Pria “Bejad” Warga Mandah Ini Tega Cabuli Anak di Bawah Umur

“Perbuatan Cabul Bahkan Sudah dilakukan Sejak Korban Masih Duduk di Bangku Kelas 2 SD”

Ini dia Wajah Pria "Bejad" warga Mandah R (35)
Ini dia Wajah Pria “Bejad” warga Mandah R (35)

KATEMAN (detikriau.org) – “Biadab” mungkin inilah kalimat yang paling tepat, R (35) warga komplek PSG jalan Melati Parit X Desa Air Tawar Kecamatan Kateman tega menggarap tetangganya sendiri, sebut saja namanya melati (11). Perbuatan manusia berhati iblis ini bahkan sudah dilakukan berkali-kali sejak korban masih duduk dibangku kelas 2 SD.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, pelaku menjalankan aksinya selalu berlangsung di rumah kediamannya sendiri.

“Pelakunya sudah diamankan kemarin oleh jajaran Polsek Kateman atas dasar laporan orang tua korban, sebab tindakan itu ketangkap basah oleh salah seorang saksi di TKP,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Kamis (28/7/2016).

Hasil introgasi, pelaku melakukan aksi pertamanya dengan cara memaksa korban hingga usia korban beranjak 11 tahun./ Mirwan




Nasib, Pria Ini Ditikam Saat Nagih Hutang

KATEMAN (detikriau.org) – Erfendi (23) langsung dilarikan IGD Puskesmas Sungai Guntung. Pasalnya, warga Kelurahan Tagataja Kecamatan Kateman ini ditikam saat menagih hutang terhadap pelaku, Tomi, Selasa (28/6/2016).

Insiden tersebut terjadi di kediaman pelaku Gang Surau jalan Jendral Sudirman parit 8 Kelurahan Tagaraja sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Heriman Putra menerangkan, motifnya karena persoalan hutang piutang.

“Pelaku ada hutang dengan korban senilai Rp 120 ribu, tapi si korban menagih dengan cara sedikit keras sehingga pelaku tidak senang,” kata Heriman Putra, Rabu (29/6/2016).

Dipaparkan, sore itu si korban bersama seorang temannya mendatangi rumah pelaku hendak menagih hutang. Sesampai di TKP, korban berusaha memanggil pelaku dari luar namun tidak ada jawaban .

Kemudian korban bersama saksi masuk ke dalam dan berjumpa dengan adik pelaku. Mana Tomi kata korban, adik pelaku ini memberitahukan bahwa pelaku ada di dalam kamar.

Kala itu juga si korban langsung masuk ke kamar dan sempat terjadi pertengkaran mulut. Ketika ribut-ributnya adu mulut, orang tua pelaku bertindak mengusir korban keluar dan saat itulah terjadinya penikaman.

“Setelah korban sampai diluar tiba-tiba pelaku datang dari dalam rumah dan menikam korban dengan sebilah badik di perut bagian kiri. Akibatnya, korban mengalami luka tusukan dengan panjang dan lebar 1 cm,” paparnya.

Saat ini, korban sedang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan  sedangkan pelaku masih dalam pengejaran petugas kepolisian./ Mirwan




Rumah Pedagang Pasar Sambu Disantroni Maling, Puluhan Juta Uang Tunai Raib

TEMBILAHAN (detikriau.org) – H Taha (46) warga jalan Benut Parit 10 Desa Air Tawar Kecamatan Kateman kehilangan uang tunai senilai puluhan juta rupiah, Selasa (7/6/2016) malam.

Peristiwa tersebut terjadi di kediamannya, tepat pada saat kondisi rumah dalam keadaan kosong. Insiden itu mula diketahui ketika si korban beserta istri dan dua anaknya pulang berjualan dari Pasar Sambu Desa Air Tawar sekitar pukul 22.00 WIB.

Ketika sampai di rumah, tampak kondisi pintu rumah bagian belakang dan pintu kamar dalam keadaan terbuka dan rusak serta ruangan kamarnya berantakan.

