ATLET PON CABANG FUTSAL JALANI SCREENING AKHIR

Tim Futsal SUMUT Juga Targetkan Medali Emas. Akui Siap Tempur

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua hari menjelang pelaksanaan pertandingan perdana PON XVIII Riau Cabang Futsal, seluruh atlit menjalani screening akhir. Dari lima provinsi yang dijadwalkan akan melakukan screening, hingga sore ini baru dua provinsi yang mengikuti yakni, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Sumatra Utara.

Berdasarkan data yang diterima detikriau.org, hari pertama pelaksanaan screening, selasa (4/9) Provinsi yang masuk jadwal untuk melaksanakan screening adalah, Jawa Barat, Papua, Kalimantan Selatan, Sumatra Utara dan Tuan Rumah Riau.

Kontingen futsal Provinsi Jawa Barat batal mengikuti screening dikarenakan seluruh data atlitnya tertinggal di Pekanbaru. Sedangkan dua Provinsi lainya, Papua dan tuan rumah Provinsi Riau saat ini masih dalam perjalanan menuju kota Tembilahan.

Seluruh atlit dari 12 Kontingen PON Cabang Futsal dari 12 Provinsi yang mengikuti pertandingan akan diperiksa kebenaran data dirinya.”Sesuai buku petunjuk, kita melakukan pemeriksaan dengan melihat secara langsung Kartu Identitas / Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki masing-masing atlit,” Ujar Anggota Panitia Pelaksana PB PON Riau, Erzon ketika dikomfirmasi  disela-sela pelaksanaan screening bertempat dilantai tiga gedung kantor Dispenda Inhil di Tembilahan, selasa (4/9)

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Futsal Kontingen Provinsi Sumatra Utara, HM. Dharil Siregar ketika sempat berbincang-bincang mengaku optimis dengan kondisi kesehatan dan mental atlitnya.”Atlit kita tidak ada masalah dan kami siap tempur,” Ujarnya optimis sambil mengungkapkan bahwa tim mereka mentargetkan akan memboyong medali emas pada ajang PON XVIII Riau ini.(fsl)




Berada di Tembilahan, Tim Futsal Kalsel Merasa Seperti Di Rumah Sendiri

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kontingan Futsal Provinsi Kalimantan Selatan mengakui, dengan suasana geografis dan penduduk Inhil, mereka merasa seperti berada di kampung sendiri.

“Kita sudah mengetahui bahwa Kabupaten Indragiri Hilir sebahagian besar adalah warga yang notabenenya keturunan Kalsel dan bahasa keseharianpun tidak berbeda dengan bahasa kita. Kondisi seperti ini membuat kami merasa seperti di rumah sendiri,” Ungkap Ari dengan senyuman ketika di komfirmasi detikriau.org di pemondokan, Hotel Arahman I, Tembilahan. Ahad (2/8).

Untuk memeriahkan PON dan memberi dukungan semangat kepada Atlit Futsal Kalsel, Ari akan mengaku akan mengkoordinir ratusan supporter. “Tentunya supporter warga setempat saja. Kita hanya menyediakan seragam. Untuk babak penyisihan, kita merencanakan akan merekrut 100 an supporter. Nantinya, kalau memang kita masuk final, dan kita yakin akan mencapai target ini, kita akan rekrut 300-an supporter,”Tutup Ari. (fsl)




KONTINGEN FUTSAL KALSEL TIBA PERTAMA KALI DI INHIL

Bantah Mengaku Ditelantarkan di Pekanbaru

TEMBILAHAN (www.detiriau.org) — Kontingen Futsal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tiba dikota Tembilahan, Sabtu (2/8). Kedatangan kontingan Kalsel dengan jumlah personil sebanyak 22 orang ini merupakan kontingen pertama yang tiba di kota Tembilahan.

“Kita sengaja untuk datang lebih awal diluar jadwal yang sudah ditentukan. Tidak lain, kita tentunya ingin agar atlit kita dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan dan melakukan persiapan-persiapan menjelang tibanya waktu pertandingan,” Jelas Ari, Ketua Harian Badan Futsal Provinsi Kalsel ketika ditemui detikriau.org di pemondokan Hotel Arrahman I Jalan Suntung Ardi Tembilahan. Ahad (2/9).

Ditambahkan Ari, untuk target, mereka menyatakan memasang target untuk menjuari PON XVIII cabang Futsal. Dari 4 Provinsi yang berada di Group B (Sumatra Utara, Jawa Barat, Riau dan Kalsel. Red). Ari mengaku hanya Tim Futsal dari Sumut yang belum bisa mereka petakan kekuatannya.

