Istri Bupati Ajak Kader TP PKK Se-Inhil Berpartisipasi Sukseskan PIN Polio 2016

Istri Bupati Inhil, Hj Zulaikah Wardan
Istri Bupati Inhil, Hj Zulaikah Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diharapkan turut berpartisipasi untuk mensukseskan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 yang berlangsung pada tanggal 8 sampai 15 maret mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan di Tembilahan, kemarin. Menurutnya, kegiatan PIN Polio tersebut merupakan salah satu bagian kegiatan PKK karena termasuk dalam 10 program PKK yakni progran Pokja IV bidang kesehatan.

“Untuk itu kegiatan PIN Polio dari Dinas Kesehatan ini harus disukseskan yang dibantu oleh seluruh Kader TP PKK Kecamatan hingga desa  dan kelurahan,” kata Istri Bupati Inhil ini.

Adapun bentuk upaya membantu itu, salah satunya bisa dengan cara berupaya menyebarluaskan informasi serta mengajak seluruh warga yang mempunyai balita sesuai umur yang ditetapkan oleh Dinkes.

Sebab ia menilai, kegiatan tersebut sangat positif bagi balita kedepannya. Apalagi kegiatan itu bukan sekedar kegiatan biasa namun merupakan kegiatan Imunisasi yang digelar secara serentak seluruh Indonesia. Mirwan/adv

 




Kader Kesehatan Diminta Berperan Bina Rumah Tangga Agar Lakukan Persalinan di Fasyankes

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk ikut berperan serta dalam memberikan pembinaan terhadap rumah tangga agar melakukan proses persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, dengan melakukan proses persalinan di fasyankes, maka akan bisa langsung dibantu dan dipantau oleh tenaga kesehatan, baik itu bidan ataupun dokter, guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan.

“Pembinaan tentang hal inilah, yang perlu dilakukan oleh para kader kesehatan di lapangan, sehingga dapat menambah pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan,” kata Kadiskes.

Adapun peran kader dalam membina rumah tangga agar melakukan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasyankes, yaitu :

Mendata jumlah seluruh ibu hamil di wilayah kerjanya, dengan memberi tanda seperti menempelkan stiker.

  1. Menganjurkan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya ke bidan atau dokter.
  2. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan, untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasyankes, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, arisan, pengajian dan kunjungan rumah.
  3. Bersama tokoh masyarakat setempat berupaya, untuk menggerakkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung keselamatan ibu dan bayi, seperti dana sosial bersalin, tabungan ibu bersalin, ambulance desa, calon donor darah, warga dan suami siap antar jaga, dan lain sebagainya.
  4. Menganjurkan ibu dan bayinya untuk memeriksakan kesehatan ke bidan atau dokter selama masa nifas (40 hari setelah melahirkan), sedikitnya tiga kali pada minggu pertama, ketiga dan keenam setelah melahirkan.
  5. Menganjurkan ibu ikut program Keluarga Berencana (KB) setelah melahirkan.
  6. Menganjurkan ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja sampai bayi berumur 6 bulan (ASI Eksklusif). (adi/adv)



Inilah Peran Kader Kesehatan Dalam Wujudkan Rumah Tangga Ber-PHBS

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk ikut berperan dalam mendukung dan mewujudkan rumah tangga ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

 

Permintaan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, ada beberapa peran kader kesehatan dalam mewujudkan rumah tangga ber-PHBS, yaitu :

  1. Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya, dengan menggunakan Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di rumah tangga pada buku kader.

 

  1. Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat, untuk memperoleh dukungan dalam pembinaan PHBS di rumah tangga.

 

  1. Sosialisasi PHBS di rumah tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa/kelurahan melalui kelompok dasawisma.

 

  1. Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan perorangan, penyuluhan kelompok, penyuluhan massa dan penggerakan masyarakat.

 

  1. Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya rumah tangga ber-PHBS.

 

  1. Memantau kemajuan pencapaian rumah tangga ber-PHBS di wilayahnya setiap tahun melalui pencatatan PHBS di rumah tangga.

 

Dijelaskan Kadiskes, apabila seluruh peran kader kesehatan ini dapat terlaksana di lapangan, tentunya dapat mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

“Ini semua dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menuju Kabupaten Inhil yang lebih sehat,” imbuhnya. (adi/adv)




Partai Nasdem Inhil Gelar Sekolah Restorasi Bagi Kader

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Sekolah Restorasi bagi para Kader dan anggota Partai, di Aula Hotel Telaga Puri, Jalan lingkar II Tembilahan, Sabtu (28/2/2015).

“Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mempersiapkan dan melatih para kader, serta anggota-anggota yang bernaung di Partai NasDem,” tutur Ketua DPD Inhil, Zulkarnain.

Apalagi, di Kabupaten Inhil ini sangat sulit untuk mencari calon legislatif wanita, karena mereka lebih suka dengan fashion dan sebagainya daripada terjun kelapangan untuk berpolitik.

“Jadi, langkah yang diambil Nasdem untuk mempersiapkan para caleg wanita pada pemilu mendatang adalah dengan mendidik rekan-rekan mahasiswa,” terangnya.

Ketika kegiatan Sekolah Restorasi ini berlangsung, sempat terjadi kekisruhan antar anggota. Kejadian tersebut dikarenakan dipecatnya 15 DPC Nasdem Inhil tanpa alasan yang jelas oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Yang membesarkan partai ini adalah DPC, apa kawan-kawan diundang pada acara ini,” kata Tarmizi mempertanyakan kepada anggota DPC yang telah dipecat oleh DPD ketika menyaksikan berlangsungnya kegiatan.

Tarmizi juga mengatakan bahwa pemecatan mereka (DPC, red) tanpa ada alasan yang pasti dan tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu antara DPD dan DPC.

“Saya yang membawa NasDem ini kemari selagi masih ormas, malu saya. Seperti partai keluarga saja. Memberhentikan seperti itu (tanpa musyawarah, red),” pungkasnya. (adi)