Masih Muda, Alumni UNISI Ini Sudah Menjabat Kepala MA

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wais Alqarni namanya, pria kelahiran 6 Juni 1990 kini menjadi objek plototan mata sejumlah rekannya. Bagaimana tidak, secara tiba-tiba, warga Desa Kampung Baru Kecamatan Concong ini diberi jabatan sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) sebulan pasca ianya diwisuda.

Jabatan yang diembannya itu di Madrasah Aliyah (MA) Darul Falah di Desa setempat berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan per tanggal April 2016 lalu.

Anak ke 4 dari 9 bersaudara ini sebelumnya aktif selama kurang lebih 4 tahun sebagai mahasiswa di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Agama Islamn (FIAI) Universitas Islam Indragiri (Unisi). Ia mulai duduk di bangku kuliah pada tahun 2011. Kemudian pada tanggal 11 Juni 2015, ia lepaskan status mahasiswa dengan Sidang Munaqasah.

Pikiran sempat kusam, pasalnya putra dari pasangan Ardan dan Lamsiah tersebut tidak mengantongi anggaran hendak mengikuti wisuda. Ia pun memutuskan untuk merantau ke kota Batam Kepulauan Riau.

Di kota Industry, ia bekerja sebagai pelayan di sebuah Restoran. Diperkirakan anggaran telah mencukupi, ia kembali ke UNISI untuk mengikuti Wisuda yang ke-6, tepat pada tanggal 21 November 2015 yang lalu.

Tak cukup sampai di sini. Sehari pasca wisuda, Handphone miliknya berdering. Ternyata, telepon dari Manajer Restoran tempat kerja sebelumnya. Pria yang hobby membaca dan berorganisasi ini diminta kembali bekerja, kala itu ia diberi posisi baru, tentu saja nilai jasa keringatnya juga bernilai lebih besar.

Akhirnya diputuskannya untuk kembali bekerja. “Nah, di Batam kali ini, sekitar 1 bulan saya dapat telepon Ketua Yayasan Darul Falah Kampung Baru Kecamatan Concong, ia meminta bantuan untuk mengurus lembaga pendidikan jenjang SLTA. Awalnya bingung sih, kok langsung jabatan Kepala,” ucap Wais kepada detikriau.org, Jum’at (23/9/2016).

Dari tawaran tersebut, akhirnya ia putuskan untuk menerima dan segera pulang ke kampung halaman. Kini, selain sebagai Kepsek, ia juga aktif sebagai tenaga pengajar di MTs Darul Falah desa setempat./ Mirwan




DPRD: Penempatan Kasek Jangan Hanya didasari Faktor Kedekatan

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Menempatkan seseorang sebagai Kepala Sekolah (Kasek) hendaknya tidak sembarangan, harus melihat berbagai aspek dan kualifikasi yang dimilikinya, seperti pengalaman, lama bekerja, kepangkatan dan jenjang pendidikan.

Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan agar jangan ada pihak yang mengintervensi dalam penempatan Kasek, apalagi hanya dengan bermodalkan kedekatan.

“Ini dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Inhil,” tutur Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas kepada awak media, kemarin.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Sitas ini, ada berbagai aturan yang harus diperhatikan dalam memilih Kasek, sehingga siapapun yang ditunjuk menempati posisi tersebut adalah mereka yang benar-benar memiliki kompetensi terbaik di bidangnya.

“Jadi, tidak ada istilahnya kedekatan. Kalaupun ada oknumnya, tentu sangat disayangkan, karena kita juga tidak ingin nantinya kualitas pendidikan di daerah ini hancur,” terang Sitas.

Apalagi, lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, jabatan Kasek juga merupakan seorang manajerial, yang harus mampu meningkatkan kualitas sekolahnya.

“Dalam artian, bagaimana Kasek berupaya semaksimal mungkin dapat meningkatkan sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya,” tambah Sitas.

Kemudian, Sitas juga berharap agar seluruh Kasek di Negeri Seribu Parit ini, dapat mengelola dan memanfaatkan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang telah disediakan oleh Pemerintah untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan.

“Kasek harus berfikir bagaimana dana BOS itu bisa dijadikan sebagai penunjang dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, dalam upaya membangun generasi penerus bangsa yang hebat dan mampu bersaing,” imbuhnya. Adi




35 Peserta Ikuti Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepsek

Kadisdik Inhil, H Helmi Darmawi
Kadisdik Inhil, H Helmi Darmawi

TEMBILAHAN (detikriau.org)-Sebanyak 35 peserta dari berbagai daerah mengikuti pendidikan dan pelatihan calon Kepala Sekolah tajaan Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (13/10).

Kegiatan yang dipusatkan di aula salah satu hotel di Tembilahan ini, dibuka secara resmi oleh Kadisdik Inhil, H Helmi D dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yakni Master Trainer LPPKS.

Dalam sambutannya, Helmi mengatakan bahwa Kepala Sekolah mempunyai tugas yang sangat kompleks dan menentukan bagi keberadaan suatu sekolah. Untuk itu, Kepala Sekolah harus mempunyai dan mampu merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat sebagai pemimpin.

“Kepala Sekolah juga harus mempunyai Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni Kepala Sekolah berperan sebagai pendidik. Kepala Sekolah harus berperan sebagai manager, untuk membuat perencanaan dan harus mampu mengawasi pelaksanaan rencana yang telah dibuat untuk kemajuan sekolahnya,” tutur Helmi.

Selain itu, Kepala Sekolah juga harus mampu bertindak sebagai leader, yaitu mempunyai kemampuan untuk memutuskan sesuatu secara cepat dan tepat dengan penuh renungnan. Kepala Sekolah sebagai inovator dalam perkembangan teknologi informasi harus bisa berinovasi dan membuat perubahan untuk membangun sekolahnya ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Panitia, H Nursyah Fajar dalam laporannya menjelaskan, diklat tersebut bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial serta menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan, umum dan pembangunan pendidikan, demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkarater.(dro/adv pemkab Inhil)