KORPRI Kecamatan Kempas Tutup Rangkaian Kegiatan HUT PGRI ke-71 dan Hari Guru Nasional Tahun 2016 Dengan Jalan Santai

Kempas, detikriau.org – Jalan santai yang diikuti seluruh anggota KORPRI se Kecamatan Kempas menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT PGRI ke-71 dan Hari Guru Nasional Tahun 2016 di Kecamatan Kempas.

Kegiatan yang juga dihadiri Camat Kempas R.Arliansyah, SE, ME, jajaran Polsek Kempas dan Babinsa Kelurahan Kempas Jaya beserta lapisan masyarakat ini di pusatkan di Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas, senin (28/11/2016)

Menurut Ketua Panitia, Razali, S.Pd, seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam Rangka untuk memeriahkan HUT PGRI ke-71 dan Hari Guru Nasional ini bertujuan  dalam rangka membina dan meningkatkan solidaritas serta menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan sesama anggota PGRI.

Selain itu juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan sifat, sikap, dan perilaku sportif dengan keseimbangan antara fisik dan mental dalam upaya peningkatan kualitas profesi.

“disamping juga tentunya bertujuan meningkatkan tali silaturahmi antara sesama anggota PGRI, anggota Korpri, serta antara PGRI Kecamatan Kempas dan pemerintahan Kecamatan Kempas serta mendekatkan diri dengan masyarakat.” Ujar Razali

Seluruh rangkaian kegiatan HUT PGRI Ke 71 dan Hari Guru Nasional Tahun 2016 ini ditutup oleh Camat Kecamatan Kempas, R.Arliansyah, SE, ME.

Camat  Kempas juga ikut melakukan pencabutan kupon berhadiah Jalan Santai serta menyerahkan hadiah kepada peserta yang beruntung berupa, Kulkas, Kompor Gas, Dispenser dan 50 bingkisan hadiah hiburan.

HUT PGRI Ke-71 dan Hari Guru Nasional Tahun 2016 di Kecamatan Kempas sebelumnya diisi dengan rangkaian berbagai-macam perlombaan olahraga dan kegiatan dibidang keagamaan.

Kegiatan tersebut seperti Bola Volly, Tenis Meja, baca Puisi, Baca Seni Tilawah yang pesertanya di ikuti oleh seluruh guru dan masyarakat di Kecamatan Kempas./ yonk/*




Pria Gangguan Jiwa Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Kelapa

KEMPAS (detikriau.org) – Suyatni (27) meninggal dalam kondisi gantung diri di Pohon Kelapa, Jum’at (9/9/2016) petang. TKP tersebut tepat di belakang rumahnya di Blok J Dusun Suka Jadi Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas.

Menurut informasi dari kepolisian, saksi pertama yang melihat adalah orang tua korban sendiri, Tukipo. Saat itu, sekitar pukul 18.30 WIB si saksi sedang mencari korban di dalam rumah namun tidak ada.

Kemudian ia mencari  ke belakang rumah dan sontak membuatnya kaget, pasalnya ia melihat korban sudah tergantung dengan tali nilon yang diikat ke batang pohon kelapa dalam keadaan telanjang.

Melihat hal tersebut, saksi inipun memotong tali dengan menggunakan gergaji dan meletakkan korban ke tanah, saat itu kondisi korban tidak bernyawa lagi.

Dan waktu itu juga, orang tua korban ini meminta pertolongan kepada warga sekitar. Tak lama kemudian, sejumlah masyarakatpun berdatangan dan langsung dibawa untuk dilakukan pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas setempat.

“Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya ada bekas jeratan pada leher korban,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Sabtu (10/9/2016).

Berdasarkan keterangan keluarga korban, lanjut Paur Humas, pria itu sedang menderita gangguan jiwa sejak tahun 2009. Bahkan secara rutin, korban secara terus-menerus mengkonsumsi obat dari Pustu Rumbai Jaya pada penyakit yang dideritanya./mirwan




Parkir Motor di Teras, Maling Tergoda Bawa Kabur Motor FU Warga Kempas

Teras rumah tempat korban memarkir motor FU miliknya
Teras rumah tempat korban memarkir motor FU miliknya

KEMPAS (detikriau.org) – Sepeda motor merk Suzuki FU 150 SCD bernomor polisi BM 5860 VE raib dibawa kabur OTK dari teras rumah korban di Mekar Sari Kelurahan Kempas Jaya, Rabu (31/8/2016).

Korban, Jun (22) saat itu pulang ke rumah sekitar pukul 00.00 WIB hendak istirahat. kemudian sekitar pukul 03.00 WIB dibangunkan oleh Abang kandung korban, Joko dan memberitahukan bahwa kendaraan berwarna hitam kombinasi putih tersebut sudah lenyap.

Merasa panik, korbanpun langsung melakukan pencarian dan bertanya-tanya kepada tetangga sekitar, tetapi hasilnya tetap nihil.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 8,5 juta, saat ini kasus ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Kempas,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Kamis (1/9/2016)./ Mirwan




Euro 2016, Ratusan Warga Kempas Jaya Nobar dan Gelar Game Berhadiah

KEMPAS (detikriau.org) – Ratusan warga Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola Euro 2016, Rabu (15/6/2016) malam.

