Masjid Nurul Iman, Desa Teluk Kabung, Rumah Ibadah Yang Dulu Roboh Kini Berdiri Kokoh

Gaung, detikriau.org – Masyarakat Dusun Mekar Jaya, Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung patut mengucapkan rasa syukur. Pasalnya, satu – satunya rumah ibadah, yakni Masjid Nurul Iman yang kerap dimanfaatkan masyarakat yang dulu sempat roboh kini telah berdiri kokoh setelah memperoleh bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dan dapat kembali digunakan sebagaimana mestinya.

Masjid Nurul Iman, Masjid yang tergolong tua itu sempat roboh dan menimpa sejumlah warga hingga mengalami luka yang cukup parah. Karena insiden ambruknya Masjid, masyarakat setempat pun berinisiatif mengumpulkan dana untuk merehabilitasi Masjid secara swadaya karena kebutuhan akan rumah ibadah yang layak.

“Namun, apalah daya, kemampuan masyarakat merehab Masjid secara swadaya terbatas sehingga tidak mampu diselesaikan secara sempurna,” kata H Abdul Gafar, Pengurus Masjid Nurul Iman, Selasa (28/11/2017).

Mendapat informasi ambruknya Masjid Nurul Iman, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat atas instruksi Bupati, HM Wardan pun segera merespons dengan melakukan tinjauan di lokasi. Setelah ditinjau dan terbukti kebenarannya, maka melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Kabupaten Inhil pun mengalokasikan dana rehabilitasi untuk Masjid Nurul Iman pada tahun anggaran 2017.

Atas bantuan sebagai bentuk kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Inhil, H Abdul Gafar selaku pengurus Masjid Nurul Iman mengucapkan terima kasih. Selain itu, Dia juga turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyisihkan rezeki untuk kemudian disumbangkan demi rehabilitasi rumah ibadah.

Tak berhenti sampai disitu, ucapan syukur dan terima kasih juga datang dari Ketua Pemuda Desa Teluk Kabung, Ogi Amani. Dia berharap, bantuan untuk Masjid Nurul Iman dapat dilanjutkan pada tahun anggaran 2018 karena rehabilitasi yang dilakukan pada tahun anggaran 2017 belum mengakomodir secara keseluruhan.

“Pembangunan masjid itu belum 100 persen, baru sampai pembangunan pondasi, tiang, kerangka atap serta pemasangan atap. Semoga tahun depan dan seterusnya Pemkab Inhil tetap memberikan bantuan sehingga pembagunan masjid Nurul Iman terbangun seperti diharapkan oleh masyarakat Desa Teluk Kabung,” tutup Ogi./rls




Tak Ada Damkar, 1 Unit Rumah Warga Desa Pintasan Ludes Jadi Abu

GAUNG (detikriau.org) – 1 unit rumah milik Asnawati (42) RT 06 RW 02 di Parit Senang Hati Desa Pintasan Kecamatan Gaung ludes terbakar tanpa sisa, Rabu (7/9/2016) sekitar pukul 00.30 WIB.

Insiden tersebut disebabkan tidak tersedianya alat pemadam kebakaran. Padahal, korban sudah mengetahui sejak api mulai membesar.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra menjelaskan, pada saat itu si korban sedang senditian. Awal diketahuinya ketika ia bangun dari tidur hendak buang air.

Disaat keluar dari kamar, korban langsung melihat api pada bagian atap dapur. “Bangunan rumahnya itu terbuat dari kayu dan beratapkan daun nipah, itu juga salah satu sebab api dengan cepat membara,” kata Heriman Putra.

Selanjutnya, lanjut Paur Humas, korban keluar dari pintu depan rumahnya dan berteriak-teriak memanggil tetangganya untuk meminta bantuan.

Berselang beberapa saat kemudian, para saksi datang dan berupaya untuk memadamkan api namun kobaran tersebut tetap melalap dengan cepat menghanguskan bangunan.

Hasil penyelidikan kepolisian, api diduga berasal dari anglo atau tungku tanah yang dipergunakan korban untuk memasak. Sebab korban menyadari bahwa alat memasak itu belum dimatikan secara maksimal.

