Dinilai Merugikan, Bupati Terus Desak Tuntaskan Persoalan Tapal Batas

BAGANSIAPIAPI, (detikriau.org) – Persoalan Tapal Batas antara Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rohil Provinsi Riau dengan Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara dinilai sangat merugikan bagi Rohil.

Menurut Bupati Rohil, Dengan adanya persoalan tapal batas ini, sedikitnya seribuan hektar lahan perkebunan sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV hanya numpang tanam di Kecamatan Pasir Limau Kapas namun pajaknya dibayarkan ke Provinsi Sumatera Utara.

“Kita sudah berupaya berjuang agar wilayah yang mereka klaim itu kembali ke daerah kita dengan cara memanggil direksi perusahaan untuk mengadakan hearing dengan Pemkab dan DPRD. Namun hingga kini belum ada penjelasan terkait hal itu,” kata Bupati Rokan Hilir, H Suyatno.A.Mp baru-baru ini.

Persoalan tapal batas ini juga menurut Bupati sudah disampaikan kepada Kementrian Dalam Negeri. Apalagi menteri juga sudah banyak mendapat laporan akan kerabnya terjaadi pertikaian antara warga yang berada di perbatasan.

Dalam keputusan Mendagri tahun 1984, seharusnya antara pemerintah Sumatera Utara dengan Provinsi Riau wajib mematuhinya. Yakni perjanjian kedua daerah itu berada pada patok 153. Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Podorukun Kecamatan Pasir Limau Kapas yang sebagian besar wilayahnya sudah diklaim oleh Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera utara.

”Malah pemuda disana tak segan-segan mendirikan gapura dengan ucapan selamat datang di Labuhan Batu Selatan. Padahal gapura itu masih berada di wilayah Rokan Hilir,” Kesal Suyatno.

Suyatno menegaskan, persoalan Dusun Podorukun sebenarnya sudah mendapat pengakuan secara de facto. Karena hampir seluruh penduduk disana mengantongi KTP dan masuk dalam database pemilih Rohil. Namun akhir-akhir ini timbul lagi gejolak karena persoalan tumpang tindih lahan antar pemilik sehingga menimbulkan kubu diantara warga itu sendiri.

Bupati juga  tidak menafikan, oknum aparat desa ikut bermain dalam ”pat gulipat” jual beli tanah yang aktor intelektualnya adalah pengusaha. Menyebabkan, kisruh jual beli lahan menambah deretan panjang hubungan yang kurang harmonis antara kabupaten yang berada diperbatasan.

”Kita menginginkan agar persoalan tapal batas cepat diselesaikan karena selain merugikan secara ekonomi, namun hubungan bilateral antara kedua daerah juga ikut merenggang,” kata Suyatno. (*/tris/adv)




Pemkab Inhil Gelar Rapat Perdana Persiapan MTQ Ke-45 Tingkat Kabupaten 2015

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) gelar rapat perdana persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten tahun 2015 di Balai Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahan, Rabu (15/4/2015) sore.

Rapat ini dipimpin Asisten II Setda Kabupaten Inhil, H Fauzar didampingi Asisten III Setda Kabupaten Inhil H Afrizal dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Inhil.

Dalam rapat ini, Asisten II Setdakab Inhil menyampaikan struktur panitia pelaksana yang telah disahkan oleh Bupati Inhil HM Wardan beberapa waktu lalu. Dimana, disampaikankan Fauzar MTQ tahun ini Bupati menunjuk Mukhtar (Kepala Disbun Inhil) sebagai ketua panitia pelaksana, begitu juga sejumlah panitia jajarannya.

“Jika ada yang merasa kurang sesuai dengan bidangnya distruktur kepanitiaan ini masih bisa mengajukan perubahan jabatan yang lebih sesuai dengan bidangnya, sebab pelaksanaannya masih ada jeda waktu kita,” katanya.

Sebab katanya, MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Inhil yang akan dilaksankan di Kecamatan Sungai Batang ini penyelenggaraannya masih cukup lama yakni pada tanggal 20 Mei mendatang, dan ini merupakan hasil kesepakatan rapat sore itu dan disesuaikan dengar berbagai pertimbanangan seperti kondisi fisik alam serta lainnya, terlebih pada kegiatan Pemda yang lain.

“Jika sempat tertunda sampai bulan Juni maka akan terbentur dengan kegiatan Milad Kabupaten Inhil, oleh sebab itu saya tegaskan MTQ ini ditargetkan paling lambat pelaksanaannya akhir bulan Mei 2015,” tukasnya.

Artinya, dalam rapat itu banyak pertimbangan dalam menetapkan tanggal. Seperti kondisi fisik alam, ada juga terbentur jadwal kegiatan Pemkab yang lain serta persoalan lainnya. Meski begitu, Asisten II menegaskan pelaksanaan ini tidak bisa ditunda terlalu lama karena, ketika memasuki awal bulan Juni mendatang, maka jajaran Pemkab akan disibukkan dengan persiapan kegiatan Milad Kabupaten Inhil.

“Target kita paling lambat akhir dibulan Mei, jika tertunda lagi maka lebih jauh tertunda pelaksanaannya, oleh sebab itu kita maksimalkan tenaga dalam bulan Mei ini agar terlaksanan dengan sukses,” katanya lagi.