Demi memeriahkan kegiatan itu, warga setempat juga menselaraskan dengan berbagai hiburan game dan undian berhadiah yang dipersembahkan dari Super Soccer.

Hebatnya, nyaris seluruh penonton kedapatan kursi dan sudah ditempat dengan tata letak yang cukup rapi. Pasalnya, bagi pendukung salah satu antara kedua laga tersebut telah disesuaikan dengan posisi kelompok pendukung salah satu negara.

“Acara ini dibuat berbeda, sebab semua warga bisa ikut nonton di tempat terbuka. Terlebih lagi kami menyediakan tempat duduk bagi masing-masing pendukung kedua tim sepak bola tersebut,” ujar Ketua Pemuda Kempas Jaya, Fahruddin kepada detikriau.org

Selain itu lanjutnya, acara tersebut juga diisi dengan hiburan live music yang menampilkan band lokal asal kota Rengat Kabupaten Inhu. Dan ini ditampilkan menjelang berlangsungnya pertandingan.

Sementara itu, Deputi Marketing Super Soccer Rengat mengatakan bahwa Nobar tersebut bertujuan untuk melakukan pembinaan komunitas kepemudaan Kempas Jaya sebagai Mitra Super Soccer dan mempererat persatuan pemuda Kempas Jaya.

“Kami juga menyediakan hadiah bagi game penendang jitu yang bernilai jutaan rupiah,” tuturnya./mirwan

 




Nyaris Terlantar, Wanita Lansia Ini Dapatkan Pertolongan Warga

Warga bergotongroyong memperbaiki rumah kediaman nenek
Warga saat memperbaiki rumah kediaman nenek Sumiati secara bergotong-royong

KEMPAS (detikriau.org) – Sumiati (70) warga RT 015 RW 04 Dusun Mekar Serumpun Desa Danau Pulai Indah Kecamatan Kempas sontak menjadi perhatian para tetangga. Pasalnya, wanita lanjut usia ini nyaris terlantar karena tak mampu lagi membiayai kebutuhan pokok.

Jangankan untuk keperluan sekunder dan tersier, keperluan primer sebagai penyambung hidup saja jauh terbilang sulit.

Dalam kesehariannya, wanita ini ditemani seorang cucu yang masih duduk di bangku SMP. Sumber pendapatan sehari-hari adalah sebagai pedagang kecil-kecilan dan kini dikabarkan mengalami kebangkrutan.

Disamping omset menurun, terkurasnya perekonomiannya juga disinyalir atas kewajibannya untuk membayar hutang di koperasi jalanan yang di pungut setiap harinya serta membayar sewa warung. Padahal untung yang didapat setiap harinya hanya cukup untuk mengganjal perut.

Bahkan dikabarkan, nenek ini selalu menangis karena hanya bisa pasrah untuk kelanjutan hidupnya beserta pendidikan cucunya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dusun Merak Serumpun, Kasun Yusni langsung mengumpulkan ketua RW dan RT setempat untuk berembuk guna membantu nasib Sumiati.

Alhasil, seluruh pengurus RT dan RW beserta warga setempat bersepakat membantu. Langkah awal, warga berswadaya  mengumpulkan sumbangan berupa papan, seng dan teriplek bekas untuk membangunkan rumah tempat tinggal berukuran 3×4 meter.

“Untuk kebutuhan bahan kayu bloti disediakan oleh seorang pengusaha bangsal kayu di sini atas nama H Khairani,” kata Kepala Dusun, Sabtu (7/5/2016).

Pekerjaan pembangunan rumah tersebut sudah dimulai kemarin, Jum’at (6/5) dan kini progres pembangunannya sudah mencapai 65 persen.

Sedangkan Sumiati sendiri, sementara waktu ditempatkan di salah satu rumah warga dan diberi pekerjaan sebagai buruh upah jasa membelah pinang.

Dalam hal ini, warga setempat berharap ada bantuan dari berbagai pihak yang dikucurkan untuk kebutuhan Sumiati dimasa yang akan datang./ Mirwan




Warga Sungai Gantang ditemukan Tewas Gantung Diri

” Polisi Akui Belum Ketahui Motif dibalik Peristiwa Ini”

KEMPAS (detikriau.org) – Halim (42) warga Dusun Rumbai Sejuk Desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas ditemukan tak bernyawa dengan posisi gantung diri di teras kediamannya, Minggu (1/5/2016) sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut informasi dari kepolisian, jasad korban awal mulanya diketahui oleh anaknya Nur Hikmawati (23) sepulang melaksanakan shalat Zuhur di Masjid terdekat.

“Melihat tubuh bapaknya tergantung, sontak saksi berteriak meminta pertolongan sehingga datang beberapa saksi lainnya,” kata PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil) IPTU Warno Akman.

Setelah saksi lain berdatangan, korban pun langsung diturunkan dari gantungan dan dibawa ke Puskesmas Sungai Salak Tempuling untuk dilakukan Visum.

Dari hasil visum dinyatakan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia pada saat sampai ke Puskesmas. Ditubuh korban juga tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan serta dibagian leher korban terdapat jelas bekas jeratan tali nilon dan pada bagian kemaluan korban mengeluarkan cairan sperma.

“Sampai saat ini, motif korban gantung diri belum diketahui,” tutup Warno./ Mirwan