“Akibatnya, korban mengalami kerugian diperkirakan kurang lebih Rp 50 juta,” tutupnya./Mirwan




Musrenbang Kecamatan GAS, Pembangunan Jalan Penghubung Paling Banyak Diusulkan

Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS
Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan penghubung menjadi prioritas serta paling banyak diusulkan oleh masyarakat yang bermukim di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bagian utara, Khususnya masyarakat di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Hal itu diketahui dalam paparan lurah dan kepala desa saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan GAS, yang dipusatkan di Teratak Sepakat Kelurahan Teluk Pinang, Senin (9/2/2015).

Musrenbang yang dipimpin langsung Camat GAS, Riduan ini dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil, Upika, lurah dan kepala desa, fasilitator dan pendamping desa, serta LPM dan tokoh masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Kuala Gaung, H Syarif. Dimana, saat ini kondisi jalan penghubung, baik antar kecamatan, kelurahan maupun desa sudah sangat memprihatinkan dan perlu perhatian serta penanganan khusus dari Pemkab Inhil.

“Contohnya saja jalan penghubung Teluk Pinang-Kuala Gaung, jangankan mau melewatinya dengan menggunakan kendaraan, jalan kaki saja sudah tertatih-tatih,” turur Syarif

Senada dengan itu, Kepala Desa Rambaian, H Ardi menyatakan bahwa pihaknya sudah menunggu-nunggu kedatangan pihak dari Pemprov Riau dan Pemkab Inhil, untuk segera mengukur jalan yang kerusakannya sudah sangat parah, seperti jalan poros Desa Rambaian-Simpanh Jaya.

“Jadi, melalui program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang merupakan program prioritas Pak Bupati, kami harapkan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antar desa ini dapat lebih diutamakan,” tambahnya.

Lurah Teluk Pinang, M Saleh yang didampingi Ketua LPM, Hasriansyah juga membenarkan tentang banyaknya kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan sangat parah, seperti jalan penghubung Kelurahan Teluk Pinang-Sungai Piring.

Oleh karena itu, mereka berharap agar usulan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung ini dapat segera direalisasikan, guna mendukung kelancaran perekonomian dan aktifitas sehari-hari masyarakat.

“Belum lagi kerusakan badan jalan yang ada di Teluk Pinang, yang merupakan Ibukota Kecamatan GAS. Sepeti di Jalan M Thaib, Jalan Serai, Jalan M Taha, Jalan M Ruslan dan sejumlah jalan lainnya yang sangat membutuhkan perbaikan segera,” imbuhnya. (adi/adv pemkab inhil)




Hadapi PT SAL, Pemkab Inhil dinilai “Lemah”

Warga Desa Pungkat kecamatan Gaung sedang mendatangi kantor Bupati Inhil
Warga Desa Pungkat kecamatan Gaung sedang mendatangi kantor Bupati Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga Desa Pungkat mendesak pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk bertindak lebih tegas terhadap keberadaan PT Setia Agrindo Lestari (SAL). Disamping dinilai telah lakukan pelecehkan terhadap Pemkab setempat, perusahaan ini juga dituding telah menjadi penyebab penderitaan ratusan warga desa yang berada di Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir ini.

Dihadapan Sekda Kab Inhil, H Alimuddin, mewakili warga desa pungkat, Asmar mengaku pasrah akan tuntutan 18 bulan kurungan penjara terhadap 21 warga pejuang Desa pungkat oleh JPU Kejaksaan Tembilahan. Namun yang kini menjadi kegundahan, pejuang desa mereka terkesan bak penjahat. Padahal menurut mereka perusahaanlah yang pantas disebut penjahat.

“Dulu kami tentram. Kini setelah kehadiran PT SAL, kehidupan kami porak poranda. Tidak sedikit penderitaan yang kini harus kami tanggung. Padahal kami menyelamatkan harta paling berharga untuk kelangsungan anak cucu kami,” Ucapnya Asmar kepada detikriau.org saat mendatangi gedung kantor Bupati Inhhil jalan Akasia bersama ratusan warga Desa pungkat, senin (8/12/2014)

Dalam kesempatan itu, Asmar juga menilai Pemkab Inhil terlalu lemah, penghentian izin operasional yang dikeluarkan Pemkab Inhil hanya dipandang sebelah mata oleh perusahaan. Buktinya, kini perusahan sudah kembali melakukan aktivitas. Mereka menuntut pemerintah setempat untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat dan bertindak lebih tegas terhadap PT SAL.(dro/mirwan)




Miliki Senpi Rakitan, Karno Diamankan Polisi

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Kepolisian Resort Indragiri Hilir amankan seorang warga Kecamatan Gaung, Karno (37) yang diduga sebagai pemilik senpi rakitan berikut 3 butir amunisi.

