Hati-hati, Obat-Obat Ini Ternyata Dilarang BPOM Lho..

JAKARTA – Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah obat kuat tradisional yang mengandung bahan kimia berbahaya. Obat-obat itu adalah hasil penggerebekan di lima gudang di Balaraja, Banten, Jumat (2/9) kemarin.

“Antara lain obat tradisional Pa’e, Black Ant, Nangen. Obat tradisional merupakan produk tanpa izin edar. Mencantumkan nomor fiktif dan diduga mengandung bahan kimia obat,” ujar Penny dalam pesan elektronik yang diterima, Sabtu (3/9).

Menurut Penny, obat-obat tradisional yang ditemukan tersebut telah berkali-kali masuk dalam public warning. Pasalnya, obat-obat tersebut mengandung bahan kimia obat sildenafil sitrat yang disalah gunakan sebagai obat penambah stamina pria atau obat kuat.

“Ditemukan juga produk salep Pi Kang Shuang. Produk ini awalnya merupakan produk impor yang nomor izin edarnya telah dibatalkan oleh Badan POM sejak 2013 lalu. Produk ini dibatalkan karena mengandung mikonazol nitrat (golongan bahan obat keras),” ujar Penny.

BPOM mencatat total temuan dari lima gudang diperkirakan bernilai sekitar Rp 30 miliar.

“Tindak lanjut temuan ini, menyita seluruh barang bukti. Terhadap pelaku akan diproses pro-justitia oleh BPOM bekerja sama dengan Mabes Polri,” ujar Penny./*

sumber: JPNN




WASPADA! Yang Perlu Anda Ketahui tentang Virus Zika

JAKARTA – Masyarakat Indonesia direpotkan oleh virus Zika yang datang dari negeri tetangga, Singapura. Kemenlu menyatakan masih menunggu informasi yang lebih jelas sembari menyiapkan travel warning. Sementara, Kemenkes masih mengandalkan detektor di pelabuhan dan bandara Internasional.

Kemunculan virus Zika di Singapura dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan (Ministry of Health, MOH) setempat pada 28 Agustus lalu.

Dalam situs resminya, pihak MOH menyatakan telah mengonfirmasi adanya 41 kasus infeksi virus Zika di wilayah negara bekas jajahan Inggris itu. 36 kasus di antaranya diketahui lewat pengujian secara aktif terhadap orang yang dinilai berpotensi.

MOH meminta warga yang tinggal di kawasan Aljunied Crescent untuk segera memeriksakan kesehatannya. Terutama ibu hamil. Juga di kawasan lain yang menjadi fokus MOH. Seperti Khatib Champ, Sembawang Drive, Kranji Road, Joo Chiat Place, Senoko South Road, Toh Guan Road East, dan Lor 101 Changi.

Dalam situsnya, MOH merilis gejala-gejala yang bisa dicurigai sebagai gejala Zika. Di antaranya, demam, kulit kemerahan (rashes), nyeri sendi, otot, sakit kepala, serta mata yang memerah.

Sebagai langkah penanganan, selain merawat pihak-pihak yang terinfeksi, MOH juga memeriksa orang-orang yang selama ini dekat atau sering berhubungan dnegan pasien.

Sebagai langkah pencegahan, MOH mengingatkan agar semua orang yang bepergian ke area yang ditemukan kasus Zika agar lebih berhati-hati. Juga, menghindari gigitan nyamuk di tempat-tempat tersebut.

Kemudian, semua wisatawan yang kembali dari daerah rawan disarankan agar melakukan kegiatan yang aman. Termasuk dalam hal “bercinta” harus menggunakan kondom. Atau, setidaknya berhenti dari aktivitas seks selama delapan minggu setelah kembali.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menuturkan, sejauh ini antisipasi pemerintah tetap sama seperti yang sudah ada selama ini. Yakni, mengandalkan screening di bandara dan pelabuhan.

Khususnya, bagi penumpang yang berasal dari luar negeri. ’’Kalau positif demam, kita minta diambil darahnya dan mengisi kartu alert atau kartu kewaspadaan,’’ ujar Nila di kompleks Istana Kepresidenan kemarin (30/8).

