Kuindra dan Keritang Kecamatan Terendah Realisai Rekaman e-KTP

TEMBILAHAN (detikriau.org)–Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) dan Kecamatan Keritang, merupakan dua kecamatan terendah melakukan perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

 

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ismet, mengatakan kecamatan Keritang dan Kuindra sebagai Kecamatan dengan realisasi perekamannya e-KTPnya terendah disebabkan banyak hal.

 

Untuk Keritang, permasalahanya adalah jumlah penduduk yang cukup padat sereta cakupan wilayah yang cukup besar.

 

“Kalau Kecamatan Kuindra, persoalanya dikarenakan daerahnya terdiri dari berbagai lokasi yang terpisah yang tentunya akan memerlukan jarak tempuh yang cukup jauh dan memakan waktu ,” jawab Ismet, Kamis (27/9).

 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjut Ismet, pihaknya sudah menambah 11 unit mobile enrollment dan membagi-bagikannya ke tiga wilayah besar di Inhil. Seperti wilayah Indragiri Bagian Utara, Selatan dan Tengah. Setidaknya upaya tersebut bisa mengenjot proses perekaman yang akan selesai sampai akhir Oktober 2012 mendatang.

 

Sepuluh unit telah di kirim ke tiga wilayah tersebut. Sedangkan satu unitnya sengaja diletakan di kantor Disdukcapil, untuk keperluan melayani titik pelayanna publik. Dua Kecamatan yang terendah perekaman e-KTPnya ini baru mencapai angka 20 persen.

 

Sedangkan kecamatan paling tinggi realisasinya, adalah Kecamatan Tempuling yang sudah mencapai diatas 52 persen. Diketahui, beragam persoalan yang dihadapi masing-masing daerah dalam melakukan perekaman e-KTP. Mulai dari keterbatasan alat, hingga akses dari daerah satu ke daerah lainnya.(dro/*1)




MESKI PERALATAN TERLAMBAT, DISDUKCAPIL INHIL KOMIT KEJAR TARGET PENYELESAIAN e-KTP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil), H Dianto Mampanini sangat menyayangkan keterlambatan tibanya peralatan yang akan digunakan untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP dari Pusat. Kondisi ini disebutkannya tentu akan berpengaruh pada kesuksesan program yang dicanangkan Pemerintah hingga oktober 2012 mendatang.

“Mengingat kondisi geografis daerah-daerah yang ada di Kabupaten kita sulit di jangkau, belum lagi dalam waktu dekat kita akan menghadapi bulan puasa, Keterlambatan ini tentu penerapannya dikhawatirkan tidak akan maksimal. Namun demikian, kita akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan program e-KTP ini,” tutur H. Dianto kepada wartawan, Kamis (31/5).

Menurut Dianto, dengan kondisi geografis seperti Kab. Inhil, seharusnya lebih diprioritaskan untuk mendapatkan berbagai peralatan lebih dulu agar lebih matang dalam persiapan. Selain itu, ia juga berpendapat peralatan yang sangat cocok untuk pelaksanaan perekaman e-KTP di di Inhil adalah alat yang bisa dibawa kemana-mana atau Mobile Enrollment.

Peralatan perekam yang sudah diterima yakni berupa 40 set peralatan rekam. Dari jumlah tersebut setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil akan mendapatkan 2 set peralatan pembuatan e-KTP, yang terdiri dari Komputer, Scanner, Printer, Pemindai sidik jari dan kamera digital.(fsl)