“Kita belum pernah berhadapan dengan Sumut, makanya kita belum membaca kekuatan mereka. Untuk Riau sendiri, kita sudah pernah bertemu sebanyak 3 kali di Sumsel dan Alhamdilillah kita selalu mampu mengungguli,” Jawab Ari.

Ari menyatakan mulai sore ini mereka  sudah akan melakukan latihan. Mereka mengaku sudah mengunjungi  Venue Futsal. Dikatakannya, walaupun belum rampung sempurna, mereka merasa cukup puas. “hanya saja kita berharap bagian sisi-sisi gedung yang masih belum tertutup agar segera diselesaikan agar nantinya cahaya tidak masuk karena dikhawatirkan akan membuat mata pemain menjadi silau,” Pinta Ari.

Ketika dipertanyakan detikriau.org terkait adanya pemberitaan dibeberapa media mengenai ungkapan kekecewaan Kontingen Futsal yang dikatakan ditelantarkan di Pekanbaru, Hal ini dibantah Ari.” Kenapa harus kecewa, kita memang datang diluar jadwal yang ditentukan panitia. Makanya kita sengaja mencarter angkutan umum untuk menuju ke kota Tembilahan. Sekali lagi tidak benar kalau kita kecewa,” Pungkas Ari. (fsl)




KH. Ahmad Fahmi Zamzami Al Banjari Letakkan Batu Pertama Pendirian ponpes “Yasin” Cabang Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pimpinan pondok pesantren (Ponpes)“Yasin” Yayasan Nurul Islam, Kabupaten Banjar Baru Provinsi Kalimantan selatan, KH. Ahmad Fahmi Zamzami Al Banjari, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren “Yasin” cabang Tembilahan yang berlokasi di Jalan Suhada II, Dusun Suhada, Parit VII Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan.  Juni 2013 mendatang ditargetkan Ponpes “Yasin” Cabang Tembilahan ini sudah bisa melakukan penerimaan santri baru. Rabu (20/6).

Menurut penjelasan KH. Ahmad Fahmi Zamzami Al Banjari, manusia dicipatakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dari tiada memiliki kemampuan dan kepandaian apa-apa. Oleh karenanya diperlukan proses pembelajaran untuk membekali seorang manusia untuk meniti jalan kehidupan di dunia yang akan menjadi bekal dialam akhirat kelak.

Kehidupan seorang manusia, khususnya bagi umat islam ditambahkan oleh sang kyai yang memiliki pandangan mata teduh ini, saat seorang umat manusia meninggalkan dunia fana, segala amal perbuatannya akan terputus kecuali tiga hal, yakni, Ilmu Agama yang bermanfaat, Anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya dan sedekah jariyah.

“Ilmu pengetahuan Agama tentang hal ini, tentunya harus didapatkan dengan proses pembelajaran. Proses pembelajaran agama itu, khususnya agama islam sejak dahulu kala dilakukan oleh penyiar agama islam melalui pondok-pondok pesantren. Semakin banyak berdirinya pesantren semakin mudah bagi umat islam untuk memberikan pembekalan ilmu agama kepada anak-anak mereka.” Ujar Sang Kyai.

Ditambahkan oleh sang Kyai yang mengaku sempat menimba ilmu pendidikan agama di Pondok Pesantren Negara India dan beberapa Negara Timur tengah ini, menyatakan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa Ponpes selama ini menjadi benteng terkokoh bagi umat islam.

”Saat ini, umat islam sedang menghadapi tantangan luar biasa untuk menggoncang akidah dari berbagai sisi. Islam digugat, islam diganggu dan islam juga ditantang dari berbagai sisi. Oleh karenanya, umat islam sangat perlu memiliki benteng-benteng yang kokoh untuk menanamkan keteguhan akidah keislaman. Kenyataan seperti ini tentunya perlu mendapatkan dukungan dari semua umat islam secara sungguh-sungguh. Wujud nyatanya, kita harus memperbanyak berdirinya pondok-pondok pesantren untuk memberikan penanaman akidah keislaman kepada generasi penerus islam agar tujuan islam untuk meraih penghidupan yang mendapat ridho dari allah swt dialam akhirat kelak tidak tergoyahkan.,” Pesan sang Kyai.