Bila hasil tes darah dinyatakan positif Zika, maka orang tersebut akan dipanggil kembali untuk ditangani lebih lanjut. Menkes memastikan, di setiap bandara yang melayani penerbangan internasional maupun pelabuhan-pelabuhan laut terdapat alat screening tersebut.

Selain itu, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga disiagakan untuk mengantisipasi hasil screening.

Dia menjelaskan, Zika sudah ditetapkan WHIO sebagai masalah dunia. Sebenarnya, Zika dapat dikatakan sama dengan Demam Berdarah Dengue. Vektor penularnya pun sama, nyamuk Aides Aegypti. Bedanya, yang dikhawatirkan dari DBD adalah syok yang menyebabkan kematian.

Sedangkan, untuk zika yang dikhawatirkan terutama ibu hamil.  Para ibu hamil yang positif zika dikhawatirkan bakal melahirkan anak dengan kondisi kepala mengecil atau microcephaly.

Juga, penyakit syaraf yang disebut guillain barre. Namun, kebenaran akan dampak zika itu hingga saat ini belum bisa dibuktikan secara medis.

Meskipun masih diragukan, tapi berbagai negara sudah memberikan warning. Terutama, lanjut Nila, yang paling ditakutkan adalah di Brasil. ’’Yang di singapura itu yang dikatakan terkena adalah indigenous (asli), jadi bukan dibawa pulang dari Brasil,’’ tuturnya. Untuk gambaran terbaru, tutur Nila, pascaolimpiade Rio, belum ada laporan atlet ataupun ofisial yang terjangkit virus tersebut.

Nila memastikan, di Indonesia baru-baru ini juga ditemukan lagi warga yang terkena virus Zika. Mereka adalah bagian dari masyarakat Suku Anak Dalam di Jambi.

Salah satu laboratorium mengadakan penelitian potensi DBD terhadap suku anak dalam.

’’Pemeriksaan lab itu bisa di-sequence, bisa dilihat ternyata ada zika positif,’’ terang menteri 67 tahun itu.

Disinggung mengenai jumlah penderita yang positif dari suku anak dalam, Menkes mengaku tidak hafal.

Dia hanya mengatakan bahwa pihak laboratorium menyebut jumlahnya sangat sedikit. ’’Satu atau berapa, begitu. Tidak sampai puluhan,’’ ucap Nila.

Temuan itu menunjukkan, potensi orang Indonesia terkena virus Zika sama besarnya dengan potensi terkena DBD. Sebab, sumbernya sama-sama dari nyamuk Aides Aegypti.

Tanda-tandanya sama. demam, kulit kemerahan, dan ciri DBD lainnya. Sebagian akan sembuh sendiri. Penanganan medisnya pun akan sama. ’’Daya tahan tubuh saja yang kita angkat,’’ jelasnya.

Nila menambahkan, pencegahan Virus Zika juga sama dengan DBD. Yang paling utama adalah menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal. Jangan sampai muncul sarang nyamuk di rumah. Sehingga, potensi wabah juga bisa dicegah sejak awal.

Pernyataan senada juga diucapkan oleh dokter Ari F Syam. Dia menuturkan, hingga kini belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk menangkal penyakit ini.

Pengobatan sejauh ini lebih banyak  bersifat suportif, istirahat cukup, dan banyak minum. Bila demam, penderita dianjurkan minum obat penurun panas dan konsumsi makanan yang bergizi.

”Masyarakat harus tetap waspada apalagi di musim hujan. Karena kemungkinan terinfeski ada, mengingat vektor pembawa penyakit ini yang memang ada di Indonesia. yakni nyamuk Aides Aegypti,” ungkap Staf pengajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Masyarakat turut dihimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup bersih. Menerapkan program 3M (menguras, menutup dan menimbun) untuk lingkungan sekitar. Kemudian, pada siang hari diminta untuk memakai lotion antinyamuk maupuan kelambu.

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi mengatakan, pihaknya masih menanti informasi yang lebih lengkap mengenai keberadaan kasus virus tersebut di Singapura.

’’Saya sudah berkoordinasi dengan dubes kita di singapura, dan saya juga langsung koordinasi dengan menkes dan menkumham,’’ ujarnya.

Selain meminta keterangan lengkap, pihanya juga menyiapkan langkah-langkah kewaspadaan, terutama dalam hal mobilitas dari dan ke Singapura. Sebab, sebagai sesama negara ASEAN, interkoneksi Indonesia dengan negara-negara tetangga termasuk singapura juga besar.

