LATIF DAPATI BERKAH DARI SISA KEBAKARAN

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puing-puing sisa kebakaran yang bagi sebahagian orang sudah tidak memiliki nilai ternyata menjadi sumber penghidupan bagi sebahagian kelompok orang lainnya. Dengan sisa barang terbuang ini mereka mampu bertahan hidup dan menafkahi keluarga.
Kenyataan ini disaksikan detikriau.org saat mengunjungi lokasi bekas kebaran di jalan kembang Tembilahan. Latif, pria paruh baya ini dengan tekun mengumpulkan sisa-sisa potongan besi, atas seng dan berbagai benda dari logam lainnya. Setelah terkumpul, dengan mempergunakan kendaraan kayuh roda tiga, ia mengantarkan sisa-sisa logam yang sudah menghitam ini kepada penampung.
“Alhamdulillah pak, dengan sisa-sisa barang ini saya masih mampu untuk menafkahi 3 orang putra saya. Yang jelas pekerjaan yang dinilai sebahagian orang kotor ini menjadi berkah yang dilimpahkan Tuhan bagi kami.”Syukur Latif sambil mengusap butiran keringan yang mengalir didahinya.
Menurut pengakuan Latif, sisa-sisa potongan logam bekas ini tidaklah didapatkannya dengan gratis. Dari lokasi tiga petak rumah, ia memborong dengan harga 1,2 juta. “Mungkin karena memang sudah terbiasa saya bisa menaksir berapa lembar rupiah yang bisa saya dapatkan dari sisa-sisa barang terbuang ini. Lebihnya, ya masih lumayanlah untuk sekedar memenuhi kebutuhan makan.” Ujar Latif dengan sedikit senyuman.
Dari pantauan detikriau.org dilokasi bekas kebakaran ini, teman-teman seprofesi latif terlihat sibuk mengemas dan mengumpulkan berbagai barang yang masih mereka nilai memiliki harga. Secara berkelompok mereka bekerja penuh semangat. Debu, terik matahari dan kotoran hitam bekas kayu terbakar pupus degan harapan untuk mendapatkan rezky bagi keluarga. (am)




DIJILAT API, 53 RUMAH PENDUDUK JALAN KEMBANG JADI ARANG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – 53 perumahan penduduk dengan 53 KK di RT 01 RW 04 dan RT 04 RW 03  yang diapit gang Sepakat dan Gang Jelita, jalan Kembang Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan dipastikan ludes disapu jago merah. Kebakaran hebat ini diduga diakibatkan konsleting listrik.

Berdasarkan Informasi pihak Kecamatan Tembilahan melalui Sekretaris Camat Tembilahan, Zulkifli, Skm, M.Kes, 53 unit rumah dengan 53 KK yang menjadi arang dengan rincian, perumahan penduduk jalan Kembang Gg. Jelita, RT 04 RW 03 yakni rumah milik, Heri, Abdullah, Muslion, Ba’i Zumi’is, Abd Rahman, Abd Aziz, Kartini, Halid, H.Muis, Hasan, Wanto, Iswandi, Arifudin, Mulyadi, Diah, Zulkifli, Muchtar, Syamsiah, Zaili, Rina, Yusfik, Apul, Dedi Saputra, Darlan, Ahmadi, Halid, Harnalis, Syamsiah, Syarifudin, Ruli, Arafek, H. Samad (3 rumah. Red) , Asnawi (2 rumah. Red) , Junaidi, H. Asri, Sadir, Wanto, Fajri, Jamiah, Mama Aju, dan Wati.

Untuk perumahan penduduk Jalan Kembang Gang Sepakat, RT. 04 RW. 01 yakni, Suhemi, Sami’un, Boiman, Idar, Sadri, Idah, Ancah, Basri dan Amat.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK, M.Si melalui Perwira Humas, Ipda Agus Sihombing kepada Wartawan, kebakaran diduga akibat konsleting listrik. “Kita duga penyebab kebakaran dari konsleting listrik. Kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini TKP sudah diberi Police Line,” Pungkas Paur Humas. (fsl)