Kantor UPT Pertanian Desa Air Balui Jadi Tempat Nikmati Ganja, Polisi Amankan 2 Tsk

Kemuning, detikriau.org – Unit Opsnal Polsek Kemuning mengamankan seorang pria pengangguran dan seorang ibu rumah tangga karena diduga memiliki, menguasai dan menyimpan narkotika jenis daun Ganja. Penangkapan kedua tersangka terjadi pada hari Jumat, tanggal 27 Januari 2017, sekira pukul 21.00 WIB di dua lokasi berbeda.

Tersangka laki-laki berinisial Ran (29 tahun) diamankan saat sedang fly menikmati daun ganja di Kantor Pertanian Dusun Benuang Desa Air Balui, dan seorang perempuan Si (36 tahun) diamankan dirumahnya di Dusun Mudo, Desa Air Balui, Kec. Kemuning, Kab. Inhil.

Dari tersangka Ran disita sebanyak 2 (dua) paket kecil diduga narkotika jenis daun ganja dan dari tersangka Si disita sebanyak 42 (empat puluh dua) paket sedang diduga narkotika jenis daun ganja siap edar beserta uang sebanyak Rp.40 ribu hasil penjualan barang haram tersebut.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Taufik Suardi SH, mengatakan bahwa penangkapan kedua tersangka berawal dari adanya keprihatinan dan kepedulian masyarakat yang memberi informasi kepada Kapolsek Kemuning, KOMPOL Taufik Suardi, S.H, bahwa di area Kantor Pertanian Dusun Benuang Desa Air Balui kerap dimanfaatkan orang melakukan aktifitas menghisap ganja.

Mendapatkan informasi, Kapolsek memerintahkan Unit Opsnal Polsek Kemuning yang dipimpin oleh IPDA Taat Priyanto  untuk melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi.

Sesampainya di TKP, ternyata informasi tersebut benar adanya dan ditemukan seorang laki – laki yang sedang menikmati lintingan rokok yang diduga berisikan daun ganja dan segera diamankan. Saat digeledah, ditemukan dari saku celana sebelah kanannya, 2 paket kecil diduga narkotika jenis daun ganja.

Ketika dilakukan interogasi, tersangka Ran mengakui daun ganja tersebut dibelinya dari seorang perempuan yang bernama Si, beralamat di Pasar Desa Air Balui Kec. Kemuning.

Tanpa membuang waktu, Unit Opsnal Polsek Kemuning membawa tersangka Ran menuju ke rumah tersangka Si, dan langsung menangkap perempuan yang diduga telah menjadi bandar narkotika jenis daun ganja.

Disaksikan oleh Ketua RT setempat, dilakukan penggeledahan rumah tersangka Si dan ditemukan didalam kantong plastik warna hitam, 42 (empat puluh dua) paket daun ganja siap edar.

“Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti, telah diamankan di Polsek Kemuning guna proses penyidikan lebih lanjut.” Ujar Kapolsek./Am




Laka Lantas di Kemuning, Korban Tewas di TKP

KEMUNING (detikriau.org) – Herman (18), warga Dusun Leboy Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning tewas pasca kecalakaan lalu lintas di Jalan Lintas Timur Km 281 Dusun Kubang Gajah Desa Batu Ampar, Senin (24/10/2016) malam kemaren

Herman mengalami luka patah pada pergelangan tangan sebelah kiri, luka remuk pada bagian tengkorak lutut sebelah kiri, luka robek pada bagian pangkal paha sebelah kiri dan luka lecet pada bagian tangan sebelah kiri.

Saat itu ia sedang mengendarai sepeda motor merk Honda Supra X dengan nomor polisi BM 3833 GW. Selain tidak menggunakan helm, kendaraannya juga tidak ada lampu utama.

Malam itu Herman bergerak dari arah Jambi menuju Rengat. Sesampainya di TKP tepat sekitar pukul 22.20 WIB, tiba-tiba sepeda motor merk Yamaha Jupiter Z tanpa Plat dari arah berlawanan.

Kontan saja, kedua kendaraan tersebut bertabrakan. Jupiter Z ini dikendarai oleh Dimas Setiawan (16) warga Dusun Sidomulyo Desa Batu Ampar. Meski nyawanya tertolong, tetapi ia mengalami luka lebam pada mata sebelah kiri, luka robek pada bagian bibir, luka lecet pada punggung kaki sebelah kiri, kaki sebelah kiri patah, luka robek pada bagian dagu serta mengeluarkan darah pada telingan sebelah kanan dan kiri. Kini ia sedang dirawat di Puskesmas setempat.

