Mahasiswa Demo, Pemerintah Dinilai Kurang Kontrol Menyikapi Persoalan Daerah

demoTEMBILAHAN (detikriau.org) – Puluhan mahasiswa yang tergabung Forum Aksi Mahasiswa Inhil (FAMI) yang merupakan gabungan seluruh organisasi kemahasiswaan baik Internal maupun eksternal kampus melakukan aksi demonstrasi atas berbagai persoalan di Kabupaten Inhil, Rabu (18/2/2015).

Dalam aksinya, massa mendatangi 3 titik yakni Kantor DPRD dan Bupati Inhil serta Kejaksaan Tembilahan. Mereka menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Inhil lemah pada kontrol menyikapi persoalan daerah,baik persoalan harga Kopra, konflik perusahaan, pembangunan infrastruktur dan lainnya.

“Dimana jiwa seorang pemimpin, dimana kepedulian wakil rakyat, masyarakat Inhil menangis merasakan kondisi daerah semakin terpuruk. Perekonomian masyarakat tidak akan meningkat kalau infrastukturnya tidak mendukung,” teriak Indra Gunawan selaku orator di depan Kantor DPRD Inhil.

Senada yang disampaikan Korlap Aksi, Pirman dalam orasinya meminta kepada Pemda untuk serius menangani persoalan daerah yang dinilainya sudah sangat memprihatinkan. Dimana menurutnya, tanah Inhil ini telah dikuasai perusahaan-perusahaan untuk memuluskan investasinya dan melakukan pembodohan kepada masyarakat Inhil.

Padahal katanya, banyak perizinan perkebunan dinilai terindikasi melawan hukum dan aktivitasnyapun mengabaikan kelestarian lingkungan, dicontohkannya seperti kasus PT SAL di Desa Pungkat beberapa waktu lalu.

Bahkan pasca terjadinya konflik di Desa Pungkat itu menurut Pirman pula, sampai saat ini belum ada ekspos dari Pemerintah, meski Pemda telah membentuk Tim Evaluasi untuk mengevaluasi perizinannya.

“Tim itu seperti tidak bekerja, begitu juga persoalan yang lainnya seperti harga kelapa sampai hari ini belum ada kontrol yang jelas dari Pemerintah, perlu diketahui kelapa itu nadinya masyarakat Inhil,” pungkasnya, di depan Kantor Bupati Inhil yang juga menyampaikan harga kelapa sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar dan lagi-lagi dikendalikan oleh Kapitalis.

Tuntutan massa pada aksi kali ini ada 4 yakni massa meminta secepatnya mengevaluasi seluruh perizinan perusahaan perkebunan dan HTI yang ada di Kabupaten Inhil dan pencabutan izin perusahaan yang izinnya bermasalah dan terbukti merusak lingkungan. Kedua, massa meminta pemerintah membuat Perda untuk mengontrol harga kelapa.

Sedangkan tuntutan ketiga, dimintanya secepatnya menggesa pembangunan infrastuktur yang berkualitas disertai kontroling yang tegas. Dan terakhir massa meminta kepada Kejaksaan Negeri Tembilahan mengusut tuntas secara transparan terkait kasus-kasus korupsi yang ada di Inhil.

“Jika dalam 1 atau 2 bulan tuntutan dan aspirasi kami ini tidak ditindak lanjuti, maka kami akan melakukan konsolidasi lebih jauh dengan kawan-kawan untuk kembali mempersoalkan masalah ini lebih tegas,” pungkas Pirman.

Ketua DPRD Kabupaten Inhil Dani M Nursalam menanggapi bahwa segala apa yang disampaikan massa tersebut merupakan persoalan yang selalu dipikirkannya selama ini. Karena, dari tuntutan tersebut merupakan tupoksi dari Pemda.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Inhil Fauzar berjanji apa yang telah disampaikan sejumlah mahasiswa itu akan disampaikan kepada Bupati. Saat itu, menurutnya kebetulan Bupati sedang tidak ada di tempat karena ada kesibukan di luar kota Tembilahan.

