Resmikan Pasar “Umbut Kelapa”, Bupati Inhil Pinta Pedagang Rawat Fasilitas dan jaga Kebersihan

DSC_2033 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meresmikan Pasar Umbut Kelapa yang ada di Jalan Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu, Jum’at (13/2/2015) sore. Pasar Umbut Kelapa ini sebelumnya dikenal dengan nama Pasar Kayu Jati dengan fasilitas seadanya.

Dalam sambutannya Bupati berharap kepada para pedagang untuk dapat ,merawat berbagai fasilitas yang sudah dibangun dengan sebaik-baiknya agar dapat bertahan lama.

“Bangunan Pasar ini tidak ada artinya kalau diri sendiri tidak merasa memiliki. Tak lupa saya juga ingatkan jangan ada sampah berserakan disekitar sini, mulailah dari awal untuk selalu menjaga kebersihan,” Pesan Bupati.

Pembangunan kawasan pasar Umbut Kelapa ini menurut Bupati dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan. Diantaranya APBN, Menteri Koperasi, APBD Provinsi Riau, APBD Kabupaten Inhil, CSR dari berbagai perusahaan di Inhil dan dari berbagai pengusaha. Dari kolaborasi dana yang diperoleh itu terbangunlah Pasar Umbut ini dengan sebanyak 336 los.

Tahun 2015, Bupati juga nyatakan untuk merealisasikan anggaran guna memaksimalkan pembangunan pendukung lainnya disekitar Pasar Umbut tersebut.

“Masih banyak lagi sumber-sumber anggaran, jadi kedepan tetap diupayakan untuk membangun berbagai fasilitas yang belum terbangun ataupun yang masih terkendala,” janji Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil H Fahrolrozy saat dikonfirmasi mengatakan bahwa jumlah dana yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut sebesar Rp 5,6 miliyar. Dan dari jumlah 336 los Pasar Umbut Kelapa ini kedepan akan terus diawasi, baik keamanannya, ketertiban dan lain sebagainya.

“Yang jelas kita sudah siapkan disini ada 6 petugas Trantip dan 2 pengawas, selain itu setiap pedagang di sini akan dibekali kartu pedagang resmi, jadi kita bisa tahu yang mana pedang dan yang mana tidak,” tutur Kadisperindag Inhil.

Disamping kehadiran Bupati, PEresmian Pasar Umbut Kelapa ini juga tampak dihadiri langsung oleh Kepala Disperindag Provinsi Riau, H Ramli Walid, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Riau Sawang, Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam, Sekda Inhil H Alimuddin RM, Ketua TP PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan, serta beberapa Kepala Dinas dan Badan di lingkungan Kabupaten Inhil. Tidak ketinggalan, para pedagang Pasar Umbut dan masyarakat setempat.(mirwan/adv Pemkab Inhil)




Bupati Inhil Tinjau Pelaksanaan Pembangunan Pasar Kayu jati

Bupati Inhil berbincang bersama pedagang dipasar kayu kecamatan Tembilahan HuluTembilahan (detikriau.org) – Didampingi Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, Kadisperindag, H Fahrolrozy beserta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhil, Bupati, HM Wardan meninjau pelaksanaan pembangunan pasar Kayu jati di Kecamatan Tembilahan Hulu.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Bupati menyaksikan secara langsung proses pelaksanaan pekerjaan los yang sudah hampir rampung dan berdialog dengan sejumlah pedagang serta pengujung pasar.

Sebagaimana disampaikan Bupati sebelumnya, lokasi pasar kayu jati yang kini dinamai pasar “Umbut Kelapa” itu, Pemkab Inhil merencanakan untuk membangun seribu unit los tempat berdagang. Pembangunan pasar terbesar di Kecamatan Tembilahan hulu ini selain didanai melalui dana pemerintah, baik Kabupaten, Provinsi dan Pusat juga didanai melalui Coorporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan swasta.