“Kecelakaan terjadi diduga akibat pengendara Sepeda Motor Honda Supra X tidak hati-hati dalam mengandarai kendaraan dan tidak memperhatikan kendaraan yang datang dari arah berlawanan,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Selasa (25/10/2016).

Disamping itu, lanjutnya, terjadinya peristiwa itu juga berpengaruh pada kondosi jalan tikungan, tidak ada rambu-rambu dan tidak ada penerang jalan./Mirwan




Kepala Pecah, Pelajar Ini Tewas di TKP Laka Lantas

KEMUNING (detikriau.org) – Wandre (17), warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning tewas mengenaskan setelah bertabrakan di Km 295 Jalan Lintas Timur Kelurahan Selensen, Senin (20/6/2016) kemarin, sekitar pukul 17.40 WIB.

Saat itu, pria yang masih berstatus pelajar ini sedang mengendarai sepeda motor merk Yamaha Vixion dengan nomor polisi BM 4368 GN, ia datang dari arah Jambi menuju Rengat dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di TKP tepatnya di tanjakan tikungan, sepeda motor yang dikendarai Wandre lepas kendali dan menabrak 1 unit Mobil Mitsubishi Colt Diesel dengan nomor polisi BH 3211 YU. Kendaraan ini dikemudikan oleh Agus Warto (25) warga Jambi yang bergerak dari arah berlawanan.

“Pengendara sepeda motor itu tidak menggunakan helm sehingga nyawanya tidak terselamatkan,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Heriman Putra, Selasa (21/6/2016).

Tak hanya itu, lanjutnya, Wandre juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Sedangkan pengendara mobil, Agus Warto memiliki SIM BI Umum./Mirwan




Kecelakaan di Inhil, Sopir Asal Banten Ini Tewas di Tempat

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

KEMUNING (detikriau.org) – Jeje (52), sopir mobil tronton asal kota Serang Banten tewas di TKP, Senin (6/6/2016) malam. Hembusan nafas terakhir itu terjadi setelah mobil yang dikenderainya menabrak jembatan dan jatuh ke sungai di jalan Lintas Timur KM 255 Desa Keritang Kecamatan Kemuning.

Kendaraan yang dibawanya jenis Hino Tronton dengan nomor polisi B 9349 BEU. Saat itu ia tak seorang diri, melainkan ada seorang penumpang atas nama Elison Marbun (44) warga Kelurahan Pesangarahan Jakarta Selatan.

Meski tidak sampai meninggal dunia, namun kondisi penumpangnya juga cukup parah mengalami luka patah bagian lutut kaki kiri dan kaki kanan.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Herimain Putra membenarkan adanya insiden tersebut. Dan kini, perkara masih ditangani petugas Polantas Polres Inhil.

“Hasil penyelidikan, rem kendaraan yang dibawa dalam keadaan blong,” ungkap Herimain Putra, Selasa (7/6/2016).

Yang jelas katanya, peristiwa ini merupakan kelalaian pengemudia sebab saat itu tampak kendaraan melaju kencang dari arah Rengat Kabupaten Inhu menuju Jambi./Mirwan




Protes Persoalan Pjs, Puluhan Warga Desa Batu Ampar Demo ke Kantor Bupati Inhil

TEMBILAHAN, detikriau.org – Puluhan warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Senin (25/4/2016).

Aksi yang dipicu persoalan penunjukan Pjs Kades setempat ini mengkritik kebijakan Pemkab Inhil yang dinilai tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Diterangkan orator, masa jabatan Kades sebelumnya berakhir pada 4 Januari 2016. Sehubungan dengannya, masyarakat telah menyampaikan surat permohonan tentang siapa yang diinginkan menjabat sebagai Pjs Kades.

“Berdasarkan aturan, Pjs Kades itu ditetapkan sesuai usulan masyarakat. Tapi kenapa kenyataan di lapangan berbeda,” kata Korlap aksi, Ananto.

Badan Permusyawarahan Desa (BPD) setempat mengusulkan 4 nama. Dari 4 tersebut, Mukhsin salah seorang nama yang diusulkan mendapat rekomendasi terkuat dari masyarakat.

“Setelah diusulkan ke  pemerintahan kecamatan, ternyata nama Abdul Rasyidi yang muncul secara tunggal. Si Rasyidi ini mau diangkat menjadi Pjs Kades padahal bukan dia yang kami rekomendasikan,” jelasnya.

