Kabut Asap Makin Tebal, Masyarakat Disarankan Kurangi Aktifitas di Luar Rumah

Foto: Adi
Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama di daerah-daerah yang terkena paparan kabut asap disarankan  untuk mengurangi berbagai aktifitasnya di luar rumah.

Saran tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan, dengan kondisi kabut asap makin bertambah tebal, yang menyelimuti langit-langit Kota Tembilahan dan sekitarnya, Kamis (24/9/2015).

Dikatakan Saut, kalaupun harus melakukan berbagai aktifitas di luar rumah, hendaknya menggunakan masker, guna mencegah dan mengantisipasi terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh kabut asap, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Dengan kondisi kabut asap saat ini, sebaiknya kegiatan di luar rumah dikurangi, tapi jika harus juga, sebaiknya pakai masker,” tutur Saut saat berbincang dengan detikriau.org

Selain menggunakan masker, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, masyarakat juga diimbau agar memperbanyak meengkonsumsi air putih, buah-buahan dan vitamin, untuk menjaga kondisi tubuh dan kesehatannya agar tetap fit.

“Kita harapkan masyarakat lebih peduli dengan kesehatan diri pribadi dan keluarganya, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adi)

 




Duh…. Kabut Asap, Idul Adha di Kota Tembilahan Tahun Ini Akan Sepi

imagesTembilahan (detikriau.org) – Penyambutan perayaan Idul Adha di kota Tembilahan tahun ini akan terasa sangat berbeda. Biasanya, kedatangannya ditandai dengan semaraknya malam pawai takbiran. Hanya karena kabut asap, Hari Raya Kurban ini-pun akan sepi.

“Khususnya kota Tembilahan, kita tidak menggelar pawai takbir karena pertimbangan pekatnya kabut asap,” Sampaikan Kabag Kesra Setdakab Inhil, M Arifin. Rabu (23/9/2015)

Sebelumnya, Arifin mengaku sempat merancang wacana pelaksanaan pawai takbir Idul Adha 1436 H / 2015 M dengan semeriah mungkin. Namun karena kabut asap, wacana itupun terkesampingkan.

Pembatalan ini menurutnya karena Pemkab Inhil tidak mau memfasilitasi masyarakat menghirup udara tidak sehat. Apalagi jenis pawai yang dihadiri ribuan masyarakat yang pastinya juga akan menghirup udara berbahaya secara massal.

Namun peniadaan pawai takbir ini katanya hanya berlaku pada ibu kota Kabupaten Inhil saja. Untuk kecamatan lainnya diberi wewenang kepada Camat masing-masing. Sebab kondisi ketebalan asap selalu berbeda antar satu kecamatan dengan kecamatan lainnya di Inhil ini. (mirwan)




Kabut Asap Tak Kunjung Pupus, Pemkab Inhil Kembali Lakukan Shalat Istisqa

4TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali melaksanakan shalat istisqa terkait pekatnya kabut asap di wilayah Kabupaten Inhil di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Kamis (17/9/2015).

Shalat pagi itu langsung diikuti Bupati Inhil HM Wardan dan unsur Forkopimda serta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil dan tokoh agama dan juga dipadati masyarakat umum kota Tembilahan.

Kali ini, Bupati Inhil berdoa semoga upaya masyarakatnya diridhoi oleh tuhan yang maha kuasa untuk menurunkan rahmat berupa hujan, dan dibebaskan dari permasalahan kabut asap.

“Kita sadari, ini merupakan sebuah ujian dan teguran bagi kita, untuk kita renungkan dan kita perhatikan, benarkah taqwa kita belum sempurna. Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak istighfar, meminta ampunan kepada Allah SWT, atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini,” tuturnya.

Menurutnya, kabut asap saat ini sudah berada pada level berbahaya, untuk itu kesekian kalinya ia menghimbau kepada semua pihak untuk berhentikan membuka lahan dengan cara membakar, karena hal tersebut selain memberikan dampak negatif pada lingkungan, pelaku pembakaran juga katanya diancam dengan hukuman pidana yang cukup berat.

Terkait hal ini, ia meminta semua kalangan terlibat dalam mengatasi dan mencegah terjadinya Karlahut. Dikhususkannya kepada para alim ulama ataupun tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyadarkan masyarakat lainnya terkait efek dari pembakaran.

“Kepada Al-Ustadz ataupun Mubaligh, agar pada setiap kesempatan memberikan ceramah ataupun khotbah, agar dapat menyelipkan materi kewajiban umat Islam menjaga dan menyayangi lingkungan, serta melakukan do’a baik secara berjama’ah maupun shalat tahajud,” pintanya.

