Tertimpa Pohon, Karyawan PT BDL Meregang Nyawa

GAUNG (detikriau.org) – Djoko Suprihatin (54) tewas dengan kondisi cedera, Minggu (25/12/2016) sekitar pukul 13.30 WIB. Pasalnya, warga Jawa Tengah ini ditimpa pohon saat bekerja di Lokasi Kerja PT BDL Scunder 60 petak 037 Desa Gembira Kecamatan Gaung.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, saat itu si korban sedang mengawasi pekerja yang sedang melakukan penebangan kayu akasia milik Perusahaan PT BDL.

Kemudian, ketika korban akan pergi ke lokasi yang lainnya, korban sudah dilarang melewati areal pohon yang sedang ditebang karena saat itu ada pohon yang sudah ditebang tapi belum tumbang dan batangnya masih tersangkut pada batang lainnya, namun korban tetap melewati areal tersebut. Tiba-tiba datang angin kencang dan pohon akasia itupun langsung tumbang dan menimpa korban.

“Melihat kejadian tersebut pekerja yang lain langsung berlari mendekati dan menolong korban, namun kondisi korban saat ditolong sudah tidak sadarkan diri dan dari hidung dan mulut korban mengeluarkan darah,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Gaung IPTU Walsum, Senin (26/12/2016).

Selanjutnya, korban dibawa ke Mes PT BDL untuk mendapatkan pertolongan, tapi akhirnya korban tidak ditolong lagi setelah sebelumnya sempat dirawat oleh dokter.

Dari pemeriksaan medis di Puskesmas Teluk Pinang, terdapat beberapa cedera pada tubuh korban diantaranya di kepala atas mengalami luka dan tulang tengkorak kepala retak, kemudian pada tangan sebelah kanan korban mengalami retak pada tulang dan luka gores serta di bagian punggung membiru dan lebam./Mirwan




Alami Kecelakaan Kerja, Karyawan CV BI Mandiri Hembuskan Nafas di Area PT RSUP

Pulau Burung, detikriau.org – Agun Rahardi (23) warga Dusun V Sungai Kamah I Sungai Dadap Kabupaten Asahan Provinsi Sumatra Utara mengalami nasib naas hingga meninggal dunia. Karyawan CV BI Mandiri ini mengalami kecelakaan kerja di Area PT RSUP CWP II KM 00, Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Inhil Riau, selasa (15/11/2016) sekira pukul 11.20 Wib

Menurut kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Pulau Burung IPTU Junaidi, kronologis kejadian bermula sekira pukul 10.30 Wib saat korban bersama seorang rekan kerjanya Arief Sanjaya berupaya membuka baut mal semenisasi bangunan gudang nenas milik PT RSUP yang pengerjaannya dilaksanakan oleh CV BI Mandiri.

Saat itu, korban bekerja di ketinggian lebih kurang 2,60 M dari permukaan tanah. Ketika hendak membuka dan  melepaskan baut  mal tersebut korban tidak menggunakan pengaman apapun.

“Diduga karena kondisi besi skor yang licin,  korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh yang mengakibatkan tubuh korban mengalami benturan serta paha kiri korban tertusuk besi ulir 16 mm dengan kedalaman luka 5 cm dan mengeluarkan darah,”Sampaikan Iptu Junaidi, selasa (15/11/2016)

Setelah korban terjatuh ditambahkannya, segera mendapatkan pertolongan. Saat itu korban masih dalam keadaan sadar namun kondisi fisiknya sudah lemah karena  tidak kuat atau syok melihat darah yang keluar dari luka dipahanya.

Segera korban dilarikan ke klinik PT. RSUP Industry Pulau Burung untuk mendapatkan perawatan.

Namun setelah dilakukan upaya medis oleh petugas medis Klinik PT. RSUP, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan sekira pukul 11.20 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.

Dari keterangan Tim Medis Klinik PT RSUP, meninggalnya korban disebabkan karena mengalami kegagalan fungsi sirkulasi peredaran darah dan trauma berat (syok berat) akibat kejadian tersebut

“Menurut rencana, jenazah korban akan dibawa ke kampung halamanya dan akan diserahkan ke pihak ahli Waris di Dusun V Sungai Kemah Kec. Sungai Kedap Kab. Asahan – Sumatera Utara.” Tutup kapolsek

Saat ini kasus tersebut masih ditangani Polsek Pulau Burung untuk penyelidikan penyebab pasti terjadinya kecelakaan kerja./dro