Lantik Kades Seberang Pebenaan, Bupati Pesankan Junjung Amanah Masyarakat

Keritang, detikriau.org – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengingatkan kepada Kepala Desa untuk selalu menjunjung tinggi amanah masyarakat yang telah memilihnya menjadi pemimpin.

“Junjung tinggi amanah masyarakat. Jangan sia – siakan kepercayaan yang telah diberikan kepada saudara,” kata Bupati dalam sambutannya pada pelantikan Kepala Desa (Kades) Seberang Pebenaan, Kecamatan Keritang, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), senin (5/2/2018) siang.

Bupati menuturkan, sebagai sebuah manifestasi dari amanah yang dijalankan, Kepala Desa dapat memperjuangkan sejumlah pembangunan di daerah yang dipimpin. Infrastruktur, merupakan salah satu pembangunan yang dapat diprioritaskan untuk memajukan daerah.

“Pembangunan infrastruktur sudah sejalan dengan kebijakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil melalui program DMIJ. Penyediaan sarana dan prasarana publik juga dapat dijadikan sebagai bagian dari upaya merealisasikan amanah warga,” titip pesan Bupati.

Lebih lanjut Bupati katakan, untuk memperoleh hasil pembangunan yang diinginkan, setiap Kepala Desa, khususnya Kepala Desa Seberang Pebenaan, hendaknya membangun sinergitas dengan masyarakat setempat dan selalu berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat lainnya.

“Pemkab melalui program DMIJ juga mengedepankan prinsip pemberdayaan masyarakat dalam implementasinya. Untuk itu, Kades akan lebih baik menganut prinsip yang sama agar pembangunan di Desa dapat berjalan lancar karena adanya keterlibatan langsung dari masyarakat,” Akhiri Bupati./ Diskominfops-inhil/adv/Am




Ditinggal Seorang Diri, Warga Keritang Akhiri Hidup dengan Seutas Tali

KERITANG (detikriau.org) – Wahyudi (19) warga Jalan Sukamulia Lorong Jambu Desa Kotabaru Siberida Kecamatan Keritang ditemukan tewas gantung diri, Kamis (22/9/2016) sekitar pukul 13.30 WIB kemaren di dapur rumahnya.

Informasi dari kepolisian, aksi bunuh diri tersebut berlangsung ketika rumah dalam keadaan sepi. Dimana, saat itu ibundanya sedang berada di pasar dan abang kandungnya Sam sedang mengajar di sekolah setempat.

“Pertama melihat korban adalah abangnya, saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra. Jum’at (23/9)

Dipaparkan, ketika abang korban pulang, pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat. Ia pun akhirnya menyusul ibunya di pasar. Namun ibu korban meyakinkan bahwa si korban ada di dalam rumah. Sam kembali ke rumah tetapi pintu tetap terkunci.

Merasa ada yang tidak beres, si saksi mencoba masuk paksa kedalam rumah dengan cara menerjang pintu bagian depan hingga terbuka. Begitu masuk iapun kaget, korban ditemukan tergantung dengan menggunakan seutas tali nilon.

Saksi dengan segera menurunkan tubuh korban dan memberitahukan kepada orang tuanya, petugas Polsek Keritang serta tim medis setempat.

“Hasil pemeriksaan medis, terdapat cairan sperma pada kemaluan korban, lidah dalam keadaan terjulur dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau hal-hal lain yang mencurigakan pada tubuh korban,” tandasnya./Mirwan




Penyelesaian Sengketa Lahan Dinilai Hanya Obral Janji, Warga Pengalihan Ancam Lakukan Aksi Besar-besaran

Keterangan foto: Komisi I DPRD, Tapem, Satpol PP dan dinas terkait langsung turun ke lokasi melakukan penyegelan kantor perusahaan setempat pada bulan April 2016
Keterangan foto: Komisi I DPRD, Tapem, Satpol PP dan dinas terkait langsung turun ke lokasi melakukan penyegelan kantor perusahaan setempat pada bulan April 2016

KERITANG (detikriau.org) – Permasalahan sengketa lahan yang terjadi di  Parit Hidup Baru Desa Pengalihan Kecamatan Keritang hingga saat ini belum juga menemui titik penyelesaian.

Efek persoalan tersebut membuat masyarakat setempat mulai gerah. Pemkab Indragiri Hilir (Inhil) diminta segera mengambil tindakan terutama dalam menentukan tapal batas desa.

