Beri Imbalan Rp 2 Ribu, Guru Ngaji Ini Raba Kemaluan Murid

Gbr Ilustrasi, merdeka.com
Gbr Ilustrasi, merdeka.com

KEMUNING (detikriau.org) – Memang bejat prilaku seorang guru ngaji Su (63). Kenapa tidak, warga desa Keritang kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini meraba kemaluan murid perempuannya saat mengajar ngaji.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Rabu (1/7/2015) menyatakan, berdasarkan laporan yang diterima dengan nomor LP/07/VII/2015 tertanggal 1 Juli 2015 tentang Tindak Pidana Cabul, bahwa peristiwa itu benar telah dilakukan oleh tersangka.

Hal ini terungkap ketika salah satu korban pelecehan seksual, Si (7) mengadukan kepada orang tua perempuannya. Menurut pengakuan korban, terang Warno, murid kelas II SD ini sebelum diraba-raba terlebih dahulu diberi uang senilai Rp 2 ribu oleh tersangka.

“Disamping mendapat aduan dari korban, beberapa saksi juga mendengar isu kejadian yang sama, akhirnya berkembang berita tersebut hingga setiap orang tua yang punya anak ngaji di tempat tersangka tersebut menanyakan kepada anaknya masing-masing, dan membenarkan bahwa guru ngajinya itu kalau ngajar ngaji sambil meraba kemaluan,” jelasnya.

Bahkan pelecehan seksual oleh guru ngaji itu selalu dilakukan setiap ngajar ngaji. Sampai saat ini, pihak kepolisian telah mendata adanya 5 anak dibawah umur yang menjadi korban Cabul, selain Si, ada juga Des (8) murid SD kelas III, De (10) murid SD kelas IV, Sy (7) murid kelas IV, dan terakhir Wd (7) murid SD kelas II.

“Tersangka telah berhasil diamankan petugas dan akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tutup PAUR Humas Polres Inhil. (mirwan)




Ayah Tega Perkosa Anak Tiri Hingga Hamil

Gbr Ilustrasi. net
Gbr Ilustrasi. net

KEMUNING (detikriau.org) – Sebut saja bunga (14), gadis belia warga Desa Keritang kecamatan Kemuning itu kini dalam kondisi hamil 9 bulan. Mirisnya, anak yang dikandungnya itu adalah buah perbuatan bejat ayah tirinya, AS (31).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa ini bermula pada bulan Juli tahun 2014 lalu. Dimana suatu hari sekitar pukul 07.00 WIB saat itu bunga sedang memasak di dapur rumahnya dan tiba-tiba AS datang menghampiri dan mengajak masuk ke  dalam kamar serta menyetubuhi anak yang seharusnya berada dibawah lindungannya.

Kala itu, korban sempat menolak bahkan berontak hingga lari keluar rumah. Meski begitu, ayah bejat ini mengejar korban sambil membawa sebilah pisau. Apalah daya, bungapun akhirnya terpaksa menuruti kemauan “manusia iblis” ini.

“Kejadian tersebut dilakukan tsk berulang kali hingga akhirnya bunga berbadan dua yang kini memasuki usia kehamilan 9 bulan,” Sampaikan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman kepada sejumlah awak media, Minggu (24/5/2015).

Saat ini, lanjut Warno, tsk telah mendekam di Polsek Kemuning Polres Inhil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tsk diancam kurungan 12 tahun penjara. (mirwan)




Ketua KORPRI Inhil Lepas Peserta Gerak Jalan Santai

imageKemuning (detikriau.org) – Ketua KORPRI Inhil, H Alimuddin RM melepas secara langsung peserta lomba gerak jalan santai, yang digelar di lapangan GOR Desa Selensen, Kecamatan Kemuning, Sabtu (22/11/2014) kemaren

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-69 dan HUT Korpri ke-43 tahun ini, diikuti seluruh anggota Korpri, serta perwakilan siswa SD, SMP dan SMA sederajat di Kecamatan Kemuning.

Pada saat itu, selain lomba gerak jalan santai, peringatan HUT PGRI dan HUT Korpri tahun 2014 ini juga dimeriahkan dengan berbagai iven lainnya, seperti kegiatan olahraga, lomba memasak dan MC.

Dalam sambutannya, Alimuddin yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil mengajak seluruh anggota Korpri, untuk turut bersama-sama memeriahkan dan menyemarakan peringatan HUT PGRI dan HUT Korpri tahun 2014.

“Kita harus memberikan contoh yang baik bagi seluruh masyarakat, dengan selalu meningkatkan kinerja sebagai pelayan masyarakar,” ujar Sekda.

Dijelaskan Sekda, anggota Korpri sebagai motor penggerak di tengah-tengah masyarakat harus terus meningkatkan kedisiplinan, terutama dalam memberikan pelayanan yang baik dan maksimal bagi masyarakat.

