H Azhari Pinta Madrasah Di Tembilahan Ikut Andil Sukseskan MTQ Provinsi Riau 2014

H Azhari
H Azhari

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhil Drs H Azhari MA mengharapkan kepada Madrasah di Kota Tembilahan untuk ikut andil dalam menyemarakkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Riau ke-33 tahun 2014 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Pada pelaksanaan MTQ tanggal 13 Desember mendatang, saya harap Madrasah-madrasah di kota Tembilahan ini ikut andil membantu kelancaran Musabaqah,” pinta H Azhari saat menyampaikan kata sambutan pembukaan Lomba Qasidah Rebana Kabupaten Inhil, Rabu (26/11/2014).

Karena ini momen Nuansa Islami, maka setiap Lembaga Pendidikan Islam itu harus memiliki rasa tanggungjawab untuk kelancaran kegiatan, dengan harapan keislaman diera ini semakin meningkat. Tambah Azhari

Pada kesempatan itu, ia sempat menjelaskan pihak Pemerintah Daerah sudah sepakat akan menggelar pawai akbar MTQ Provinsi Riau 2014 dimulai pada tanggal 13 Desember 2014.

Dengan demikian, apabila kontingen dijemput dari Madrasah ataupun perihal lainnya, Kepala Madrasah harus menegaskan untuk tepat waktu. “Hal ini saya sampaikan supaya untusan dari Madrasah di Inhil ini memperlihatkan kedesiplinannya, kita mulai dari diri kita sendiri,” jelasnya.(mirwan)




Kepala Daerah Dilarang Pakai Jalur Khusus

tjahjo-kumolo_8JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuat kebijakan khusus terkait perjalanan dinas kepala daerah, baik gubernur maupun wali kota/bupati. Kebijakan khusus tersebut adalah larangan untuk menggunakan jalur khusus bila bepergian ke luar kota maupun luar negeri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, kalau pergi dengan pesawat dan kereta api, kebanyakan kepala daerah ternyata menggunakan jalur khusus atau malah kelas very very important person (VVIP). ”Perilaku ini tidak mendidik masyarakat,” tegasnya.

Padahal, dengan menggunakan jalur khusus tersebut, kepala daerah malah kehilangan kesempatan untuk bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga kepala daerah tidak bisa mengetahui bagaimana kesulitan yang dihadapi masyarakat. ”Karena itu, Kemendagri akan membuat surat perintah agar tidak menggunakan jalur khusus. Dalam waktu secepatnya surat itu akan dikirim,” paparnya.

Kebijakan khusus juga mengatur perjalanan ke luar negeri. Menurut Tjahjo, setelah dievaluasi, ternyata perjalanan dinas pejabat negara ke luar negeri selama lima tahun belakangan kurang bermanfaat. Hampir 80 persen perjalanan ke mancanegara itu ternyata bersifat liburan. Ada juga yang sifatnya hanya studi banding. ”Perjalanan dinas seperti ini harus dikurangi,” tandasnya.

Selain soal pemerintah daerah, Kemendagri menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian untuk meningkatkan potensi daerah. Sesuai instruksi Presiden Jokowi, akan ada penghentian berbagai kebijakan impor selama dua tahun. Kebijakan itu harus bisa dimanfaatkan setiap kepala daerah dan masyarakat untuk bisa berdikari. ”Tentu perlu dukungan semua pihak,” tuturnya.(jpnn)




UPTD Pendidikan Minta Dilibatkan Proses Mutasi Kasek dan Guru

47jangan mutasi1TEMBILAHAN (detikriau.org)– Sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) minta dilibatkan dalam proses mutasi Kepala Sekolah (Kasek) dan Guru.

UPTD dikatakan merupakan orang yang sering dilapangan dan mengentahui kondisi ril yang terjadi. Sehingga tak salah kalau proses mutasi terhadap satuan pendidikan melibatkan mereka.

“Kami minta seluruh UPTD yang ada turut dilibatkan, sebab kita tidak ingin ada perbedaan perlakuan satu sama lain,” sampaikan UPTD Pendidikan KEcamatan Tembilahan Hulu Darman pada rapat dan sosialisasi Barang Milik Daerah(BMD) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan setempat Jumat (17/10)

Saat itu Darman juga mempertanyakan apakah proses mutasi yang terjadi baru-baru ini melalui proses normatif atau pertimbangan lainnya. Karena selama ini UPTD Pendidikan tidak pernah dilibatkan, baik sekedar meminta pendapat maupun memberikan usulan.

Hal senadan juga disampaikan beberapa Kepala UPTD Pendidikan lainnya, dimana mereka berharap kedepan jika ada mutasi bagi Kasek dan guru melibatkan pihak-pihak yang benar-benar mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pendidikan Inhil, H HelmiD, melalui Sekretarisnya, Ahmad Ramani, menjelaskan proses mutasi Kasek dan guru berbeda. Bagi Kasek jabatan itu tidak lain hanya tugas tambahan, bukan jabatan struktural.

Pertimbangan mutasi, telah berdasarkan usulan UPTD. Usulan tersebut pastinya ditanggapi dan ditindaklanjuti namun, sipatnya hanya usulan ada yang diterima dan ada yang tidak atau usulan sipatnya ditunda.

“ Disdik dan BKD bukan pihak pengambil keputusan mutlak. Usulan dibawa ke tim mufakat yang selanjutnya diputuskan oleh Bupati,” Ujar Ahmad Ramani.

Dalam kesmepatan itu, Ramani juga berpesan kepada seluruh PNS agar bersedia dan siap untuk ditempatkan dimana saja. Ia meminta agar mutasi yang terjadi tidak perlu mendapat sorotan sorotan berlebihan. (dro/*1)




SMK 1 Tembilahan Tanamkan Jiwa Wira Usaha Bagi Anak Didik

indexTEMBILAHAN (detikriau.org)  – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Helmi D, menyebutkan bahwa usaha dan wirausaha tidak akan pernah lepas dari sekolah kejuruan, terutama pada usaha yang berkaitan dengan praktek dilapangan.

“Usaha yang diperaktekan para siswa merupakan ajang dan sarana melatih keterampilan dalam mengembangkan saaha,” ujar Kadisdik, Kamis (16/10).

Helmi sangat respon dan optimistis siswa dan siswi kejuruan kelak akan sukses dalam berwirausaha, jika melihat dari semangatnya.

“Anak-anak kejuruan harus mampu memiliki keahlian dibidang wirausaha, sehingga saat mereka tamat nantinya sudah siap bersaing dalam dunia usaha,” tutur Helmi.

Sebelumnya, Kepala SMK Negeri 1 Tembilahan, Asmar menyatakan bahwa sekolah kejuaruan yang berada dibawah pimpinannya itu berupaya untuk membudayakan dan sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan terhadapa para siswa. Kewirausahaan menurutnya bisa dimulai dari usaha kecil di sekolah.

“Ini memang menjadi salah satu tugas yang harus kita kembangkan. Kita ingin anak didik yang lulus nanti mampu bersaing dalam berbagai bidang usaha, terutama usaha-usaha yang berkaitan dengan keahlian siswa itu sendiri,” paparnya.

Saat ini SMKN 1 Tembilahan terus mengembangakan berbagai usaha kecil. Asmar berharap, selain memdapatkan ilmu pengetahuan siswa juga dituntut memiliki life skill dalam kecakapan hidup.

“Sehingga saat tamat nanti mereka mampu mandiri dan menjadi wirausaha usaha yang profesonal,” katanya. (dro/*1)