“Dari kejadian itu, korban juga kehilangan uang tunai senilai Rp 39 juta lebih,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Herimain Putra, Rabu (8/6/2016).

Saat ini, lanjutnya, keberadaan pelaku masih dalam penyelidikan yang ditangani oleh petugas Polsek Kateman./Mirwan




Terbengkalai, Pasar di Sungai Guntung Kini Alihfungsi Menjadi Pemukiman Warga

KATEMAN (detikriau.org) – Tak juga difungsikan hingga bertahun-tahun, pasar megah berlantai dua di sungai guntung Kecamatan kateman akhirnya kini dimanfaatkan. Tapi bukannya sebagai tempat aktifitas jual beli, melainkan disulap warga sebagai tempat tinggal.

Pantauan detikriau.org dilokasi, bangunan yang berdiri permanen itu kini dimanfaatkan menjadi tempat berteduh tidak sedikit warga. Hampir seluruh bagian bangunan pasar terisi penuh. Mulai lantai dasar hingga ke lantai dua. Terutama ruang yang telah disekat-sekat yang awalnya akan difungsikan sebagai kios.

Sedangkan lapak terbuka, contoh saja lapak sayur dan daging, kondisinya sangat kotor tidak terurus serta diselimuti debu. Terlebih lagi pada bagian lantai yang sudah dilapisi keramik itu hampir diseluruh bagian sudah tampak retak dan pecah.

Terkait terbengkalainya bangunan pasar guntung ini, Camat Kateman, Marlis Syarif juga sangat menyayangkan. Hanya saja untuk memenfaatkannya sesuai fungsi awal, pihak Kecamatan megaku tidak memiliki wewenang karena ada persoalan mendasar dengan berbagai pihak terkait.

“Jika saja proses pembangunan pasar itu tidak ada masalah, sudah dari dulu saya pindahkan para pedagang ke sana,” kata Marlis mengesalkan, Minggu (29/5/2016).

Untuk sekedar mengingatkan, Bangunan pasar guntung ini dibangun melalui  anggaran tahun jamak APBD Inhil TA 2006 – 2009 senilai Rp 13 Milyar lebih.

Kepada detikriau.org, Ahad, (16/6/2013), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil kala itu, Rudiyansah menerangkan bahwa belum juga bisa difugnsikannya bangunan pasar ini karena belum adanya serahterima dengan pihak kontraktor pelaksana.

Bahkan menurutnya saat itu, Pihak kontraktor sedang melayangkan gugatan terkait persoalan pengajuan eskalasi.

“kita sudah beberapa kali diminta hadir oleh pihak Pengadilan Negri Tembilahan. Yang jelas saat ini masih dalam proses, makanya kita belum bisa mengambil langkah kebijakan terkait bangunan pasar ini. Jika nanti sudah selesai, kita akan upayakan untuk  segera difungsikan namun sebelumnya tentu masih diperlukan untuk melakukan perbaikan dibeberapa bagian bangunan yang kini sudah mulai rusak,” Terang Rudiansyah.

Sementara itu terkait persoalan yang sama, Wakil Bupati Inhil saat itu, H Rosman Malomo dalam sidang paripurna menaggapi pandangan umum fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil terhadap ranperda pertanggungjawaban APBD tahun 2013 dan draff kebijakan umum perubahan APBD serta prioritas dan Plafon anggaran sementara perubahan APBD Inhil Tahun 2014 diruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil jalan HR Subrantas Tembilahan menyatakan bahwa belum juga dipungsikannya pasar Sungai Guntung sebagaimana peruntukkannya dikarenakan masih berada dalam sengketa gugatan perdata yang kini berada pada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Dikatakan Wabup saat itu, gugatan perdata yang disampaikan melalui Pengadilan Negri (PN) Tembilahan mendapatkan putusan bahwa PN Tembilahan tidak berhak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Oleh karenanya penyedia disarankan untuk mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase nasional Indonesia (BANI) yang saat ini ditangani oleh bagian hukum setdakab Inhil,” Sampaikan Wabup.