Sebelumnya, pada tanggal 7 September 2015 shalat itu telah dilakukan, namun berhubung Kabupaten Inhil tampak belum dikabulkan, shalat tersebut kembali dilaksanakan yang diajak oleh Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Inhil. (mirwan/adv)




Ikhtiar Turunkan Hujan, Ratusan Pelajar SD di Jambi Jemur Air Garam

Foto: tribunnews jambi
Foto: tribunnews jambi

Tembilahan (detikriau.org) – Harus diakui, kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan setiap tahunnya memberikan dampak yang sangat merugikan bagi masyarakat dari semua sisi.

Untuk memadamkan lahan terbakar, cara yang paling efektif pastinya dengan turunnya curah hujan. disamping memanjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Kuasa, usaha manusianya tentunya tidak bisa terlepas. Baik oleh pemerintah termasuk keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Seperti apa yang dilakukan oleh siswa dan siswi disebuah sekolah dasar di kota Jambi.

Hari pertama masuk sekolah pasca libur insidensial kabut asap oleh pemerintah, ratusan pelajar ini bersama-sama kelapangan sekolah. Disana masing-masing dari mereka menggarami air di dalam baskom yang dibawa dari rumah dan dibiarkan dibawah sinar matahari agar memuai.

Tujuannya dengan cara ini diyakini akan mempercepat terjadinya penggumpalan awan dengan harapan akan mempercepat turunnya hujan. (dro)




Kabut Asap, Kemenag Inhil Ikuti Kebijakan Pemda Liburkan Sekolah

TEMBILAHAN (detikriau.org ) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) turut meliburkan Madrasah-madrasah dibawah naungannya terkait pekatnya kabut asap. Namun kebijakan tersebut mengikuti kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Inhil.

“Jika Pemda meliburkan sekolah, secara otomatis madrasah di sekitarnya juga turut libur. Ini telah kita sampaikan kepada seluruh madrasah di Inhil mulai jenjang MI, MTs hingga MA,” ujar Kepala Kemenag Kabupaten Inhil H Azhari melalui Kasi Pendidikan Madrasah, H Jisman Arif kepada detikriau.org, Selasa (15/9/2015).

Dijelaskan, hal tersebut dikarenakan Pemda lebih mengetahui secara teknis apa bahaya asap terkini dan bagaimana cara menghindarinya. Pada intinya, Kemenag percaya terhadap kebijakan Pemda Inhil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya menegaskan, sampai hari ini (15/9, red) pihaknya masih meliburkan sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMA.

Akan tetapi, himbauan libur tersebut sifatnya hanya kondisional dan untuk daerah tertentu saja. Dicontohkannya seperti kabut asap di Kemuning sangat pekat dan harus libur, namun jika di kecamatan lain kondisi asap menipis tetap harus beraktivitas belajar-mengajar seperti biasa.

“Kita dari Disdik minimal dua hari sekali memantau kondisi asap untuk memastikan apakah tetap harus libur atau tidak, sampai saat ini kondisi kita masih belum stabil dan pelajar kitapun tetap diliburkan,” paparnya. (mirwan)




Aktifitas Belajar Mengajar Lumpuh. Tembilahan Kembali Diselimuti Kabut Asap Pekat

“Hotspot Nihil. diyakini merupakan Asap Kiriman”

IMG-20150914-08172 copyTembilahan (detikriau.org) – Meski sehari sebelumnya kabut asap sempat menipis, hari ini, senin (14/9/2015) Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Tembilahan kembali diselimuti kabut asap tebal.

Pantauan lapangan, sejak pagi hingga siang hari, kota Tembilahan terlihat sepi. Jumlah kendaraan yang melintas juga sangat jarang dibandingkan hari biasanya. Apalagi hari ini, seluruh aktifitas belajar mengajar juga kembali dihentikan.

“Tadi pagi saya sempat membawa anak kesekolah. Tapi setibanya disekolah, kepala sekolah menyatakan aktivitas belajar mengajar diliburkan karena kabut asap kembali pekat,” Ujar salah satu orang tua murid SD 003 Tembilahan, Tina

Orang tua murid lainnya, Dulah juga mengkhawatirkan kesehatan anaknya akibat paparan kabut asap yang seakan-akan tiada hentinya. Ia berharap agar pemerintah dapat mengambil tindakan secepatnya agar peristiwa yang terus berulang-ulang setiap tahunnya ini tidak sampai mengganggu jalannya pendidikan.

“Kalau seperti ini terus bagaimana anak-anak bisa belajar dengan baik. Apapun dan bagaimanapun caranya kita berharap pemerintah memiliki solusi terbaik untuk mengatasi persoalan yang setiap tahunnya selalu berulang ini,” Pinta Abdullah

Dikomfirmasi terpisah,  Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil H Encik Kamal Syahindra melalui Kabid Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf menerangkan hasil pantauan satelit, Inhil tidak ditemukan titik panas. Tebalnya kabut asap diyakini merupakan asap kiriman.

“Pantauan satelit, titik api di Inhil terbilang nihil,” Ujar Ardi , Senin (14/9/2015). (mirwan)