“Sebahagian besar los pasar yang dibangun diperuntukkan sebagi lokasi pemindahan pedagang di jalan Yos Sudarso Tembilahan. Dengan meningkatnya jumlah pedagang, kedepan kita berharap pasar ini akan tumbuh menjadi salah satu pasar terbesar yang akan mampu melayani semua kebutuhan masyarakat terutama masyarakat di Kecamatan Tembilahan hulu,” Ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati, upaya pemindahan pedagang dari pasar terapung, jalan Yos Sudarso ke pasar umbut kelapa ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menertibkan dan menjadikan kota Tembilahan yang bersih dan indah.

Usai meninjau pembangunan pasar “Umbut Kelapa”, bersama rombongan Bupati juga meninjau perisapan pelaksanaan MTQ ke 33 Riau. Saat itu Bupati menyempatkan melihat secara langsung proses pekerjaan pembuatan mobil hias Kabupaten Inhil yang nantinya akan diikutkan pada pawai Ta’ruf MTQ. (dro/adv pemkab inhil)




Pemkab Inhil Sedikitnya Bangun 1000 Los di Pasar Kayu jati

imagesTembilahan (detikriau.org) – Pemkab Inhil, akan membangun seribu unit los dilokasi pasar kayu jati. Pembangunan pasar terbesar di Kecamatan Tembilahan hulu ini selain didanai melalui dana pemerintah juga didanai melalui Coorporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan swasta.

“Sebahagian besar los pasar yang dibangun diperuntukkan sebagi lokasi pemindahan pedagang di jalan Yos Sudarso Tembilahan. Dengan meningkatnya jumlah pedagang, kedepan kita berharap pasar ini akan tumbuh menjadi salah satu pasar terbesar yang akan mampu melayani semua kebutuhan masyarakat terutama masyarakat di Kecamatan Tembilahan hulu,” Ujar Bupati kemaren.

Ditambahkan Bupati, upaya pemindahan pedagang dari pasar terapung ke pasar kayu jati ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menertibkan dan menjadikan kota Tembilahan yang bersih dan indah.

“Saat ini proses pembangunan pasar Kayu Jati  sedang berlangsung. Selesainya, seluruh pedagang yang kini membuka lapak dibadan jalan Yos Sudarso akan kita relokasi,” Tandas Bupati.(dro/adv pemkab inhil)




WARGA TEMBILAHAN HULU HARAPKAN PEMERINTAH BENAHI PASAR KAYU JATI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Kecamatan Tembilahan Hulu berharap Pemerintah untuk turun tangan membenahi keberadaan Pasar Kayu jati. Sebagai pasar yang saat ini cukup ramai dikunjungi pembeli, sudah selayaknya keberadaan pasar ini dapat lebih representative dalam melayani kebutuhan masyarakat setempat.

Harapan ini disampaikan oleh salah seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Fitria (30). Menurutnya, jika pasar ini dapat lebih dibenahi tentunya akan lebih memberikan kenyamanan kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

“Terus terang, sudah tahunan saya mengandalkan Pasar Kayu Jati untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Disamping jaraknya tidak terlalu jauh, dagangan yang dijajakan pedagang semakin hari semakin lengkap.” Ujar Fitria ketika sempat berbincang dengan detikriau.org di Pasar Kayu jati, Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (12/11).

Namun menurut Fitria, saat ini ia merasa keberadaan Pasar Kayu Jati ini kurang mendapatkan perhatian. Disamping kondisi bangunan yang sudah terlihat semakin tidak layak, penempatan pedagang juga tidak pernah dilakukan penataan dengan lebih baik.” Ini yang saya harapkan adanya sentuhan pemerintah. Kondisi bangunan pasar ini sudah semakin tidak layak ditambah pedagang sepertinya tidak tertata dengan rapi. Mereka terlihat bebas menempatkan dagangan dimanapun yang mereka kehendaki. Akibatnya, hampir setiap hari selalu terjadi kemacetan karena jalan dijubeli oleh pedagang,” Kritik Fitria.

