Karyawan PT ISK Rumbai Ditemukan Tak Bernyawa di Kanal
Gbr Ilustrasi
KEMPAS (detikriau.org) – Warga Kecamatan Kempas mendadak heboh, Nardi (24), seorang karyawan PT ISK ditemukan warga setempat sudah dalam keadaaan tidak bernyawa di kanal RT 017 RW 009 Rumbai Jaya Kecamatan Kempas, Senin (11/5/2015) sekitar pukul 14.45 WIB.
Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo SIk Msi melalui Kapolsek Kempas AKP A R Tarigan S Sos, saat ditemukan, korban tergeletak didalam kanal dengan tubuh diselimuti lumpur. Setelahnya, saksi segera memberi tau warga sekitarnya dan tak lama kemudian datang salah satu saudara korban dan lmengakui kalau mayat itu adalah adiknya.
“Menurut keterangkan istri korban, sebelumnya sekitar pukul 23.00 WIB korban sempat pulang ke rumah namun hanya mengantarkan sepeda motor, setelah itu korban keluar lagi hingga ditemukan sudah menjadi mayat,” kata Tarigan.
mendapat informasi, jajaran Polsek Kempas dipimpin Kapolsek langsung menuju ke TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap korban. Berdasarkan hasil Visum dokter, ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan, dan saat ini mayat telah disemayamkan oleh pihak keluarga. (mirwan)
Bupati Inhil Negerikan SMK Pekan Tua
Bupati menandatangani prasasti peresmian. Foto: Mirwan
KEMPAS (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan negerikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pekan Tua Kecamatan Kempas bersempena Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj di halaman Kantor Desa Pekan Tua, Sabtu (9/5/2015).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan satu bulan berturut-turut ia melakukan penegerian sekolah setingkat SLTA. Sebulan sebelumnya, Buati juga telah meresmikan SMK yang ada di Kecamatan Kemuning.
“Jika sesuai prosedur dan telah memenuhi syarat akan saya segerakan meresmikan penegeriannya supaya harapan untuk meningkatkan aktivitas di sekolah bisa meningkat, baik itu meningkatkan kedesiplinan, berbagai kegiatan, maupun kelengkapan-kelengkapan sarana belajar,” ujar Wardan.
Pada intinya, SMK tersebut mulai saat ini telah menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dalam pengembangannya. Apalagi katanya, keberadaan SMK di desa Pekan Tua itu dinilainya mendapat dukungan penuh oleh masyarakat setempat, tentu hal ini mempermudah untuk mengembangkannya.
Untuk saat ini, bagi Bupati terdapat satu kondisi yang mesti segera dievaluasi yakni SMK tersebut hanya memiliki 1 guru PNS, selebihnya berstatus honorer. “Yang penting adalah dukungan bersama-sama membangun disemua lini dalam mewujudkan masyarakat sejahtera, termasuklah dibidang pendidikan,” tukas Wardan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D saat dikonfirmasi menjelaskan sampai hari ini sudah 8 SMK di Inhil yang telah dinegerikan, termasuklah SMK Negeri Pekan Tua Kecamatan Kempas.
Kedepan, tidak hanya di Kempas, namun Kadisdik mengupayakan disetiap kecamatan memiliki SMK dan jika telah pantas dinegerikan sesegera mungkin akan dinegerikan oleh Pemkab Inhil. Helmi menyebutkan satu SMK yang mulai digesa pendiriannya yakni SMK di Kateman.
“Hal ini dilakukan agar kualitas proses belajar lebih baik lagi. Harapan lainnya bisa mandiri, khususnya pada SMK di Pekan Tua ini kepada Kepsek maupun guru-gurunya bisa berfikir keluar, seperti di Kempas ini banyak perusahaan yang bisa diajak bermitra dalam mengembangkan dunia pendidikan setempat,” pesannya.
Kepala SMK Negeri Pekan Tua, Abd Rahim mengatakan kepada awak media kalau SMK tersebut sampai hari ini baru memiliki dua juruan yakni pertanian dan pemasaran. Untuk sarana, masih dibutuhkannya pengembangan dari bantuan semua lini, salah satunya laboratorium.(mirwan/advetorial)
SD 022 Kempas Memprihatinkan, Perlu Perhatian Pemerintah
Tembilahan (detikriau.org) – Warga Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir mengeluhkan kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) 022 yang kini sudah sangat memprihatinkan. Mereka berharap agar pihak pemerintah, melalui Dinas Pendidikan dapat segera melakukan perbaikan agar tidak sampai mengganggu jalannya aktifitas belajar mengajar.
