“anda memasuki area full DEBU selamat menikmati”

Tembilahan (www.detikriau.org) — Iklan unik yg terpampang di jalan makam pahlawan Kecamatan Tembilahan Hulu bertuliskan “anda memasuki area full DEBU selamat menikmati” terasa sangat lucu dan mengundang senyum, entah siapa yg memasang, tak ada yg tau. Menurut masyarakat setempat, sindiran yang terpajang pada sepotong triplek bekas ini lebih kepada ungkapan rasa kekecewaan atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.

“Sekedar sindiran aja bang. Kami masyarakat juga tidak mengerti harus mengadu kemana. Barangkali saja ada pejabat yang melewati badan jalan ini dan terketuk hatinya,” Ungkap ujang ketika ditemui di lokasi. Ahad (19/5)

Menurut pemberitaan di beberapa media, kata Ujank, ia mendapatkan informasi bahwa ruas jalan ini termasuk jalan Provinsi dan pihak Provinsi yang berkewajiban untuk melakukan perawatan ataupun perbaikan. Namun sebagai masyarakat kecil, ujang katakan tidak memahami aturan yang pasti. “Terserahlan. Kami masyarakat tak memahami. Yang jelas, dengan kondisi jalan seperti ini setiap harinya anak dan istri kami harus rela disuguhi debu,” Sindir Ujang.

Wati, warga setempat juga merasa harus menambah kerja ekstra membersihkan rumah dari debu. Ia juga merasa khawatir, jika tidak segera diperbaiki,lambat laun kesehatan masyarakat juga akan terganggu.”apalagi debunya sampai menempel didagangan kita. Akibatnya rezky kami menurun karena pembeli enggan untuk mampir,” Keluh Wati.

Berdasarkan pantauan, pengendara yang melintasi ruas jalan ini bukan saja harus rela disuguhi kepulan debu. jika tidak berhati-hati, kerusakan badan jalan yang menimbulkan lubang mengangga juga rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Bahkan menurut penuturan warga setempat, kejadian laka lantas akibat kerusakan jalan ini bukan satu atau dua kali terjadi .

“Entah kemana mata wakil rakyat kita bang. Kasian tu para pahlawan yang lagi istirahat. Sanggup korbankan nyawa untuk memerdekan negri ini, namun sayangnya, dikuburpun kini juga terpaksa harus menutup hidung  agar tidak menghirup debu,”Ucap seorang pengendara jalan sambil tersenyum dan berlalu. (dro/Anto)

 

 




Hati-Hati. Jalan Pekan Arba Banyak Ranjau!

Graphic1Tembilahan (www.detikriau.org) – Warga Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan mengeluhkan perbaikan ruas jalan Pekan Arba yang kini sedang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Pasalnya, pekerjaan yang dinilai  tidak memikirkan keselamatan pengguna jalan ini sudah beberapa kali menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas.

“Kurang lebih sejak seminggu yang lalu saat awal perbaikan jalan ini dilakukan, setahu saya sudah dua kali terjadinya kecelakaan lalulintas. Yang terakhir terjadi dua hari yang lalu, akibat suasana malam yang gelap ditambah tidak adanya lampu penerang jalan, seorang pengendara kendaraan roda dua terjungkal saat berusaha mengelakkan lubang jalan. Akibatnya, kendaraannya ringsek serta bagian wajah dan beberapa bagian tubuh pengendara berdarah akibat luka,” Tutur seorang warga Jalan Pekan Arba, Ahad (12/5)

Ia mengaku sebenarnya sangat gembira dengan perbaikan jalan yang dilakukan. Hanya saja, proses pengerjaan yang dinilainya kurang direncanakan dengan baik serta kurang memperhatikan keselamatan pengguna jalan ini tentunya menimbulkan keluhan masyarakat.

Keluhan senda juga disampaikan Aman, warga jalan Pekan Arba lainnya ketika ditemui di lokasi. Aman berpendapat, seharusnya penggalian badan jalan yang menimbulkan lobang mengangga ini dilakukan secara bertahap. Usai digali, pekerjaan penimbunan sesegera mungkin dilakukan. “Keadaan seperti ini tentunya sangat rawan untuk terjadinya kecelakaan lalin. Apalagi papan peringatan yang terpasang sangat minim.” Ujar Aman sambil berharap kondisi seperti ini harus mendapatkan perhatian segera dari pihak rekanan pelaksana dan Dinas terkait.

Berdasarkan pantauan dilapangan, lubang mengangga dibadan jalan beraspal hotmix ini memakan lebih dari separo ruas jalan. Dalam situasi terang benderang disiang hari saja, kalau kurang hati-hati, sangat mungkin akan menimbulkan kecelakaan lalin apalagi disaat malam hari.

Disepanjang ruas jalan Pekan Arba yang saat ini sedang dilakukan perbaikan, detikriau.org tidak mendapati adanya lampu penerangan jalan. Ditambah lagi papan peringatan yang dipasang pihak pelaksana pekerjaan memang sangat minim.(dro)




Tumpukan Material Bangunan di Badan Jalan, Diminta Pemkab Berikan Sanksi Tegas

Ilustrasi Gambar, rtc
Ilustrasi Gambar, rtc

Tembilahan (www.detikriau.org) – Aktivitas penumpukan material bangunan dibadan jalan semakin menimbulkan keresahan . masyarakat khawatir jika tidak ada tindakan tegas, aktivitas ini pada akhirnya akan semakin menimbulkan kerugian pengguna jalan dan cenderung menjadi penyebab timbulnya kecelakaan lalu lintas.

