Polsek Bangko Ringkus 2 Pelaku Pembunuh Ali.

Bagansiapiapi (detikriau.org) – Kepolisian Sektor ( Polsek) Bangko berhasil menangkap dua orang pemuda ‎penganiaya yang  mengakibatkan Ali Bahar Bin Bungsu tewas pada Jum’at,(28/08/15).  Ali tewas dengan luka tusukan dibagian leher, dada dan paha.

Kapolsek Bangko, Kompol.Nurhadi Ismanto.SH.Sik Via BBM grub, Ahad ( 30/08/15) Siang menerangkan bahwa kedua Pelaku, firmanto Alias Ifir, Warga Jalan Karya, Kelurahan Bagan Barat dan Eko Susanto Alias Eko, Warga Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir ditangkap  dirumah tokoh masyarakat, setelah di bujuk oleh bhabinkamtibmas polsek bangko Brigadir Yoyon dan Briptu Lubis.

Hasil pemeriksaan, Kedua pelaku pengaku menganiaya korban ( Ali Bahar – red)  karena sebelumnya pelaku ( firmanto-red)  dibacok oleh korban ( Ali-red). Malam saat kejadian, Ali kembali mendatangi rumah pelaku firmanto sembaari melontarkan ancaman.

“belum seberapo lai, belum masuk rumah sakit lai.” Ucap Kapolsek Nurhadi meniru bahasa pelaku penganiayaan. karena takut akan ancaman bacokan dari Ali, Lanjut Kapolsek, firmanto mendahului mengambil pisau sangkur yang ada dibawah kursi dan ditusukkan tepat dibagian dada korban.

Sedangkan pelaku lainnya, Eko ( Sepupu Firmanto. red ) saat lewat melihat perkelahian antara Ali dan firmanto, kemudian mengambil kikir yang ada di jok motor korban dan mengejar sembaari menusukannya ke tubuh korban.

“mengenai paha sebelah kiri dan tangan sebelah kanan sampai korban terjatuh diparit, kemudian kikir yang patah di taruh dipot bunga depan rumah Firmanto sedangkan pisau sangkur dibuang oleh pelaku dibelakang rumah dan kemudian melarikan diri.” Ujar Kapolsek.

Tambah Nurhadi, Saat ini kedua pelaku dan barang bukti sudah diamankan utk proses lebih lanjut di Polsek Bangko.

Sekedar mengingatkan, mayat Ali bin Bahar ditemukan warga didalam selokan dijalan karya ujung, gang hidayah, Kelurahan Bagan Jawa Pesisir, Kecamatan Bangko, Rohil. jum’at (28/8/15) sekira pukul 20.00 Wib. (tris)




Dalam Waktu Dekat, Bupati Akan Resmikan Sentra Perdagangan PKL

28Bagansiapapi (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir H.Suyatno dalam waktu dekat direncanakan akan meresmikan sentral pedagang kaki lima (PKL) Batu Enam yang terletak dipinggir Sungai Rokan, Bagansiapiapi.

“Menunggu jadwal pak bupati, kapan beliau ada waktu. Rencananya awal bulan ini (Maret-red ),” ujar Samsuri.SH, Ketua Koperasi Bina Karya kepada wartawan, Sabtu (28/02/15).

Menurut Samsyuri, bupati Rokan Hilir telah meninjau pasar sentral pedagang kaki lima yang dikelola oleh koperasi Bina Karya ini beberapa waktu lalu. Pedagang mengeluh kepada bupati terutama tidak adanya fasilitas air bersih, kamar mandi, musholla, drainase dan tempat parkir.

“Untuk itu pak bupati berjanji akan membangun apa yang dikeluhkan oleh pedagang,” tambah Samsyuri

Masih menurut Samsyuri yang juga Kepala Seksi Pengendalian Dinas Koperasi Dan UKM Kabupaten Rokan Hilir ini., dalam tahun (2015) bupati akan merealisasikan permintaan para pedagang karena dananya sudah dianggarkan melalui Dinas Koperasi Dan UKM Rohil.

Untuk merealisasikan apa yang dikeluhkan oleh para pedagang, sambungnya, Pemkab Rohil telah menyetujui dana membangun musholla sebesar Rp 200 juta, sumur bor Rp 300 juta, drainase 100 juta, kamar mandi/WC Rp 100 juta dan tempat parkir Rp 200 juta.

“Perencanaan sudah kami buat, tinggal proses pembuatannya lagi. Kita menunggu APBD 2015 berjalan. Mudah-mudahan tahun sudah selesai,” katanya mengakhiri. [tris/adv]




Dinas Cipta Karya Cekal Sejumlah Perusahaan Kontraktor Lokal

3Bagansiapapi (detikriau.org) – Dinas Cipta Karya dan Tataruang bakal memblacklist beberapa perusahaan lokal dan luar yang melakukan pekerjaan tidak sesuai kontrak tahun 2014, lalu, dengan sanksi tegas rekanan tidak boleh mengikuti tender selama 2 tahun. 

Selain itu, kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tataruang Rohil Suwandi, Selasa (3/2), bagi perusahaan yang masuk daftar blacklist tidak akan dapat mengikuti kegiatan tender baik di kabupaten dan propinsi.

“Perusahaan dianggap gagal tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan. Padahal, tender yang dilaksanakan dengan selektif,” jelasnya

Menurutnya, rata-rata nilai pagu kegiatan pekerjaan yang tidak tuntas dikerjakan pihak rekanan sekitar Rp500 jutaan, sedangkan nilai pagu diatas Rp1 miliar sebahagian selesai dikerjakan dan sebahagian dipending karena waktu pelaksanaan yang terbatas.

Mengantisipasi kedepan, jelas Suwandi, dapat dilakukan dengan mengesa lebih awal pelaksanaan kegiatan lelang. Sebab, sebahagian besar kegiatan perencanaan sudah siap dikerjakan, sekaligus surat ketetapan PPTK.

“Kita perkirakan lelang bulan Maret 2015, karena Sk PPTK sedang dalam proses. Mudah-mudahan kegiatan dapat tepat waktu baik lelang dan fisik,” ungkapnya.

Suwandi menambahkan, menyangkut kegiatan yang tidak tuntas, akan dilakukan evaluasi bersama tim banggar. Namun, jika kegiatan tersebut muncul dalam anggaran tahun berjalan akan dilelang kembali disesuaikan dengan pagu anggaran tersedia.

Dalam program skala prioritas, tambah Suwandi, Dinas Cipta Karya memprogramkan penyediaan saran air bersih mencakup wilayah perkantoran hingga Ibukota Bagansiapiapi. Dengan anggaran diperkirakan mencapai Rp11 miliar.

“Jadi, programnya kita akan buat intek pengolahan air bersih sekaligus membangun jaringannya. Kalau sumber airnya akan diambil dari Parit Atmo karena ketika musim kemarau air Sungai Rokan mampu mencukupi ketersediaan bahan baku air,” imbuhnya. [tris/adv]