Warga Desa Sungai Iliran Mengeluh. Hibahkan tanah Untuk Waduk. Airnya Tak Dapat Dinikmati

Gbr: poskotanews
Gbr: poskotanews

GAS (detikriau.org) – Kepala Desa (Kades) Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Ahmad Sukri mengaku bahwa sebagian besar masyarakatnya tidak mendapatkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Padahal ketersediaan air bersih yang didistribusikan PDAM kepada para pelanggannya di Kecamatan GAS, khususnya di Kelurahan Teluk Pinang berasal dari air baku yang ada di waduk Parit 21 Desa Sungai Iliran.

Dijelaskan Sukri, selama ini masyarakat setempat hanya menggunakan air dari sungai untuk memenuhi keperluan sehari-hari mereka, seperti Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Padahal kondisi air sungai tersebut tidak bersih dan tidak layak untuk digunakan, karena sudah tercemar oleh limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri.

Oleh karena itu, dengan keberadaan waduk ini diharapkan setidaknya dapat memenuhi ketersediaan air bersih, yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

“Masyarakat kami sudah menyediakan lokasi atau tempat pembangunan waduk ini dengan hibah, yang diharapkan airnya dapat digunakan dan dirasakan oleh masyarakat,” tutur Sukri saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Namun, lanjut Sukri, setelah pembangunan waduknya selesai dan pipa sudah pula didirikan, distribusi air bersih dari waduk tersebut sebagian besar hanya diperuntukan dan dialirkan ke rumah-rumah masyarakat yang ada di Ibukota Kecamatan saja, yakni Kelurahan Teluk Pinang.

“Jadi, kami harapkan pihak terkait dapat segera mencari solusi dan jalan keluar atas permasalahan ini, sehingga keberadaan waduk itu juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat setempat,” imbuhnya.(adi)




Inhil Belum Siap Berlakukan Sistem UN CBT

Jangankan kondisi di Kecamatan, kota Tembilahan saja listriknya macam minum obat, bagaimana kita mau lakukan sistem UN CBT

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D menilai sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Inhil ini belum siap untuk memberlakukan sistem UN Computer Basset Test (CBT).

Ketidaksiapan ini disebabkan belum memadainya fasilitas pendukung. Bahkan ia menyebutkan, mayoritas sekolah di Kabupaten Inhil ini belum pantas menerapkan sistem tersebut.

“Meski belum ada intruksi dari Disdik Provinsi Riau, kita sudah mengakui kalau kita belum siap. Bagaimana untuk melakukannya, fasilitas kita untuk itu masih minim,” sampaikannya usai mengikuti Musrenbang RKPD Kabupaten Inhil tahun 2015, Selasa (10/3/2015).

Selain itu, kondisi belum maksimalnya pembangkit listrik juga sempat disinggungnya sebagai salah satu hambatan. Apalagi katanya, sekolah-sekolah yang berada di Kecamatan mayoritas terkendala pasokan listrik.

“Jangankan kondisi di Kecamatan-kecamatan, kota Tembilahan saja listriknya macam minum obat, bagaimana kita mau lakukan sistem UN CBT,” pungkasnya.(mirwan)




TNI Rencanakan Bantu Pembangunan PLTA di Kec Teluk Belengkong

Gbr Ilustrasi PLTA kapasitas kecil
Gbr Ilustrasi PLTA kapasitas kecil

Teluk Belengkong (detikriau.org) – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia berencana akan membantu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kebijakan tersebut karena mengingat tidak semua kecamatan yang ada di Negeri Seribu Parit ini mendapatkan aliran listrik, seperti Kecamatan Teluk Belengkong yang medan dan daerahnya berkanal serta sulit dijangkau.

Untuk mewujudkan rencana itu, ‎Kamis (26/2/2015) Panglima Komando Daerah Militer I ‎Bukit Barisan Mayor Jendral Edy Rahadi didampingi Danrem Wirabima Brigjen Prihadi Agus Irianto mengunjungi langsung kawasan Desa Saka Rotan, Kecamatan Teluk Belengkong.

