Awas, Ada Zat dalam Makanan yang Bisa Picu Kanker Testis!

 

Detikriau.org — Kanker testis merupakan penyakit mengerikan yang penyebabnya masih belum diketahui pasti hingga saat ini. Akan tetapi, para peneliti dari Wake Forest University, Amerika Serikat, memiliki dugaan kuat bahwa kanker testis bisa terjadi akibat paparan zat yang ada di dalam jenis makanan tertentu.

Dilansir melalui klikdokter.com, Profesor biologi dan kanker, Gary G. Schwartz, PhD, MPH, menyebut bahwa zat tersebut adalah racun yang disebut ochratoxin A. Racun itu muncul karena kontaminasi yang berasal dari jamur. Schwartz mengungkapkan bahwa racun itu mungkin ditemukan pada biji-bijian dan produk tanaman lain, termasuk kopi, kacang-kacangan, dan rempah-rempah. Racun penyebab kanker testis juga berpotensi ada di dalam makanan yang berasal dari hewan, terutama daging babi.

Bukti bahwa ochratoxin A dapat menyebabkan kanker testis berasal dari percobaan yang menggunakan tikus. Sebelumnya, ochratoxin A dapat menyebabkan kanker ginjal dan itu ditunjukkan dalam percobaan pada tikus yang sedang hamil. Racun itu melintasi plasenta dan menumpuk di organ-organ dalam janin, di mana peristiwa tersebut menyebabkan perubahan DNA yang berakibat pada terbentuknya sel kanker.

Schwartz kemudian mengaitkan temuan tersebut pada manusia. Ia beranggapan bahwa janin laki-laki yang terpapar ochratoxin A saat masih dalam kandungan dapat mengalami kerusakan DNA di testis. Selain itu, Schwartz mengatakan bahwa bayi yang telah dilahirkan juga mungkin terpapar ochratoxin A dari ASI ketika menyusui.

Belum bisa jadi acuan

Terlihat meyakinkan, namun teori yang dilontarkan Schwartz masih belum dapat dijadikan sebagai acuan. Kendati demikian, Schwartz tetap memberikan solusi untuk menghadapi apa yang ia temukan dalam penelitiannya.

“Kadar ochratoxin A dapat dikurangi dengan memberikan obat antiinflamasi seperti aspirin, indometasin, atau vitamin A, C, dan E pada wanita hamil. Aspartam, yang merupakan pemanis buatan dan biasanya ada di dalam minuman bersoda, juga bisa melawan efek ochratoxin A,” kata Schwartz.

Pernyataan oleh Schwartz dinilai sangat kontroversial. Ini karena sebelumnya tidak ada yang menyarankan bahwa wanita hamil boleh minum obat antiinflamasi atau vitamin dalam dosis besar. Dan juga, selama ini wanita hamil sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi pemanis buatan, termasuk minuman bersoda.

Penelitian oleh Schwartz memang masih jauh dari sempurna. Akan tetapi, Schwartz mengatakan bahwa penelitian selanjutnya tidak harus mencoba untuk membuktikan atau membantah hubungan antara ochratoxin A dan kanker testis.

Pemicu kanker testis lainnya

Faktor yang paling berperan pada terjadinya kanker testis adalah genetik atau keturunan. Namun, dr. Andika Widyatama dari KlikDokter mengatakan bahwa junk food, merokok, dan minum alkohol juga berpotensi menyebabkan terjadinya penyakit mengerikan itu.

“Pola makan yang bisa meningkatkan risiko kanker itu biasanya adalah yang suka makan junk food. Begitu juga dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol,” ungkapnya.

Jadi, meski penelitian tersebut masih belum terbukti sepenuhnya, tak ada salahnya untuk terus waspada dan berhati-hati dalam memilih makanan sehari-hari. Jangan lupa juga untuk terus memperbaiki gaya hidup yang Anda jalankan, agar Anda terhindar dari risiko beragam penyakit termasuk kanker testis.

 




Ingin Tau Lebih Jauh Apa Itu Akrilamida? Baca Penjelasan Ini

Foto: net

Detikriau.org – Proses pengolahan pangan dapat meningkatkan nilai gizi bahan pangan, namun di sisi lain juga dapat menyebabkan terbentuknya komponen-komponen yang beracun bagi tubuh. Salah satunya adalah senyawa toksik yang terbentuk diantaranya, akrilamida.

Akrilaimda adalah suatu senyawa yang sangat reaktif secara kimia dan biasanya digunakan sebagai bahan baku monomer sintesis poliakrilamid, sejenis polimer yang digunakan dalam pemurnian air dan produksi kertas (Gokmen dan Sanyuva 2008). Senyawa ini merupakan salah satu bahan organic yang biasa digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari, untuk memproduksi plastik dan bahan pewarna. Akrilamid merupakan senyawa yang dikategorikan sebagai senyawa penyebab kanker atau berpotensi sebagai karsinogenik pada manusia oleh FDA.

Suhu yang tinggi dibutuhkan untuk pembentukan akrilamid. Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai pembentukan senyawa akrilamid pada suhu di bawah 100 °C (Lingnert et al.2002). Baca lebih lanjut ….

 




Hahaha… Mau Cium Kentut Gratis? Mampu Cegah kanker, stroke, serangan jantung hingga demensia

detikriau.org – Mungkin kita akan merasa risih dan tidak nyaman, ketika ada seseorang dengan tidak tahu malunya kentut sembarangan di dekat kita, entah itu orang asing atau teman sendiri. Aroma yang tidak sedap akan membuat siapapun buru – buru menghindar atau menutup hidungnya rapat – rapat.

