Sekolah Dihimbau Aktifkan UKS, Ajak Siswa Gunakan Masker

dr Saut Pakpahan. Foto: doc detikriau.org
dr Saut Pakpahan. Foto: doc detikriau.org

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mengaktifkan UKS dan mengajak para siswanya menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan terkait dengan semakin menebalnya kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Negeri Seribu Parit dalam sepekan belakangan ini.

Dikatakan Saut, saat ini kondisi kabut asap di Kabupaten Inhil terutama di Kota Tembilahan dan sekitarnya cukup tebal, apalagi pada pagi hari disaat aktifitas masyarakat mulai ramai, khususnya para siswa yang ingin pergi ke sekolah untuk belajar.

“Karena itu, kita sarankan sekolah mengaktifkan kembali UKS dan menyuruh siswanya menggunakan masker,” tutur Saut saat ditemui detikriau.org usai mengikuti kegiatan di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, kemarin.

Sementara itu, untuk kondisi kabut asap saat ini, Saut menjelaskan bahwa masih dalam tingkat sedang, namun harus tetap diantisipasi agar terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh udara tidak sehat, karena bercampur dengan kabut asap.

“Kondisi udaranya sedang, tapi harus diwaspadai terhadap penebaran penyakit saluran pernafasan dan iritasi mata,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Gelar Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Bayi dan Balita

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pelatihan pemantauan pertumbuhan pada bayi dan balita, yang dipusatkan di aula Hotel Grand Tembilahan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Agustus 2015 ini, diikuti sebanyak 54 peserta, yang merupakan bidan desa se-Kabupaten Inhil.

Kepala Diskes Inhil melalui Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni mengatakan, masa bayi dan balita bahkan sejak dalam kandungan adalah periode emas, karenanya jika pada masa tersebut pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita tidak dipantau dengan baik dan mengalami gangguan, maka tidak akan dapat diperbaiki pada periode selanjutnya.

image-1Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan pada bayi dan balita agar bisa terdeteksi apabila ada penyimpangan pertumbuhan dan dapat dilakukan penanggulangan sedini mungkin, sehingga tidak terjadi gangguan pada proses tumbuh kembangnya.

“Salah satu tempat pemantauan pertumbuhan bayi dan balita adalah di Posyandu,” tutur Imun, begitu ia akrab disapa.

Dijelaskan Imun, pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak.

“Pemantauan pertumbuhan adalah rangkaian kegiatan, yang terdiri dari penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan setiap bulan, pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) dan penilaian status pertumbuhan berdasarkan kenaikan berat badan,” terangnya.

Untuk melakukan penilaian status gizi pada bayi dan balita, lanjut Imun, Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) di Puskesmas perlu dilatih, sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan status gizi pada bayi dan balita secara dini dan dapat melakukan tindakan dini untuk mengatasi gangguan tersebut.

“Saya harapkan para pesera dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, untuk kemudian diterapkan di wilayah kerjanya masing-masinh,” imbuhnya. (adi/adv)




Ardi Yusuf: Inhil Jadi Korban Asap Kiriman

kabut asapTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pekatnya kabut asap selama 2 pekan terakhir di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merupakan korban kiriman asap dari Kabupaten tetangga lainnya di Riau termasuk Provinsi tetangga, seperti Provinsi Jambi dan Palembang.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil H Encik Kamal Syahindra melalui Kabid Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf kepada awak media, Jum’at (28/8/2015). Menurutnya, kabut asap yang menerpa Inhil khususnya kota Tembilahan tersebut karena arah angin dari tenggara berputar ke arah timur laut.

“Berdasarkan pemantauan satelit Terra dan Aqua tertanggal 27 Agustus 2015, titik api di Inhil berkurang, hanya ditemukan 3 titik di desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas. Namun saat ini daerah kita diterpa asap dari Jambi dan Palembang,” katanya.

Ia menyebutkan, dari jumlah angka titik api yang ditemukan di Kabupaten Inhil, terbilang tidak sesuai dengan ketebalan kabut asap saat ini dengan jarak pandang sangat terbatas. (mirwan)




Asisiten I Buka Kegiatan Sosialisasi Bahaya Miras dan Narkoba

Asisten I Setda Drs.Darussalam Menyampaikan sambutan saat membuka Diskusi Bahaya Miras dan narkoba
Asisten I Setda Drs.Darussalam Menyampaikan sambutan saat membuka Diskusi Bahaya Miras dan narkoba

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Darussalam membuka secara resmi diskusi bahaya Minuman Keras (Miras) dan Narkoba dari sisi kesehatan, hukum dan agama terhadap generasi muda di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Kamis (27/8/2015).

Diskusi yang ditaja oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Inhil itu langsung dihadiri perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Kepala Badan Kesbangpol Inhil H Sirajuddin, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil serta diramaikan sejumlah peserta diskusi mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa dan ormas.

Kegiatan itu sendiri ditujukan untuk meningkatkan wawasan pemahaman tentang bahaya narkoba serta bagaimana membentengi diri dalam rangka mengantisipasi dari pengaruh narkoba dilingkungan sekitar, dan sebagai upaya dalam menggali kreatifitas pemuda di Kabupaten Inhil, terutama dibidang seni sehingga dapat tersalurkan melalui wadah kegiatan yang lebih positif.

