Lagi, Polisi Bekuk 1 Tersangka Narkoba

IMG_20150730_125856TEMBILAHAN (detikriau.org) – Petugas kepolisian kembali berhasil mengamankan tersangka Narkoba jenis sabu-sabu berinisial AN (42) di jalan H Arif lorong Hidayat kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (29/7/2015) sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Kamis (30/7/2015) penangkapan ini dilakukan di kediaman pelaku di jalan H Arif lorong Hidayat. Namun barang bukti ditemukan di jalan Tanjung Harapan lorong Tanjung Samak Tembilahan, yang juga merupakan rumah pelaku.

“Setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka, akhirnya petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit Handphone, 1 dompet warna coklat dan 2 buah paket Narkoba jenis sabu-sabu,” ungkap Warno.

Saat ini lanjutnya, pelaku beserta barang bukti telah diamakan petugas dan dilakukan pendalaman kasus terhadap tersangka yang terlibat Narkoba tersebut.(mirwan)




Pegawai Honorer ditemukan Tak Lagi Bernyawa, Dikabarkan Korban Istri Siri Mantan Anggota DPRD Inhil

disekujur Tubuh ditemukan beberapa Bekas Luka

korban saat berada di kamar mayat RSUD PH copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga Jalan Pembangunan RT 04 RW 06 Kelurahan Sungai Beringin kecamatan Tembilahan heboh, Minah (33), salah saeorang pegawai honor dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 19.20 WIB, Rabu (10/6/2015) kemaren dengan beberapa luka disekujur bagian tubuhnya.

Dikabarkan bahwa korban merupakan istri siri salah seorang mantan anggota DPRD Inhil berinisial AM.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, sekitar pukul 19.00 WIB kemaren, suami korban (Pelapor, red) pulang dari Kuala Lahang, Kecamatan Gaung. Pelapor terkejut begitu melihat kerumunan warga di depan rumahnya.

Tiba-tiba salah seorang warga menyampaikan bahwa istrinya didapati sedang terbaring dalam keadaan wajah pucat. Merasa penasaran pelapor masuk dan melihat istrinya dalam posisi tertelentang di kasur ruang tamu dengan kondisi beberapa luka disekujur tubuhnya.

Selanjutnya pelapor memberithukan persoalan itu kepada pihak keluarga dan polisi. Saat dievakuasi ditemukan ada luka gores pada bagian pipi dan siku sebelah kiri, keluar cairan dari hidung dan mulut korban serta terdapat luka memar pada punggung sebelah atas.

“Korban kemudian kami bawa dan dilakukan visum di RSUD Puri Husada Tembilahan,”ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik, melalui PAUR Humas Iptu Warno Akman, Kamis (11/6/2015).

Sampai saat ini petugas masih belum bisa menyimpulkan apa penyebab kematian korban. Pasalnya petugas tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi baik suami korban maupun warga yang pertama kali mengetahui permasalahan itu.

Sementara itu, menurut informasi dari tetangga korban, Adly, perkara ini sedikit misterius. Kenapa tidak, sejak beberapa hari sebelumnya si korban memang sering menerima tamu yang merupakan rekannya sendiri.

Saat itu, sejak hari Senin (8/6/2015) sampai diakhir hayatnya, si korban ini sendiri di rumah. Suami dan anak-anaknya sedang berada di Lahang.

“Waktu kejadian kami juga sedang di luar. Tapi infonya sore kemaren (Rabu, red) anaknya datang dan mengetuk pintu, tapi tak dibuka-buka, padahal anaknya meyakini di dalam ada orang karena saat menjenguk dari jendela terlihat masih ada kendaraan roda dua,” kata Adly.

Tak berapa lama, lanjutnya, berdatangan beberapa tetangga lainnya dan memeriksa dari jendela. Dan malamnya sekitar pukul 19.00 baru suami siri korban datang. Pintupun dibuka. Saat itulah baru diketahui bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. (mirwan)




Muslim : Penyelamatan Kebun Kelapa Adalah Harga Mati

IMG-20150430-08098TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebagian besar masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama di daerah pemilihan (dapil) 1, yang meliputi Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu, Tempuling dan Kecamatan Kempas meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) segera melakukan berbagai upaya penyelamatan terhadap kondisi perkebunan kelapa yang semakin kritis.

