di Inhil, Kec Kemuning Pegang Catatan Harga Jual TBS Sawit Tertinggi

sawitTEMBILAHAN (detikriau.org) – Harga jual tertinggi Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Kab Inhil tercatat di Kecamatan Kemuning. Sedangkan harga terendah terjadi di kawasan pesisir Inhil seperti Kecamatan Pelangiran dan Batang Tuaka.

“harga tertinggi sebesar Rp 1600 sedangkan terendah Rp 600,” Sampaikan Kepala Dinas Perkebunan Inhil, Mukhtar T melalui Kasi Promosi Pemasaran Hasil, Sri Wahono, Kamis (13/11).

Rendahnya harga TBS sawit di kecamatan kawasan pesisir Inhil itu dinilainya lebih disebabkan oleh sulitnya sarana tranportasi yang berimbas pada tingginya biaya pengangkutan.

“Daerah itukan transpotasinya sulit. Untuk mengangkut hasil panen harus menggunakan kendaraan laut dan sungai. Sehingga biaya transportasi lebih tinggi bila dibandingan dengan daerah kawasan Selatan” katanya.

Secara rata-rata, harga TBS kelapa sawit di Negeri Sri Gemilang ditambahkannya berapa pada kisaran Rp 900 hingga 950 per Kg. Meski demikian, harga ini tidak dapat dipastikan stabil. Pasalnya harga-harga tersebut terus berfluktuasi. Semua tergantung dengan kondisi dilapangan dan permintaan pasaran. (dro/*1)

 




Harga TBS Kelapa Sawit di Inhil Naik Tipis

kebun+Kelapa+Sawit+(1)TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam beberapa hari belakngan ini harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Inhil mengalami kenaikan. Meski naik tipis, masyarakat tetap bersyukur. Mereka berharap  harga TBS akan semakin mengalami kenaikan.

“Naiknya Cuma Rp 50 rupiah per kilogram. Meski demikian kami patut bersyukur dan berharap kenaikan ini akan terus terjadi,” ujar Agus, Rabu (17/9).

Sebelumnya, menurut Agus, harga jual TBS hanya Rp 750 per kilogram. Namun dalam beberapa hari ini mulai mengalami kenaikan menjadi Rp 800 per kilogram.

Dikomfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Inhil, H Mukhtar T, menyebutkan bahwa permintaan minyak dipasaran dunia menjadi salah satu factor naik atau turunnya harga TBS kelapa sawit

“ faktor lain seperti biaya administrasi, biaya angkut, biaya olah, biaya penyusutan, volume produksi dan perdagangan. Sehingga pemerintah daerah tak memiliki kempuan untuk menetapkan harga jual TBS kelapa sawit.”Ujar Mukhtar. (dro/*1)




Ditingkat Petani, TBS Sawit Dibandrol Rp 4 hingga 6 ratus per kilo

sawitTEMBILAHAN (detikriau.org) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ditingkat petani masih dipatok Rp 600 an per kilo gram. Harga ini relative stabil sejak terjadinya penurunan beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini belum ada kenaikan yang berarti. Setelah kami kalkulasikan rata-rata harga sawit hanya Rp 600 per Kg,”ungkap Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Muktar T kepada detikriau.org, Rabu (10/9).

Bahkan untuk daerah tertentu, harga TBS sawit hanya berkisar Rp 400 per Kg. kondisi ini memang sangat dikeluhkan para penati yang hanya menggantungkan hidup dari hasil komoditi sawit.

“Kalau dibagian dalam, seperti Kecamatan Batang Tuaka harganya lebih murah. bisa dibawah harga rata-rata,”katanya.

Tak kunjung membaiknya harga TBS kelapa sawit juga dirasakan langsung oleh Agus, petani asal Kecamatan Kempas. Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan merosotnya harga TBS kelapa sawit. Antara lain sebagai perusahaan penampung banyak memiliki kebun sendiri.

“Kalau saya rasa penyebabnya buah TBS kelapa sawit ditingkat petani banyak, pembeli kurang. Karena rata-rata perusahaan sudah memiliki kebun sendiri, oleh sebab itu mereka tidak bergantung dengan petani,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat mencarikan solusi kongrit supaya harga TBS kelapa sawit bisa normal seperti biasa. Minimal kata Agus harga TBS kelapa sawit bertahan Rp 1000 per Kg. kalau dibawah itu, petani masih kesulitan menutupi kebutuhan hidup.(dro/*1)




PT BPLP Sepakati Naikan Nilai Ganti Kerusakan Kelapa Rakyat di Tiga Kecamatan

“dari Rp 49 ribu perbatang naik menjadi Rp 100.000”

hama kumbangTembilahan (detikriau.org) – Meski melalui perundingan yang cukup alot dengan Pemkab Inhil, PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP) akhirnya menyepakati untuk menaikkan nilai ganti kerugian perkebunan kelapa rakyat ditiga Kecamatan (Enok, Reteh dan Keritang-red) yang rusak akibat serangan hama kumbang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Inhil, HM Wardan melalui Asisten II Setdakab Inhil, H Fauzan Hamid melalui selularnya, rabu (13/8/2014)

“Perusahaan sudah sepakat untuk menaikan uang pengganti Rp 100 rb perbatang. Sedangkan untuk masyarakat yang mengingkan lahannya ditanami kelapa sawit, perusahaan menawarkan pola kemitraan dengan kepemilikan lahan 100 persen,” Sampaikan Fauzan.

Dengan pola kemitraan yang ditawarkan, selama empat tahun sebelum kebun kelapa sawit berproduksi, warga juga diberikan kesempatan untuk ikut bekerja dan mendapatkan gaji dari perusahaan.

“Syaratnya PT BPLP hanya meminta setelah kebun warga berproduksi hasilnya harus dijual kepada perusahaan. Saya kira hal tersebut tidak masalah yang penting sesuai dengan harga pasar,” tambah fauzan

Keputusan ini menurut fauzan adalah kesepakatan final antara Pemkab Inhil dengan PT BPLP. Ia berharap masyarakat akan menerima. Namun jika warga tidak juga menerima, fauzan mempersilahkan untuk menempuhnya melalui jalur hukum.

Salah seorang Kuasa Hukum Petani tiga kecamatan, Zainuddin mengaku senang dengan adanya kesepakatan tersebut. Zainuddin mengaku puas dengan hasil kesepakatan yang menurutnya sesuai denga kerugian yang dialami warga selama ini.

Untuk diketahui, sebelumnya perusahaan hanya bersedia memberikan kompensasi ganti-rugi sebesar Rp 2,5 miliar bagi lebih kurang 51 ribu tanaman kelapa masyarakat sedangkan untuk tanama kelapa dalam yang rusak dan dilakukan penanaman kembali oleh perusahaan sampai berproduksi dengan tanaman kelapa sawit, disyaratkan biaya investasi pembangunan tanaman kelapa sawit ini ditanggung petani setelah tanaman menghasilkan,”katanya.

“yang jelas atas nama masyarakat kita menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Inhil atas semua upaya yang telah dilakukan.” Tandasnya. (Ahmad Tarmizi)