“Mungkin apa yang terjadi di Inhil ini memang perlu perbaikan, jadi kita dari Pemerintah sangat menyikapi. tuntutan itu annti akan kami sampaikan kepada pak Bupati,” tutupnya.

Sebelumnya, di depan kantor Bupati, massa sempat ricuh dengan petugas keamanan karena sejumlah mahasiswa itu memaksakan untuk masuk. Namun, dikarenakan petugas keamanan tetap bertahan, terjadilah sedikit kericuhan.(mirwan)




Bupati Harapkan Inhil Menjadi Negri yang Baldatun, Taiyibatun Warabbun Ghafur

Bupati Inhil menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi di Mesjid Ja'mi Raudhatul Muslimin.Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan berharap kedepannya di Kabupaten Inhil akan tercipta suasana sebagai sebuah Kabupaten yang Baldatun, Taiyibatun Warabbun Ghafur.

Harapan ini disampaikan Bupati saat menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H bertempat di Masjid Jami’ Raudhatul Muslimin, Jl Trimas Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan, Selasa (13/1) malam kemaren.

Pada kegiatan yang juga dihadiri oleh Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, Asisten II, H Fauzar, beberapa kepala SKPD, Camat, Lurah, Alim-ulama dan Tokoh Masyarakat ini, Bupati nyatakan bahwa peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya dirayakan masyarakat dengan penuh kemeriahan. Tidak hanya di kota Kabupaten tetapi kegembiraan itu juga dirasakan hingga kepelosok-pelosok desa.

“Mari kita jadikan suri tauladan apa yang telah dicontohkan oleh Nabi junjungan Alam untuk menjalani kehidupan di bumi ini, karena dalam diri rasulullah itu terdapat rahmat bagi seluruh alam.” Ujar Bupati

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk saling bekerjasama dengan pemerintah dalam menyusun kegiatan dan program prioritas yang menjadi tuntutan masyarakat, seperti halnya perbaikan infrastruktur. Meski dengan keterbatasan dana, Bupati tegaskan akan tetap berupaya maksimal memberikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Insyaallah, dengan do’a, kesungguhan dan kebersamaan, apa yang sudah kita programkan akan mendapatkan ridho Allah,” Yakini Bupati

Peringtan Maulid Nabi ini menghadirkan penceramah dari kota Pekanbaru, HM Asrori MA. Dalam tausiyahnya ia mengingatkan kepada seluruh umat islam Khususnya yang berada di Kabupaten Inhil.untuk selalu mengenang sejarah dan tahun kelahiran nabi muhammad S.A.W. Diharapkan dengan melakukan hal itu akan muncul rasa cinta kepada nabi muhammad S.A.W.

“Kita harus selalu berupaya untuk menteladani Akhlak nabi junjungan alam ini.” PEsannya. (humas/adv pemkab Inhil)




Genjot Produksi Pertanian, Bupati Inhil serahkan 75 Unit Alsintan

DSC_1477 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Inhil serta Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau bertempat di Balai Benih Utama (BBU) kelurahan Pekan Arba Tembilahan, Jum’at (2/1/2015).

Dalam sambutannya, Bupati Inhil berharap kepada kelompok tani penerima dapat memanfaatkan berbagai sarana prasarana penunjang yang telah diserahkan ini untuk mendapatkan hasil panen yang lebih maksimal. “Manfaatkan dengan baik sesuai peruntukkan. Semoga bantuan alsintan ini akan dapat lebih meningkatkan produksi pertanian,” Harap Bupati.