Berdasarkan keterangan kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik, MSi melalu Kasad Reskrim, AKP Ade Jamrah, jum’at (21/11), senpi rakitan jenis revolver beserta 3 butir amunisi kaliber 38 mm ini ditemukan dalam jok sepeda motor merk Honda Blade BM 3864 GM saat Polsek Gaung melakukan razia cipta kondisi di depan kantor Polsek tanggal 18 November 2014 yang lalu.

Dalam razia itu, lanjut Ade, anggota Polsek Gaung menghentikan satu unit sepeda motor yang dikendarai oleh 2 orang. Ketika dilakukan pemeriksaan, di dalam jok sepeda motor tersebut, ditemukan sepucuk Senpi laras pendek rakitan, yang berisi satu butir amunisi beserta 2 butir amunisi lainnya dalam kantong plastik bening.

“saat dilakukan introgasi terhadap kedua orang itu, mereka mengaku tidak mengetahui perihal Senpi tersebut,” terang kasad.

Namun setelah dilakukan penelusuran, barulah diketahui bahwa kendaraan itu ternyata milik tsk yang sesaat sebelum dirazia sempat meminta bertukar kendaraan dengan kedua temannya ini.

Mendapatkan keterangan, petugas langsung melakukan pengejaran. Tsk dikabarkan berupaya melarikan diri ke Palembang melalui jalur Tembilahan.

“Kita berhasil membekuk tsk saat sedang berupaya mencari angkutan disalah satu loket travel di kota Tembilahan,” Lanjut Ade.

Pengakuan tsk dihadapan petugas, kepemilikan Senpi yang sudah selama 8 bulan dibelinya di Palembang seharga Rp 600 ribu ini, hanya digunakan untuk berjaga-jaga saja.

Kendati demikian, pihak Polres Inhil masih terus mendalami kasus penemuan Senpi tersebut, karena berdasarkan dugaan sementara, senpi itu pernah digunakan untuk kejahatan. Apalagi, belum lama ini ada kasus pencurian dengan kekerasan di Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung.

“Tsk dijerat dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 Pasal 1, tentang kepemilikan senjata api,” Pungkas Ade.(dro/ Mirwan)




Berikan Motivasi, Pemkab dan Polres Inhil Kembali Sambangi Desa Pungkat

IMG_20140911_134732-1  Pungkat (detikriau.org) – Berikan motivasi, Tim Pemkab Inhil didampingi pihak Kepolisian Polres Inhil kembali sambangi Desa Pungkat Kecamatan Gaung. Kehadiran abdi dan pengayom masyarakat ini juga didampingi oleh kalangan NGO dan Jurnalis. Kamis (11/9/2014)

Kadisbun Inhil, Mukhtar T berharap agar warga dapat kembali beraktifitas sebagaimana biasa. Mulai saat ini dan ke depannya ia juga meminta agar masyarakat tetap menjaga kemanan dan kondusifitas lingkungan.

Bagi masyarakat yang terdampak peristiwa penjempuan terduga pelaku pembakaran alat berat milik PT SAL beberapa waktu lalu, Pemkab Inhil menyatakan melalui Diskes dan Dinsos ditugaskan untuk memberikan bantuan pengobatan dan langkah bantuan sosial lainnya.

Sementara itu, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, diwakili Kasat Reskrim, AKP Ade Zamrah meminta agar warga Pungkat tidak perlu lagi merasa khawatir. Sebagai penegak hukum ia memastikan aparat kepolisian akan selalu mengedepankan norma-norma hukum itu sendiri.

“Kita minta warga dapat menerima dan menjalani proses hukum yang berlaku. Sedangkan bagi warga yang masih di luar, segera kembali ke desa dan jalani kehidupan sebagaimana biasanya,”pesannya.(dro/*1)