’’Maka kita harus meningkatkan alertness kita, dan mencoba untuk mencegah kalau memang berita tersebut sudah confirmed benar,’’ lanjut Diplomat 53 tahun itu. Kemudian, yang juga penting adalah bagaimana mencegah kasus serupa muncul di Indonesia. Karena itu, peran semua pihak menjadi penting. (jpnn)

Tentang Zika 

Ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti, seperti demam berdarah.

Infeksi virus zika dihubungkan dengan bayi berkepala kecil (mikrosefali). Ibu hamil yang terinfeksi bisa melahirkan bayi dengan kelainan kepala.

Gejala

Demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi.

Mata merah karena radang konjungtiva atau konjungtivitis.

Sakit kepala.

Penurunan kadar sel darah putih.

Masa inkubasi 2 sampai 7 hari.

Infeksi sering tidak terdeteksi karena gejalanya ringan.

Penyebaran

18 negara Amerika Selatan dan Karibia melaporkan infeksi virus zika. Yakni, Brasil, Barbados, Kolombia, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, dan Venezuela.

Di Asia, zika sudah menjangkit Singapura dan Vietnam.

Riwayat di Indonesia

1981

Peneliti Australia melaporkan pasien penderita virus zika

2013

Warga Australia menderita virus zika setelah berlibur 9 hari di Jakarta

2015

Institut Eijkman Jakarta berhasil mengisolasi virus zika

Riwayat Zika di Indonesia:

tahun 1981, peneliti asutralia telah melaporkan pasien penderita virus zika setelah bepergian ke indonesia

Tahun 2013, kembali ada laporan dari peneliti Australia pada salah satu warga Australia setelah berlibur 9 hari di Jakarta

tahun 2015 lembaga Eijkman Jakarta berhasil mengisolasi virus zika ini

Gejala terserang virus Zika:

Seperti infeksi virus pada umumnya, pada awal penyakit pasien akan merasakan demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi.

Beda dengan infeksi virus Dengue, pada infeksi ini mata pasien akan merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis.

Pasien juga akan merasakan sakit kepala.

Pemeriksaan laboratorium sederhana biasanya hanya menunjukkan penurunan kadar sel darah putih seperti umumnya infeksi virus lainnya. Berbeda dengan infeksi demam berdarah, infeksi virus Zika tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit.

Masa inkubasi hampir mirip dengan infeksi virus Dengue yaitu beberapa hari sampai satu minggu.

Sekilas infeksi virus Zika hampir mirip dengan virus Dengue sehingga adanya infeksi ini sering kali tidak terdeteksi karena umumnya gejalanya ringan.

Ulasan singkat Zika:

Ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti seperti DBD

Di Brasil, infeksi virus Zika dihubungkan dengan bayi dengan kepala yang kecil (mikrosefali). Jadi ibu-ibu yang terinfeksi oleh virus ini saat hamil bisa melahirkan bayi dengan kelainan kepala tadi sehingga perkembangan otaknya menjadi terganggu.

Sampai sejauh ini sudah 18 negara Amerika Latin dan Karibia yang melaporkan adanya infeksi virus Zika ini antara lain Brasil, Barbados, Kolombia, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname dan  Venezuela.

Di Asia, zika sudah menjangkit Singapura dan Vietnam

Baca Sumber

 

 




4 Kondisi kotoran telinga ini cerminan kesehatan tubuhmu, lho!

Detikriau.org – Kotoran telinga dengan bentuknya yang lengket bermanfaat untuk menangkap kotoran dari luar agar tak masuk ke lubang telinga terlalu dalam. Selain itu kotoran telinga juga berfungsi untuk melembapkan dan melindungi saluran telinga dari masuknya benda asing.

Sama seperti urin atau kotoran, warna atau kondisi kotoran telinga juga bisa menjadi indikator dari gangguan kesehatan atau penyakit tertentu dalam tubuh, lho. Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah penjelasannya.

Berair dan berwarna kehijauan
Saat kamu membersihkan telinga dan kotoran yang keluar berair serta berwarna kehijauan, hal ini bisa berarti terjadi campuran keringat dan kotoran telinga. Namun saat kamu tidak berkeringat, maka bisa jadi hal ini menandakan infeksi di telinga.