“Kita nilai semakin hari penumpukan material ini semakin terkesan seenaknya. Dengan ruas jalan dalam kota Tembilahan yang terbilang sempit ditambah semakin padatnya arus lalulintas, kondisi ini sangat riskan akan menjadi penyebab timbulnya kecelakaan,” Ungkap Usman, seorang warga Tembilahan Kota menyampaikan keluhan melalui detikriau.org, Kamis (18/4)

Kata Usman, sebelum aktivitas yang jelas sangat tidak mengindahkan aturan ini semakin menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan harusnya segera ditertibkan. Jika ini tidak segera dilakukan, masyarakat akan menilai aparatur berwenang terkesan tutup mata dan tidak becus menjalankan fungsinya.

Permintaan hampir senada juga disampaikan oleh warga Tembilahan lainnya, Indra. Ia juga berharap, pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui aparatur terkait untuk segera turun tangan.”Siapa lagi yang harus melakukan penertiban kalau bukan pihak pemerintah. Jangan apa yang seharusnya sudah jelas-jelas menimbulkan gangguan dimasyarakat ini hanya dibiarkan. Harus ada sanksi yang cukup tegas,” Pinta Indra dengan suara keras.

Berdasarkan pantauan, Kamis (18/4), penumpukan material bangunan disepanjang badan jalan ini bukan terjadi di satu atau dua lokasi. Seperti aktivitas pembangunan sebuah ruko di Jalan Abdul Manaf, sudahlah material bangunan menumpuk juga terlihat puluhan buruh bangunan juga terlihat dengan seenaknya mempergunakan badan jalan sebagai areal kerja seperti pengadukan campuran beton tanpa memperhatikan kepentingan pengguna jalan lainnya.

Hanya berjarak lebih kurang lima puluhan meter di ruas jalan yang sama, detikriau.org juga menyaksikan setumpuk material pasir berserak dan hampir memakan seperempat lebar ruas jalan. Dijalur jalan searah, tepatnya di Jalan Batang Tuaka, material bangunan juga terlihat menutupi sebahagian ruas jalan. Jika memang tidak ada penertiban dengan sanksi yang mampu memberikan efek jera, perilaku yang jelas sangat merugikan pengguna jalan ini sangatlah mungkin suatu saat akan menjadi penyebab terjadinya lakalantas. (dro)




Sepanjang 2012, 20 Nyawa Melayang di Jalan Raya

Kecelakaan lalu lintas
Kecelakaan lalu lintas

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Terhitung sejak januari hingga desember 2012, Polres Inhil mencatat sebanyak 45 kasus Kecelakaan lalu lintas (Laka lalin) dan 20 korbannya meninggal dunia.

Selain korban meninggal, 24 korban lainnya mengalami luka berat dan 34 mengalami luka ringan dengan total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 64 juta lebih. Kedepan untuk meminimalisir terjadinya laka lalin, Satlantas Polres Inhil akan lebih menggitakan sosialisasi dan impelmintasi UU No.2 tahun 2009.

“Agar tumbuhnya kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan, Kita akan terus melakukan sosialisasi undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan. Kita yakin, kalau kesadaran masyarakat sudah tumbuh sejak dini maka hasilnya angka kecelakaan dan pelanggaran lalin akan menurun dengan sendirinya,” ujar Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Karyono.(dro/*1)




TABRAKAN MAUT, SATU NYAWA MELAYANG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tabrakan maut antara dua pengendara sepeda motor terjadi di Jalan Sumatra KM 09 Desa Sincalang Kecamatan Keritang. Akibat Kecelakaan lalu lintas ini, satu pengendara kehilangan nyawa dan seorangnya lagi mengalami luka serius dibagian kepala serta  harus mendapatkan perawatan di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada, Tembilahan.

Menurut penjelasan Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK, M.Si melalui Paur Humas, Ipda Agus Sihombing, Sebuah kendaraan roda dua merk Kanzen dengan Nopol BM 6336 V yang dikendarai Sahrudin Panjaitan (60) saat itu bergerak dari arah Sungai Akar Menuju Simpang Granit. Dari arah berlawanan, kendaraan roda dua merk Honda Supra Nopol BM 6036 GV yang dikendarai oleh Sugianto (20) juga melaju dengan kencang.

“Sesampainya di TKP, tanpa dapat dielakkan kedua kendaraan roda dua ini bertabrakan. Akibatnya, pengendara motor kanzen, Sahrudin Panjaitan yang bertempat tinggal di parit 2 Desa Sincalang Kecamatan Keritang meninggal dunia sedangkan lawannya, Sugianto warga KM 8 Desa Sincalang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius dibagian kepala,” Ujar paur Humas kepada detikriau.org, senin (18/6)

Dijelaskan Paur Humas, kasus laka lantas ini kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. (fsl)