dan kehutanan di Kab. Inhil”, pesan Wabup.

Kegiatan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan se-Kab. Inhil direncanakan akan berlangsung selama 3 hari ini diikuti sebanyak 186 orang penyuluh pertanian.




BP2KP RAIH PERINGKAT DUA LCMP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Indragiri Hilir, bekerjasama dengan tim penggerak PKK, berhasil meraih peringkat kedua dalam Lomba Cipta Menu (LCMP) Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan Badan Ketahan Pangan Provinsi Riau,15 Juli lalu.

 

Kepala BP2KP Inhil Drs Raja Indrajaya, saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu, (25/7) mengungkapkan, acara yang diselenggarakan setiap tahun ini dalam rangka merangsang kreatifitas ibu-ibu dalam menciptakan menu yang kreatif. Dengan memperhatikan potensi pangan lokal yang ada di daerah masing-masing dengan ketentuan penggunaan selain beras dan terigu.

 

Masih menurutnya, ketentuan lainnya adalah penyajian menu diperuntukan bagi satu keluarga yang terdiri dari ayah usia produktif, ibu menyusui, bayi usia 6-24 bulan (MPASI) dan satu anak usia 5 tahun. Menu yang disajikan untuk satu hari makan (makan pagi, siang, malam dan makanan selingan). Selain itu diutamakan dengan memperhatikan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman.

 

“Menu yang disajikan tim Inhil adalah laksa singkong untuk makan pagi dan acar temu pauh yang menjadi sayur pada makan siang. Bahkan menurut juri laksa singkong merupakan salah satu menu baru dan layak dikembangkan, begitu juga dengan temu pau yang biasa untuk obat dapat diolah menjadi sayuran,” terang Indrajaya.

 

Dengan kegiatan semacam ini, diharapkan akan terwujud penganekaragaman konsumsi pangan dan penggunaan pangan alternatif pengganti beras dalam kebutuhan sehari-hari. Sebab, daerah kita sangat kaya dengan potensi pangan lainnya, hanya saja memang, masyarakat kita yang masih belum terbiasa dan sangat tergantung dengan beras.

 

“Harapan kita kegiaan semacam ini akan mendorong ibu-ibu dalam memilih, menyusun dan menciptakan menu beragam, bergizi, seimbang dan aman bagi keluarga mereka. Sehingga akan menciptakan kelauarga yang sehat, aktif dan produktif,” tambahnya.(suf)




KOMISI I DIMINTA AGENDAKAN HEARING SECARA MENYELURUH

Terkait Penyerobotan lahan Petani Desa Pancur Oleh PT. Palma Satu —

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kuasa hukum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) Selamat, Desa Pancur Kecamatan Keritang meminta pihak DPRD untuk melakukan pemanggilan kembali pihak-pihak terkait. Permintaan ini disampaikan secara tertulis kepada Ketua DPRD Kab. Inhil, H. Raus Walid dan Komisi I.

“Surat sudah kita kirimkan hari ini. Kita berharap agar DPRD Inhil bersedia untuk melakukan hearing secara menyeluruh dengan pihak-pihak terkait,” Ungkap Pengacara Gapoktan Selamat, Zainuddin Acang, SH kepada wartawan sambil menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses penyelesaian penguasaan lahan petani desa pancur oleh PT. Palma Satu , senin (9/7)

Menurut Zainuddin Acang, permasalahan yang tengah terjadi ini harus disikapi sesegera mungkin dan tidak menunggu terjadinya konflik terlebih dahulu dilapangan baru melakukan tindakan.

Dalam surat tersebut, masyarakat meminta pihak dewan, dalam hal ini Komisi I melakukan pemanggilan kepada Bupati Inhil,  Kapolres Inhil, BPN Inhil, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Camat Keritang, Kades Pancur, Ketua Gapoktan Selamat serta perwakilan petani Desa Pancur.

