BPBD Inhil Tetap Siagakan Personil Tangani Karhutla

petugas siaga memantau hotspot di kantor BPBD InhilTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Yusfik nyatakan tetap siaga akan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di seluruh wilayah Inhil.

Meskipun saat ini personil BPBD telah ditarik kembali dari lapangan, tetapi bukan melepaskan kewajiban pada penanganan Karhutla. Pihaknya mengaku tetap menyiagakan sebanyak 3 kelompok dengan jumlah total 38 personil dan standby selama 24 jam, ditambah lagi dengan beberapa staf BPBD di kantor.

“Kemarin sejumlah personil kita di tempatkan di beberapa titik di Inhil, namun sekarang sudah kita tarik kembali. Mengingat di Inhil sudah tidak ada lagi ditemukan titik api yang signifikan,” katanya melalui Sekretaris BPBD, Annas, Rabu (9/9/2015).

Annas menerangkan, berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) di Inhil memang selalu ditemukan titik api, namun sejumlah titik api tersebut masih bisa dikendalikan pihak kecamatan. Sebab katanya di setiap kecamatan di Inhil ada tim tersendiri sebanyak 3 orang yang menangani terhadap penemuan titik api.

Jika tim tersebut tidak mampu lanjutnya, maka pihaknya turun ke lokasi dengan segera dan membawa sarana yang ada. Pada intinya, saat ini BPBD Kabupaten Inhil tetap siagakan Karhutla tanpa harus berapa di lokasi setiap hari.

Terkait kian menebalnya kabut asap di Inhil, Ia menegaskan bahwa asap tersebut bukanlah murni hasil kebakaran lahan di Inhil, melainkan asap kiriman dari luar daerah. Bahkan katanya, asap tersebut diperkirakannya lebih dari 50 persen sebagai asap kiriman.

“Buktinya, kita dari BPBD sajalah tidak terlalu menyibukkan diri memadamkan api, karena memang daerah kita sekarang ini titik api nihil ditemukan,” tandasnya. (mirwan)




Cegah Karhutla, Bupati Inhil Wacanakan Beri Surat Edaran Melalui Masjid

DSC_2086TEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mengatasi kembali terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bupati Inhil HM Wardan wacanakan membuat surat edaran yang dibagikan ke Mesjid-mesjid.

“Rencananya kita akan buat surat edaran yang ditujukan ke Mesjid-mesjid di setiap kecamatan dan dimintakan kepada petugas mesjid untuk membacakan sebelum Shalat Jum’at,” ungkap Bupati Inhil HM Wardan saat mimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahan, Selasa (17/2/2015).

Timbulnya Karhutal dinilai Bupati kerap terjadi disebabkan kelalaian pada masyarakat itu sendiri. Jika masyarakat paham akan dampak dari kebakaran itu maka mereka akan sadar sendiri dan mengurangi melakukan pembakaran, bahkan tidak akan melakukan lagi.

“Maka perlu kita pahamkan dampak dari Karhutla itu kepada masyarakat, ini dilakukan karena dampak terjadinya karhutla yang sangat kita khawatirkan,” tutur mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau itu.

Surat edaran nantinya, dijelaskan Wardan, jika tidak melalui Camat kemungkinan akan dilakukan memalui Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhil. Sebab katanya, Kemenag ini sejalan dengan kegiatan Mesjid.(mirwan/adv pemkab inhil)




Satelit Tera dan Aqua Deteksi 10 Titik Api di Inhil

kebakaran_sebanagauTEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun dalam beberapa hari belakangan ini sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, namun tidak membuat daerah tersebut terbebas dari terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu terbukti dengan ditemukannya 10 titik api yang terpantau oleh Satelit Tera dan Aqua pada Minggu (8/2/2015), yang tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten Inhil, yakni Kecamatan Pulau Burung, Pelangiran, Teluk Belengkong, Mandah, Gaung dan Kecamatan Kempas.

“Kemarin, jumlah titik api yang ditemukan di Kabupaten Inhil kembali mengalami peningkatan. Dimana, berdasarkan pantauan Satelit Tera dan Aqua, ditemukan sebanyak 10 titik api,” tutur Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, melalui Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Senin (19/2/2015).

Dijelaskan Ardi, munculnya titik api tersebut, dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh oknum masyarakat tertentu yang sedang membersihkan atau membuka lahan baru.

Oleh karena itu, munculnya titik api ini harus segera diantisipasi oleh semua pihak terkait terutama aparat dan masyarakat setempat, sehingga titik api yang ditemukan dapat segera diminimalisir dan tidak semakin meningkat jumlahnya.

“Untuk mengantisipasi meningkatnya titik api ini, kita minta masyarakat yang berkebun dan berladang, tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk membersihkan ataupun membuka lahan baru. Sebab, resiko yang ditimbulkan nantinya sangat besar, seperti terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” terangnya.

Adapun wilayah-wilayah yang ditemukan titik api, diantaranya 1 titik di Desa Sri Danai Kecamatan Pulau Burung, 1 titik di Desa Saka Palas Jaya dan 3 titik di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, serta 1 titik di Desa Gembaran Kecamatan Teluk Belengkong.

