Tak Ada Damkar, 1 Unit Rumah Warga Desa Pintasan Ludes Jadi Abu

GAUNG (detikriau.org) – 1 unit rumah milik Asnawati (42) RT 06 RW 02 di Parit Senang Hati Desa Pintasan Kecamatan Gaung ludes terbakar tanpa sisa, Rabu (7/9/2016) sekitar pukul 00.30 WIB.

Insiden tersebut disebabkan tidak tersedianya alat pemadam kebakaran. Padahal, korban sudah mengetahui sejak api mulai membesar.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra menjelaskan, pada saat itu si korban sedang senditian. Awal diketahuinya ketika ia bangun dari tidur hendak buang air.

Disaat keluar dari kamar, korban langsung melihat api pada bagian atap dapur. “Bangunan rumahnya itu terbuat dari kayu dan beratapkan daun nipah, itu juga salah satu sebab api dengan cepat membara,” kata Heriman Putra.

Selanjutnya, lanjut Paur Humas, korban keluar dari pintu depan rumahnya dan berteriak-teriak memanggil tetangganya untuk meminta bantuan.

Berselang beberapa saat kemudian, para saksi datang dan berupaya untuk memadamkan api namun kobaran tersebut tetap melalap dengan cepat menghanguskan bangunan.

Hasil penyelidikan kepolisian, api diduga berasal dari anglo atau tungku tanah yang dipergunakan korban untuk memasak. Sebab korban menyadari bahwa alat memasak itu belum dimatikan secara maksimal.

“Akibatnya, korban mengalami kerugian diperkirakan kurang lebih Rp 50 juta,” tutupnya./Mirwan




800 Kilogram Garam Ditebar untuk Padamkan Kebakaran Riau

detikriau.org – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan secara intensif di Pekan Baru, Riau. BNPB menambah dua lagi helikopter water bombing di Riau. Total ada lima helikopter water bombing BNPB terdiri dari helikopter MI-171 dua unit, MI-8, Sikorsky S61, dan Bolcow 105.

Selain itu juga ada dua pesawat Air Tractor water bombing dan 1 pesawat CASA TNI AU hujan buatan. “Satgas udara ini terus menggempur hotspot kebakaran hutan dan lahan dari udara dan menyemai awan-awan potensial menjadi hujan,” ujar Kepala BNPB, Willem Rampangilei melalui rilis diterima Otonomi.co.id, Selasa, 30 Agustus 2016.

Menurutnya, sebanyak 800 kilogram garam dapur (NaCl) telah ditebarkan ke dalam awan-awan potensial di ketinggian 9.500 kaki di atas daerah Pelalawan, Siak dan Kota Pekanbaru. Terdapat beberapa sel awan columnimbus dengan puncak awan 11 ribu hingga 12.000 kaki di sekitar Riau bagian Timur Laut – Tenggara.

“Total sudah 40 ton garam dapur digunakan untuk hujan buatan di Riau. Saat ini masih tersedia 9,5 ton garam dapur untuk hujan buatan,” tuturnya.

Satgas darat yang terdiri dari dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, Basarnas, Masyarakat Peduli Api dan relawan juga terus beroperasi memadamkan api di darat. Untuk memperkuat satgas darat maka telah tiba bantuan dua SSK (Satuan Setingkat Kompi) sekitar 200-300 personil dari Kodam I Bukit Barisan.

Willem menuturkan, mereka akan diperbantukan untuk memadamkan api dan menjaga wilayah-wilayah yang rawan dibakar. Upaya yang dilakukan secara intesinsif telah memberikan hasil yang signifikan. Hutan dan lahan yang terbakar hebat di Tanah Putih dan Pujud Kabupaten Rokan Hilir telah padam.

Permukaan lahan berwarna hitam bekas terbakar secara luas terhampar. Kepala BNPB yang terbang langsung dari helikopter water bombing melaporkan, “Secara umum kebakaran berhasil dipadamkan. Dari pengamatan visual masih terdapat asap yang sangat tipis keluar dari lahan bercampur uap air. Udara secara umum cerah,” ujar dia.

Hal ini juga sesuai dengan pantuan satelit MODIS dari NASA pada 30 Agustus 2016 pukul 16.30 Wib, di Riau haya terdeteksi ada satu hotspot. “Kualitas udara semuanya baik hingga sedang. Sudah tidak ada kualitas udara yang tidak sehat seperti pada sebelumnya,” tutur Willem.

Jarak pandang di Pekanbaru 7 kilometer, Rengat 9 kilometer, Dumai 6 kilometer, dan Pelalawan 10 kilometer. Terjadi hujan di banyak tempat seperti Pekanbaru, Rengat, Bengkalis, Kampar dan lainnya. Namun demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat ancaman masih akan berlangsung hingga September nanti.

Willem menambahkan, dalam rapat koordinasi dengan Satgas Terpadu. “Saya tetap arahkan agar jangan lengah. Tetap maksimalkan kekuatan untuk kegiatan patroli dan pengawasan serta pemadaman secara dini,” jelasnya.

