Jaga Kebersihan Kota, Masyarakat Harusnya Ikut Berperan Aktif

detikriau.org – jarum jam baru saja menunjukkan pukul 06.25 Wib. Dinginnya pagi ditambah turunnya hujan rintik-rintik di Kota Tembilahan, Ahad (17/7/2016)  ternyata tidak menyurutkan niat petugas kebersihan dalam menjalankan tugasnya. Dengan telaten mempergunakan sebuah sapu lidi sembari menyeret sebuah bakul yang terbuat dari bahan bambo, Wanita paruh baya yang mengenakan seragam DKPP Inhil ini meniti langkah menjalankan tanggungjawabnya.

Tumpukan sampah menggunung dihadapan salah satu bangunan Sekolah Dasar di Jalan Jendral Sudirman Tembilahan ini menjadikan kota terlihat kotor dan kkusam. padahal dilatarbelakangnya jelas terpampang tulisan dilarang membuang sampah. kapan kita akan taat aturan dan tumbuh niat untuk bersama-sama menjaga keindahan kota?
Tumpukan sampah menggunung dihadapan salah satu bangunan Sekolah Dasar di Jalan Jendral Sudirman Tembilahan ini menjadikan kota terlihat kotor dan kusam. padahal dilatarbelakangnya jelas terpampang tulisan dilarang membuang sampah. kapan kita akan taat aturan dan tumbuh niat untuk bersama-sama menjaga keindahan kota?

Menjaga kebersihan Kota harusnya bukan sepenuhnya dibebankan kepada pahlawan kebersihan semata. Peran serta masyarakat menjadi sesuatu hal yang wajib. Sayangnya, kebanyakan masyarakat terkesan masih tidak ambil perduli.

Kapan kita akan saling bekerjasama memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan kota ini? Atau memang masih diperlukan aturan dan sanksi yang tegas agar kita bisa patuh?./dro




DKPP Harapkan Partisipasi Ketua RT Ajak Warga Gotong Royong

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kebersihan,  Pemakaman dan Pertamanan (DKPP) Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) H Sirajuddin mengharapkan kepada setiap RT untuk berperan aktif mengajak warganya bergotong royong, khusus ketua RT yang ada di kota Tembilahan.

“Kalau untuk kebersihan di lorong-lorong itu belum terjangkau oleh kita, sebab itu kami harapkan peran Ketua RT untuk mengajak warganya bergotong-royong, minimal di sekitar rumah masih-masing,” kata Sirajuddin, kemarin.

Ditambahkan, meski kebersihan kota tanggung jawab dinasnya, namun pihaknya belum dapat menjangkau ke setiap pemukiman warga yang ada di lorong-lorong dengan alasan tenaga kebersihannya masih terbilang minim.

“Petugas kita saat ini masih kurang yaitu hanya berjumlah 369 petugas. Sedangkan jalan dan perumahan warga cukup banyak,” paparnya.

Yang jelas katanya, untuk kebersihan lingkungan dalam lorong tersebut tergantung peran ketua RT masing-masing. Saat ini, DKPP telah menyediakan sejumlah gerobak becak yang berfungsi memungut sampah hingga ke ruas-ruas jalan kecil, namun gerobak becak itu terbilang masih baru dan masih dalam tahap permulaan. Mirwan




Berita Foto: Jaga Kebersihan Kota, Perlu Kerjasama dan Kesadaran Masyarakat

Menjaga kebersihan kota tidak cukup hanya mengandalkan kinerja petugas kebersihan. perlu adanya kesadaran dan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat. Sosialisasi dan ajakan yang baik rasanya diperlukan agar masyarakat sadar untuk menempatkan sisa sampah rumah tangga dalam kantong atau karung dan tidak membiarkannya  berserakan hingga memenuhi badan jalan seperti ini.  Gambar diambil di jalan Jendral Sudirman Tembilahan, sabtu, 5/3/2016 jam 06.55 Wib
Menjaga kebersihan kota tidak cukup hanya mengandalkan kinerja petugas kebersihan. perlu adanya kesadaran dan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat. Sosialisasi dan ajakan yang baik rasanya diperlukan agar masyarakat sadar untuk menempatkan sisa sampah rumah tangga dalam kantong atau karung dan tidak membiarkannya berserakan hingga memenuhi badan jalan seperti ini.
Gambar diambil di jalan Jendral Sudirman Tembilahan, sabtu, 5/3/2016 jam 06.55 Wib. dro




DKPP Nytakan Komitmen Dukung GNIB

Bup-GoroTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) nyatakan komitmen untuk mendukung Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Sejalan dengan itu, menurut Kepala DKPP Inhil H Edywan Shasbi, Bupati Inhil HM Wardan telah membuat arahan khususnya dalam mewujudkan Tembilahan sebagai kota ibadah untuk meraih Adipura dengan membuat kota bersih dan indah.