Apa yang disampaikan Fitria juga diamini oleh, Ahmadi (43) salah seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu lainnya. Ia berharap agar Pasar kayu Jati ini dapat dikelola dengan lebih baik agar dapat tampil sebagaimana layaknya sebuah pasar.” Disamping kondisi pasar yang terlihat kumuh dan sembraut, pasar Kayu jati juga terlihat kotor. Sampai hari ini saya tidak pernah sekalipun melihat ada petugas kebersihan pasar yang memungut dan membuang sampah. Akibat tidak diperhatikan, kebanyakan pedagang membuang sisa dagangan disembarang tempat. Kini tumpukan sampah hampir terlihat disemua sudut dan tentunya menjadi sarang lalat dan tumpukan bibit penyakit.”Ujarnya juga memberikan kritikan. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




GARA-GARA MERCON, RUSNI TEWAS BERSIMBAH DARAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Perkelahian yang menyebabkan korban meninggal dunia kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah, Rusni (28), buruh, Warga Jalan Pasar Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu. Korban rubuh bersimbah darah setelah dada kirinya dihujam satu tusukan oleh pelaku dengan senjata tajam miliknya sendiri. Diduga pertikaian ini hanya disebabkan oleh suara letusan petasan.

 

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M,Si melalui Perwira Humas, Ipda Agus Sihombing menyatakan bahwa pada malam kejadian, selasa (7/8) sekira pukul 20.00 Wib, pelaku, Rahmat (32) warga Jalan Telaga Biru gg Bersama Kecamatan Tembilahan Hulu yang juga berprofesi sebagai buruh ini mendatangi TKP jalan Kayu Jati Tbh Hulu untuk menemui korban, Rusni. Maksud kedatangan Rahmat tidak lain adalah untuk berdamai dengan korban atas peristiwa yang telah terjadi antara dirinya dengan korban pada malam sebelumnnya.

 

Setibanya di TKP, Rahmat nyatanya tidak mendapatkan sambutan baik, korban  nampaknya masih menyimpan dendam dan langsung menyerang dengan mempergunakan senjata tajam kearah Rahmat. “Begitu mendapatkan serangan, rahmat mengelak dan akhirnya berhasil merampas senjata yang berada di dalam genggaman korban. Senjata yang telah berhasil dirampas itu kemudian dihujamkan Rahmat ke bagian dada kiri korban sebanyak satu kali dan akibat luka yang mengeluarkan darah begitu banyak ini akhirnya korban rubuh dan tidak berselang lama menghembuskan nafas terakhir. Begitu melihat korban rubuh, karena merasa ketakutan, malam itu Rahmat melarikan diri.” Jelas Paur Humas.

 

Malam itu juga korban yang sudah tidak bernyawa dilarikan ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan untuk di visum. Dari hasil visum diketahui ditubuh korban hanya terdapat sebuah tusukan senjata tajam pada bagian dada kiri dengan panjang tusukan 2,8 cm lebar 1,3 cm dan kedalaman 4,2 cm. “Hari ini, rabu (8/8) sekira pukul 07.30 Wib pelaku menyerahkan diri di Mapolsek reteh,”Tutup Paur Humas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Vokal dilapangan, malam sebelum kejadian Korban dan pelaku sudah terlibat pertikaian. Malam itu, pelaku sempat kaget dengan suara petasan yang sedang dimainkan korban. Sontak saat itu karena kaget, pelaku marah dan menegur korban. Tetapi korban tidak senang dan akhirnya terjadilah pertengkaran mulut. Saat kejadian itu, pelaku sempat melayangkan tamparan ke wajah korban. “Korban merasa tidak senang dan sambil pergi korban  mengancam akan membalas perbuatan pelaku.” Ujar seorang warga yang tidak bersedia namanya untuk dipublikasikan. (fsl)