Realisasi Program DMIJ, Dewan Ingatkan Kades Hati-hati dan tak Langgar Peraturan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diingatkan, untuk berhati-hati serta tidak melakukan berbagai hal yang melanggar ketentuan dan peraturan yang berlaku, terutama dalam pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ).

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat menerima laporan dari sejumlah Kades di Kabupaten Inhil, terkait dengan belum cairnya dana program DMIJ tahun anggaran 2015, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Yusuf, dalam penerapan dan realisasi program DMIJ di lapangan, setiap Kades akan diminta pertanggungjawabannya, khususnya terhadap apa yang telah direncanakan dan dilaksanakan.

“Jadi, hendaknya dalam melakukan setiap kegiatan, harus berdasarkan hasil musyawarah desa,” tutur Yusuf.

Dijelaskan Yusuf, apabila desa menginginkan dana pembangunan yang besar, maka desa harus mampu melaksanakan kegiatan dengan baik dan benar, serta fungsikan keberadaan perangkat dan kantor desa.

“DMIJ merupakan program pemberdayaan, dan yang tersebut di atas adalah indikator-indikator yang mempengaruhi kesuksesan program ini di lapangan,” terang Yusuf.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini mewanti-wanti kepada seluruh pihak terkait, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda), Kades hingga Pendamping Desa agar tidak keluar dan melenceng dari apa yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan program DMIJ. (adi/adv)




Berikan Penanganan Langsung, Jajaran Diskes Inhil Sambangi Rumah ODGJ

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyambangi salah satu rumah pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di Jalan Harapan Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis (6/8/2015).

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia ini bertujuan, untuk memberikan penanganan dan pelayanan kesehatan secara langsung kepada pasien ODGJ.

Turut mendampingi saat itu, Kasubag Keuangan dan Perlengkapan, Feri Irawan, sejumlah staf Diskes Inhil, perwakilan Puskesmas Tembilahan Hulu, dr Hayatul Ahyar dan Dokter Spesialis Jiwa, dr Anita Budianto.

Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia mengatakan, penemuan pasien ODGJ ini berawal dari adanya informasi pihak keluarga, yang menyatakan bahwa pada awalnya pasien mengalami halusinasi, sehingga membuatnya ingin terjun ke dalam sungai.

“Tadi pasiennya juga sempat ngamuk, melempar seng dan meninju pohon kelapa sampai tangannya luka, sehingga diikat oleh pihak keluarga,” tutur Devi.

Setelah tiba dirumahnya dan berinteraksi langsung dengan pasien, lanjut Devi, didapatlah informasi bahwa pasien sempat bekerja di Kelurahan Pulau Kijang. Disitulah pasien merasa mendapat gangguan dan berhalusinasi, sehingga membuatnya tidak bisa tidur selama 3 hari.

Selain itu, dari pengakuan pasien juga diketahui, ternyata yang bersangkutan sebelumnya pernah menghisap lem (ngelem) dan meminum air tuak.

“Inilah yang kita duga menjadi penyebab pasien mengalami gangguan jiwa, karena penyalahgunaan lem bisa merusak otak dan cairannya,” terangnya.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Jiwa, dr Anita Budianto menjelaskan, saat ini di Kabupaten Inhil sudah ada program yang khusus untuk menangani masalah kesehatan jiwa.

“Jadi, bagi masyarakat atau pihak keluarga yang mengetahui adanya pasien yang mengalami gangguan jiwa, diharapkan segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes),” tambahnya.

Dengan begitu, tenaga kesehatan bisa langsung melakukan penanganan dan memberikan obat-obatan yang diperlukan, guna antisipasi sejak dini serta penyembuhan pasien ODGJ.

“Kami juga ada program jemput bola. Jadi, jika ada masalah dalam membawa pasien ke fasyankes, kami bisa datang kerumahnya untuk melakukan pengobatan, baik dengan suntikan tiap bulan maupun obat lainnya,” imbuhnya. (adi/adv)




Tekatkan Kemajuan Daerah, Satpol PP dan UNISI Wacanakan Teken MoU

IMG_20150805_155819TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Universitas Islam Indragiri (UNISI) telah sepakat akan meneken Memorandum Of Understanding (MoU) dalam upaya bersama-sama meningkatkan kemajuan daerah, khususnya dibidang pengabdian terhadap masyarakat pada dunia pendidikan.

Kesepakatan ini tersampaikan ketika pihak Satpol PP menerima kunjungan dan temuramah pihak UNISI ke kantor Satpol PP jalan Pendidikan Tembilahan, Rabu (5/8/2015). Waktu itu, kedatangan tim akademisi ini langsung disambut oleh Kepala Satpol PP TM Syaifullah.

“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi atas ajakan dari pihak perguruan tinggi ini untuk bekerja sama dalam mengupayakan membangun sumber daya manusia di Inhil, sebab kita ketahui manusia itu akan kesulitan berkembang pola fikirnya jika pendidikan masih standar,” kata Syaifullah.

Sementara itu, Rektor UNISI Dr Sri Handayani mengatakan, jalin kerjasama ataupun kesepahaman itu sebagai upaya kedua belah pihak sebagai steakholder dalam membangun sumberdaya manusia yang berkemajuan di era otonomi dan persaingan global.