Ditambahkan Bupati, saat ini Inhil masih memiliki kurang lebih seluas 80 ribu hektar lahan yang sangat memungkin untuk dikembangkan sebagai areal persawahan baru. Dengan kegigihan, tehnik budidaya dan bibit yang baik serta dukungan alsintan yang memadai kedepan inhil diharapkan tidak hanya sebagai penyumbang produksi beras terbesar di Riau tetapi juga akan menjelma mejadi lumbung padinya pulau Sumatra

DSC_1486 copySementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, Drs Zailani Arifsyah mengatakan bahwa selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo maka pihaknya dibebani kewajiban besar untuk mencapai target 1 juta ton pertahunnya dari hasil pertanian Provinsi Riau ini. Namun, hingga hari ini Provinsi Riau baru mampu menghasilkan kurang lebih 350 ribu ton pertahunnya.

“Target tahun 2019 mendatang kita harus mampu menghasilkan 1 juta ton, artinya harus 200 persen lagi yang diitngkatkan, persoalan yang paling mendasar bahwa saat ini lahan pertanian kita makin hari makin menyusut akibat dari pengalihfungsian lahan,” kata Zailani Arifsyah.

Untuk diketahui, dalam kesempatan ini diserahkan sebanyak 75 unit alsintan yang terdiri dari alsintan yang bersumber dari dana APBN 2014 yang berupa Hand Traktor (Rotari) sebanyak 10 unit serta Pompa Air sebanyak 21 unit.

Selanjutnya alsintan yang didanai melalui APBD Riau berupa Rice Milling Unit (RMU) mini sebanyak 3 unit, sedangkan melalui dana APBD Kabupaten Inhil berupa mesinPerontok Padi (Power Tresher) sebanyak 39 unit, kendaraan roda dua serta kendaraan operasional truk dinas masin-masing 1 unit. (mirwan/adv pemkab inhil)




Wabup Inhil Pimpin Upacara HUT Satpam ke 34

Tembilahan (detikriau.org) – Perayaan HUT Satpam yang ke-34 TH 2014 di Kabupaten Inhil di tandai dengan Upacara yang di pimpin Wakil Bupati bertempat di lapangan Mapolres Inhil, Selasa (30/12/2014). Kegiatan yang disejalankan dengan acara pemusnahan miras hasil operasi pekat ini turut di hadiri Forkopinda Inhil, Anggota DPRD serta jajaran Polres Inhil dan anggota Satpam.

Wakil Bupati, H.Rosman Malomo saat di wawancarai awak media Usai memimpin Apel menyatakan bahwa tindak kejahatan selalu mengikuti perkembangan teknologi. oleh karena itu, apabila satuan pengamanan tidak mempersiapkan diri maka akan tertinggal dan bisa saja terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan .

“Maka dari itu perlu di tingkatkan terus apa yang telah di peroleh dari pimpinan agar setiap melaksanakan tugas berjalan dengan baik,” Pesan Wabup. (mirwan/adv pemkab inhil)




Wabup Inhil Buka Sosialisasi KLA

Penyerahan Plakat dari PEMDA Kabupaten Inhil oleh Wakil Bupati Kepada Asisten Deputi Partisipasi Kementrian PP dan PA Republik Indonesia
Penyerahan Plakat dari PEMDA Kabupaten Inhil oleh Wakil Bupati Kepada Asisten Deputi Partisipasi Kementrian PP dan PA Republik Indonesia

Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H ROsman Malomo membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak yang di taja Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Inhil. Pada kegiatan yang dilaksankan di lantai 5 Gedung kantor Bupati Inhil yang dilaksanakan dalam 1 hari kerja ini turut dihadiri oleh Asisten Deputi Partisipasi Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Drs. Darmawan M.Si, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Forkopimda, Kepala Dinas, Camat serta perwakilan dunia usaha yang ada di Kabupaten Inhil. Senin (29/12/2014).

Dalam sambutannya Wabup menyatakan bahwa seperti diketahui bahwa Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah system dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengembangkan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Kebijakan Kota Layak Anak bertujuan untuk mensinergikan sumber daya Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha, sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih dipastikan. Kebijakan ini merupakan implementasi dari tindak lanjut komitmen dunia melalui “World Fit For Children”, dimana pemerintah Indonesia juga turut mengadopsinya.

