Kadisdik Minta Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa di Inhil Selalu Kompak

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D meminta kepada setiap perhimpunan maupun ikatan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Inhil untuk selalu kompak.

“Budaya kita hanya dua, budaya sanding dan budaya tanding. Maka untuk perkumpulan mahasiswa di Inhil, baik berbentuk paguyuban perkecamatan, suku, ataupun lainnya untuk menggunakan budaya sanding,” pintanya, saat menghadiri acara pelantikan Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Jawa Riau (PPMJR) Kabupaten Inhil di salah satu aula Wisma di kota Tembilahan, Sabtu (13/6/2015) malam kemaren.

Jika bupaya tanding yang difungsikan, maka kata Kadisdik ini akan ada perpecahan serta gejolak antar sesama di dalam perhimpunan. Maka akibatnya, tujuan organisasipun akan sembraut.

Namun jika mengunakan budaya sanding ataupun menjaga kekompakan, keharmonisan dalam persatuan sesama pelajar dan mahasiswa pun akan lebih dapat dirasakan.

“Kalau menjadi kritisi itu boleh, tapi bukan merusak nama baik organisasi. Atas nama pemerintah, kami sangat mensuport berdirinya berbagai perhimpunan yang ada di Kabupaten Inhil ini,” tandasnya.(mirwan)




Pelajar SD 003 Tembilahan Wakili Riau Pada Ajang OSN di Jogjakarta

large_31osn-yogya-kemdikbudriTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D mengaku bangga dengan berhasilnya salah seorang pelajar SD di Inhil untuk wakili Provinsi Riau pada ajang Olympiade Sains Nasional (OSN) bidang IPA tanggal 18 Mei mendatang di Jogjakarta.

“Kalau membaca sejarah, 8 tahun terakhir belum pernah pelajar setingkat SD di Inhil ini sampai pada event Nasional. Berarti, kualitas pendidikan Inhil sudah mulai tampak di luar sana,” ungkap Helmi kepada detikriau.org kemaren usai upacara Hardiknas di lapangan kantor Bupati Inhil.

Ia menyampaikan, nama pelajar Inhil tersebut adalah Wilyanto yang merupakan siswa SD Negeri 003 Tembilahan Kota. Dimana sebelumnya, Wilyanto ini telah berhasil melumpuhkan sejumlah pelajar perwakilan Kabupaten dan Kota se-Provinsi Riau beberapa waktu lalu.

Dari prestasi ini, Disdik Inhil akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan Kabupaten Inhil. Tidak hanya pada sekolah dasar, namun juga seluruh lembaga pendidikan dibawah naungan Disdik akan ditingkatkannya.

“Memang kami sadari, banyak persoalan di Inhil ini, termasuklah kualitas pendidikan, tapi kami terus berupaya mencarikan solusinya untuk yang terbaik,” tutupnya.(mirwan)




Wabup Tinjau Lokasi Kebakaran SMP 2 Bangko

15Bagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir Erianda SE, meninjau SMP Negeri 2 Bangko terbakar tadi malam. Wabup didampingi Kepala Dinas Pendidikan Ir.H.Amiruddin.MM dan sejumlah pejabat, langsung meninjau lokasi kejadian, kejadian kebakaran tersebut terjadi Rabu (15/04/15) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Wabup Erianda mengatakan kebakaran yang menimpa SMPN 2 Bangko itu ada keganjilan.”Saya lihat lokasi dan saya pertanyakan terutama kepada pihak sekolah, memang nampaknya ada keganjilan, kepada pihak kepolisian kami minta usut tuntas, apa penyebab kebakaran ini,” pinta Wabup.

Tambah Erianda, sebelum-sebelumnya ia mendapat cerita bahwasa ada guru menyampaikan kepada kepala sekolah ada bau bensin disekitar sekolah.”Itu 1 minggu atau 2 minggu sebelumnya (sebelum terbakar), jadi entah bagaimana prosesnya kami tahu,” kata Erianda.

