Bupati Nobatkan Mr Tay Juhana Sebagai Tokoh Pengembang Kelapa Inhil

“Sempena peringatan Sambu Group 50 Years Anniversary”

Tembilahan, detikriau.org –  Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyatakan, Mr Tay Juhana yang merupakan pendiri sekaligus perintis Sambu Group sebagai tokoh pengembang kelapa di Kabupaten Inhil.

Bukan tanpa alasan, Bupati mendapuk ‘gelar’ tersebut sebagai rasa hormat dan bangganya terhadap sosok yang telah berhasil merintis dan mempertahankan perusahaan pengelolaan berbasis kelapa, Sambu Group di Inhil selama 50 tahun.

“Jarang sekali ada perusahaan yang mampu eksis hingga usia 50 tahun. Namun, Sambu Group menjadi salah satu perusahaan yang mampu. Sambu sudah dapat menampung belasan ribu pekerja, terdapat ribuan masyarakat Inhil bekerja di Sambu Group saat ini,” Ujar Bupati dalam sambutannya saat menghadiri Sambu Group 50 Years Anniversary di Kateman, Selasa (5/12/2017) malam.

Dalam momen bahagia itu, Bupati juga mengucapkan ungkapan terima kasih kepada Sambu Group yang telah mampu meningkatkan produktifitas kebun kelapa masyarakat.

Menurutnya, dengan hamparan perkebunan kelapa seluas 432 ribu hektare dan 70 persen masyarakat yang bergantung dengan perkebunan kelapa, maka upaya meningkatkan produktifitas yang dilakukan oleh Sambu Group memiliki peran yang krusial dalam kesejahteraan masyarakat yang berprofesi sebagai pekebun kelapa.

Hadir mendampingi Bupati Inhil pada perayaan ini, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan, sejumlah anggota Forkopimda Inhil dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Kabupaten Inhil.

Perayaan HUT Sambu Group Ke – 50 berlangsung sangat meriah dengan diisi oleh berbagai jenis tari – tarian dengan alunan musik dari sebuah group orkestrabertaraf nasional serta dibawakan oleh seorang artis kenamaan di jagad selebriti Nusantara, Ersa Mayori./diskominfops_inhil/rls/adv




Duh Narkoba Lagi, Dua Pria Setengah Abad Ini Digari Polisi

KATEMAN (detikriau.org) – Dua orang pria berinisial E (51) dan M (53) ditangkap petugas kepolisian, Kamis (23/2/2017) kemarin. Pasalnya, kedua warga Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman ini terlibat tindak pidana Narkoba.

Menurut keterangan dari kepolisian, barang bukti yang disita dari pelaku E berupa 2 paket Sabu-Sabu. Sedangkan ditangan M disita barang bukti 1 paket bening sabu-sabu beserta 1 paket bening sabu-sabu yang sudah terbuka, diduga sisa pakai termasuk 1 buah Bong atau alat hisab berikut 1 korek api gas yang terpasang 1 buah pipet.

“Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Kateman untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Kateman KOMPOL Bainar, Jum’at (24/2/2017).

Kronologisnya, penangkapan kedua pelaku bermula sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Kapolsek mengaku mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya aktifitas transaksi narkoba.

Dari informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya ditemukan di persimpangan antara Jalan Beringin 1 dengan Jalan Jendral Sudirman setelah kedua pelaku hendak bertransaksi barang haram tepat sekitar pukul 23.45 WIB.

Kemudian sekitar pukul 01.15 WIB, Unit Opsnal langsung beraksi di TKP. Pelaku sempat mengelak dengan upaya membuang barang bukti ke dalam tong sampah. Ketika dicek, ternyata barang yang dilempar adalah bungkusan plastik warna hitam yang di dalamnya berisikan 2 paket sabu-sabu.

“Pelaku lalu diinterogasi dan akhirnya pelaku E mengaku bahwa dia memperoleh narkoba tersebut dari orang yang bernama M,” terangnya.