Kebijakan pengembangan KLA saat ini telah memasuki tahun ke-5. Dalam kurun waktu tersebut pula KLA Indonesia telah memperluas jaringannya kedunia Internasional dengan tujuan utama memperoleh lesson learned dari pengalaman-pengalaman terbaik Negara-negara lain sehingga program dan kegiatan yang dikembangkan akan menjadi lebih inovatif.

Diterangkan Wabup, ada 31 indikator KLA yang didasarkan pada substansi hak-hak anak yang dikelompokkan kedalam lima kluster pemenuhan hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak (KHA) yakni Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni Budaya serta Perlindungan Khusus.

Wabup berharap indikator-indikator Kota Layak Anak (KLA) tersebut dapat dievaluasi dan dapat menjadi acuan bagi Kabupaten/Kota dalam memenuhi hak-hak anak melalui pengembangan KLA yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Saya ingin mengajak kita semua, dalam proses pengembangan KLA, yaitu koordinasi diantara para stakeholder pemenuhan hak-hak anak dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan.” Pesan Wabup

Wabup juga menyatakan sangat konsen pada penguatan koordinasi semua pihak baik Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha dapat terus ditingkatkan dan dapat melakukan koordinasi secara rutin, karena anak adalah investasi dimasa yang akan datang, maka menjadi kewajiban secara bersama untuk menjadikannya lebih berkualitas.

“Untuk itu peran seluruh Pemangku Kepentingan, Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha harus bahu membahu untuk dapat mewujudkannya,” Tandas Wabup

Usai menyampaikan sambutan Wakil Bupati menyerahkan Plakat kepada Asisten Deputi Partisipasi Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Drs. Darmawan M.Si.

Acara di lanjutkan dengan sosialisasi dengan menghadirkan narasumber dari Pemkab Inhil Wakil Bupati H.Rosman Malomo dan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. (dro/adv pemkab inhil)




Tilawah Qur’an Tingkat Anak-Anak, Mutia Nur Akbah Antar Inhil Masuki Babak Final

DSC_6662 - CopyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah seorang Kafilah Kabupaten Inhil yang berasal dari pelajar SMPN 1 Keritang Kecamatan Keritang, Mutia Nur Akbah berhasil mengantarkan khafilah tilawah Qura’an tingkat Anak-anak masuk ke babak final pada perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke XXXIII.

Untuk kategori putra, utusan Inhil, Hafis Salman Al-Hafis dari Sungai Guntung Kecamatan Kateman harus puas sampai babak semi final dikarena terbentur kondisi kesehatan sehingga saat seleksi tidak mampu tampil secara maksimal.

“meski begitu kita termasuk pihak keluarga tetap merasa bangga” tutur guru pembimbing Bustami.

Semenatara itu Ketua Dewan hakim, H Masari mengaku bahwa dalam kategori Maqra tilawah anak-anak ini, semua peserta telah memberikan yang terbaik, namun dari semua yang terbaik tentunya harus kita pilih yang lebih terbaik lagi, dimana penilai tersebut sebanyak 4 bidang yakni tajwid, Fasiha, lagu dan suara. Masing bidang-bidang penilaian tersebut dinilai 3 dewan hakim dengan total 12 dewan hakim.

Sementara itu ditempat terpisah Amir ahmad dan Nurhasiah yang merupakan orang tua Mutia Nur Akbah mengaku bersyukur atas masuknya anaknya tersebut dibabak final. Mereka berharap semoga difinal nantinya putrinya dapat memberikan yang terbaik dalam meraih juara demi mengharumkan nama kabupaten Inhil.

Mutia Nur Akbah sendiri merupakan pelajar SMPN 1 Kerintang Kelas VII yang saat ini berusia 12 tahun. Ia tampil nomor urut 017 dengan nomor peserta 041.(dro)