Rasul Alim: Kondisi Kabut Asap Belum Berbahaya Untuk Kesehatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) menilai kabut asap yang kini melanda kota Tembilahan belum berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan pengujian kualitas sampel udara yang dilakukan.

Pernyataan ini disampaikan Kadiskes Inhil, Rasul Alim kepada detikriau.org saat ditemui di Kantor Bupati Inhil, Kamis (20/9).” Hasil pengujian yang kita lakukan baru-baru ini menunjukkan kualitas udara belum berbahaya bagi kesehatan. Walaupun seperti itu, kita tetap menyarankan khususnya kepada  Anak-anak balita untuk mengurangi beraktifitas diluar rumah” Ujar Rasul Alim

Ditambahkan Rasul, kondisi kabut asap saat ini masih dinilai belum terlalu pekat. Kondisi yang dianggap mengkhawatirkan menurut Rasul jika jarak pandang sudah dibawah 50 meter.” Oleh karenanya hingga saat ini kita belum memberikan masker kepada masyarakat,” Sebut Rasul.

Berdasarkan pantauan detikriau.org di Kota Tembilahan, kabut asap terlihat cukup pekat. Hari ini, Kamis (20/9) cuaca kota Tembilahan terlihat agak mendung. Dua buah Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat terlihat hilir mudik melakukan pantauan dan tindakan penanganan titik api dibeberapa kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. (dro/0*)

                                          




KABUT ASAP MULAI MENGGANGGU. INHIL TERPANTAU 7 TITIK API

Kondisi Geografis Inhil Persulit Kepolisian Lakukan Pengawasan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hingga kamis (23/8) hampir seluruh kota Tembilahan diselimuti kabut asap. Walau dalam beberapa hari ini kota Tembilahan diguyur hujan, namun kumpalan kabut asap masih terasa cukup pekat. Data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir dari pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), sampai selasa tanggal 22/8/2012 Kab. Inhil terpantau 7 titik api (Hotspot).

“Benar, data selasa (22/8) Kab. Inhil terpantau 7 titik api. Kecamatan Tempuling 3 titik, Desa Bayas Jaya 1 titik dan Desa Pekan Tua 2 titik, Kemudian Kecamatan Keritang tepatnya di Desa Pasar Kembang terpantau 2 titik. Kecamatan Kateman di Desa Simbar 1 titik dan terakhir Kecamatan Mandah di Desa Belaras 1 titik,” Ungkap Kepala BLH, Darussalam kepada wartawan, Kamis (24/8)

Dari pantauan Vokal, kabut asap sudah mulai terlihat sejak senin (21/8) dan hingga hari kamis (24/8) kabut asap semakin terlihat pekat. Cuaca kota Tembilahan terasa cukup dingin di tambah sejak dua hari ini sinaran matahari tidak mampu bersinar secara maksimal. Dikhawatirkan kondisi seperti ini akan rawan menimbulkan penyakit pernapasan terutama kepada anak-anak.

Kondisi Geografis Inhil Persulit Kepolisian Lakukan Pengawasan

Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK akui dengan kondisi geografis Kab. Inhil mempersulit pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan secara maksimal. Untuk itu, ia memerintahkan kepada jajaran dibawahnya untuk melakukan kerjasama dengan steck holder terkait guna melakukan pencegahan.

“jika dalam kondisi seperti ini, apabila kita sudah mendapatkan notifikasi dari pihak terkait, maka kita segera memberikan arahan kepada seluruh Polsek untuk menjalin kerjsama dengan seluruh stack holder setempat untuk melakukan pencegahan. Yang terutama tentunya segera melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan.”Jelas Wakapolres saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (24/8)

Untuk tindakan preventif ditambahkan Wakapolres, Kepolisian dari satuan reskrim akan melakukan patroli dalam melakukan pengawasan secara langsung terhadap pelaku pembakaran lahan. Jika memang ada pelaku yang tertangkap tangan, maka menurut Wakapolres akan di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun diakui dengan luasnya wilayah Kab. Inhil serta kondisi geografis yang cukup sulit membuat pengawasan tidak bisa kita lakukan secara maksimal.




INHIL TERPANTAU DUA TITIK API

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai saat ini masalah Karhutla di Kabupaten Inhil masih belum selesai, buktinya dari hasil pantauan satelit NOAA 18, yang sudah dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir, pada Rabu (25/7) kemarin, untuk di Kabupaten Inhil masih terpantau adanya 3 titik api (Hotspot).

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir Drs.Darussalam MM, untuk jumlah titik api yang sudah terpantau oleh satelit, sesuai dengan data ada 2 titik api

Dari jumlah 2 Hotspot yang dimaksud Kepala BLH Inhil, terjadi untuk satu titik api terpantau di Desa Simpang Kateman Kecamatan Pelangiran, kemudian satu titik api lagi terpantau di Desa Pelanduk Kecamatan Mandah

“Dari hasil data pantauan satelit NOAA. Pada Rabu (25/7) kemarin, untukKabupaten Indragiri Hilir terpantau adanya 2 titik api, yang tersebar pada dua desa di dua Kecamatan. Yaitu Kecamatan Pelangiran dan Kecamatan Mandah” kata Drs.Darussalam MM

Lebih jauh dikatakan Kepala BLH   bahwa sampai sejauh ini, petugas BLH dilapangan masih turun kelokasi untuk mencari sumber titik api tersebut, jika memang nanti terdapat sumber api yang ditimbulkan secara sengaja oleh perusahaan misalnya, tentu akan diberikan sanksi yang tegas

“ Kita masih belum tahu asal sumber api, sebab petugas kita masih mendatangi lokasi, yang jelas jika memang api itu berasal dari lahan perusahaan dan sengaja dibakar tentu akan kita tindak tegas” ujarnya

Meskipun demikian pihaknya mengaku akan terus konsisten untuk melakukan pemantauan secara intensif, untuk menghindari jangan sampai ada kabut asap di Kota Tembilahan, seperti kejadian-kejadian sebelumnya

Pada kesempatan ini, Darussalam juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, terutama yang mempunya lahan kebun untuk tidak melakukan secara sengaja melakukan pembakaran lahannya, yang nantinya bisa berakibat fatal dan menggganggu kesehatan lingkungan,  akibat kabut asap yang timbul adanya kebakaran seperti yang terjadi belum lama ini, pungkasnya. (Tn)