Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Pegawai Honorer Cantik Dispenda “Minah”

“Penjagal Istri Siri Mantan Anggota DPRD Inhil itu Ternyata Guru Honorer. Ngakunya Orang Suruhan”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Kepolisian Polres Inhil akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan tenaga honorer Dinas Pendapatan Daerah Kabuaten Indragiri Hilir, Minah. Keberhasilan pengungkapan perkara tersebut berlanjut dengan penangkapan seorang tersangka, SI (33) warga kota Tembilahan, Sabtu (4/7/2015) sekitar pukul 14.30 WIB kemaren.

Menurut keterangan pihak kepolisian, tersangka ini tidak hanya sebatas berstatus ibu rumah tangga, namun juga merupakan guru Honorer di salah satu SMP Negeri Tembilahan.

“Betul, tersangka pembunuhan terhadap korban Minah di Sungai Beringin beberapa waktu lalu telah kami amankan,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono melalui Kapolsek Tembilahan, Ipda Agus Susanto saat dihubungi melalui telpon selularnya, Minggu (5/7/2015).

Agus menjelaskan, setelah dilakukan pengembangan, untuk sementara motif pembunuhan yang diakui tersangka, bahwa ia disuruh oleh seseorang untuk melakulan pembunuhan tersebut. Namun menurut Kapolsek itu baru sebatas pengakuan TSK dan belum bisa dipertanggung jawabkan.

“Belum selesai, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, sebab itu hanya pengakuannya dan belum bisa kita simpulkan,” sebutnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, tewasnya warga Jalan Pembangunan RT 04 RW 06 Kelurahan Sungai Beringin kecamatan Tembilahan, Minah (33), terjadi pada rabu (10/6/2015) sekira pukul 19.20 WIB yang lalu. Saat ditemukan, dibeberapa bagian tubuhnya ditemukan luka .

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian saat itu, sekitar pukul 19.00 WIB hari itu, suami korban (Pelapor, red) pulang dari Kuala Lahang, Kecamatan Gaung. Pelapor terkejut begitu melihat kerumunan warga di depan rumahnya.

Tiba-tiba salah seorang warga menyampaikan bahwa istrinya didapati sedang terbaring dalam keadaan wajah pucat. Merasa penasaran pelapor masuk dan melihat istrinya dalam posisi tertelentang di kasur ruang tamu dengan kondisi beberapa luka disekujur tubuhnya dan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Mengetahui hal ini, pelapor memberitahukan persoalan itu kepada pihak keluarga dan polisi. Saat dievakuasi ditemukan ada luka gores pada bagian pipi dan siku sebelah kiri, keluar cairan dari hidung dan mulut korban serta terdapat luka memar pada bagian punggung sebelah atas.

Sementara itu, menurut informasi dari tetangga korban, Adly, perkara ini sedikit misterius. Kenapa tidak, sejak beberapa hari sebelumnya si korban memang sering menerima tamu yang merupakan rekannya sendiri.

Saat itu, sejak hari senin (8/6/2015) sampai diakhir hayatnya, si korban ini sendiri di rumah. Suami dan anak-anaknya sedang berada di Lahang.

“Waktu kejadian kami juga sedang di luar. Tapi infonya sore kemaren (Rabu, red) anaknya datang dan mengetuk pintu, tapi tak dibuka-buka, padahal anaknya meyakini di dalam ada orang karena saat menjenguk dari jendela terlihat masih ada kendaraan roda dua,” kata Adly.