Di kawasan ini akan dibangun 1 unit kincir air, yang mampu menghasilkan sekitar 40 ribu watt. Dari jumlah itu, diperkirakan mampu memasok kebutuhan listrik bagi 200 Kepala Keluarga (KK).

Pangdam TNI Wilayah I Bukit Barisan Mayjen Edy Rahadi mengatakan, Kecamatan Teluk Belengkong memang membutuhkan perhatian dalam bidang kelistrikan.

“Daerahnya memang memerlukan perhatian, oleh karenanya kami memilih disini untuk membangun PLTA,” katanya.

Pembangunan PLTA ini, diperkirakan akan selesai dalam jangka waktu 1 bulan setengah.

Untuk diketahui, kedatangan Pangdam bersama Dandrem ini menggunakan 2 helikopter dan mendarat sekitar pukul 09.30 WIB di lapangan sepak bola Desa Saka Rotan. Kedatangan petinggi TNI ini disambut langsung Bupati Inhil, HM Wardan beserta jajarannya.(adi)




Bupati Inhil Nilai Camat Masih Kurang Tanggap Tanggulangi Karhutla

DSC_2080Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan memerintahkan kepada pihak Kecamatan untuk lebih tanggap dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diwilayah kerjanya masing-masing. Bupati bahkan menyebutkan selama ini pihak Kecamatan belum maksimal untuk menangani musibah yang hampir terjadi setiap tahunnya itu.

“Terus terang saya agak kecewa. Terkadang saya lebih dahulu mendapatkan informasi terjadinya Karhutla dibandingkan Camatnya,” Sindir Bupati dalam sambutannya pada rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lingkungan Pemkab Inhil yang berlangsung di Balai utama Kantor Bupati Inhil lantai 5 jalan Akasia Tembilahan, Selasa (17/2/2015).

Untuk itu, Bupati meminta kepada seluruh kecamatan di Inhil untuk melakukan rapat bulanan serupa forum yang dirapatkan saat itu. Sebab, menurutnya ini sangat untuk mendapatkan informasi secara jelas tentang berbagai permasalahan yang terjadi dimasing-masing Kecamatan.

Tidak hanya itu, Bupati yang dikenal agamis ini juga memerintahkan kepada seluruh camat untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terhadap pengurus Forkopimda yang ada di kecamatannya masing-masing.

“Jadi kedepan rapat serupa ini tidak hanya kita lakukan di pemerintahan Kabupaten saja, namun juga disetiap Kecamatan bahkan desa agar dapat merangkum berbagai permasalahan dengan lebih rinci. Setelah itu, camat melaporkan hasil rapat kepada pimpinan daerah diitngkat Kabupaten,” pintanya.

Rapat-rapat terus dilakukan setiap bulannya dan lebih tepatnya setiap tanggal 17, terkecuali tanggal 17 itu bertepatan pada hari libur maka akan ditunda.

“Dengan adanya rapat rutin ini, saya berharap setiap camat memiliki laporan tersendiri atas berbagai persoalan yang terjadi diwilayah Kecamatan yang ia pimpin.” Tandas Bupati.

Selain Bupati, Rapat Forkompimda ini juga tampak dihadiri Ketua DPRD Inhil, Kapolres Inhil, Kajari Tembilahan, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan, serta seluruh kepala Badan, Bagian, Dinas dan camat se-Kabupaten Inhil. (mirwan/adv Pemkab Inhil)




Musrenbang Kecamatan GAS, Pembangunan Jalan Penghubung Paling Banyak Diusulkan

Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS
Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan penghubung menjadi prioritas serta paling banyak diusulkan oleh masyarakat yang bermukim di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bagian utara, Khususnya masyarakat di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Hal itu diketahui dalam paparan lurah dan kepala desa saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan GAS, yang dipusatkan di Teratak Sepakat Kelurahan Teluk Pinang, Senin (9/2/2015).