Berdasarkan keterangn itu, Unit Opsnal segera bergerak ke rumah pelaku M. Ketika dilakukan penggerebekan, pelaku ditemukan sembunyi di dalam WC diduga sedang membuang barang bukti narkoba kedalam lubang Closet.

Karena pelaku secara terus menerus menyiram lubang Closet, namun pada saat digeledah barang bukti berupa 1 paket bening yang diduga Narkotika jenis Sabu-Sabu tetap ditemukan tepat disamping kloset./Mirwan




Terekam CCTv, Polisi Bekuk ABG Pencuri Kendaraan Bermotor di Kateman

Gambar ilustrasi: net
Gambar ilustrasi: net

Kateman, detikriau.org – Tim opsnal polsek Kateman mengamankan Sai (17) dan Riz (14) warga Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil atas dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor roda dua milik Ind (35), selasa (27/12/2016)

Keterangan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Kateman, Kompol Bainar,  tindak pidana pencurian dilakukan Tsk pada Senin, tanggal 26 Desember 2016.

Sekira pukul 19.00 WIB, korban memarkirkan kendaraannya di depan rumah tinggalnya di Jalan H. Abdul Manaf, Kelurahan Tagaraja, Kec. Kateman. Kemudian sekira pukul 20.30 Wib saat korban hendak memasukkan kendaraannya kedalam rumah, namun sepeda motor itu sudah tidak ada lagi ditempat diparkirkan semula. Atas kejadian ini korban kemudian melaporkan ke Polsek Kateman

Mendapat laporan, Kapolsek memerintahkan Tim Opsnal Polsek Kateman melakukan olah TKP dan memeriksa CCTV yang terpasang dirumah korban. Dari rekaman CCTV didapat petunjuk dugaan terhadap pelaku pencurian tersebut

Tim Opsnal Polsek Kateman kemudian melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku yang diduga bernama Sai dan sekira pukul 01.20 WIB bertempat di Jalan H. Abdul Manaf akhirnya pelaku dapat diamankan

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya tersebut dan pelaku menyimpan sepeda motor curiannya di rumah kost Riz di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Tagaraja

Selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap rumah tersebut dan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) Unit Sepeda Motor Merk Honda Vario Warna Putih Hitam No.Pol BM 6307 GX dalam kondisi sudah dipreteli

“Saat ini, kedua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kateman untuk penyidikan lebih lanjut,” Pungkas Kapolsek./Am




Peras dan Ancam Gadis ABG, Pemuda Pengangguran Ini dipolisikan

ilustrasiKateman, detikriau.org – Jajaran Kepolisian Polsek Kateman mengamankan JEF (25) warga Parit 5 Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil, Rabu (9/11/2016). Pria pengangguran ini diduga telah melakukan Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman dengan menggunakan senjata tajam jenis badik terhadap seorang anak perempuan, Syar (13) pelajar kelas VIII MTS TI Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut keterangan pihak kepolisian, tindak pemerasan tersebut terjadi pada Selasa (8/11/2016) sekira pukul 14.00 Wib. Saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah dengan berjalan kaki.

Diperjalanan, pelaku menghampiri dan memaksa korban untuk menaiki sepeda motor yang dikendarainya.

Karena takut korban-pun terpaksa mengikuti kemauan pelaku. Namun belum seberapa jauh, sepeda motor pelaku mogok karena kehabisan bahan bakar.

Kemudian pelaku mengajak korban berjalan kaki untuk mencari minyak. Baru berjalan sekitar 30 meter, pelaku marah-marah kepada korban dan mengeluarkan sebilah badik dari kantong celananya dan mendorong korban hingga terjatuh.

Pada saat pelaku menodongkan badik kepada korban, korban menepiskan badik pelaku sehingga melukai jempol kiri korban.

Selanjutnya korban berdiri tapi pelaku langsung menampar pipi korban sebelah kiri yang mengakibatkan korban menderita luka memar.

Pelaku kemudian berkata kepada korban ” Kamu kasih tidak saya uang Rp.10.000, saya ini buronan Polisi, kalau tidak kasih kamu saya bunuh, saya mau lari ke Teritip kerumah saudara saya” Ancam pelaku ditirukan polisi

Namun korban tidak bisa memenuhi permintaan pelaku karena memang sedang tidak mengantongi sejumlah uang yang dimintakan.

