Kunjungi PLTD Parit IV, Kadistamben Inhil Maklumi Terjadinya Pemadaman Bergilir

manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman (baju putih) memberikan penjelasan kepada Kepala Distamben Inhil dalam kunjungannya ke PLTD Parit IV Kec Tembilahan Hulu. Foto: Mirwan
manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman (baju putih) memberikan penjelasan kepada Kepala Distamben Inhil dalam kunjungannya ke PLTD Parit IV Kec Tembilahan Hulu. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tengku Eddy Efrizal meninjau mesin pembangkit PLN Rayon Tembilahan di parit IV. Pada peninjauan ini langsung didampingi Manajer PLN Rayon Tembilahan, Senin (16/3/2015).

Kepala Distamben saat dikonfirmasi mengatakan memaklumi terjadinya pemberlakuan pemadaman bergilir akibat kerusakan yang begitu vatal pada mesin sewa PLN.

“Dengan kondisi kerusakan mesin yang kami pantau hari ini sepertinya pihak PLN tidak bisa menyelesaikan dalam waktu yang singkat, namun pihak PLN telah menyatakan akan kembali menormalkan aliran listrik kota Tembilahan pada pertengahan bulan April mendatang,” katanya.

Meski begitu, Eddy menyatakan akan kembali memantau kondisi mesin PLN ini beberapa hari kedepan. Sebab, berdasarkan keterangan pihak PLN hari ini (16 Maret, red) material mesin sewa Tiga Bintang dengan daya 1 Mw sudah masuk dan segera dipulihkan.

“namun kita tetap berharap dari kontrak mesin WIC pada bulan April mendatang, karena WIC ini 4 unit mesin dengan daya 4 Mw. Jika sudah beroperasional, insyaallah kota Tembilahan bebas mati bergilir,” imbuhnya.

Disamping hal itu, Kadistamben juga sempat menyatakan bahwa jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) parit 23 rampung maka aliran listrik tidak hanya mampu memasok kebutuhan listrik diseputaran kota Tembilahan, namun juga akan merambah ke Kecamatan-kecamatan.

“Pada kondisi normal, kebutuhan daya untuk kota Tembilahan ini cukup 13 Mw, PLTU yang direncanakan akan kembali dikerjakan pada bulan Mei mendatang itu mampu memasok daya hingga 14 Mw, maka dengan kelebihan daya itu tentunya akan mampu menerangi beberapa daerah selain kota Tembilahan,” terang Eddy.

Untuk pengoperasiannya lanjut Eddy, ditargetkan akan rampung pada bulan Desember 2015 mendatang. Artinya, PLTU tersebut sudah bisa dioperasikan pada tahun depan. “Jika dimulai lagi pekerjaannya pada bulan Mei ini, maka tahun 2016 sudah bisa kita fungsikan,” tutupnya. (mirwan/adv pemkab inhil)




Inilah Kriteria Yang Memenuhi Prosedur Fogging

hindari-peserta-pon-dari-serangan-dbd-diskes-inhil-lakukan-foggingTEMBILAHAN (detikriau.org) – Fogging adalah upaya pemberantasan nyamuk dan bukan upaya pencegahan, sehingga fogging baru akan dilaksanakan apabila tedapat hal-hal yang telah memenuhi kriteria fogging.

Oleh karena itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengajak seluruh masyarakat, untuk mengetahui dan memahami apa-apa saja yang menjadi kriteria fogging tersebut.

Adapun beberapa kriteria yang memenuhi prosedur fogging, yakni adanya laporan atau ditemukan kasus dan penderita DBD.

Kemudian, ditindaklanjuti oleh UPT Puskesmas terdekat, dengan melakukan pelacakan kasus / pencarian penderita DBD lainnya (Penyelidikan Epidemiologi) ke lokasi diduga terjadi penularan DBD dan pemeriksaan jentik dengue (DBD) pada rumah atau bangunan lainnya, dengan areal radius 100 meter dari tempat tinggal penderita DBD.