“Langkah ini sangat diperlukan mengingat mayoritas masyarakat Inhil menggantungkan hidupnya dari hasil perkebunan kelapa,” tutur Juri Bicara (Jubir) Anggota DPRD dari Dapil 1, Muslim saat membacakan laporan hasil reses pada rapat Paripurna di aula Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dijelaskan Muslim, selain menurunnya harga jual, para petani di Negeri Seribu Parit ini juga dihadapkan pada masalah rendahnya hasil produksi, lahan kritis karena intrusi air laut dan ketiadaan drainase, serta peremajaan lahan perkebunan yang tidak bisa dilakukan para petani, dikarenakan ketiadaan biaya.

Hal itulah yang harus menjadi prioritas utama dan perhatian serius Pemkab Inhil. Apalagi, sudah 2 kali pergantian Pemda dan 2 kali pula pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), permasalahan di bidang perkebunan ini belum mampu teratasi secara baik dan maksimal, bahkan hanya terkesan omong kosong belaka.

“Apakah perlu interplasi DPRD terhadap Bupati untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena bagi kami penyelamatan perkebunan kelapa adalah harga mati,” tegasnya.

Oleh karema itu, lanjut Muslim, Pemkab Inhil melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, hendaknya dapat memilih dan memilah program apa saja yang benar-benar urgen serta sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

“Jadi, kami harapkan program-program yang disusun itu bukanlah semata-mata untuk pemenuhan selera pimpinan atau sebgian kelompok tertentu saja,” pungkasnya.(adi/advertorial)




Bupati Inhil Wacanakan Bangun Jalan Pengubung Alternatif

Dengan jarak hanya beberapa meter dari bibir pantai, disaat pasang tinggi, ruas jalan penghubung di parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu menjadi langganan banjir. dikhawatirkan lambat laun jalan ini akan semakin tergerus dan sewaktu-waktu akan terjadi longsor. karenanya memang sangat diperlukan jalan penghubung alternatif
Dengan jarak hanya beberapa meter dari bibir pantai, disaat pasang tinggi, ruas jalan penghubung di parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu menjadi langganan banjir. dikhawatirkan lambat laun jalan ini akan semakin tergerus dan sewaktu-waktu akan terjadi longsor. karenanya memang sangat diperlukan jalan penghubung alternatif

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan menyatakan kekhawatirannya dengan kondisi satu-satunya ruas jalan keluar melalui darat dari Ibukota Kabupaten Inhil, Tembilahan menuju daerah lainnya.

Badan jalan yang dibangun berhampiran dengan bantaran sungai Indragiri ini sewaktu-waktu dikhawatrikan akan putus akibat terjangan erosi. Oleh karenanya, Bupati menyatakan keinginannya untuk membangun badan jalan penghubung alternatif.

“Bisa saja nanti badan jalan baru itu akan melalu Desa Pekan Kamis atau lebih jauh kedarat lagi.” Ujar Bupati belum lama ini ketika sempat berbincang-bincang dengan sejumlah awak media

Dicontohkan Bupati, ruas jalan yang dikhawatrikannya akan terputus itu seperti ruas jalan parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu. Titik ruas jalan itu kini saat ini hanya tinggal beberapa meter dari badan sungai dan sangat rawan terjadinya longsor. Termasuk beberapa titik ruas jalan lainnya.

