Puskesmas Pengalihan Enok Diresmikan, Alvi : Pembangunannya Dititikberatkan Pada Pelayanan Rawat Inap UGD 24 Jam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setelah selesai dibangun beberapa waktu yang lalu, akhirnya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pengalihan Enok, Kecamatan Enok diresmikan penggunaannya bagi peningkatan pelayanan kesehatan di daerah setempat dan sekitarnya, Sabtu (7/2/2015) kemaren.

Peresmian yang langsung dilakukan oleh Bupati Inhil, HM Wardan ini turut dihadiri oleh Ketua dan Anggota DPRD, DANDIM 0314, beberapa pejabat eselon, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dan staff serta tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Pengalihan Enok, Camat, Upika, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Enok.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya mengatakan, gedung ini merupakan aset dari Diskes Propinsi Riau yang sudah diserahkan kepada Pemkab Inhil beberapa waktu lalu.

“Pembangunan Puskesma di Pengalihan Enok ini dititikberatkan kepada Perawatan Pratama, yang melayani rawat inap Unit Gawat Darurat (UGD) 24 Jam, karena terletak di Jalan Lintas Samudra, dengan tenaga medis 1 Dokter Umum, 8 perawat, 24 bidan serta 4 orang bidan PTT,” tutur Alvi.

Sementara itu, Bupati Inhil, HM Wardan berharap dengan diresmikannya Puskesmas ini akan mampu menghadapi persaingan bebas asia di bidang kesehatan, khususnya kesehatan masyarakat.

“Maka dari itu, SDM kita terutama di bidang kesehatan harus siap,” kata Bupati.

Apalagi, Puskesmas Pengalihan Enok ini letaknya sangat strategis, yakni di jalan lintas sumatra, maka perlu ditingkatkan lagi, baik tenaga medisnya maupun fasilitas penunjang lainnya.

“Ke depan, diharapkan dengan perkembangan penduduk dan wilayah, Puskesmas tidak hanya melayani 6 Desa, tapi bisa menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan dengan adanya UGD 24 Jam, juga diharapkan dapat betul-betul memberikan pelayanan kesehatan masyarakat,” imbuhnya.(adi)




Hingga 2014, Tercatat 52 Warga Inhil Masih Dipasung

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Berdasarkan laporan dan data yang diperoleh dari 14 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), pada tahun 2014 lalu tercatat sebanyak 52 warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih dipasung.

Warga yang dipasung tersebut, pada umumnya dikarenakan mengalami gangguan jiwa berat, yang rata-rata berasal dari kalangan keluarga kurang mampu.

Oleh karena itu, dalam upaya memfasilitasi sejumlah warga yang dipasung tersebut, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil telah melakukan sosialisasi dan penjaringan ke 14 Puskesmas yang ditemukan adanya warga yang mengalami gangguan jiwa.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwani Alwi melalui Kepala Seksi Kesehatan, Devi Natalia mengatakan bahwa warga yang dipasung ini merupakan kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Sedangkan yang menengah ke atas, keluarga mereka mampu membawa ke rumah sakit jiwa untuk berobat. Jadi, yang dari ekonomi ke bawah inilah yang dipasung,” kata Devi, belum lama ini.

Adapun 14 Puskesmas di Negeri Seribu Parit, yang ditemukan para penderita penyakit gangguan jiwa, yakni Tembilahan Kota 6 orang, Enok 5 orang, Kotabaru 5 orang, Kuala Lahang 5 orang, Batang Tumu 5 orang, Sungai Piring 5 orang, Pulau Kijang 4 orang, Sungai Guntung 4 orang, Pengalihan Enok 3 orang, Benteng 3 orang, Keritang 2 orang, Kuala Enok 2 orang, Pelangiran 2 orang dan Sungai Salak 1 orang.(adi)




UPT Puskesmas Tembilahan Turun Ke Sekolah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tembilahan Kota turun ke Sekolah se-Tembilahan. Kegiatan ini menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya untuk melakukan pantauan kesehatan para pelajar dari tingkat SD sampai SMP/MTs  sederajat di kota Tembilahan.

Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota melalui dokter Umum, dr Eka Alpasra menyatakan bahwa kegiatan ini secara tidak langsung berupa sosialisasi untuk meningkatkan kesehatan bagi para pelajar yang masih dalam jangkauan UPT tersebut.

“Kegiatan yang kami laksanakan yaitu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang dilaksanakan dalam waktu yang berbeda,” kata dr. Eka Alpasra, Rabu (12/11/2014).

Dijelaskan, UKS dan UKGS ini dilaksanakan menyangkut  penjaringan kesehatan serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi pelajar yang relatif masih muda.

Salah seorang pelajar setingkat SMP, Wahyu mengaku cukup senang dengan adanya kegiatan serupa ini. Setidaknya, dengan kedatangan petugas kesehatan kesekolah, disamping mereka dapat memeriksa kesehatan, yang lebih terpenting lagi secara bertahap akan menimbulkan kesadaran dari siswa akan arti pentingnya menjaga kesehatan.

“Mudah-mudahan kegiatan serupa ini tetap terus berjalan. Kalau sehat, kitapun akan dapat belajar dengan nyaman,” Ujarnya. (mirwan)




Wabup: 2011, Pembangunan Inhil Dinilai Berhasil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo menyampaikan bahwa pembangunan selama tahun 2011 di Kab. Inhil berjalan baik dan kondusif. Hal ini menurutnya terlihat dengan adanya peningkatan dari berbagai aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, perikanan dan kelautan, termasuk peningkatan dibidang insdustri dan perdagangan.

Dijelaskan Wabup dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Inhil bersempena peringatan Milad Ke-47 Kab. Inhil di ruang rapat Paripurna gedung DPRD Inhil, Kamis (14/6). Berbagai peningkatakan aspek itu seperti terjadinya pertumbuhan ekonomi diatas 7 persen pada tahun 2011 yang berarti telah berhasil duduk sejajar dengan Pemerintah Provinsi Riau.

Sedangkan untuk aspek Kesehatan, Pemkab Inhil sudah berhasil menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang cukup memadai seperti penyediaan jaminan kesehatan masyarakat daerah (Jamkesda), Asuransi Kesehatan, Pembangunan Pos Kesehatan dan Penambahan Puskesmas Pembantu.

Aspek pendidikan, Pemkab Inhil juga sudah berhasil meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan mulai dari tingkat dasar dan menekan angka putus sekolah.  Potensi perikanan dan kelautan serta mendorong laju produksi perikanan dan pencegahan illegal fishing. Termasukjuga, Pemkab Inhil dinilai berhasil meningkatkan bidang industry dan perdaganngan terutama dalam mengoptimalisasikan produk unggulan daerah.

“Namun haruslah kita akui semua itu belum bisa secara maksimal disebabkan berbagai kendala seperti keterbatasan dalam bidang sumberdaya maupun semuberdana,” Ujar Wabup

Untuk mengatasi berbagai keterbatasan tesebut, dilanjutkan Wabup, Pemkab Inhil terus mengupayakan berbagai perbaikan dan pembenahan baik secara internal maupun ekternal antara lain yakni, melanjutkan program optimalisai kinerja aparatur pemda, kemudian merancang system pendanaan yang lebih berpihak kepada usaha kecil menegah dan koperasi, Mengekplorasi produk unggulan daerah, memfasilitasi hubungan dengan daerah lain serta pihak swasta serta terus berupaya untuk menawarkan kemudah-kemudahan investasi di daerah baik kepada pengusaha lokal, nasional bahkan internasional.(fsl)