Tak berapa lama, lanjutnya, berdatangan beberapa tetangga lainnya dan memeriksa dari jendela. Dan malamnya sekitar pukul 19.00 baru suami siri korban datang. Pintupun dibuka. Saat itulah baru diketahui bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. (mirwan)




Pesta Narkoba, 3 Warga Pelangiran Diringkus Polisi

foto ilustrasi tribun.com
foto ilustrasi tribun.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) –3 warga kecamatan Pelangiran diringkus pihak kepolisian karena telah terbukti mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di salah satu rumah warga di simpang kiri desa Tanjung Simpang kecamatan Pelangiran, Minggu (7/6/2015) kemaren.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (8/6/2015), saat petugas melakukan penangkapan, ketiga tersangka, Samsudin alias Ambok Lolo, Mansur dan Khairul ini sedang berpesta Narkoba di dalam rumah sekitar pukul 22.00 WIB.

“Waktu petugas menggerebek, tersangka tampak sedang menghisap. Awalnya, petugas mendapat informasi adanya peredaran Narkoba di tempat itu, dan memang salah satu rumah terlihat dilihat dicurigai oleh petugas dari Polsek Pelangiran,” kata Warno.

Setelah dilakukan penggeledahan, pihak kepolisian langsung mengamankan ketiga tersangka beserta sejumlah barang bukti, yakni 1 paket sedang dan 4 paket kecil dibungkus plastik bening yang diduga sabu-sabu, satu alat penghisap sabu-sabu atau bong, dua pipa kaca dan uang tunai berjumlah kurang lebih Rp 960.000.

“Saat ini petugas dari Polsek Pelangiran masih melakukan pendalaman kasus perkara tersebut,” tutup PAUR Humas Polres Inhil.(mirwan)




Edarkan Narkoba, Oknum Banpol PP Tanah Merah Ditangkap

Seorang oknum anggota Banpol PP kecamatan Tanah Merah yang ditangkap pihak kepolisian.
Seorang oknum anggota Banpol PP kecamatan Tanah Merah yang ditangkap pihak kepolisian.

TEMBILAHAN (detikriau.org) –Anggota Banpol PP disalah satu kantor desa di kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Mu (34) ditangkap oleh pihak kepolisian karena terbukti menjadi pengedar Narkoba jenis Sabu-sabu, Jum’at (5/6/2015) dini hari.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Hadi Wacaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, tersangka ini disinyalir perpanjangan tangan seseorang bandar besar berinisial HS yang merupakan residivis Narkotika.

“Sampai saat ini, keberadaan HS masih kita selidiki. Kediamannya sudah didatangi, namun HS sempat menghilang,” kata Warno.

Mu, dikatakan Warno, dibekuk sekitar pukul 01.00 WIB. polisi sempat melakukan pengintaian sebelum menjaring tersangka saat berkendara sepeda motor disalah satu lokasi kecamatan Tanah merah.

Setelah tersangka berhasil digari, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan saat itu berupa 2 paket kecil bubuk putih terbungkus plastik bening yang diduga Narkotika jenis sabu-sabu, 2 unit Handphone serta Ranmor roda dua.

“Saat ini, petugas kita masih melakukan pengembangan kasus atas diduganya mendapatkan barang harang tersebut dari seseorang yang masih dalam penyelidikan,” tutup PAUR Humas. (mirwan)




Tampar Perempuan, Seorang Lelaki Diamankan Polisi

Gbr ilustrasi. Net
Gbr ilustrasi. Net

GAUNG (detikriau.org) – Seorang laki-laki HR (26) warga Kuala Lahang Kecamatan Gaung diamankan pihak kepolisian karena terbukti telah melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan Jumiati (20) yang juga merupakan warga kuala Lahang, Rabu (29/4/2015) kemaren.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Jum’at (1/5/2015). Kejadian tersebut merupakan penganiayaan berupa tamparan tangan oleh pelaku terhadap korban.

Waktu itu, sekitar pukul 17.00 WIB korban sedang berada disebuah warung karena ingin membeli gorengan. Tak lama kemudian, pelaku datang menghampiri dan langsung memegang tangan korban. Sebelumnya kata Warno, korban mengaku si pelaku suka mengungkapkan ucapan tak sedap terhadap korban.