Tapi tahukah Anda, penelitian baru – baru ini bau kentut yang kita keluarkan ternyata dapat mencegah penyakit kanker, stroke, serangan jantung hingga demensia (pikun).

Dikutip dari laman kampungbaca.com, kentut merupakan proses alamiah yang terjadi dalam tubuh, seperti halnya sendawa yang dapat mengurangi tekanan dalam tubuh. Hebatnya, manfaat kentut ternyata juga dapat memperpanjang umur seseorang. Hal ini dikarenakan susunan kimia yang keluar oleh tubuh kita, yang terdiri dari Fluoride (yang biasa di temukan pada campuran pasta gigi), dan Hidrogen Sulfida yang mungkin dapat mematikan dalam dosis besar. Namun untungnya, dalam kentut hanya memiliki dosis yang sangat rendah dan justru sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan Hidrogen Sulfida, gas yang berbau kuat dalam kentut disebabkan pemecahan makanan oleh bakteri dalam usus, yang biasa ditemukan juga pada telur busuk. Dalam jumlah besar, gas tersebut dapat berubah menjadi racun. Namun dalam jumlah dosis sedikit yang terdapat pada kentut, hal ini justru sangat bermanfaat dalam melindungi sel-sel dan melawan penyakit, Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Exeter. Orang di sekitar harusnya berterimakasih dengan bau busuk yang dihasilkan oleh kentut seseorang, karena dapat membantu mencegah penyakit kanker, stroke, serangan jantung hingga demensia (pikun).

Ketika kita dalam keadaan sakit, sel-sel mengalami stres dan mengubah cara kerja enzim untuk menghasilkan Hidrogen Sulfida sendiri. Senyawa kimia ini membantu melestarikan mitokondria yang berfungsi untuk mendorong produksi energi dalam pembuluh darah serta mengatur peradangan. Tanpa proses tersebut, sel akan mati secara perlahan. Dari proses alami tersebut, para ilmuan telah membuat senyawa yang diberi nama AP39, yang telah berhasil membantu 80 % mitokondria untuk bertahan dengan penyakit kardiovaskular.

Namun senyawa tersebut tidak seperti Hidrogen Sulfida, hasil alami dari tubuh dan dikeluarkan lewat kentut yang bisa mencegah lebih banyak penyakit.  Jadi mulai sekarang, kita harus lebih bangga dan tidak perlu malu – malu lagi saat kentut, biarkan keluar dan sesekali rasakan bau yang menyengat tersebut. Tidak hanya pada diri kita sendiri, manfaat juga akan diperoleh orang-orang disekitar kita. (*/dro)

 

 




WASPADA, Anda Bisa Terkena HPV tanpa Melakukan Hubungan Seks

HUMAN Papilloma Virus (HPV) merupakan virus yang menginfeksi area kulit dan organ kelamin. Kegagalan dalam melakukan praktik seks secara aman juga bisa meningkatkan risiko terkena HPV.

Namun, kini Anda tampaknya harus berhati-hati. Sebab penelitian baru menemukan, bahwa HPV tidak hanya menyerang mereka yang melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.

Seperti penelitian yang diterbitkan dalam journal Sexual Health, yang menganalisis sebanyak 51 studi dilakukan pada pasien HPV.

Penelitian itu menemukan bahwa 51 persen HPV bisa ditemukan di saluran genital perempuan, yang belum pernah melakukan hubungan seks sama sekali.

Kok bisa? Para ilmuwan menjelaskan, perpindahan bisa terjadi dari tangan ke alat kelamin. Itu bisa terjadi karena melakukan masturbasi, bermain-main dengan pasangan atau bahkan hanya menyentuh area sensitif dengan kondisi tangan banyak kuman.

“Ada lebih dari 100 jenis HPV yang memengaruhi jaringan yang berbeda,” kata Ob-gyn di Ohio State University Wexner Medical Center, Dr. Michael Cackovic, seperti dilansir laman Glamour, Minggu (13/3).

Tak bisa dipungkiri bahwa HPV ada di sekitar kita, contohnya ada di virus kutil, sehingga setiap kutil memiliki kemungkinan adanya virus HPV. Namun jenis HPV yang menyebabkan kutil pada kulit Anda, tidak sama dengan HPV yang menyebabkan kutil kelamin atau kanker kulit. Yang perlu diingat adalah HPV menyebar melalui sentuhan.

Hasil penelitian FOX Chase Cancer Amerika Serikat terhadap Human Papilloma Virus (HPV menunjukkan bahwa virus ini ternyata tidak hanya menyebabkan kanker serviks dan kanker tenggorokan tapi juga menjadi pemicu pada pasien yang mengidap kanker paru-paru.

Dokter Onkologi Medis di Fox Chase Cancer Center, Ranee Mehra mengatakan penelitian yang dilakukan fokus kepada pasien kanker paru-paru. Kata dia, dari jaringan sampel yang diperiksa ditemukan bahwa erat kaitannya virus ini menyebabkan kanker paru-paru.

“Hampir 6 persen mereka terkena kanker paru-paru disebabkan strain dari HPV,” kata Ranee seperti yang dilansir The Indian Express, Rabu (17/4).

Namun, Ranee mengaku hingga saat ini perlu ada penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah kanker paru-paru yang disebabkan HPV bisa diobati.

“Tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah kita dapat memberikan suatu terapi dengan karakterisitk spesifik dari kanker ini,” katanya. / jpnn/editor, dro