“Terus ini juga ada berbentuk tulisan, tulisannya baru kelihatan sore semalam di SMP ini, malam kejadian (kebakaran-red) kita tak tahu, apakah konsleting listrik kita tak tahu, itu pihak kepolisianlah yang ngecek bagaimana, kami minta usut sampai tuntas,” jelas Wabup tanpa menyebutkan tulisan.

Soal nasib siswa, Wabup Erianda mengatakan saat ini pihaknya sedang diskusi dengan kepala Dinas Pendidikan, kemungkinan siswa-siswi yang terganggu proses belajarnya akan dibuat sistem belajar pagi dan siang.

“Menurut Pak Kadis juga akan di pakai gedung Unri yang ada di batu enam, karena siswa mau ujian. Disitu (gedung Unri) kan digunakan hanya Sabtu-Minggu saja,” ujar Erianda.

Rencana kedepannya, Wabup Erianda mengatakan akan memindahkan sekolah SMPN 2 Bangko yang saat ini terletak di Bagan Hulu Jalan Lintas Batu Empat dan Batu Enam.

“Kita pindah saja, rencana kalau perlu kita pecah nanti karena siswa SMPN 2 ini sudah terlalu banyak. Jadi kita buat SMPN 6, karena SMPN 5 sudah ada, SMPN 6 yang belum, nanti kita akan rembukkan bersama pak bupati dan kadis,” katanya.

Menurutnya, lokasi Sekolah SMPN 2 yang terbakar sudah tidak memungkinkan lagi. Jadi akan dipindahkankarna linglungan kurang mendukung. “Masyarakat kurang merespon untuk menjaga juga, tapi tidak semuanya,” kata Wabup mengakhiri.

Sementara Ir.H.Amiruddin.MM Kadisdik Rohil menyampaikan walaupun sekolah mengalami musibah kebakaran, anak didik harus terus belajar. “Kita sudah mengambil kebijakan akan mengunakan SDN 17 yang ada di depan kantor Koramil untuk anak-anak sementara belajar,” ujar Amiruddin.

SMPN 2 Bangko yang mengalami kebakaran menampung setidaknya 530 orang siswa yang terdiri dari kelas 1 dan kelas 2 dan kelas 3 di Batu Empat (gedung baru). “Kerugian pada kebakaran itu mencapai milyaran dengan rincian, bangunan, mobiler, alat elektornik dan lain-lain,” terangnya Amiruddin.

Dalam laporan yang disampaikan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Rohil, yang terbakar 19 RKB, kantor majelis guru, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah/TU, ruang kurikulum, ruang drum band beserta perlengkapan/rebana, ruang UKS, ruang kesiswaan, ruang bendahara, ruang perlengkapan olah raga dan pramuka, ruang workshop, musholla, 4 buah kantin, mobiler dan alat-alat elektronik. [tris]




Tak Ingin jadi kambing Hitam, Disdik Inhil Pinta Tenaga Pendidik Jangan Mudah Tertipu

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Akhir-akhir ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Helmi D sebut kerap terjadinya upaya penipuan dengan mengatasnamakan Disdik Inhil untuk memintakan sejumlah uang. Ia berharap kepada seluruh tenaga pendidik untuk lebih hati-hati dan tidak mudah percaya.

“Kalau ada sms atau telpon meminta sesuatu silahkan komfirmasi langsung kepada dinas atau pihak yang membidangi hal tersbut,” kata Helmi, kemarin.

Beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Helmi mengaku banyak menerima laporan dari kalangan guru terutama menyangkut pungutan mengenai dana sertifikasi. Umumnya yang menjadi korban guru dan kepala sekolah penerima dana itu.

Ia menilai pungutan liar (pungli) ini dilakukan oleh pelaku secara terorganisir. mereka selalu mengambil kesempatan dari setiap moment. Apalagi pelaku selalu mengatasnamakan dinas, sehingga tak ada kecurigaan dari kalangan guru.

“Sekali lagi saya ingatkan kepada para guru dan kepala sekolah untuk tidak menghiraukan apapun bentuk pungutan atau penipuan itu. Kami tidak ingin menjadi kambing hitam, padahal yang melakukan pungli oknum namun selalu mengatasnamakan dinas,”tandasnya. (dro/*1)