Peletakan batu pertama pembangunan Ponpes “Yasin” Cabang Tembilahan ini juga tampak dihadiri oleh Camat Tembilahan yang diwakili oleh H. Irham, Lurah Pekan Arba, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan ratusan warga Desa Suhada.

H. Adriyanto, tokoh masyarakat yang ikut menghadiri acara peletakan batu pertama ini menyatakan bahwa pembangunan Ponpes ini didanai secara swadaya oleh masyarakat. Namun, tokoh masyarakat yang juga Anggota DPRD Inhil dari Fraksi Partai Bintang Reformasi ini berharap pihak Pemerintah juga memberikan perhatian yang adil kepada seluruh Ponpes.

“Pondok pesantren di Teluk Sungka saya nilai mendapat perhatian cukup istimewa dari pemerintah. Baik pemerintah Provinsi juga Kabupaten Inhil. Demi membuminya benteng-benteng islam, secara pribadi tentunya saya juga berharap ada sikap arief dan adil dari pemerintah kepada seluruh Ponpes-Ponpes yang lainnya. Jangan nantinya malah timbul kesan ada pilih kasih. Membangun benteng islam adalah tanggungjawab bersama seluruh umat islam dan tentunya harus dilakukan dengan sikap sungguh-sungguh.” Pesan H. Adriyanto. (fsl)




Pondok Pesantren Daarul Ishlah Assalafi Undang Habid Alaydrus

Sambut Peringatan Maulid Nabi 1433 H

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pondok Pesantren Daarul Ishlah Assalafi yang berlokasi di jalan Harapan Gang Mawar Kelurahan Tembilahan Hulu, akan mengundang dai kondang, Habib Mustapa Bin Abdullah Alaydrus, Pimpinan Majelis Syamsi Syumus Asmaul Husna (Ratib Alaydrus) Tebet Jaksel pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 1433 H Rabu malam (8/2) bertepatan dengan 16 Rabiul Awwal 1433 H usai shalat Isya. Ungkapan itu disampaikan oleh Ketua Panitia pelaksana peringatan Maulid Nabi Besar Muhamamad SAW,  Abd Rohim kepada Www.detikriau.org, Rabu, (1/2).

 

“Ulama besar yang bersangkutan dipastikan akan datang ke Tembilahan guna memberikan tausiah bagi masyarakat. Sebab sejauh ini belum ada konfirmasi dari Habib untuk membatalkan kedatangannya,” kata Abd Rohim yang juga salah seorang tenaga pengajar di pesantren tersebut.

 

Ketika disinggung dengan persiapan yang dilakukan oleh panitia menurutnya  persiapan telah berjalan dengan baik. Panitia berharap, warga Tembilahan dapat beramai-ramai datang memeriahkan peringatan Maulid Nabi tersebut.

 

“Tidak setiap waktu dalam peringatan Maulid atau Isra’ mikraj kita mampu menghadirkan dai kondang seperti Habid, makanya ketika ada kesempatan seperti ini sudah sepantasnya warga Tembilahan untuk datang mendengarkan tausiah yang ia berikan guna menambah ilmu Agama dalam rangka mengarungi kehidupan dunia saat sekarang ini,” paparnya.

 

Pengamatan Www.detikriau.org, sama seperti tahun-tahun sebelumnya setiap datang bulan Rabiul Awwal bulan ketiga dalam kelender Hijriah tersebut, kota Tembilahan selalu meriah menyambut bulan kelahiran Nabi besar ini. Hampir disetiap mesjid maupun surau ataupun perkeumpulan majelis zikir turut memperingati.

 

Selain itu, para penceramah yang diundang untuk memberikan siraman rohani datang dari berbagai kota yang ada di Indonesia. Ada yang dari Jakarta, Kalimantan Selatan, Kuala Tungkal Provinsi Jambi dan sebagainya. Biasanya mesjid maupun surau yang mengundang penceramah dari luar kota akan dipadati oleh pengunjung.

 

Dalam peringatan Maulid nabi yang dilaksanakan, selain para hadirin yang hadir dapat mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Ustad, selesai acara juga ada makanan yang disediakan oleh pantia dan biasanya langsung dimakan di lokasi acara. Hingga makin mempererat rasa persaudaraan sesama muslim.

 

“Rasanya rugi kalau kita tidak datang apalagi kalau memang penceramah yang didatangkan adalah da’i kondang seperti Habib Alaydrus,” kata Misran salah seorang PNS yang bertugas di kantor DPRD Inhil. (Suf)