Namun sayangnya hingga bertahun-tahun persoalan pasar ini nyatanya belum juga ada penyelesaian./ Mirwan/dro




1 Blog Perumahan Sewaan Karyawan PT PSG di Kateman Ludes Terbakar

KATEMAN (detikriau.org) – Peristiwa duka menimpa warga parit 12 Desa Air Tawar Kecamatan Kateman. Insiden kebakaran menghanguskan 1 blok yang berisi 15 petak perumahan yang dikontrak karyawan PT PSG ludes menjadi arang, Selasa (3/5/2016) dini hari.

Menurut informasi dari kepolisian, peristiwa itu mula terjadi sekitar pukul 01.30 WIB yang diketahui salah seorang saksi yang sedang duduk di parkiran ojek setempat. Waktu itu, saksi tersebut langsung berteriak membangunkan kepada para korban.

“Disaat berteriak, sejumlah warga langsung bangun dan berbondong-bondong memadamkan api dengan alat seadanya,” sampaikan PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil), Iptu Warno Akman.

Namun dikarenakan bangunan sudah tua dan berbahan dari kayu, apipun kata Warno dengan cepat membakar bangunan di sekelilingnya hingga 1 blok sekaligus.

Tak lama berselang waktu, petugas Polsek Kateman yang dibantu Tim Damkar PT PSG melakukan pemadaman dengan menggunakan 2 unit mesin. Selanjutnya sekitar pukul 03.00 WIB apipun berhasil dipadamkan.

Hingga berita ini dirilis, kepolisian belum dapat memberikan keterangan terkait penyebab kebakaran. Namun yang jelas, di TKP tidak terdapat aliran listrik. Sebagai alat penerang, masyarakat menggunakan lilin dan lampu teplok (lampu minyak tanah).

Kemudian kerugian materil juga belum dapat ditaksir, tetapi diketahui salah satu halaman rumah korban diperuntukan untuk tempat parkir sepeda motor bagi para masyarakat yang hendak bepergian keluar desa. Dalam hal ini diduga jumlah sepeda motor yang terbakar sebanyak 10 unit./ Mirwan




Pompong Bermuatan 6 Ton Sembako Tenggelam Diterjang Ombak, 1 Orang Tewas

KATEMAN (detikriau.org) – Perahu Motor Kintan GT 3 bermuatan 6 ton tenggelam akibat diterjang gelombak di perairan Tanjung Jungkir Sungai Guntung Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (25/2/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

Perahu Motor kecil yang lajim disebut Pompong oleh warga Inhil itu berisikan 2 orang penumpang, Fikri (47) warga jalan Gerilya Gang Sepakat Jaya Tembilahan dan Marzuki alias Kutat (36) warga parit 5 Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman

“Nyawa Fikri tidak tertolong lagi karena kehabisan pernafasan ketika mengapung di perairan,” kata PAUR Humas Polres Inhil, Iptu Warno Akman.

Dijelaskan, awal kejadian bermula ketika pompong bermuatan sembako tersebut sedang dalam perjalanan dari pulau Batam menuju Sungai Guntung. Setibanya di TKP, pompong dihantam gelombang dan mengakibatkan mesin tidak stabil.

Saat itu lanjut Warno, Kutat sempat menghubungi keluarganya di Moro Provinsi Kepri untuk meminta pertolongan. Mendapat kabar, keluarga korban segera ke laut dengan menggunakan Speedboat, namun speedboat yang digunakannya juga mengalami gangguan.

Merasa tak mampu memberikan pertolongan, keluarga korban segera menghubungi rekannya yang sedang melaut untuk memberikan bantuan ke sekitaran TKP.

Sekitar pukul 11.00 WIB Kutat berhasil diselamatkan. Namun tak lama berselang, rekan korban Fikri ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi mengapung.

“Korban ditemukan, namun pompong sampai saat ini belum ditemukan. Kerugian materil hingga saat ini belum dapat ditaksir,” tutupnya. Mirwan