Sekda Kabupaten Inhil H Said Syarifuddin yang menerima kehadiran puluhan massa demonstran ini menuturkan bahwa seluruh aspirasi dari masyarakat akan disampaikan kepada Bupati Inhil HM Wardan.

“Kita belum bisa memberikan keputusan. Apapun keluhan saudara saat ini akan kita tamping dan nanti akan saya sampaikan kepada Bupati,” katanya.

Massa saat itu mendesak agar Bupati Inhil, HM Wardan dapat memberikan penjelasan secara langsung. Hanya saja disampaikan Bupati saat itu sedang melakukan kunjungan kerja di daerah.

Tak puas dengan tanggapan Sekda, massa kembali mendatangi kantor DPRD Kabupaten Inhil jalan HR Soebrantas Tembilahan. Namun kali ini massa hanya menghadirkan beberapa orang perwakilan yang disambut Ketua Komisi I Yusuf Said.

Dihadapan ketua Komisi I DPRD Inhil yang saat itu didampingi Ketua Komisi II, Amd Junaidi, massa kembali menyampaikan keberatan atas penolakan usulan Pjs Kades yang mereka sampaikan melalui Camat setempat. Bahkan salah seorang anggota BPD setempat menekankan bahwa menteapan uslun Mukhsin sebagai Pjs Kades adalah harga Mati.

Menanggapi persoalan ini, HM Yusuf Said menyatakan bahwa pihaknya siap menampung apapun keluhan masyarakat dan akan berupaya memberikan solusi.

“jadi jangan katakan harga mati. Kalau seperti itu, apa lagi yang baas kita bantu?. Duduk masalahnya yang harus kita cari tau, apakah sudah sesuai dengan aturan atau tidak,” Terang Yusuf

Yusuf juga menjanjikan akan terus memantau persoalan penunjukan Pjs Kades Batu Ampar ini dan segera memintakan klarifikasi dengan piha-pihak terkait. /mirwan




Pemekaran Insel, Edi Sarankan Tokoh Masyarakat di 6 Kecamatan Musyawarah Kembali Tentukan Ibukota Kabupaten

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tokoh masyarakat yang ada di enam kecamatan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bagian selatan, yang meliputi Kecamatan Keritang, Kemuning, Sungai Batang, Reteh, Tanah Merah dan Enok disarankan agar melakukan musyawarah kembali untuk menentukan letak calon Ibukota Kabupaten Indragiri Selatan (Insel).

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Enok dan Tanah Merah, Edi Hariyanto Sindrang kepada sejumlah awak media di Kantor DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Edi, saat ini sejumlah masyarakat tidak menyetujui, jika seandainya letak Ibukota Kabupaten Insel ditetapkan di Kecamatan Kemuning karena yang paling tepat adalah di Kecamatan Reteh.

Oleh karena itu, anggota DPRD Inhil dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ini menyarankan agar semua tokoh masyarakat di enam kecamatan tersebut duduk kembali bermusyawarah, sehingga proses dan perjuangan pemekaran Kabupaten Insel tidak hanya didominasi serta berdasarkan kepentingan sejumlah elit saja.

“Kita tidak mempermasalahkan dimana saja ibukotanya, tapi yang harus dipertimbangkan adalah rentang kendali. Jadi, jangan ada unsur politik dalam proses pemekaran ini,” tutur Edi.

Dijelaskan Edi, untuk mencegah dan mengantisipasi timbulnya keresahan di masyarakat terkait hasil keputusan penetapan calon Ibukota Insel ini, maka penyelesaiannya jangan hanya di tingkat elit saja, tetapi harus dilakukan di tingkat bawah terlebih dahulu.

“Penetapan ibukota inikan harus melalui kajian atau musyawarah bersama, bukan karena keinginan atau hanya demi kepentingan elit-elit saja. Jadi, harus ditetapkan dulu dimana ibukota kabupatennya, baru kita bicara pemekaran,” terangnya.

Ditegaskan Edi yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil ini, dirinya tidak ada kepentingan dalam hal tersebut, semua itu murni aspirasi dan demi kepentingan masyarakat.

“Beberapa waktu lalu, BPD Enok dan Tanah Merah sudah menyatakan menolak Kemuning menjadi ibukota kabupaten. Pernyataan ini juga sudah disampaikan ke Kemendagri,” tambahnya. (adi)