Tembak, Pasang Dinamit, lalu Ledakkan Kapal Asing. TNI AL Laksanakan Instruksi Presiden

 

190834_780433_nelayan_vietnamANAMBAS – Operasi penenggalaman kapal asing yang terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia dimulai. Dalam waktu dua jam, TNI Angkatan Laut (AL) membuat karam tiga kapal di perairan Anambas, Kepualauan Riau.

Penenggelaman kapal dilakukan dalam dua tahap, yakni penembakan dan peledakan dengan dinamit. Pantauan Jawa Pos, sekitar pukul 10.00 penenggelaman dimulai di perairan Pulau Anambas, Riau.

Tiga kapal asing itu berposisi seja‎jar. Panjang kapal-kapal asing itu hampir sama, yaitu sekitar 80 meter. Lalu, sekitar 700 meter dari lokasi kapal asing, terdapat tiga kapal yang bertugas melaksanakan aksi penenggelaman. Yakni, KP Napoleon dan KP Ketipas milik kementerian kelautan dan perikanan (KKP), serta KM Bintang Laut milik Badan Koordinator Keamanan Laut (Bakorkamla).

Awalnya, ketiga kapal patroli itu menembaki kapal-kapal asing. Setelah itu, kapal dipasangi dinamit ‎dan diledakkan. Asap hitam membelah langit Anambas. Dalam waktu kurang dari dua jam, ketiga kapal sudah tenggelam.

Panglima Komando Armada Laut Kawasan Barat (Pangkoarmabar) TNI AL Laksamana Muda Widodo mengatakan, penenggelaman kapal dilakukan untuk menunjukkan ketegasan dari TNI‎. ”Yang jelas, targetnya tidak ada kapal asing yang mencuri lagi. Mereka harus jera, kalau tidak, kita akan tenggelamkan lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga memberikan instruksi menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan.

Terkait dengan metode penenggelaman yang menggunakan penembakan meriam dan peledakan dinamit, kata dia, hal itu ditujukan agar kapal lebih cepat tenggelam. ”Kalau hanya menggunakan peluru, maka penenggelaman bisa sangat lama. Bahkan, bisa seharian,” paparnya.

Saat penangkapan pada 2 November 2014, ketiga kapal diketahui membawa sekitar 2,1 ton ikan. Saat itu ada 33 anak buah kapal (ABK) yang diamankan. Rencananya, mereka akan dideportasi. Sementara untuk jumlah kerugiannya belum bisa ditaksir. ”Itu ketahuan saat kapal belum penuh ikan, baru setengah jalan,” jelasnya.

Wakil Bupati Anambas Abdul Haris menjelaskan, pencurian ikan di Anambas diakui memang sering terjadi. Pasalnya, Anambas merupakan lumbung ikan di Kepulauan Riau. ”Tidak ada musim ikan di sini. Sepanjang tahun selalu banyak,” terang Haris.

Pencurian ikan itu jelas membuat masyarakat merugi. Sebab, nelayan lokal hanya menggunakan pancing. Sedangkan pencuri ikan menggunakan pukat. ”Bahkan, nelayan Anambas kerap diserang nelayan asing. Caranya, dengan ditabrak kapal asing. Tapi, kebanyakan bisa menghindar,” katanya.

Dia berharap, penenggelaman kapal bisa terus dilakukan. Sehingga, masyarakat Anambas bisa mencari ikan dengan tenang tanpa gangguan dari kapal asing.(jpnn)




Beranikah Indonesia Tenggelamkan Kapal Asing? Coba Buktikan!

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menenggelamkan kapal asing yang masuk ke laut di Indonesia secara ilegal.

“Menurut saya itu kan pendapat ya, itu biasa-biasa saja. Saya sih kalau Pak Jokowi melakukan itu (tembak kapal pelanggar perbatasan) saya mendukung,” kata Fadli dalam acara diskusi Polemik Sindo Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/11/2014).

Menurut Fadli, dalam beberapa tahun terkahir tercatat beberapa kali kapal nelayan Indonesia yang melanggar wilayah perbatasan dibakar oleh pihak Malaysia.

