Musibah Siapa yang Mau, Membantu Orang Terkena Musibah Jangan Tunggu Dulu

ARBindonesia.com, TEMBILAHAN – Ditengah pandemi COVID-19 saat ini, dan terhitung 15 hari menjelang  lebaran  Idul Fitri 1441 Hijriah, musibah kebakaran terjadi hingga menyisakan puing-puing rumah yang terbuat dari kayu, Kamis (7/5/2020) malam sektitar pukul 19.30


Akibat keganasan sijago merah tersebut membuat Tamrin (54 th) bersama Istri dan dua orang putranya harus menahan duka mendalam, dan harus merelakan kehilangan tempat tinggal yang sejak puluhan tahun menjadi tempatnya bernaung selama ini.


Hanya butuh waktu sekitar 30 menit sijago merah mampu mengubur kenangan Tamrin bersama keluarga.


Jauhari alias Ayi alias Bahok (29 th) yang merupakan putra pertama dari Tamrin warga RT 01 RW 02, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, yang kesehariannya sebagai buruh lepas (mantan teknisi mesin PLTD parit 4) tak kuasa menahan air mata ketika melihat kobaran api mengelilingi rumahnya.


Ia merasa shok, seakan tak percaya dengan dengan apa yang dilihatnya malam itu. Bahkan luka bakar pada bagian punggungnya pun tak ia rasakan lagi perihnya saat itu.


Ayi yang dikenal dengan pribadi periang seketika berubah saat itu, ia tersandar dengan tatapan kosong melihat warga dan petugas pemadam kebakaran tengah berusaha memadamkan api dirumah tempat ia dibesarkan dan tumbuh hingga dewasa.


Minim harta yang dapat diselamatkan, bahkan surat-surat penting sekalipun ikut melebur menjadi abu. Kecuali sepasang pakaian dibadan yang dikenakan oleh keluarganya, bahkan Ayi sendiri hanya menggunakan celana pendek tanpa baju saat menyelamatkan diri dari kobaran api.


Saat ini Ayi bersama keluarga sementara tinggal di rumah milik ketua RT 01/RW 02, Kelurahan Tembilahan Hulu di Jl. H. Arif parit XI Gg. Kampung Baru I.


Atas hal tersebut, Demi keperdulian bersama kami dari Sahabat-sahabat dekat Korban melakukan penggalangan dana dalam bentuk apapun, yang nntinya akan diserahkan kepada yang bersangkutan.


– Bantuan uanga dapat disalurkan melalui Rekening Bank BNI, an. ARBAIN, Norek : 0589915291


WhatsApp/Hp :  Arbain 082385000885 / Pendi 082174454573


– Atau dapat mendatangi langsung kelokasi, Alamat : Jl. H. Arif parit XI Gg. Kampung Baru I (Depan Jalan Sederhana Tembilahan/Samping SMP N 1 Tembilahan).


#RamadhanIndahnyaBerbagi




Kebakaran di Sungai Beringin, 1 Korban Nyaris Terpanggang

Tembilahan, detikriau.org – kebakaran menghanguskan 1 unit rumah warga di jalan Pembangunan Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan Kab Inhil. Sabtu (25/2/2017).

Amukan api dirumah milik Jafri (39) ini menimbulkan 1 korban, Elfauzi Saputra (25)

Menurut Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Tembilahan IPTU Zulhendra, kebakaran mula diketahui sekira pukul 09.00 WIB. Dumana tetangga sekitar rumah melihat asap tebal muncul dari dalam rumah.

Saat itu rumah hanya ditunggui oleh keluarga dari Jafri, yaitu Elfauzi Saputra yang menderita gangguan jiwa dan baru pulang setelah dirawat di RSJ Tampan.

Melihat adanya asap tebal, warga kemudian mencoba memadamkan api. Setelah bantuan 1 (satu) unit mobil damkar, akhirnya sekira pukul 10.00 WIB. Api dapat di padamkan sekira pukul 10.00 WIB.

“Atas kejadian tersebut rumah korban mengalami kerusakan di bagian kamar depan dan garasi, sedangkan korban Elfauzi Saputra berhasil diselamatkan namun dia mengalami luka bakar dibagian kaki, tangan dan muka dan saat ini telah di rawat di RSUD Puri Husada Tembilahan.” Sampaikan Kapolsek

Menurut Kapolsek, kerugian akibat kebakaran tersebut belum bisa ditaksir, sedang penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Tembilahan./ Am




Dilalap Jago Merah, Pengrajin Perahu Kayu di Desa Pungkat Merugi Ratusan Juta Rupiah

Tembilahan, detikriau.org – 1 unit rumah warga di Jalan M. Taher RT 01 RW 01 Desa Pungkat Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau ludes dilalap si jago merah. Jum’at (18/11/2016) sekira pukul 08.00 Wib.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kronologis peristiwa yang meludeskan rumah pengrajin perahu motor bernama Husin (60) bermula sekira pukul 07.30 Wib saat korban bersama menantunya Syafrizon hendak melaksanakan rutinitas keseharian membuat perahu motor.

