3 Warga Pelangiran Disambar Petir di Keritang, 1 diantaranya Tewas

Tembilahan (detikriau.org) – Nasib malang dialami 3 orang petani asal Lubuk Kempas Kecamatan Pelangiran. Bagaimana tidak, ketiganya disambar petir saat diperjalanan menggunakan pompong di Kuala Parit Celong Desa Pangalehan Kecamatan Keritang, Jum’at (20/5/2016) kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketiga korban itu adalah Said (55), Herman (35) dan Muhamad Sayuti (68). Berdasarkan informasi dari kepolisian, Akibat kejadian itu, Said dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan kedua rekannya dirawat di Puskesmas Desa Pengalihan.

“Pada saat ketiga korban dalam perjalanan dari Desa Lubuk Kempas dengan menggunakan motor pompong yang bermuatan kelapa bulat. Setibanya di TKP kondisi cuaca dalam keadaan hujan lebat, tiba- tiba ketiga korban tersambar petir,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik. /Mirwan




Sekali Tabrakan, 6 Orang Masuk Rumah Sakit

Gbr Ilustrasi: gresnews.com
Gbr Ilustrasi: gresnews.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kecalakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di depan Kantor DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (23/3/2015) kemaren. Naasnya, kecelakaan itu mengakibatkan 6 orang masuk Rumah Sakit.

Dari 6 orang tersebut, diantaranya 2 Wanita, 1 remaja dan 3 anak-anak. Dimana pada saat itu seorang wanita berinisial TT (31) mengendarai sepeda motor dengan membonceng 2 sanaknya yang masih berumur 5 dan 1 tahun serta seorang sanaknya yang sudah dewasa berumur 24 tahun.

Menurut keterangan kepolisian, TT datang dari jalan SKB menuju ke Jalan Prof M Yamin. Sebelum sampai ketujuan yang dimaksud, kendaraan TT malah bertabrakan dengan sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang remaja Ha (19) yang berboncengan dengan seorang bocah Fi (6) dengan arah yang berlawanan sekitar pukul 19.30 WIB.

“Saat itu juga keenam korban Lakalantas langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan,” kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kasat Lantas AKP Ahmad Salmi.

Akibat kecelakaan ini lanjut Salmi, TT mengalami luka robek di kepala bagian kening sebelah kanan dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, begitu juga dengan korban lainnya masing-masing mengalami luka lecet dibeberapa bagian tubuhnya.

“Ada juga yang mengalami luka lecet pada bagian tangan, bahkan ada juga yang luka memar pada bagian kepala,” tukasnya.(mirwan)




Tabrakan maut, Warga Kemuning Kehilangan Nyawa

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Terlibat kecelakaan lalulintas kendaraan bermotor roda dua, Hendra Gunawan Silaban (22) warga Simpang Granit, Kecamatan Kemuning, mengalami luka parah hingga tewas, Sabtu (1/11) sekitar pukul 18.00 WIB.

Keterangan pihak kepolisian, saat kejadian korban mengendarai Honda Supra X 125. Sesampainya di Jalan Lintas Timur, Dusun Ojolali, Desa Keritang, Kecamatan Kemuning, kecelakaan tak bisa terhindarkan sepeda motor korban bertabrakan dengan Angi Hermawan (18).

“Ke dua pengendara terpental hingga beberapa meter dari lokasi tabrakan. Naas, nyawa Hendra  tak dapat diselamatakan korban, akhirnya meninggal karena mengalami luka serius sehingga banyak membeluarkan darah. Sementara lawanya, Anggi mengalami luka berat sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Pematang Reba, Rengat.” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno, Akman, Ahad (2/11)

Dipaparkan paur Humas, berdasarkan keterangan saksi, sesaat sebelum kejadian Anggi berusaha mendahului Mobil Colt Disel. dari arah berlawanan tiba-tiba saja datang korban, sehingga tabrakan tak dapat dihindarkan dan mengakibatkan korban meninggal.

Saat ini barang bukti berupa 2 unit kendaraan roda dua yang terlibat kecelakaan saat ini sudah diamankan di unit Lantas Polsek Kemuning.(dro/*1)




Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Pendidikan. Butuhkan Perhatian Pemerintah

Kondisi ruas jalan Pendidikan Tembilahan yang dipenuhi lumpur dan lubang mengangga yang rawan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan. warga berharap pemkab inhil untuk segera melakukan perbaikan.TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga jalan pendidikan Tembilahan mengeluh, pasalnya, hingga saat ini sepanjang ruas jalan itu kondisinya semakin memprihatinkan. Warga berharap pihak pemerintah kabupaten segera melakukan perbaikan minimal penimbunan.

“kondisi jalan rusak seperti ini sudah cukup lama kami alami. Pastinya, awal kerusakan ini lebih disebabkan adanya mobilisasi material pembangunan proyek multiyear, gedung UNISI dan Islamic Centre. Setelah rusak seperti ini, kami warga sekitar yang ketimpaan apesnya,”Ujar Iwan menyampaikan keluhan kepada detikriau.org di Tembilahan, rabu (2/1/2013)

Kondisi ruas jalan Pendidikan Tembilahan yang dipenuhi lumpur dan lubang mengangga yang rawan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan. warga berharap pemkab inhil untuk segera melakukan perbaikan.
Kondisi ruas jalan Pendidikan Tembilahan yang dipenuhi lumpur dan lubang mengangga yang rawan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan. warga berharap pemkab inhil untuk segera melakukan perbaikan.

Ditambah Iwan, sebagai masyarakat, mereka pasti mendukung apapun kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah, hanya saja ia berharap, pelaksanaan pembangunan setidaknya juga memperhatikan lingkungan.” Kerusakan jalan ini tentu menghambat aktifitas kami, dalam satu bulan ini, saya sudah dua kali terjatuh karena jalanan licin dan berlumpur. Kami minta tolong pemerintah untuk lakukan perbaikan setidaknya ditimbun agar kami sedikit bisa beraktifitas dengan normal,” Harap Iwan.

Pantauan, kerusakan jalan pendidikan ini memang sudah cukup lama terjadi, mulai dari pertigaan jalan Baharudin Jusuf hingga depan Kantor Bulog, kondisi jalan memang sangat memprihatinkan. Disaat musim penghujan seperti saat ini, jalanan berlumpur dan dipenuhi kubangan berair yang pastinya akan menyebabkan kerawanan bagi pengguna jalan.(dro/*0)