Disamping itu juga merupakan sebagai wadah implementasi Tridharma perguruan tinggi seperti pengajaran, penelitian dan terakhir pengabdian masyarakat. Dimana, pada tridharma poin terakhir tersebut sedikit banyaknya sejalan dengan keberadaan Satpol PP. (mirwan)




Wabup Hadiri BBGRM Ke-XII dan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-43 Tingkat Provinsi

Wakil Bupati H.Rosman Malomo salami Plt.GUBRI Arsyad Djuliandy Rachman saat menghadiri BBGR Ke-XII dan HKG Ke-43 TH 2015 Tingkat Provinsi Riau
Wakil Bupati H.Rosman Malomo salami Plt.GUBRI Arsyad Djuliandy Rachman saat menghadiri BBGR Ke-XII dan HKG Ke-43 TH 2015 Tingkat Provinsi Riau

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo menghadir Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XII dan hari kesatuan gerak PKK ke-43 tingkat provinsi Riau di lapangan SMP Negeri 8 desa Sapta Permai kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau, Selasa (4/8/2015) kemarin.

Terlaksananya kegiatan tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat gotong royong untuk menciptakan masyarakat mandiri sejahtera. Dan itu sejalan dengan tema kegiatan bahwa dengan bulan Bhakti Gotong Royong masyarakat (BBGRM) XII dan hari kesatuan gerak PKK ke-43 kita Gelorakan kerja Gotong Royong menuju kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman yang di hadiri Bupati se-Provinsi Riau. “Sepuluh program PKK memiliki hubungan yang sangat erat dengan Gotong Royong, hal ini merupakan pola yang kita perlukan untuk melaksanakan pembangunan di Riau,” kata Plt Gubri.

Peringatan Bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM) XII dan hari kesatuan gerak PKK ke-43 mengadakan beberapa kegiatan diantaranya; Lomba penilaian terbaik gotong royong se-provinsi Riau, juara harapan dua diraih oleh kabupaten Indragiri Hulu Juara harapan satu diraih oleh kab.Kampar, Juara Tiga diraih kab.Bengkalis, juara dua diraih kab.Pelalawan, dan juara satu diraih oleh tuan rumah kabupaten Rokan Hilir.

“Pemerintah Provinsi Riau tidak akan sanggup membangun Riau sendiri, hal ini perlu dukungan pemikiran Forkompinda dan pemerintah kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan yang ada diprovinsi Riau agar bersenergi untuk membangun provinsi Riau yang cintai,” ungkapnya. (Humas/adv).




Dukung Kebijakan Pemda, Edi : Cuma Bupati Inhil Sekarang Yang Lebih Peduli Terhadap Kelapa

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun saat ini belum terlihat perubahan yang begitu besar terhadap kondisi perkelapaan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), namun komitmen Bupati Inhil dalam membangun perkelapaan di daerah tersebut disambut baik dan diberikan apresiasi yang sangat tinggi.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edi Hariyanto Sindrang saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Ruang Banggar Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Selasa (4/8/2015) malam.

Diakui Edi, dahulu dia termasuk salah satu orang yang gencar mengkritisi sejumlah kebijakan Bupati Wardan. Namun, setelah memahami apa yang menjadi tujuan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini, dia menyatakan sangat mendukung dan akan turut bersama-sama dalam mensukseskan berbagai program dan kebijakan, khususnya yang terkait dengan perkelapaan.

“Saya sangat bangga atas perhatian dan keinginan beliau (Bupati, red), untuk membangkitkan kondisi perkelapaan di Inhil yang saat ini sedang terpuruk,” tutur Edi.

Dicontohkan Edi, seperti kebijakan pembangunan tugu kelapa di Kabupaten Inhil, yang diharapkan menjadi salah satu ikon daerah, dalam upaya membangkitkan semangat seluruh aparatur dan masyarakat terhadap pentingnya keberadaan kelapa sebagai salah satu sumber penghasilan terbesar masyarakat.

“Saya lihat, cuma Bupati Inhil sekarang yang lebih peduli terhadap kondisi perkelapaan kita. Karena itu, marilah sama-sama kita dukung Beliau, khususnya dalam mensukseskan berbagai program pembangunan daerah,” imbuhnya.(adi/adv)




Peringatan HAN, Inhil Rencanakan Undang Kak Seto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2015 yang digelar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), rencananya akan dimeriahkan oleh ribuan siswa di daerah tersebut serta menghadirkan Kak Seto.

Rencana itu diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Inhil, Hj Djamilah saat berbincang dengan awak media di Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Selasa (4/8/2015).

Dikatakan Djamilah, pelaksanaan peringatan HAN yang jatuh pada tanggal 6 Agustus nanti akan dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan.

“Sebanyak seribu siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat di Inhil, akan dikerahkan untuk menyemarakan kegiatan ini,” tutur Djamilah.

Selain itu, lanjut Djamilah, pihaknya juga berencana menghadirkan seorang psikolog dan sekaligus pemerhati anak, yang selama ini sudah dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia, yakni Kak Seto.

“Jadi, nanti akan ada dialog untuk membahas persoalan dominan yang sedang terjadi saat ini, khususnya yang berkaian langsung dengan anak, seperti kebutuhan pendidikan, jaminan keamanan dari kekerasan terhadap anak dan lain sebagainya,” imbuhnya. (adi)