Saat itu korban menyalakan mesin pembangkit listrik diesel yang berada di bagian belakang rumahnya untuk mengoperasikan mesin ketam kayu listrik.

Sedang asyik bekerja, tiba-tiba sekira jam 08.10 Wib, Syafrizon tiba-tiba melihat asap mengepul dari pintu jendela kamar anak korban yang terletak disebelah kanan depan rumah.

Korban bersama menantunya kemudian bergegas masuk ke dalam rumah untuk melihat penyebab adanya asap di dalam kamar tersebut.

Begitu pintu kamar tempat asal asap tersebut dibuka ternyata api sudah membesar.

Seketika mereka berteriak minta pertolongan pada tetangga dan kemudian masyarakat yang berdatangan mencoba memadamkan api tersebut dengan menggunakan mesin pompa air, namun karena nyala api sudah membesar, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Api terus melalap bangunan tersebut beserta isinya hingga menjadi arang.

“Setelah berjibaku selama hampir satu jam, api baru bisa dipadamkan sekira pukul 08.55 WIB namun rumah beserta isinya sudah tidak bisa diselamatkan,” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Gaung IPTU Walsum.

Untungnya peristiwa kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa namun diperkirakan korban mengalami kerugian hingga ratusan juta./Am




Ditinggal Berobat, 1 Unit Rumah di Sungai Guntung Ludes Terbakar

KATEMAN (detikriau.org) – 1 unit rumah di Gang Satria 2 Jalan Kesehatan Sungai Guntung, Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman ludes jadi abu, Senin (31/10/2016).

Siang itu, kondisi bangunan dalam keadaan kosong. Sebab pemilik rumah, H Jumadi (60) pergi berobat Tanjung Batu Kepulauan Riau.

Peristiwa tersebut mula diketahui oleh tetangganya, Zainuddin sekitar pukul 14.20 WIB. Sontak saja, ia turun dari rumah mengabar kepada petugas Polsek dan Damkar serta masyarakat setempat.

Meski di TKP sedang diguyur hujan, kobaran api tetap melalap bangunan dengan cepat.

“Bangunan terbuat dari kayu, sehingga api cepat membesar,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil), AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Selasa (1/11/2016).

Dari upaya bersama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.45 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

“Sampai saat ini penyebab dari kebakaran rumah itu masih dalam penyelidikan petugas Polsek Kateman,” tutupnya./Mirwan

 




Kebakaran di Jalan H Arief ludeskan 3 Unit Rumah. Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran 3 unit rumah warga di jalan H Arif Gg Kampung Baru II Parit 11 Tembilahan Hulu, Minggu (11/9/2016) malam.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas Polsek Tembilahan Hulu,” sebut Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra.

Tak hanya penyebab, kerugian material yang ditanggung korban jug belum dapat ditaksir. Namun insiden tersebut tidak sampai memakan korban jiwa.

Untuk diketahui, pemilik ketiga rumah tersebut adalah Jamilah (55) Thabry (36) dan Saini (45). Menurut keterangan saksi kata Paur Humas, api berasal dari rumah Thabry./Mirwan




Awas Tabung Gas. Warga-pun Lari Berhamburan

Tembilahan, detikriau.org – Teriakan “Awas tabung Gas” dari salah seorang warga ditengah upaya pemadaman api pada peristiwa kebakaran di jalan H Arif antara gang 2 dan gang 3 Kecamatan Tembilahan Hulu sontak membuat warga kaget.

Teriakan yang  tidak diketahui sumbernya ini menjadikan jerambah kayu dimana TKP kebakaran terjadi bergoyang akibat beban dari ratusan warga yang berupaya menjauhi lokasi.

“Awas ada tabung gas. Menjauh…menjauh,” teriak salah seorang warga yang seketika berlari menjauhi lokasi.

Untungnya hingga beberapa saat ledakan yang dikhawatirkan tidak terjadi dan warga-pun kembali bahu-membahu melakukan upaya pemadaman.

Menurut penuturan warga setempat, dilokasi ini sudah beberapa kali diamuk jago merah.

Perkampungan penduduk yang berdiri dipesisir bantaran sungai Indragiri ini dijubeli ratusan rumah penduduk dan hampir seluruhnya berbahan kayu. bahkan atap bangunan rumah sebahagian masih berbahan atap daun.  /Mirwan