Jika ditemukan 1 atau lebih penderita DBD dan atau lebih dari 3 orang tersangka DBD lainnya, serta ditemukan jentik dengue sebanyak lebih atau sama di 5 dari rumah yang diperiksa, maka dilakukan gotong royong warga untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD, pemberian bubuk Abate, penyuluhan dan fogging dalam radius 100 meter.

Apabila tidak ditemukan penderita lainnya, tetapi ditemukan adanya jentik dengue, maka dilakukan gotong royong PSN DBD, pemberian bubuk Abate dan penyuluhan.

“Jika tidak ditemukan penderita lainnya dan tidak ditemukan jentik dengue, maka hanya akan dilakukan penyuluhan kepada masyarakat,” kata Alvi.

Selanjutnya, mantan Kepala Bappeda Inhil ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk terus menggalakkan pola hidup bersih dan sehat.

“Caranya, dengan selalu membersihkan lingkungan rumah dan sekitar,” pesannya.(adi/adv)




Sebab Kebakaran SMPN 1 Tembilahan, Undangan Sekda Inhil Sempat Buyar

foto mirwan
foto mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seharusnya para Kepala Satker di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) sedang berada di kediaman Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil H Alimuddin RM untuk menghadiri undangan pernikahan, malah beberapa pejabat akhirnya harus buyar karena kebakaran SMP Negeri 1 Tembilahan.

“Memang, seharusnya saya menghadiri undangan Sekda, karena ada kebakaran ini saya kesini (SMPN 1 Tembilahan, red),” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Inhil, TM Syaifullah kepada detikriau.org.

Begitu juga pejabat lainnya seperti, Camat Tembilahan Kota Ismet, Kepala Dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil Yusfik.

Mirisnya, Kepala BPBD yang saat kejadian sedang berada di rumahnya baru akan bersiap-siap untuk menghadiri undangan Sekda Inhil terpaksa dibatalkannya. Karena, saat itu juga ia mengaku nerima telpon dari seseorang yang memberi kabar kalau SMPN 1 Tembilahan sedang dilalap api.

“Karena ini musibah besar dan menjadi tanggung jawab kami, terpaksa saya turun langsung ke lapangan dan membatalkan untuk menghadiri undangan Sekda,” ujar Yusfik.(mirwan)




Lulus Mustofa: Di Cap Sombong dan Arogan. Dilaporin ke Akhirat Aja yang Belum

lulus-mustofa_e589afe69cac-copy

“Jadi Ancaman Buat KORUPTOR”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Baru sekitar 5 bulan bertugas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tembilahan, Lulus Mustofa mengaku sudah dikirimi “surat cinta” dari orang-orang yang tidak senang dengan keberadaannya.

“Masih baru sudah banyak yang tak suka sama saya, sampai-sampai saya dikirimi surat cinta,” tutur Lulus Mustofa kepada wartawan usai menyambut aksi demo siswa dan alumni SMAN 1 Tembilahan Kota, Jumat (27/2/2015) kemaren

Selain mendapat surat cinta, Lulus Mustofa juga mengaku sudah banyak orang-orang yang melaporkannya kepada Kepala Kejaksaan Provinsi hingga Kejaksaan Agung, untuk memindahkannya dari Negeri Seribu Parit ini.

”Udah dilaporin kemana-mana, ke akhirat aja yang belum. Saya dibilang sombong dan arogan, tapi saya biasa saja, karena saya berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan ini dengan sebaik-baiknya. Saya serahkan semua kepada Tuhan,” terangnya.

Dengan banyaknya yang menentang keberadaanya di Inhil ini, lanjut Lulus Mustofa, hal ini membuat dirinya lebih bersemangat untuk menumpas korupsi di Negeri yang sudah dijadikannya sebagai kampung halaman keduanya ini.