Ia berpesan, panitia yang ada ini untuk dapat bekerja maksimal. Dan diberinya target persiapan pembangunan fisik harus sudah rampung seminggu sebelum hari H pelaksanaan MTQ ini.(mirwan/adv pemkab)




Tahun Ini, Dinkes Inhil Benahi Bangunan dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun anggaran 2015 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan melakukan pembenahan terhadap kondisi bangunan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tembilahan Hulu, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, dalam upaya menyediakan pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal bagi masyarakat di Negeri Seribu Parit, maka berbagai permasalahan yang ada di Puskesmas, seperti masih banyaknya kondisi bagunan yang kurang baik harus diperbaiki dan dituntaskan sesegera mungkin.

“Dalam waktu dekat ini, pemerintah daerah akan melakukan perbaikan dan peningkatan pembangunan fisik Puskesmas, misalnya yang sebelumnya ruangan itu digunakan untuk non rawat inap, kami tingkatkan menjadi ruang inap,” tutur Alvi.

Langkah tersebut, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat terutama para pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Dengan begitu, kita harapkan mudah-mudahan komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat dapat tercapai,” imbuhnya.(adi/adv)




95 Peserta Ikuti Pameran Batu Akik

Bersama Bupati Inhil, HM Wardan, Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy (baju batik berkopiah) saat mengunjungi salah satu stand akik di pasar Dayang Suri
Bersama Bupati Inhil, HM Wardan, Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy (baju batik berkopiah) saat mengunjungi salah satu stand akik di pasar Dayang Suri

Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil, H Fahrolrozy menyatakan bahwa peserta pameran batu akik yang dilangsungkan hingga tanggal 15 april 2015 mendatang ini diikuti oleh sebanyak 95 peserta yakni Kabupaten Kuantan Singingi 3 peserta, Kota Padang Prov Sumatra Barat 1 peserta, Kabupaten Inhu, Rengat 1 peserta , Kabupaten Inhil sendiri sebanyak 90 peserta.

“Dengan banyaknya pencinta batu akik tentunya akan dapat menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini akan dapat memberikan manfaat yang baik khususnya bagi masyarakat Inhil,” Sebutnya.

Diterangkan mantan Kadishubkominfo Inhil ini, dasar pelaksanaan kegiatan merupakan saran dari Bupati Inhil untuk memfungsikan lantai 3 Dayang Suri yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Selain itu, hampir semua kabupaten dan kota di Riau telah melaksanakan pameran batu Akik. Tentu katanya menjadikan satu motivasi terhadap Pemkab Inhil.

“Yang menjadi pertimbangan juga ada pada masyarakat itu sendiri, kita ketahui masyarakat saat ini sedang gemar-gemarnya dengan batu,” tuturnya.

Agar lantai III pasar Dayang Suri dapat difungsikan, sebagaimana keinginan Bupati, Disperindag menurutnya akan segera memindahkan pedangan batu Akik yang saat ini banyak mengelar dagangan di tempat umum lainnya.

“Tidak ada alasan untuk tidak mau dipindahkan, karena tempat yang kita sediakan ini gratis. Bahkan tahun depan akan kita renovasi lagi agar jadi lebih baik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Fahrolrozy menegaskan bahwa pameran batu akik ini murni didanai oleh para investor dari pihak swasta. “Jadi kita sama sekali tidak mempergunakan dana APBD Inhil sebagaimana yang dihembuskan pihak-pihak `yang saya nilai hanya pandai mengkritik tanpa data yang jelas diluaran sana.” Tandas Fahrolrozy. (mirwan/adv pemkab inhil)




Dinkes Komit Bangun Kesehatan Masyarakat Inhil

kadinkes Inhil, Hj Alvi Furwanti
kadinkes Inhil, Hj Alvi Furwanti

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berkomitmen, untuk membangun kesehatan masyarakat di seluruh daerah di Negeri Seribu Parit.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi. Menurutnya hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Inhil sehat, sesuai dengan spirit baru menuju kabupaten yang maju, bermarwah dan bermartabat.

Dikatakan Alvi, gambaran masyarakat Kabupaten Inhil di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan sehat, dengan meningkatkan perilaku hidup bersih, nyaman, aman dan sehat, serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.

“Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dan terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” tutur Alvi.

Adapun strategi pembangunan kesehatan yang diterapkan di Kabupaten Inhil, diantaranya dengan menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, dengan menyediakan dan pemerataan SDM kesehatan, ketersediaan obat dan alat kesehatan, serta meningkatkan pembiayaan kesehatan.

“Output yang kita harapkan nantinya adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan mampu mengatasi permasalahan secara mandiri,” terangnya.(adi/adv)




Bupati ditebar Isu Narkoba

18aBagansiapiapi (detikriau.org) – Menjelang Pilkada Rohil 2015,isu hangat menerpa Bupati Rokan Hilir, H.Suyatno yang menyebutkan orang nomor satu di Kabupaten Rohil ini ditangkap pihak BNN di Pekanbaru, Rabu (18/3/14). Namun itu hanya isu dan dibantah langsung oleh Kabag Humas Pemkab Rokan Hulir.

“Tidak benar, itu hanya isu orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Kabag Humas Heriyanto pada metroterkini.com, Rabu malam.

Sebelumnya, isu penangkapan H. Suyatno berkembang luas ditengah masyarakat Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir dan sampai ke Pekanbaru. Sejumlah sumber yang beredar di BBM juga membagi informasi, “apa benar bupati Rokan Hilir ditangkap BNN”, ada lagi “Info apa benar Suyato Rohil ditangkap BNN”.

Dalam info tersebut tidak ada yang bisa memastikan, karena mereka semua merasa kaget. “Infonya demikian bang, tapi apa benar?” kata salah seorang wartawan.

Namun hal itu sekali lagi dibantah oleh Kabag Humas Pemkab Rohil yang menyebutkan info tersebut tidak benar dan hanya disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. [tris]