Terkait perkembangan laporan terjadinya tindak pidana penyerobotan dan pengrusakan lahan yang dilakukan pekerja PT Palma Satu diakui Zainuddin saat ini pihaknya masih dimintai keterangan dan melengkapi alat bukti oleh pihak kepolisian.(fsl)




Gapoktan Inhil Terima Bantuan Program BI Sosial Responsibility

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bank Indonesia (BI) Pekanbaru menyerahkan bantuan peralatan mesin pertanian kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Indragiri Hilir. Penyerahan bantuan program  BI Sosial Responsibility ini diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Kab. Inhil, H. Rosman Malomo bertempat di halaman kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kab. Inhil di Tembilahan, Kamis (5/7/2012)

Menurut penjelasan Direktur BI Cabang Pekanbaru yang diwakili Deputi Investasi, Abdul Majid Ikram, bantuan ini diberikan setelah mempelajari proposal yang disampaikan oleh DTPHP Inhil. Kegiatan bantuan seperti ini menurutnya adalah kebijakan bersifat nasional. BI diberikan amanah oleh Negara untuk turut berperan aktif dalam mendorong perekonomian daerah khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pengendalian harga.

“Mudah-mudahan bantuan ini tidak hanya berhenti sampai disini. Berlanjut atau tidaknya bantuan ini akan tergantung dari penilaian  sejauh mana manfaat atas bantuan ini kepada produktifitas dan peningkatan penghasilan petani. Jadi bantuan ini hanya bersifat bantuan awal,” Jelas Abdul Majid Ikram dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo, Ketua DPRD, H. Raus Walid, Kadispertanian Provinsi Riau, Pejabat dilingkungan Setdakab Inhil, Kepala UPTD DTPHP Inhil serta perwakilan gapoktan penerima bantuan.

Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo dalam penyampaian kata sambutannya berharap agar gapoktan penerima dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya agar program ini dapat terus berlanjut.

“Kelanjutan bantuan ini sebagaimana yang telah disampaikan oleh Deputy Investasi BI sangat tergantung dari sejauhmana bantuan mesin-mesin ini akan memberikan dampak disektor pertanian terutama dalam meningkatkan pendapatan petani, jadi tolong dimanfaatkan dan dipergunakan dengan benar agar program ini akan terus berlanjut dan gapoktan yang belum mendapatkan bantuan hari ini kedepan juga akan mendapatkan kesempatan yang sama.” Harap Wabub.

Jalin Kemitraan dengan BI

Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi menyatakan bahwa tantangan DTPHP di Kab. Inhil saat ini terutama didominasi oleh petani kecil dengan skala usaha kecil, SDM yang rendah, Produktifitas rendah dan keterbatasan permodalan. Keadaan ini menurut Wiryadi berdampak tidak mampunya diterapkan teknologi yang tepat sehingga akan berimbas kepada rendahnya kualitas hasil pertanian di pedesaaan.

Pemanfaatan rata-rata lahan pertanian pertahun di Kab. Inhil rata-rata sebanyak 32.460 Ha atau 65,65 persen dari luasan areal pertanian. Tahun 2011, pemanfaatan lahan sebanyak 33.597 Ha dengan tingkat produksi rata-rata sebesar 3,86 Kuintal gabah kering panen per Hektar.

“Produksi yang mampu dihasilkan ini tentunya terbilang masih sangat rendah jika dibandingkan dengan daerah lain yang lebih maju dalam pengolahan usaha tani,” Jelas Wiryadi.

Rendahnya produksi pertanian ini menurut Wiryadi diantaranya disebabkan oleh kurang berdayanya petani dalam menerapkan teknologi terutama dalam penerapan benih unggul dan bermutu, pengolahan lahan yang kurang sempurna yang disebabkan ketidakmampuan petani memenuhi peralatan mesin pengolahan lahan pertanian serta penanganan Pasca Panen yang kurang baik.

“Kerjasama yang kini kita bangun dengan BI PKU ini diantaranya  ditujukan  untuk meningkatkan SDM petani, petugas, dukungan penyedian sarana dan prasaran produksi serta pemodalan di bidang pertanian.” Jelas Wiryadi.

Bantuan mesin-mesin pertanian dari Bank Indonesia kali ini berupa 3 mesin Hydrotiller dan 5 buah power threser. Setelah bantuan diterima dari Deputy Investasi BI PKU, Wabub langsung menyerahkan secara langsung kepada perwakilan kelompok tani. (fsl)