“Kita minta bapak Bupati segera mengambil sikap atas permasalah yang kami hadapi ini. Sebab hingga saat ini pihak-pihak terkait dari tingkat desa hingga kabupaten yang seharusnya bisa menangani masalah ini justru terkesan acuh,” ungkap salah seorang perwakilan masyarakat, Sulaiman, kemarin.

Dikatakan Sulaiman, sudah hampir satu tahun lebih pihaknya menempuh berbagai upaya agar permasalahan itu bisa segera selesai, mulai dari upaya lobi hingga aksi turun ke lokasi, namun hingga saat ini hasilnya masih nihil.

Bahkan pada bulan April lalu pihak terkait baik dari Komisi I DPRD, Tapem, Satpol PP dan perwakilan dinas-dinas terkait lain turun langsung ke lokasi dan melakukan penyegelan pada kantor perusahaan yang terlibat, namun dinilai hasilnya juga tetap nihil ditandai dengan tetap beraktifitasnya perusahaan setempat di lokasi perkebunan.

“Seharusnya semua pihak terkait harus bisa mengambil tindakan lebih tegas lagi, karena sudah jelas-jelas mereka itu tidak mengindahkan aturan dan larangan, tapi kenapa pemerintah hanya diam-diam saja tidak mau mengambil tindakan tegas,” sesalnya.

Ditegaskan Sulaiman, kini pihaknya sudah cukup sabar sekian lama hanya menerima janji-janji belaka. Dalam waktu dekat jika tidak ada tindakan yang cepat dan nyata, diancamnya akan melakukan aksi besar-besaran di lokasi.

“Kami mengharapkan agar Bapak Bupati sebagai orang nomor satu di Kabupaten Inhil bisa mendengarkan keluhan kami ini, kami tidak tahu lagi kemana kami harus mengadukan masalah ini. Jika tidak ada perhatian juga saya pribadi tidak bisa menghentikan kawan-kawan yang akan melakukan aksi besar-besaran dikemudian hari,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, keluhan masyarakat tersebut sudah berlangsung sekitar setahun terakhir karena lahan perkebunannya diserobot oleh PT Alona.

Penyerobotan itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu disebabkan tidak adanya penetapan  tapal batas yang jelas lebih dari 100 hektar. Bahkan operasional perusahaan grup PT Indrawan Perkasa itu dinilai sudah melanggar hukum. Pasalnya, Badan Perizinan Kabupaten Inhil pada tanggal 9 Desember 2015 lalu secara tertulis telah menyampaikan permintaan untuk menghentikan kegiatan usaha sekaligus menyelesaikan permasalahan sengketa lahan dengan masyarakat.

Bahkan pada bulan April 2016 kemarin, instansi terkait telah melakukan pengukuran lokasi untuk menyelesaikan sengketa yang dihadiri juga oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil Yusuf Said dan beberapa pihak terkait./ Mirwan




Ir Amd Junaidi Ajak Petani Kembalikan Citra Inhil Sebagai Lumbung Padi Riau

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Amd Junaidi (dua dari kiri) saat mengikuti panen padi perdana di Kelurahan Kotabaru Reteh Kecamatan Keritang
Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Amd Junaidi (dua dari kiri) saat mengikuti panen padi perdana di Kelurahan Kotabaru Reteh Kecamatan Keritang

Keritang (detikriau.org) – Petani diminta ikut berperan aktif mengembalikan citra Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai lumbung padi Riau.

Ajakan ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Amd Junaidi melalui detikriau.org disela kegiatan panen padi perdana bersama warga Kelurahan Kota Baru Reteh Kecamatan Kerintang, kamis (28/4/2016) kemaren

Menurut Junaidi, hasil panen padi masyarakat khususnya di Kabupaten Inhil bagian selatan ini setiap tahunnya selalu menunjukkan hasil mengembirakan. Bulir padi menguning hasil kerja keras petani selalu melimpah dan cenderung menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil panen tahun sebelumnya.

“Pastinya kita merasa bangga dengan buah hasil kerja keras petani ini. Kita berharap peningkatan hasil panen ini akan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan penghasilan petani itu sendiri,” Ujar Politisi Partai Golkar Inhil ini.