“Masalah mendasar yang perlu dilakukan dalam mendukung semua itu adalah penataan kota yang baik, meningkatkan kesadaran masyarakat dan memandang sampah sebagai permasalahan lingkungan.” Ujarnya usai melakukan rakor terbatas membahas persoalan ini bersama Dinas terkait yang saat itu dipimpin langsung oleh Bupati, rabu (25/3)

Menurut Staff Ahli Bupati Bidang Ekonomi ini, untuk mewujudkannya maka perlu adanya singkronisasi dan koordinasi antara DKPP dengan Satuan Kerja (Satker) terkait agar terjalinnya persamaan persepsi sehingga pelayanan publik bisa berjalan dengan baik sesuai harapan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Oleh sebab itu kami membutuhkan dukungan seperti masyarakat dan Satker terkait,” jelasnya.

Contoh singkronisasi antar Satker, lanjut Edy yakni antara pihaknya dengan Dinas Kesehatan (Diskes). Saat ini Diskes tengah melakasanakan peningkatan kapasitas kader prilaku hidup bersih dan sehat.

“Sedangkan Dinas Pendidikan (Disdik) bisa melalui Kebersiahan Keindahan Sekolah dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) melalui program pengelolaan sampah,” sebut Edywan Shasbi.

GNIB merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 22 tahun 2001 tentang pedoman prilaku hidup bersih dan sehat dan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 1995 tentang kebersihan serta visi dan misi daerah. (am/adv pemkab inhil)




DKPP diminta Operasionalkan Mobil Angkutan Sampah di Jalan Kayu Jati

mobil-sampahTEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga jalan kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu berharap agar Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Inhil juga mengoperasikan mobil pengangkut sampah dilingkungan tempat tinggal mereka. Apalagi dengan telah diresmikannya pasar “Umbut Kelapa” belum lama ini oleh Bupati Inhil, dinilai keberadaan mobil angkutan sampah ini semakin dirasakan sangat penting untuk menjaga kebersihan.

“Pasar umbut kelapa kini semakin dipadati oleh pedagang dan pastinya akan menghasilkan tumpukan sampah yang tidak sedikit setiap harinya. Kami menilai adanya armada pengangkut sampah sudah mnejadi sebuah keharusan,” Ujar salah seorang warga jalan Kayu Jati dimana pasar ini berada, Amrullah, senin (23/2)

Ditambahkannya, dulu, dengan kapasitas pedagang yang masih sedikit, produksi sampah dipasar yang awalnya dinamai pasar Kayu Jati ini hanya dibuang berserakan dikolong bangunan pasar sistem panggung itu. Pembersihan tumpukan sampah selama itu hanya dikelola oleh masyarakat secara swadaya. Misalnya dengan cara dibakar. Namun kini dengan bertambahnya jumlah pedagang dan semakin ramainya pengunjung pastinya produksi sampah akan semakin meningkat.

“Tentunya tidak mungkin lagi bisa dibersihkan secara swadaya oleh masyarakat. Produksi sampah itu tentunya harus dibuang dengan memanfaatkan sarana angkutan sampah yang sudah dimiliki pemerintah daerah,” Harapnya.

Senada dengan Amrullah, Warga jalan kayu jati lainnya, Rizal-pun berpendapat senada. Menurutnya produksi sampah saat ini bukan saja dihasilkan dari aktifitas pedagang dipasar umbut kelapa tetapi juga dihasilkan oleh sampah rumah tangga.

“Pemukiman penduduk kini semakin padat. Jika tidak disikapi dengan segera oleh pemerintah melalui Instansi terkait tentunya lambat-laun kawasan ini akan menjadi kawasan yang tidak sehat disebabkan banyaknya tumpukan sampah.” Nilainya. (dro)