Musrenbang yang dipimpin langsung Camat GAS, Riduan ini dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil, Upika, lurah dan kepala desa, fasilitator dan pendamping desa, serta LPM dan tokoh masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Kuala Gaung, H Syarif. Dimana, saat ini kondisi jalan penghubung, baik antar kecamatan, kelurahan maupun desa sudah sangat memprihatinkan dan perlu perhatian serta penanganan khusus dari Pemkab Inhil.

“Contohnya saja jalan penghubung Teluk Pinang-Kuala Gaung, jangankan mau melewatinya dengan menggunakan kendaraan, jalan kaki saja sudah tertatih-tatih,” turur Syarif

Senada dengan itu, Kepala Desa Rambaian, H Ardi menyatakan bahwa pihaknya sudah menunggu-nunggu kedatangan pihak dari Pemprov Riau dan Pemkab Inhil, untuk segera mengukur jalan yang kerusakannya sudah sangat parah, seperti jalan poros Desa Rambaian-Simpanh Jaya.

“Jadi, melalui program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang merupakan program prioritas Pak Bupati, kami harapkan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antar desa ini dapat lebih diutamakan,” tambahnya.

Lurah Teluk Pinang, M Saleh yang didampingi Ketua LPM, Hasriansyah juga membenarkan tentang banyaknya kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan sangat parah, seperti jalan penghubung Kelurahan Teluk Pinang-Sungai Piring.

Oleh karena itu, mereka berharap agar usulan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung ini dapat segera direalisasikan, guna mendukung kelancaran perekonomian dan aktifitas sehari-hari masyarakat.

“Belum lagi kerusakan badan jalan yang ada di Teluk Pinang, yang merupakan Ibukota Kecamatan GAS. Sepeti di Jalan M Thaib, Jalan Serai, Jalan M Taha, Jalan M Ruslan dan sejumlah jalan lainnya yang sangat membutuhkan perbaikan segera,” imbuhnya. (adi/adv pemkab inhil)




Bupati Serahkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Bangko

14Bagansiapapi (detikriau.org) – Bupati Rohil Suyatno menyerahkan bantuan saat mengunjungi para korban banjir di Kecamatan Bangko Pusako. Sebanyak 694 KK pada lima kepenghuluan korban banjir menerima paket sembako.

Penyerahan bantuan yang dilakukan Bupati Rokan Hilir, Suyatno, berlangsung pada Rabu (14/1/15) siang yang langsung menyambangi korban banjir. Penyerahan dipusatkan di halaman kantor Penghulu Bangko Mukti.

Sebanyak 694 KK pada lima kepenghuluan korban banjir menantikan Bupati Suyatno dengan antusias, mereka mendapatkan bantuan berupa sembako.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suyatno mengatakan, Pemkab Rohil selalu menyediakan berbagai keperluan untuk bantuan tanggap darurat bagi korban bencana, terutama banjir.

Lebih lanjut, dia berharap bagi warga yang mengalami kesulitan akibat terkena bencana segera berkoordinasi dengan aparatur setempat, termasuk masalah kesehatan.

Sedangkan penghulu/lurah dan camat diharapkan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah jika diwilayahnya terjadi banjir.

Agar bisa cepat diberi bantuan yang dibutuhkan terutama bahan makanan bagi para korban.

Koordinasi yang baik tersebut, membuahkan hasil, ditandai saat itu penyerahan bantuan berupa mie instan, ikan sarden, selimut, beras, telur, gula dan lainnya.

Suyatno juga berharap kepada warga yang tinggal dibeberapa kecamatan lainnya yang rawan banjir, agar senantiasa waspada, terutama memperhatikan anak-anak saat diluar rumah.

Selain itu Pemkab Rohil juga berupaya tahun ini akan melakukan normalisasi Sungai Manasip yang ada didaerah tersebut termasuk infrastruktur jalan.

Sementara itu Camat Bangko Pusako, Sukardi mengatakan, 694 KK warga terkena banjir ini meliputi Kepenghuluan Bangko Kanan, Bangko Mukti, Bangko Makmur, Sungai Manasip dan Kepenghuluan Pematang Ibul.

Sukardi menilai, bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi warganya yang terkena musibah banjir. [tris/adv]