Menunjang kinerja petani, ditambahkan Junaidi, Ia berharap kepada Pemerintah Daerah melalui SKPD terkait untuk menganggarkan pengadaan alat sarana pertanian seperti mesin pemotong, perontok padi termasuk mesin yang dapat dipergunakan membantu mengairi lahan pertanian.

“Dengan dukungan pemerintah dan pastisipasi aktif petani, mengembalikan Inhil sebagai lumbung padinya Riau pastinya akan semakin mudah untuk digapai.” Tandasnya./*/adv

 

 




Hemmm… Persoalan Hutang Piutang, Sejumlah Bangunan Proyek di Kampung Bupati dieksekusi Pekerja

“Pekerja Mengaku Merugi Hingga Rp 87 Juta”

Salah satu pekerja saat melakukan penyegelan RKB
Salah satu pekerja saat melakukan penyegelan RKB

KERITANG (detikriau.org) – Pekerja lapangan menyegel bangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri 030 Pasar Kembang Kecamatan Keritang, Jum’at (22/4/2016) kemarin. Tidak cukup hanya itu, Bangunan SDN 002 Kotabaru Siberida dan Jembatan Parit Sayang Desa Kuala Keritangpun terancam. Hal tersebut disebakan belum tuntasnya persoalan hutang Piutang antara pihak kontraktor dan pekerja.

“Terpaksa kami segel karena pihak kontraktor, CV DP tidak mengakui hutangnya. Segel ini akan terus berlangsung sampai masalah selesai,” kata salah seorang pekerja, Aprizal.

Disampaikannya, akibat ulah kontraktor, pihaknya menanggung kerugian mencapai Rp 87 juta.

Sehari sebelum disegel, para pekerja ini telah melakukan perundingan bersama dengan pihak kontraktor dan Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil. Namun dalam pertemuan itu, pihak pekerja mengaku tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Pada pertemuan itu pihak CV DP bukan hanya tidak mau mengakui hutangnya, tapi justru menuduh bahwa kami yang berhutang kepada mereka. Ini yang membuat kami benar-benar merasa dipermainkan hingga akhirnya kami membuktikan ancaman kami bahwa kami akan menyegel bangunan yang telah selesai kami kerjakan,” ucapnya.

Sebenarnya, tidak hanya pada SDN 030 Pasar Kembang. Pekerja lapangan ini juga akan melakukan penyegelan pada dua bangunan lainnya yaitu bangunan RKB di SDN 002 Kotabaru Seberida dan Jembatan Parit Sayang Desa Kuala Keritang.

Namun untuk SDN 002, gedungnya belum dipakai dan tindakan yang akan diambil adalah melepas dan membawa sejumlah material bangunan yang ada.

Hingga berita ini diliris, awak media belum dapat mengkonfirmasi pihak Disdik Inhil beserta pihak kontraktor./mirwan




6 Unit Rumah Warga Ludes Terbakar di Kotabaru

IMG-20160318-WA0003KERITANG (detikriau.org) – Sebanyak 6 unit rumah milik warga ludes jadi arang di RT 05 Pasar Lama Kelurahan Kotabaru Kecamatan Keritang, Jum’at (18/3/2016) sekitar pukul 02.30 WIB.

Pemilik keenam rumah tersebut adalah Jumri (50), M Tahir (35), Sar (46), Siti (21), Ijah (48) dan Bujang Bor (38). Kala itu, hampir seluruh penghuni rumah sedang tertidur lelap namun berhasil dibangunkan sejumlah saksi dari warga setempat.

“Ada saksi peristiwa yang langsung beraksi menyelamatkan para penghuni rumah dengan cara membangunkan. Setelah itu barulah meminta pertolongan dengan warga setempat lainnya untuk bersama-sama memadamkan,” terang PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil), Iptu Warno Akman.

Berdasarkan keterangan saksi lanjutnya, api berasal dari rumah Jumri. Dikarenakan mayoritas bangunan rumah terbuat dari kayu, maka apipun dengan cepat merembet ke rumah-rumah korban lainnya.

Selanjutnya sekitar pukul 03.30 WIB, api berasil dipadamkan dengan alat seadanya oleh sejumlah warga. Hasil penyelidikan sementara, munculnya kobaran api akibat arus pendek. Meski tidak sampai memakan korban jiwa, namun kerugian material mencapai Rp 350 juta./ Mirwan