Kebijakan penenggelaman itu, kata Fadli, disebut sebagai tindakan resiprokal atu saling balas. “Kalau kapal-kapal nelayan kita dibakar di Malaysia atau ditenggelamkan, ya kita juga bisa melakukan hal yang sama,” kata Fadli.

Dalam menerapkan kebijakan penenggelaman kapal tersebut, Fadli mengimbau pemerintah untuk meninjau norma atau hukum-hukum internasional yang berlaku.

Dia pun juga mendesak Jokowi untuk segera membuktikan kebijakan yang sempat mendapat respons negatif dari pihak Malaysia tersebut.

“Jadi sebenarnya pemerintah, Pak Jokowi gak usah terlalu banyak omong lah. Coba dilakukan saja dulu. Satu ditenggelamkan, enggak usah banyak-banyak,” kata Fadli.(sindonews)




Bawa Ribuan Liter Premiun dan Solar, KM Aneka Putri Ludes Terbakar

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

Kateman (detikriau.org) – Satu unit Kapal Motor pembawa ribuan liter Bahan Bakar Minyak ludes terbakar di perairan  Tanjung Raja, Kecamatan Kateman, Kamis (30/10/2014) sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

KM Aneka Putri yang dinakhodai Said Yusfik (49) warga Desa Belaras Kecamatan Mandah itu baru saja selesai melakukan pengisian BBM jenis premium dan solar di APMS Tanjung Raja Kateman.

Menùrut keterangan petugas kepolisian, BBM tersebut akan dibawa ke Pangkalan Raja Alvin di Kecamatan Mandah. Namun baru saja selesai mengisi BBM, timbul percikan sehingga membakar habis seluruh bagian kapal termasuk muatannya.

“KM Aneka Putri membawa 1.760 liter premium dan 4.600 solar. Kejadian itu cukup cepat sehingga tak ada yang bisa diselamatkan,”ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Kamis (30/10).

Sedikit diceritakan Warno kronologis kejadian, setelah melakukan pengisian BBM, Nakhoda KM Aneka Putri, Said mencoba menghidupkan mesin kapal dengan cara distarter. Setelah hidup gas mesin tidak mau diturunkan.

“Kapten kapal berusaha mematikan mesin namun naas tiba-tiba saja timbul percikan api dan menyambar ke bagian BBM  yang ada dibagian kapal. Musibah kebakaranpun tak bisa terhindarkan,” jelasnya.

Sebelum api membesar Kapten bersama seorang ABK, Nurdin berupaya memadamkan api. Namun upaya itu sia-sia. Akibatnya sang kapten mengalami luka sekitar 35 persen. Sedangkan Nurdin hanya mengalami luka lecet.

” Korban Said yusfik masih menjalani perawatan medis di RSUD Raja Musa Sungai Guntung,” jelasnya.(dro/*1)




Terjatuh Ke Sungai, ABK Liman ditemukan Tak Lagi Bernyawa

ilustrasiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Belum diketahui penyebanya, Hendi (25) Anak Buah Kapal (ABK) Liman tiba-tiba saja tercebur ke sungai saat hendak menambatkan kapal diperairan Sungai Batang Gansal Desa Seberang Pulau Kijang, Kecamatan Reteh pada Kamis (25/9) sekitar pukul 17.30 WIB. Satu jam kemudian, Hendi ditemukan mengapung dalam kondisi sudah tidak lagi bernyawa.

Menurut keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, korban terjatuh ketika akan mengingkatkan tali kapalnya ke batang pohon yang berada di tepian sungai tersebut.

“Korban terjatuh dan tenggelam. Saat ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB korban sudah tak bernyawa. Kemudian korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat,” ujar Paur Humas.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jasad korban kemudian diserahkan petugas kepada pihak keluarga dan selanjutnya dilakukan proses pemakaman sebagai mana meskinya.

Untuk mengetahui penyebab terjatuhnya korban, petugas sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik rekan-rekanya sesama ABK maupun warga setempat yang diduga mengetahui peristiwa tersebut. Tandasnya (dro/*1)