“Yang mengusuik saya itu orang-orang yang sudah gerah, saya menganggapnya orang-orang seperti itu adalah pengecut dan tidak gentlemen,” katanya lagi.

Kendati demikian, hal tersebut tidak akan menyurutkan niat dan tekad Kajari Tembilahan dalam menumpas kasus-kasus korupsi di Kabupaten Inhil ini.

“Pokoknya niat kami disini untuk pemberantasan korupsi, hal-hal yang menghalangi itu akan kami jadikan cambuk agar lebih maksimal dalam bekerja,” Tekadnya. (adi)




Pendamping Desa Lebih diutamakan Putra Daerah Setempat

Kepala BPMPD Inhil, Yulizal
Kepala BPMPD Inhil, Yulizal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lebih mengutamakan Pendamping Desa putra daerah setempat.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala BPMPD Kabupaten Inhil H Yulizal, belum lama ini. Saat dikonfirmasi mengenai persoalan terdapat beberapa pendamping desa yang menyatakan ingin berhenti dari jabatannya.

“Kita dari BPMPD siap mencari dan menggantikan orang yang baru kalau memang nanti ada yang berhenti. Namun kami tegaskan mulai hari ini, pendamping desa itu kami utamakan putra daerah asli,” ujarnya.

Mungkin lanjutnya, bagi pendamping desa tersebut menilai tugas yang diembankan itu tidak cocok dengan wilayah kerjanya. Dan mungkin juga, ada persoalan lain yang menjadi satu hambatan dalam kelancaran pekerjaan.

Yang jelas katanya, mulai hari ini pihaknya khususkan bagi pendamping desa itu tidak merupakan masyarakat luar Kabupaten Inhil.

“Kalau sekarang ini memang ada sebagian pendamping desa yang bukan asli dari desanya masing-masing. Dan ini bisa menjadi satu hambatan karena ketidakcocokan dengan wilayah kerjanya,” tandasnya.

Yulizal mengharapkan, seluruh pendamping desa harus bisa bersinergi dengan pejabat desa dalam hal ini Kepala Desa maupun Sekdes agar dapat menjalankan tugas dengan baik dalam bersama-sama membangun daerah. (mirwan)




Cegah Penyakit Dari Gigitan Nyamuk, Masyarakat Diimbau Gunakan Kelambu Saat Tidur

kelambuTEMBILAHAN (detikriau.org) – Mencegah penyebaran berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, salah satu upayanya bisa dilakukan dengan mempergunakan kelambu saat tidur.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie. upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang biasanya muncul saat peralihan musim seperti sekarang ini.

Upaya lainnya agar tidak mudah tertular berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, diantaranya adalah dengan menggunakan obat nyamuk atau memakai obat oles anti nyamuk.

“Namun, cara yang paling efektif dan sangat mudah untuk dilakukan adalah dengan menggunakan kelambu saat tidur, serta menjalankan pola hidup sehat dan bersih,” tutur Alvi kepada detikriau.org, belum lama ini.

Dijelaskan Alvi, kondisi cuaca saat ini merupakan saat-saat yang sangat tepat untuk meningkatkan pola hidup sehat dan bersih, dalam upaya mencegah perindukan vektor penyakit, serta penularan dan penyebaran penyakit tular vektor.

“Kita harapkan kerjasama dan peran aktif seluruh masyarakat, khususnya dalam mengendalikan berbagai penyakit tular vektor, seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), Filariasis, Chikungunya, Japanese Encepahlitis dan Pes,” terangnya.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, salah satu upaya konkrit di lapangan, terutama untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit tular vektor dapat dilakukan dengan pemberantasan sarang-sarang nyamuk, serta selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan masing-masing.

“Kita juga mengimbau masyarakat agar mendisiplinkan diri dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, dengan melakukan 3M, yakni menguras bak mandi, menutup rapat tempat-tempat penampungan air dan mengubur kaleng-kaleng bekas, dalam upaya mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk,” imbuhnya.(Adi)