“Akhir-akhir ini perkembangan narkoba di wilayah Kabupaten Inhil sangat signifikan dan meresahkan kita, untuk itu dihimbau kepada tokoh masyarakat, dosen, guru hingga pelajar sebagai penerus bangsa untuk dapat membentengi diri agar tidak terpengaruh akan Miras dan Narkoba itu,” kata Darussalam.

Hal tersebut dikatakannya karena, Narkoba ini menurutnya bahayanya sangat luar biasa. Dimana, diantara efeknya bisa membuat kemampuan kehilangan fikiran dalam jangka panjang. Apalagi jika dilihat Kabupaten Inhil ini merupakan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan daerah lain, maka lebih sangat mengkhawatirkan karera melalui perairan yang mudah dijangkau.

“Kareana daerah kita sedikit rawan dengan barang sejenis Miras dan Narkoba, sehingga sangat mudah masuknya barang-barang itu. Maka dari itu kita memerlukan peran serta dari usur terkait untuk sama-sama mencegah dan menekan akan masuknya Narkoba dan Miras ini,” paparnya.

Untuk diketahui, diskusi ini merupakan satu rangkaian dalam rangka peringatan hari anti Narkoba Internasional di Kabupaten Inhil, rangkaian peringatan tersebut akan dilaksanakan 2 kegiatan yakni diskusi mengatasi Bahaya Miras dan Narkoba dari sisi Kesehatan, Hukum dan Agama terhadap generasi Muda dan Festival Band di lapangan Gajah Mada Tembilahan pada tanggal 30 Agustus 2015 mendatang. (mirwan/adv)




Persiapan Awal Menuju Belkaga, Diskes Inhil Gelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor, dalam rangka eliminasi filariasis di daerah tersebut, Rabu (26/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotal Telaga Puri Tembilahan ini, diikuti Tim Penggerak (TP) PKK dan Kepala UPT Puskesmas se-Inhil, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Tim Kesehatan Polres dan Kodim 0314 Inhil.

Ketua Panitia Pelaksana, dr Saut Pakpahan mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka kesiapan awal untuk menuju Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga), yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2015 mendatang dan dicanangkan secara langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Setelah kegiatan ini, para peserta harus melakukan pertemuan koordinasi lintas kecamatan, pelatihan kader dan pedataan, guna persiapan sebelum pelaksanaan Pemberian Obat Massal Pencegah (POMP) Filariasis nanti,” tutur Saut.

Kepala Diskes Riau diwakili H Yenvetris menjelaskan, penyakit yang bisa ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk ini dapat menyerang siapa saja. Jadi, diperlukan upaya bersama dari seluruh pihak terkait, untuk menekan dan meminimalisir penularan penyakit yang dikenal juga dengan sebutan kaki gajah.

“Mari sama-sama kita dukung pelaksanaan program ini, dengan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap masyarakat yang mengkonsumsinya, serta memberikan motivasi supaya semua masyarakat mau meminum obat,” terangnya.

Selain itu, lanjut Yenvetris, seluruh pihak terkait harus berupaya memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut, salah satunya dengan mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mulai dari rumah tangga hingga lingkungan sekitarnya.

“Marilah kita laksanakan program ini dengan serius, apalagi Inhil termasuk  salah satu daerah endemis Filariasis,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada, hingga saat ini penderita penyakit Filariasis kronis di Kabupaten Inhil sudah mencapai 67 orang. Dimana, paling banyak penderitanya ditemukan di Kecamatan Batang, yakni 38 orang.

“Saya harapkan di tahun keempat pelaksanaannya di daerah ini, apa yang menjadi prioritas kita, yakni pengentasan penyakit kaki gajah dapat terwujud, guna menuju Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Polisi Bekuk AR, Pelaku Penganiayaan di Tanah Merah

imagesTANAH MERAH (detikriau.org) – AR (25) warga Lorong Sadar RW 02 Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dibekuk polisi disaat sedang asik menonton orgen tunggal di desa setempat, Ahad (23/8/2015) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Penangkapan AR ini karena tsk terlibat kasus tindak pidana penganiayaan terhadap Mukhtar (25) warga jalan Pelita desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah pada tanggal 7 Agustus 2015 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB di jalan Ampera desa setempat.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, AR ini telah membacok korban dengan menggunakan parang. Meski korban sempat melakukan perlawanan, namun tetap mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Kuala Enok.

“Waktu itu, korban sedang duduk bersama temannya, kemudian ada sekelompok warga yang sedang arak-arakan menggunakan gerobak. Tiba-tiba, korban disenggol dengan gerobak tersebut, meski korban menepi, namun secara tiba-tiba AR datang menghampiri dari arah belakang dan langsung membacoknya,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (24/8/2015).

Kini, AR telah diamankan di Mapolsek Tanah Merah guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh petugas Reskrim Polsek Tanah Merah. (mirwan)