Menurut penuturan salah seorang warga Kempas, Oyonk, kerusakan bangunan SD ini sudah cukup lama dirasakan oleh para pelajar. Untuk mendapatkan pendidikan, mereka terpaksa harus rela menuntut ilmu dalam ruang yang sudah tidak layak. Bahkan lebih dikuatirkan sewaktu-waktu bangunan semi permanen ini akan ambruk.
“Harus segera disikapi. Yang jelas dengan kondisi bangunan seperti ini bagaimana murid-murid bisa belajar dengan nyaman. Apalagi kita khawatirkan sewaktu-waktu bisa saja ambruk,” Ujar Oyonk melalui sambungan selularnya, kamis (26/2)
Senada, Kepala Sekolah SD 022 Kecamatan Kempas, Asriadi membenarkan kondisi bangunan sekolah mereka yang sudah sangat memprihatinkan. Karena keterbatasan ruang belajar, mau tidak mau mereka harus tetap mempergunakan rumbel itu untuk menjalankan proses belajar mengajar.
“Yam mau bilang apa lagi, kondisinya memang sangat memprihatinkan. Agar dapat dimanfaatkan, kita terpaksa memanfaatkan dana BOS untuk melakukan perbaikan seadanya,” Jawabnya dikomfirmasi melalui sambungan selular, jum’at (27/2)
Bahkan menurut Asriadi yang mengaku baru menjabat sebagai Kepsek SD 022 sekitar tiga bulanan ini, untuk ruang kantor sekolah, mereka kini terpaksa harus menumpang diruang pustaka.
“Kemaren, ya bulan ini juga, saya sudah menyampaikan kondisi bangunan sekolah ini kepada pihak pemerintah. Kita juga berharap agar dapat segera dilakukan perbaikan.” Harapnya.
Dari pantauan, kondisi bangunan sekolah yang memiliki 142 orang siswa dengan 7 orang guru PNS dan 4 orang guru honorer ini memang sudah tampak rapuh dihampir semua sisi bangunan. Pada bagian lantai yang terbuat dari papan itu sduah banyak yang berlubang dan sebahagian besar sudah jelas tampak lapuk. Bagian dinding yang dibangun dengan kawat plasteran itu juga sudah tampak banyak yang berlubang. Belum lagi bagian atap dan bahkan pondasi bangunan juga sudah tampak rapuh. Sementara, perlengkapan sekolah seperti meja dan kursi belajar sudah banyak yang patah dan tidak bisa lagi dipergunakan akibat dimakan usia.
Memang dikhawatirkan dengan kondisi seperti ini bukan tidak mungkin sewaktu-waktu bangunan akan ambruk.(dro)
Tertimpa Kayu, Tug Boat Asenho Tenggelam
Kempas (detikriau.org) –Tug Boat Asenho 296 yang di nahkodai TB Pakpahan tenggelam, setelah tertimpa ratusan kayu cip ketika bersandar di salah satu sisi tongkang di perairan Indragiri Desa Bayas Kecamatan Kempas.
Dikatakan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kasat Polair AKP Supendi mengatakan bahwa saat kejadian 8 anak buah kapal (ABK) sedang berada di sekitar tug boat malang tersebut.
“Untungnya tidak ada korban jiwa. Sesaat sebelum kejadian para ABK berhasil menyelamatkan diri,” kata Supendi, Rabu (7/1).
Dugaan sementara, kecelakaan tersebut akibat kelalaian nakhoda. Karena tidak terdapat unsur kriminal, Polair menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwenang seperti Syehbandar.
Menurut informasi, sebelumnya tug boat ini akan menarik Tongkan Java Sea Horse. Karena sesuatu dan lain hal, nakhoda mengarahkan tugboat untuk merapat ke bagian sisi tongkang yang sarat dengan muatan kayu.