“Saat itu korban menepis tangan pelaku yang ingin memegang tangan si korban dan langsung menunjuk pelaku dengan jari seraya mengatakan jangan suka bilang cewek suka main ke Tembilahan,” terangnya.

Terpancing emosi, pelaku langsung menampar korban dengan tangan kirinya hingga terjatuh dan terjepit ke meja disekitarnya. Atas kejadian tersebut korban mengalami pendarahan di mata sebelah kanan, memar di lengan kanan dan luka lecet serta memar di kaki sebelah kiri.

“Atas kejadian ini si korban merasa tidak senang langsung melaporkan ke petugas kepolisian minta diusut lebih lanjut. Dan saat ini, pelaku sudah kita amankan,” kata Warno.(mirwan)




Awasi Pasar Gading, Disperindag Turunkan 5 Petugas Trantib Secara Bergilir

“Juga Bekerjasama dengan Kepolisian Polsek Tembilahan Kota”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berjanji akan terus memantau segala aktivitas di Pasar Kuliner Kelapa Gading (PKKG) yang ada di Jalan Soebrantas Tembilahan.

“Kami terus pantau PKKG itu, karena banyak isu yang kami dapatkan dari masyarakat bahwa operasional di PKKG tidak sesuai dengan aturan yang kita tentukan,” ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Inhil H Fahrolrozy pada rapat koordinasi Forkopimda, Selasa (17/3/2015).

Dijelaskan, dari pengaduan beberapa masyarakat tentang adanya kegiatan menyimpang di PKKG tersebut benar adanya, seperti mengeluarkan bunyi musik sangat keras, orang mabuk dan lainnya.

Dari persoalan tersebut, Disperindag telah mengeluarkan surat edaran untuk tidak lagi mengulangi dari beberapa kegiatan yang menyimpang itu. Bahkan tegasnya lagi, saat pemantauan langsung, Disperindag sempat mengusir bagi pengunjung yang sedang mabuk.

“Kita pastikan PKKG disitu tidak menyediakan Miras, tapi pengunjung itu datangnya memang sudah dalam kondisi mabuk. Bahkan, perempuan berpakaian seksipun kita usir, mereka bukan dari PKKG, namun para sales rokok yang aktif ke lokasi,” terangnya.

Atas persoalan inilah Disperindag menyikapi untuk menurunkan 5 petugas trantip setiap hari secara bergiliran yang bekerjasama dengan Polsek Tembilahan kota guna pemantauan langsung adanya kegiatan menyimpang di lokasi.(mirwan)




Kerap Diperas di Laut, Dewan Minta Kepolisian Dampingi Kontraktor

pimpinan-dprd-sementara-dani-m-nursalamTEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengingat saat ini membawa material melalui jalur laut sudah tidak aman bagi kontraktor, maka seluruh pihak terkait seperti kepolisian diminta untuk memberikan bantuan pengamanan dengan menurunkan personilnya.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam. Permintaan ini menurutnya dalam upaya memberikan kenyamanan kepada pihak kontraktor saat menjalankan pekerjaannya di lapangan.

Dikatakan Dani, hal sekecil apapun akan dapat memberikan dampak yang besar, apalagi jika terus dibiarkan. Oleh karena itu, permasalahan ini harus mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

“Jika terus dibiarkan adanya oknum-oknum yang melakukan pemerasan di laut, maka akan berimbas kepada kualitas dan mutu pembangunan di Inhil, karena bahan-bahan yang dibawa itu akan digunakan untuk pembangunan,” tutur Dani, belum lama ini.

Untuk itu, lanjut Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, diperlukan koordinasi yang jelas dan antisipasi sejak dini. Pasalnya, walaupun terlihat sepele, namun hal ini dapat membawa dampak yang cukup besar.

“Ini tidak akan selesai di level bawah saja, jadi kita juga harus memikirkannya. Bagaimana agar pihak kepolisian mau mendampingi teman-teman kontraktor saat berada di laut,” imbuhnya.(adi)