Kemudian, 2 titik di Kecamatan Mandah, tepatnya di Desa Pelanduk dan Batang Tumu, 1 titik di Desa Teluk Kabung Kecamatan Gaung dan 1 titik lagi di Desa Pekantua Kecamatan Kempas.(adi)




Bupati Inhil Instruksikan Camat Proaktif Cegah Karhutla

DSC_1766TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menginstruksikan kepada seluruh Camat, untuk lebih proaktif dalam mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dalan lahan (karhutla) di wilayahnya masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Terpadu Penendalian Karhutla jajaran Forkopimda, yang turut dihadiri Camat, Upika dan perwakilan perusahaan di Kabupaten Inhil.

Dikatakan, dalam upaya mengantisipasi sejak dini munculnya titik api atau hotspot yang berasal dari karhutla, maka sangat dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak terkait, khususnya aparatur pemerintahan yang ada di tingkat kecamatan.

“Jadi, salah satu indikator saya dalam mengevaluasi kinerja camat adalah dengan penurunan jumlah hotspot di kecamatan masing-masing,” kata Bupati Wardan.

Selanjutnya, mantan Sekdako Pekanbaru ini juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak membuka lahan baru atau membersihkan lahannya dengan cara dibakar, karena disamping akan mengakibatkan kebakaran juga dapat terkena saksi pidana.

“Perusahaan yang ada di Inhil juga harus menyediakan alat pemadam api ringan serta membentuk Masyarakat Peduli Api (MPI) di wilayahnya masing-masing,” imbuhnya. (adi/adv pemkab inhil)




Rosman Larang Warga Buka dan Bersihkan Lahan dengan dibakar

“Inhil tercatat sebagai Satu dari Enam Kabupaten Penghasil Asap di Riau”

Wabup Inhil menghadiri rakor karhutla di pku. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil
Wabup Inhil menghadiri rakor karhutla di pku. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragir Hilir tercatat sebagai salah satu dari enam kabupaten penghasil asap di Provinsi Riau. Untuk itu, diperlukan perhatian serius untuk mengatasi persoalan yang kerap terjadi setiap tahunnya ini.

“Harus menjadi perhatian serius bagi kita semua, karena Inhil tercatat sebagai salah satu kabupaten penghasil asap di Riau,” Sampaikan Wabup Inhil, H Rosman Malomo usai mengikuti rapat koordinasi implementasi rencana aksi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan se-Provinsi Riau di Pekanbaru, Jum’at (21/11).

Sebagai bentuk keseriusan menurut Wabup, dalam waktu dekat, Pemkab Inhil akan segera mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari sarana dan prasarana, sumberdaya manusia serta sanksi hukum bagi para pelaku karhutla, apalagi mengingat permasalahan tersebut sudah menjadi fokus utama yang harus diselesaikan pemerintah.

Dalam kesemaptan itu, Wabup juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Inhil terutama petani untuk tidak membuka dan membersihkan lahannya dengan cara dibakar, karena hal tersebut sudah jelas melanggar ketentuan dan peraturan hukum yang sudah berlaku.

Enam kabupaten/Kota yang tercatat sebagai penghasil asap di Riau adalah, Rohil, Bengkalis, Inhil, Dumai, Rohul dan Kampar. Namun yang tertinggi rawan terjadinya karhutla adalah Kabupaten Kampar, Bengkalis, Rohil dan Dumai.

Rakor yang digelar di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau ini, dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ketua Tim UKP-PPP, Dirjen PIKA, Deputi Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan, Kepala BP REDDPLUS dan Dirjen Perkebunan RI.

Turut mendampingi Wabup saat itu, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil.(dro/adv pemkab inhil)




Tangani Kabut Asap, BPBD lakukan Rapat Koordinasi

Tembilahan (www.detikriau.org) –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) serta BPBD Provinsi Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, rabu (19/9) melakukan rapat koordinasi terkait persoalan semakin meluasnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BPBD Kab. Inhil, Anwar Nawang menyatakan bahwa salah satu langkah yang kini sedang dilakukan adalah dengan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa yang daerahnya terpantau keberadaan titik api. Sdangkan penanganan melalui hujan buatan sedang dalam pembahasan. Hambatan terbesar menurutnya dikarenakan banyaknya jumlah titik api serta sebaran dalam areal yang cukup luas.”pantauan satelit, wilayah kita terpantau sebanyak 23 titik api.,” Ujar Anwar Nawang.

Anwar Nawang dalam kesempatan itu juga membenarkan bahwa sebahagian besar titik api, khususnya di Kecamatan Gaung berada di areal perkebunan miliki perusahaan swasta.

Menurut kapten pilot Helikopter, Yusak, tebalnya kabut asap yang menyebabkan terbatasnya pandangan. Bahkan diakuinya, ketinggian terbang hanya lebih kurang 65 meter dari pemukaan daratan.”kondisi seperti ini cukup mempersulit melakukan pemantauan lewat udara,” Ujar Yusak.(dro/0*)