“Serkitar 00.30 WIB tongkang terlihat miring karena ditimpa kayu, hingga akhirnya tenggelam setelah tak mampu menopang beban itu,” katanya. (dro/*1)
Boleh Melarang, Tapi Harusnya Disertai Solusi
Kempas (detikriau.org) – Kepala SDN 01 Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas, Abdul Mutalib meminta kepada Dinas Pendidikan Inhil untuk menyertakan solusi jika memberikan pelarangan terhadap kebijakan yang sudah diputuskan pihak sekolah.
Pungutan uang raport itu menurutnya merupakan hasil kesepakan dalam rapat komite sekolah, dan memang sudah dijalankan.
“Gagasan pungutan itu saya sampaikan dalam rapat komite dan disetujui. Tapi sekarang sudah dibatalkan, kini kami terpaksa mencari solusi lain. Yang terpenting kita tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi siswa siswi kami,” sampaikan Abdul Mutalib kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, ahad (7/12/2014)
Ditambahkannya, jika mengikuti saran disdik daripada melakukan pungutan akan lebih baik menyerahkan raport siswa tanpa sampul, ia menilai tidak wajar diberlakukan pada sekolah formal apalagi pada sekolah negri.
Dalam waktu dekat pihak sekolah bersama komite menurutnya akan kembali agendakan rapat. Jika memang kas sekolah tersedia, minimal raport diberikan dengan mempergunakan map.
“Harusnya jika ada pelarangan atas kebijakan yang sudah diambil pihak sekolah, sertakan juga dengan solusi.” Tandasnya. (mirwan)
Tingkatkan Produksi padi, DTPHP Inhil Lakukan Tanam Serentak Sistim Jarwo di Kempas
Kadis TPHP Inhil, Wiryadi (dua dari kanan) lakukan tanam serentak sistem jarwo di kempas
Tembilahan (detikriau.org) – Tingkatkan produksi padi, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan tanam serentak dengan sistem jajar legowo (Jarwo) di Desa Kempas Jaya Kecamatan Kempas. Sabtu (22/11/2014)
Menurut Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi Umar, populasi tanam jarwo dengan jarak tanam 25×25 cm dibagi dalam tiga populasi yakni, 1:2 dengan 300.000 rumpun/Ha, 1:3 dengan populasi sebesar 260.000/ha dan 1:4 dengan populasi sebanyak 200.000 rumpun/ha.
“Model tanam Jarwo ini jumlah rumpun tanam lebih banyak serta dapat meminimalisir dampak serangan hama tikus disaat tanaman tumbuh,” Terang Wiryadi.
Ditambahkan mantan kepala kantor Inpektorat Inhil ini, disamping beberapa keunggulan itu, tanam serentak juga dapat memotivasi petani dan kelompok tani untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur disekitar persawahan.
Dalam kesempatan itu, Wiryadi juga berharap kepada seluruh jajaran DTPHP Inhil untuk mampu dan memberikan dorongan motivasi kepada petani dan kelompok tani untuk segera bekerja turun kesawah menamam padi termasuk tanaman sela seperti cabe dan sayur-sayuran. Jika ini bisa segera dilakukan tentu akan dapat mengantisipasi dan menekan lajunya inflasi pada sub sektor tanaman pangan sebagai dampak harga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) karena pengalihan subsidi ke sektor produktif termasuk di kelompok tani.
Petani juga diminta untuk tidak terus meratapi, putus asa apalagi sampai lemah semangat untuk bercocok tanam padi, cabe dan berbagai sayur-sayuran lainnya akibat kenaikan BBM tetapi harusnya dapat merebut berbagai peluang yang ada akibat kenaikan harga BBM ini melalui upaya peningkatan produksi padi dan tanaman lainnya.
“Insyaallah kedepannya program pusat akan semakin pro petani, peduli petani sebagai sektor basisi di Inhil melalui tahap pemberian subsidi BBM untuk penggunaan alsintan.
“Kecamatan Kempas merupakan sumber sentral padi di Kab Inhil. Hal ini tidak terlepas dari peran serta Camat Kempas dan Lurah Kempas yang selalu mendampingi petani dilapangan apabila mendapat kendala,” Puji Wiryadi.
Kegiatan tanam serentak jarwo ini diikuti oleh Kelompok tani setya Karya, Pasundan, Pariangan, Ingin Makmur dan Tri Tunggal. Kelompok tani ini diharapkan dapat dijadikan contoh oleh kelompok tani lainnya dalam penerapan tanam ip 200.(dro/adv pemkab inhil)