Berbau menyengat
Kotoran telinga memiliki aroma khas tersendiri. Namun, jika kotoran yang keluar memancarkan bau yang menyengat, hal ini menandakan terjadinya infeksi di bagian tengah telinga atau yang juga disebut dengan otitis media kronis.

Gangguan ini bisa menyebabkan atau menimbulkan sensasi seperti telinga berdengung serta munculnya gangguan keseimbangan.

Nyeri saat membersihkan telinga
Saat kamu merasakan nyeri ketika kamu membersihkan telinga, bisa jadi hal ini terjadi akibat dari pertumbuhan kulit dalam telinga yang abnormal dan disebut dengan kolesteatoma. Kulit ini berstruktur seperti kista yang kemudian menutup saluran telinga.

amun saat kamu merasakan bahwa kulit dan kotoran ini mengelupas, maka hal ini menandakan bahwa kulit yang abnormal ini mulai mengering.

Tidak memiliki kotoran telinga
Telingamu tidak mengeluarkan kotoran? Kondisi ini disebut dengan keratitis obturan, di mana kotoran telinga tidak keluar secara perlahan namun menumpuk di dalam telinga dan menjadi keras. Dan saat semakin menumpuk, maka akan muncul perasaan nyeri dan telinga berdenging.

Jadi, coba cek kotoran telingamu agar kamu tahu gangguan kesehatan yang sedang kamu alami.

Sumber: merdeka.com

 




Idul Fitri 1437 H, BPJS Kesehatan Jamin Peserta Tetap Dapatkan Layanan Maksimal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan memastikan kepada peserta BPJS Kesehatan tetap dapat layani maksimal selama masa mudik lebaran 1437 H.

Hal tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian yang diberikan BPJS kepada pesertanya. Mulai H-7 sampai H+7, seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tetap melayani peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Inhil, Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi, termasuk beberapa klinik dan praktek dokter.

Pernyataan itu disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan, Yessi Rahimi dalam konferensi pers yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Inhil Zainal Arifin, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan dr Irianto dan perwakilan Jasa Raharja Inhil Elvan Rahmat di Kantor BPJS Kesehatan jalan Bunga Tembilahan, Rabu (29/6/2016).

“Dalam FKTI itu adalah RSUD Puri Husada, RS Indragiri dan RS Raja Musa (Inhil), RSUD Indrasari (Inhu) dan RSUD Taluk Kuantan (Kuansing), pelayanan IGD nya stand by 24 jam dan siap memberikan pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan,” urai Yessi.

Ia mengingatkan, bagi peserta BPJS Kesehatan agar dapat tetap dilayani dengan baik, maka pastikan peserta selalu membawa Kartu JKN-KIS (KIS, BPJS Kesehatan, Askes, KJS dan Jamkesmas).

“Pastikan kartu peserta tersebut masih aktif. Cek iuran peserta dapat dilihat pada website www.bpjs-kesehatan.go.id, disini juga dapat dicek faskes dan hotline service Kantor Cabang. Hotline Kantor Cabang Tembilahan adalah 081261665404 (Epriyani),” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Inhil Zainal Arifin menyatakan bahwa pihaknya akan tetap memaksimalkan pelayanan kesehatan selama mudik lebaran.

Pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan tetap dimaksimalkan selama mudik lebaran itu akan ditetap stand by 42 dokter, 209 perawat dan 20 supir. Termasuk di 4 posko pelayanan yang ada di Inhil.

Senada, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto juga menyatakan hal yang serupa. Bahkan pihaknya memastikan petugas kesehatan tetap memberikan pelayanan kesehatan selama mudik lebaran dengan sebaik mungkin.

Begitu juga ungkapan dari perwakilan Jasa Raharja, jika terjadi kecelakaan lalu lintas selama mudik lebaran, akan ada petugasnya yang tetap siap menerima pengaduan./Mirwan




WASPADA, Anda Bisa Terkena HPV tanpa Melakukan Hubungan Seks

HUMAN Papilloma Virus (HPV) merupakan virus yang menginfeksi area kulit dan organ kelamin. Kegagalan dalam melakukan praktik seks secara aman juga bisa meningkatkan risiko terkena HPV.

Namun, kini Anda tampaknya harus berhati-hati. Sebab penelitian baru menemukan, bahwa HPV tidak hanya menyerang mereka yang melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.