“Mari jaga kekompakan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita, guna mewujudkan pemerintahan yang baik dan teratur,” tutupnya.(dro/A)




Polres Inhil Bekuk DPO Kasus Tindak Pidana Korupsi BLM PUAP Tahun 2011 di Kemuning

gariTembilahan (detikriau.org) – Kepolisian Polres Inhil berhasil meringkus DPO kasus tindak pidana korupsi di Desa Limau Manis Kecamatan Kemuning, Jum’at (31/10/2014) sekira pukul 01.45 Wib dnihari.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil melalui Kasat Reskrim, AKP Ade Jamrah, DPO diburu dalam perkara Tindak Pidana Korupsi dana BLM PUAP Tahun 2011 Gapoktan Sumber Rezeki Desa Limau Manis Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil sebesar Rp. 100 juta sesuai dengan DPO/10/III/2014/Reskrim tertanggal 22 Maret 2014 atas nama Samsul Bahri Alias Sam Bin Ahmat Bual, warga Dusun Gading Desa Lubuk Besar Kecamatan Kemuning.

“Laki-laki kelahiran tahun 1974 ini sebelumnya menjabat sebagai bendahara Gapoktan Sumber Rezeki , Jl Penunjang RT 02 RW 02 Desa Limau Manis Kec. Kemuning Kab. Inhil – Riau.” Terang Kasat Reskrim.

Dipaparkannya, Kronologis tertangkapnya DPO kasus Korupsi ini berawal dari hasil lidik anggota yang ditugaskan untuk mencari keberadaan DPO. Samsul Bahri yg melarikan diri ke propinsi jambi ini masih sering kembali melihat keluarganya di kec kemuning.

jum’at (31/10/2014) sekitar pukul 01.45 wib dinihari, aggota opsnal melakukan penyergapan di rumah keluarga tsk dan tsk langsung diamankan. Ketika ditangkap, tsk sedang bersiap-siap akan pergi ke jambi lagi.

“ tsk saat ini sudah diamankan di polres inhil untk proses lebih lanjut.” Tandas Kasat Reskrim, AKP Ade Jamrah. (dro)




Bupati Inhil Hadiri Penutupan TMMD di Kecamatan Kemuning

foto; bertuahpos.com
foto; bertuahpos.com

Kemuning (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan dan rombongan menghadiri penutupan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Desa Kemuning Muda, Kecamatan Selensen, Senin (13/10).

Program ini dikatakan Bupati merupakan wujud nyata partisipasi TNI bersama masyarakat dalam pembangunan sekaligus membantu pemerintah daerah dalam rangka mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan.

Dengan telah suksesnya kegiatan TMMD bukan berarti tugas membangun daerah telah selesai. Pasalnya tantangan ke depan akan lebih berat dan lebih kompleks lagi yang akan hadapi.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Riau ini berharap melalui TMMD mampu menyentuh dan memberikan kesadaran bagi masyarakat agar ikut bersama-sama melakukan kegiatan positif. Jika itu dapat dilakukan maka dalam jangka waktu tidak lama daerah ini akan maju.

”Kegiatan ini juga sangat bermanfaat untuk mempererat rasa kekeluargaan di antara masyarakat dengan TNI. Dengan begitu, akan terjalin rasa saling respek dan saling membutuhkan di antara TNI dan masyarakat,”imbuh Bupati.

Sementara itu Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf FP Tarigan, menucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan Pemkab dan masyarakat Indragiri Hilir.

”TNI hadir oleh dan karena masyarakat. Karena itu kami siap mendukung berbagai bentuk pembangunan yang sudah di programkan pemerintah,” katanya. Suksesnya TMMD kali itu sekaligus kado yang diberikan Dandim untuk Inhil. Karena ia akan segera pindah dinas ke daerah lain.

Berbagai kegiatan nyata yang telah dilakukan oleh TNI di Desa Kemuning Muda Kecamatan kemuning diantaranya pembangunan MCK, pembangunan lokasi parkir Masjid Baiturrahman, pembangunan Kantor Babinsa, pembuatan Box Culvert, penimbunan jalan, pembangunan Jembatan Beton dan kegiatan non fisik lainya.(dro/*1/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Pinta Masyarakat Lubuk Besar Berikan Data Untuk Upaya Penyelesaian Konflik

DSC_7387Kemuning (detikriau.org) – Bupati Inhil meminta masyarakat untuk menyampaikan data-data yang diperlukan guna mengupayakan penyelesaian konflik yang saat ini tengah terjadi antara masyarakat Desa Lubuk Besar Kecamatan Kemuning dengan pihak PT SHM. Data itu juga akan dijadikan dasar untuk mencari tahu mana yang menjadi haknya masyarakat dan mana yang menjadi haknya perusahaan.

“Jika belum ada data tentu sulit bagi kita untuk mengupayakan penyelesaian konflik ini” tegas Wardan, Ahad (28/9/2012) kemaren dalam kunjungannya kelokasi konflik

Sejumlah tokoh masyarakat dan kepala desa yang hadir berjanji akan segera memberikan data yang dimaksud. Sambil mengumpulkan data, warga meminta agar perusahaan komit untuk tidak melakukan aktivitas.

Jika perusahaan tidak mengindahkan permintaan yang disampaiakn Bupati, Kepala Desa Lubuk Besar, Afrizal mengakui dirinya akan sulit untuk menenangkan masyarakat desanya.

“perusahaan harus konsekuen untuk tidak melakukan aktifitas. Kalau saat ini bersedia tak melakukan aktivitas, jangan setelah pertemuaan ini malah beda lagi. Kita kawatir ada masyarakat yang tak bisa mengendalikan diri,” Peringatinya.

Humas PT SHM, Indra, juga sangat menginginkan persoalan tersebut capat selesai. Terutama dengan adanya upaya fasilitasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). (dro/*1)