Bupati Hadiri Istighosah di Kelurahan Sungai Piring

Bupati Inhil, HM Wardan memberikan sambutan saat menghadiri Istighosah di Kelurahan Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka, Rabu, 5 Nov 2014. Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil, HM Wardan memberikan sambutan saat menghadiri Istighosah di Kelurahan Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka, Rabu, 5 Nov 2014. Humas Pemkab Inhil

Batang Tuaka (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, HM Wardan menghadiri pelaksanaan Istighosah, dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1436 H, di Pendopo Kelurahan Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka, Rabu (5/11).

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Camat dan Upika, Lurah dan Kades, serta ratusan masyarakat Kecamatan Batang Tuaka.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Pemkab Inhil juga memprioritaskan pembangunan manusianya. Dengannya diharapkan masyarakat terutama generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku yang dapat bertentangan dengan aturan agama dan norma yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.

“Komitmen tersebut dilakukan melalui Program Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji. Program ini dimaksudkan, untuk mengantisipasi sejak dini masuknya pengaruh buruk dari budaya luar,” tutur Bupati.

Dalam kesempatan ini Bupati juga menghimbau kepada seluruh orang tua untuk dapat mengawasi anak-anaknya agar ketika masuk waktu Maghrib tidak ada lagi yang berkeliaran dan duduk santai di pinggir jalan atau jembatan.

“Ketika Maghrib tiba, anak-anak kita sudah harus berada di masjid dan mushalla. Selain untuk melaksanakan ibadah di rumah Allah SWT tersebut mereka juga akan diberi pelajaran tentang ilmu-ilmu kegamaan,” terangnya.

Sementara itu, penceramah dari Kuala Tungkal Provinsi Jambi, Al-Ustadz H Anwar Arda Billi dalam tausiyahnya berpesan, seiring dengan pergantian tahun ini hendaknya dapat menjadikan umat Islam sebagai insan yang lebih baik di masa mendatang, yakni dengan menjauhi dan meninggalkan berbagai perbuatan buruk di masa lalu, dengan memohon ampunan kepada Allah SWT dan berjanji tidak mengulanginya lagi.(dro/adv pemkab Inhil)




Harga Jual Rendah, Petani Sawit Junjangan Enggan Panen Buah

sawitTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebahagian petani kelapa Sawit, Desa Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka enggan memanen hasil perkebunan mereka. Dalam beberapa bulan belakangan ini, harga TBS dibawah Rp 1.000 per kilonya sehingga tidak mampu menutupi biaya operasional yang harus dikeluarkan.

“Biaya perawatan dan operasionalnya juga semakin tinggi. Tidak seimbang antara pendapatan dengan pengeluaran kami,” Jelas salah seorang petani Desa setempat, Ahmadi, rabu (15/10/2014)

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, para petani mengaku terpaksa mencari pekerjaan sampingan seperti menggeluti profesi nelayan dan buruh serabutan. ]

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan Inhil, H Muktar T, menyebutkan naik dan turunya harga TBS Kelapa Sawit bukan diakibatkan dari dalam negeri, melainkan Luar Negeri. Karena TBS salah satu komoditi ekspor yang harganya tergantung pasar dunia.

“Kalau pasar dunia naik, maka secara otomatis harga TBS juga ikut naik. Demikian pula sebaliknya,” kata mantan Kepala Disporabudpar Inhil ini.

Biasanya lanjut Muktar, fluktuasi harga tergantung pada permintaan minyak sawit mentah crude plam oil (CPO) di pasar dunia .(dro/*1)