Kata dia, daerah-daerah yang sering terbakar harus kita jaga agar tidak dibakar kembali. Hujan buatan tetap kita laksanakan. Heli water bombing memburu bekas kebakaran yang masih berasap. “Cuaca saat ini mendukung kamu untuk melakukan pemadaman,” imbuhnya./*

baca sumber

 




Kebakaran di Parit 15, Polisi Masih Dalami Motifnya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepolisian masih mendalami motif kebakaran yang terjadi di jalan Pangeran Hidayat gang Suka Damai parit 15 Tembilahan Hilir, Rabu (17/8/2016).

Pernyataan tersebut diungkapkan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra. Tak hanya itu, jumlah kerugian materil juga belum dapat ditaksir namun yang jelas api telah menghanguskan sebanyak 7 unit pemukiman warga

“Tidak ada korban jiwa, tapi ada 7 unit rumah hangus dan penyebabnya ini belum diketahui,” kata Heriman Putra.

Diketahui, pemilik ketujuh unit tersebut adalah Nursiah (48), Sarpin (60), Abdul Hamid (78) Darman (60), Surya (50) Mastura (45) dan Junaidi (30).

Meski belum diketahui motifnya, namun Paur Humas memastikan bahwa sumber api berasal dari rumah Mastura. Saat itu, rumah tersebut dalam keadaan kosong serta bangunannya terbuat dari kayu sehingga api dengan cepat membara.

“Sekitar pukul 16.30 WIB, api berhasil dipadamkan yang dibantu 3 unit mobil Damkar dari BPBD Inhil dan 1 unit dari PSMTI,” tutupnya./Mirwan




Gedung Eks SMAN 1 Tembilahan dilalap Api. Diyakini Sengaja dibakar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kobaran api menghanguskan I unit kantin dan toilet dibangunan gedung eks SMAN 1 Tembilahan, Selasa (12/7/2016). Sebelumnya selasa (28/6/2016) malam, gedung tersebut juga sempat memunculkan percikan api meski belum sempat membakar bagian bangunan.

Kebakaran bermula sekitar pukul 13.20 WIB ketika kondisi TKP dalam keadaan sepi. Apalgi memang gedung itu kini sudah tidak difungsikan lagi dan bahkan sudah tidak dialiri pasokan listrik.

Beberapa menit berikutnya, petugas pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil tiba dengan kekuatan 2 unit mobil Damkar.

“Kami mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 13.30 WIB,” kata Kabid Rehabilitasi Dan Kontruksi BPBD Inhil, Gordon.

Dari kondisi lokasi gedung, lanjutnya, diduga ada pihak yang tak bertanggung jawab yang melakukan pembakaran. Pasalnya TKP tidak ada aktivitas lagi, termasuklah aliran listrik. Pungkasnya./ mirwan




Dilalap Jago Merah, Karyawan Perusahaan di Pelangiran Ini Hangus Terpanggang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Yasni Rais (45) tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh gosong. Insiden itu terjadi ketika kobaran api membara besar di kediamannya Perumahan Staf Nyato Estate G2 PT TH Indo Plantations Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (11/6/2016) sekitar pukul 23.50 WIB.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, membaranya api tidak hanya melahap rumah Yasni Rais namun juga menghanguskan 1 unit rumah tetangganya, Arifin Mustafa.

“Saat itu Arifin terbangun dan berhasil menyelamatkan diri, tidak seperti nasib si korban. Padahal, saksi telah berusaha mengedor pintu membangunkan,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Herimain Putra, Minggu (12/6/2016).

Dijelaskan, peristiwa itu mula diketahui disaat Security, Helmi (49) sedang melakukan cek kontrol. Sesampai di TKP, ia melihat ada cahaya api menyala dari arah bawah rumah korban.

Selanjutnya, saksi inipun langsung mengedor dan berhasil membuka pintu rumah yang dihuni Arifin Mustafa. Saat itulah, kedua saksi mencoba menolong korban namun tidak berhasil.

Tak lama kemudian, petugas Damkar PT TH Indo Plantation tiba dan akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB.

“Selain memakan korban jiwa, kerugian materil yang ditanggung juga cukup besar mencapai kurang lebih Rp 350 juta. Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih dalam penyelidikan petugas Polsek Pelangiran,” tutupnya./ Mirwan




Kebakaran di Teluk Pinang, Ini Nama-nama Identitas Korbannya

GAS (detikriau.org) – Peristiwa kebakaran yang melanda di pemukiman warga RT 5 RW 3 Kelurahan Kecamatan Gaung Anak Serka (Gas) menghabisnya 5 unit rumah, Selasa (17/5/2016) kemaren.

Kelima unit rumah tersebut adalah milik Amlah (65), Jamaliyah (60), Thamrin (58), Azmani (43) dan Zulkifli (29).

“Api mulai muncul sekitar pukul 11.45 WIB. Selanjutnya, sekitar pukul 12.10 WIB petugas Damkar Gas serta dari PSMTI Gas turun membantu memadamkan api. Sekitar pukul 12.45 WIB apipun berhasil dipadamkan,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono.

Dari peristiwa itu, tidak ada korban jiwa namun kerugian cukup banyak sehingga sampai detik ini belum dapat ditaksir. Selain itu, penyebab kebakaran juga belum diketahui.

“Penyebab terjadinya kebakaran masih lidik,” tutupnya./ Mirwan