Keinginan orang nomor satu di Kabupaten Seribu Parit ini membangun jalan alternatif mendapat dukungan penuh dari warga. Pasalnya warga juga sangat khawatir dengan jalan penghubung yang berada di titik Parit Enam Tembilahan. Selain selalu tergenang air pasang. Saat ini hanya berjarak sekitar dua meter di pinggir sungai.(Mirwan/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Tinjau Pelaksanaan Pembangunan Pasar Kayu jati

Bupati Inhil berbincang bersama pedagang dipasar kayu kecamatan Tembilahan HuluTembilahan (detikriau.org) – Didampingi Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, Kadisperindag, H Fahrolrozy beserta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhil, Bupati, HM Wardan meninjau pelaksanaan pembangunan pasar Kayu jati di Kecamatan Tembilahan Hulu.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Bupati menyaksikan secara langsung proses pelaksanaan pekerjaan los yang sudah hampir rampung dan berdialog dengan sejumlah pedagang serta pengujung pasar.

Sebagaimana disampaikan Bupati sebelumnya, lokasi pasar kayu jati yang kini dinamai pasar “Umbut Kelapa” itu, Pemkab Inhil merencanakan untuk membangun seribu unit los tempat berdagang. Pembangunan pasar terbesar di Kecamatan Tembilahan hulu ini selain didanai melalui dana pemerintah, baik Kabupaten, Provinsi dan Pusat juga didanai melalui Coorporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan swasta.

“Sebahagian besar los pasar yang dibangun diperuntukkan sebagi lokasi pemindahan pedagang di jalan Yos Sudarso Tembilahan. Dengan meningkatnya jumlah pedagang, kedepan kita berharap pasar ini akan tumbuh menjadi salah satu pasar terbesar yang akan mampu melayani semua kebutuhan masyarakat terutama masyarakat di Kecamatan Tembilahan hulu,” Ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati, upaya pemindahan pedagang dari pasar terapung, jalan Yos Sudarso ke pasar umbut kelapa ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menertibkan dan menjadikan kota Tembilahan yang bersih dan indah.

Usai meninjau pembangunan pasar “Umbut Kelapa”, bersama rombongan Bupati juga meninjau perisapan pelaksanaan MTQ ke 33 Riau. Saat itu Bupati menyempatkan melihat secara langsung proses pekerjaan pembuatan mobil hias Kabupaten Inhil yang nantinya akan diikutkan pada pawai Ta’ruf MTQ. (dro/adv pemkab inhil)




Kali ini TP PKK Inhil Kunker di Kecamatan Tembilahan Hulu

IMG_2622 - CopyTembilahan (detikriau.org) – TP. PKK Kab. Inhil kembali melaksanakan kunjungan kerja. kalinya ke kecamatan tembilahan hulu. Kegiatan yang diawali dengan kunjungan kelokasi kebun PKK Tembilahan Hulu ini juga dihadiri oleh ketua tim penggerak pkk kabupaten inhil Hj Zulaikhah Wardan didampingi Hj Haryati Allimuddin, ketua TP PKK kecamatan Tembilahan Hulu dr Famella Octorina, sekretaris camat (sekcam) Alyusroni Pagta, lurah se kecamatan Tembilahan Hulu, para kepala desa dan Kader PKK.

Ketua TP-PKK Kecamatan dalam sambutannya melaporkan hasil kerja yang telah dilaksanakan TP PKK Kecamatan Tembilahan Hulu seperti kegiatan sosialisasi hidup bersih dan sehat, memotivasi ibu-ibu kader PKK Tembilahan Hulu untuk memsukseskan Program magrib mengaji.

“Khususnya kepada anak-anak pada waktu magrib untuk melaksanakan membaca al-quran karena ini juga merupakan salah satu program dari pemerintah daerah Kabupaten Inhil” jelasnya dalam laporan.

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah Wardan berharap agar kedepannya peran PKK dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.

“Secara berjenjang dan secara bersama-sama 10 program pokok PKK harus memberikan manfaat kepada masyarakat.”Pesannya

Kerjasama dan koordinasi seperti ini diharapkan istri Bupati Inhil ini agar dapat terus berlanjut, seperti kunjungan kerja yang dilaksanakan TP PKK Kabupaten ke kecamatan-kecamatan, kecamatan bisa melaksanakan kunjungan ke kelurahan, dan kelurahan melaksakan ke tingkat RT dan RW.

“Tentunya agar semua terlaksana secara berjenjang” Imbuhnya.(dro/adv pemkab inhil)