Pelaku melihat tangan kiri korban berdarah, dan kemudian pelaku memaksa korban memotong jilbabnya untuk membalut luka pada ibu jari korban tersebut. Karena melihat luka korban terus mengeluarkan darah, pelaku jadi panik dan segera meninggalkan korban.

Melihat pelaku meninggalkan dirinya, segera pulang kerumahnya dan memberi tahu kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya.

“Namun orang tua korban, Zaid (46) baru melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kateman pada hari Rabu, tanggal 9 November 2016, pukul 13.00 WIB,” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Paur Humas Ipda Heriman Putra, kamis (10/11/2016)

Menerima laporan, Kapolsek Kateman KOMPOL BAINAR SH MH segera memerintahkan Tim Opsnal Polsek Kateman melakukan penyelidikan dan pukul 15.00 WIB pelaku berhasil ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan.

“Saat ini pelaku JEF dan barang bukti sebilah badik berhulu kayu telah diamankan di Mapolsek Kateman untuk proses penyidikan lebih lanjut.” Akhiri Paur Humas./ Am




Warga Kateman Temukan Jasad Pria Tanpa Identitas di Lahan Perkebunan

img-20161110-wa0044KATEMAN (detikriau.org) – Sesosok mayat berkelamin laki-laki ditemukan dalam posisi tertelentang di kebun warga Kelurahan Amal Bhakti Kecamatan Kateman, Kamis (10/11/2016).

Mayat tanpa identitas tersebut mula ditemukan oleh salah seorang warga, Risman sekitar pukul 9.30 WIB ketika ia sedang membersihkan kebun milik bapaknya, Lukman.

Mengaku kaget, saksi ini langsung meninggalkan TKP memberitahukan kepada orang tua dan Ketua RW beserta sejumlah warga lainnya.

Kemudian mayat tersebut dievakuasi ke RSUD Raja Musa Sungai Guntung untuk dilakukan VER. Alhasil, diperkirakan korban sudah meninggal 3 hari dan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan maupun penganiayan lainya di tubuh korban.

“Saat ini mayat masih di RSUD Raja Musa Sungai Guntung, sedangkan penyebab kematian masih dalam penyelidikan Polsek Kateman,” kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Razali menyebutkan bahwa hingga kini belum ada masyarakatnya yang mengenal korban./Mirwan




Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pramuka SMK An-Nur Kuala Selat Gelar Upacara Bendera “Berbasah-Kuyup”

“Sebagai Salah Satu Upaya Kenalkan Potensi Perairan Setempat Bagi Kaum Muda”

KATEMAN (detikriau.org) – Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016, Anggota Pramuka SMK An-Nur Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar upacara bendera. Uniknya, peringatan hari Kebangkitan Kaum Muda Indonesia ini dilaksanakan sembari nyebur di perairan Desa setempat, Jum’at (28/10/2016).

Saat itu meski “berbasah-kuyup”, puluhan anggota pramuka dengan rapi melakukan baris-berbaris dan menaikkan bendera, layaknya upacara pada umumnya.

Kepala SMK An-Nur, Dani Sartika SE MM kepada detikriau.org menyebutkan, berlangsungnya upacara itu tanpa ada persiapan yang maksimal. Artinya, sangat tidak terencana dari sebelumnya.

“Tidak terencana, namun dikarenakan masyarakat sini bergantung pada kehidupan di laut, jadi tidak asing lagi dengan air,” katanya.

Disamping itu, ia juga mengatakan ide upacara “berbasah kkuyup” ini bertujuan mengenalkan perairan Kuala Selat kepada para generasi muda bahwa di perairan tersebut memiliki potensi sumber daya yang sangat melimpah.

“Mereka generasi muda harus tau bagaimana caranya menjaga ekosistem laut serta bagaimana caranya mencintai lingkungan. Artinya, tidak hanya fokus di daratan saja,” tandasnya./Mirwan