Seperti penelitian yang diterbitkan dalam journal Sexual Health, yang menganalisis sebanyak 51 studi dilakukan pada pasien HPV.

Penelitian itu menemukan bahwa 51 persen HPV bisa ditemukan di saluran genital perempuan, yang belum pernah melakukan hubungan seks sama sekali.

Kok bisa? Para ilmuwan menjelaskan, perpindahan bisa terjadi dari tangan ke alat kelamin. Itu bisa terjadi karena melakukan masturbasi, bermain-main dengan pasangan atau bahkan hanya menyentuh area sensitif dengan kondisi tangan banyak kuman.

“Ada lebih dari 100 jenis HPV yang memengaruhi jaringan yang berbeda,” kata Ob-gyn di Ohio State University Wexner Medical Center, Dr. Michael Cackovic, seperti dilansir laman Glamour, Minggu (13/3).

Tak bisa dipungkiri bahwa HPV ada di sekitar kita, contohnya ada di virus kutil, sehingga setiap kutil memiliki kemungkinan adanya virus HPV. Namun jenis HPV yang menyebabkan kutil pada kulit Anda, tidak sama dengan HPV yang menyebabkan kutil kelamin atau kanker kulit. Yang perlu diingat adalah HPV menyebar melalui sentuhan.

Hasil penelitian FOX Chase Cancer Amerika Serikat terhadap Human Papilloma Virus (HPV menunjukkan bahwa virus ini ternyata tidak hanya menyebabkan kanker serviks dan kanker tenggorokan tapi juga menjadi pemicu pada pasien yang mengidap kanker paru-paru.

Dokter Onkologi Medis di Fox Chase Cancer Center, Ranee Mehra mengatakan penelitian yang dilakukan fokus kepada pasien kanker paru-paru. Kata dia, dari jaringan sampel yang diperiksa ditemukan bahwa erat kaitannya virus ini menyebabkan kanker paru-paru.

“Hampir 6 persen mereka terkena kanker paru-paru disebabkan strain dari HPV,” kata Ranee seperti yang dilansir The Indian Express, Rabu (17/4).

Namun, Ranee mengaku hingga saat ini perlu ada penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah kanker paru-paru yang disebabkan HPV bisa diobati.

“Tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah kita dapat memberikan suatu terapi dengan karakterisitk spesifik dari kanker ini,” katanya. / jpnn/editor, dro




Bupati Hadiri Launching Bridging System Aplikasi PCare dan Simpus Tajaan Dinkes Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menghadiri kegiatan launching Bridging System Aplikasi Primary Care (PCare) dan Sistem Informasi Kesehatan (Simpus). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Gedung Engku Kelana Tembilahan ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Juga hadir dalam kegiatan tersebut, Sekdakab Inhil H Said Syarifuddin, Kepala Dinkes Inhil H Zainal Arifin, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan Yessi dan beberapa instansi lainnya serta pihak RSUD Puri Husada Tembilahan hingga Puskesmas se-Inhil.

“Saya harapkan seluruh Puskesmas di Inhil bisa mengakses sistem ini dan terpenting berlangsung hingga terus-menerus kedepannya,” pesan Bupati Wardan.

Sementara itu, Kepala Dinkes Inhil H Zainal Arifin menjelaskan bahwa program tersebut sudah terlaksana di berbagai daerah di Indonesia. Namun untuk Sumatera, Dinkes Inhil lah instansi yang pertama kali memberlakukan.

“Perlu diketahui, PCare ini merupakan sistem informasi pelayanan pasien BPJS berbasis komputer online. Sedangkan Simpus adalah sistem informasi pelayanan semua pasien di Puskesmas yang selama ini masih dilaksanakan secara manual,” terang Zainal.

Ditahun 2016, lanjutnya, Inhil terlebih dahulu akan menerapkan Bridging Sistem PCare dan Simpus di 6 Puskesmas yakni Puskesmas Tembilahan Kota, Tembilahan Hulu, Gajah Mada, Sungai Salak, Kempas Jaya dan Puskesmas Pengalihan Enok.

Dan pada tahap berikutnya, pada tahun 2017 ditargetkan semua Puskesmas di Inhil sudah menerapkan sistem tersebut. Mirwan/adv