Jamaah Haji Inhil Persiapkan Diri Menuju Padang Arafah

 wukufMakkah(detikriau.org) – Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat ini tengah disibukan dengan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Wukuf di Padang Arafah.

Hal ini disampaikan Petugas Haji, Harun, mulai dari dikumpulkanya para jemaah untuk mendapatkan pejelasan secara umum tentang ibadah wukuf di arafah.

“Penjelasan disampaikan langsung oleh opetugas haji seperti, TPIH, TPIHI dan Dokter berkaitan dengan persiapan arafah,” ujar Harun, Rabu (1/9) melalui sambungan selularnya

Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan ibadah, mulai dari tawaf ifadah, sa’i dan tawaf wadak semuanya dijelaskan oleh petugas. Dengan demikian diharapkan jemaah terhindar dari berbagai bentuk kesalahan.

Menurut Harun, jemaah akan berangkat menuju Arafah untuk melakukan ibadah wukuf pada 2 Oktober pagi waktu setempat. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi, ibadah puncak haji, yaitu wukuf akan dilakukan pada 3 Oktober mendatang.

“saat ini seluruh jemaah dalam keadaan sehat meski ada sebagian yang mengalami sakit namun itu hanya sakit kecil pengaruh dari cuaca.” Tutupnya. (dro/*1)




Wiryadi; Ini Tanda-tanda Hewan Yang Layak Untuk Qurban

????Tembilahan (detikriau.org) – Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi mengingatkan kepada umat muslim untuk memilih hewan qurban yang layak dan memenuhi semua persyaratan lainnya sesuai ajaran agama islam.

Hewan yang akan dikurbankan dikatakannya haruslah dalam kondisi yang baik dan sehat. Selain memiliki usia yang cukup, berusia 12-18 bulan (kambing dan domba) dan berusia minimal 22 bulan untuk sapi dan kerbau, hewan tersebut juga harus dipastikan tidak sedang mengidap penyakit.

Untuk mengantisipasi peredaran hewan tidak layak kurban pada Idul Adha tahun ini pemkab Inhil mengintensifkan pengawasan terhadap hewan kurban di daerah setempat.

Dalam pengawasan, pemkab juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang masuk melalui pintu-pintu masuk ke kabupaten. Pemeriksaan melibatkan semua petugas peternakan yang ada di seluruh kecamatan dan kabupaten setempat.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan berlangsung hingga hari pemotongan hewan atau pada Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriyah.

“Kepada masyarakat juga kita imbau agar tidak tertipu dengan hewan kurban yang ditawarkan penjual dengan harga yang murah karena harga yang murah tersebut belum tahu layak sebagai hewan kurban, ” Sampaikan Wiryadi, selasa (30/9/2014).

Diterangkan mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Inhil ini, sebelum berkurban, terlebih dahulu hendaknya mengenal ciri-ciri hewan kurban yang baik, sehat dan layak konsumsi. Karenanya, untuk mendapatkan hewan qurban yang baik, tentu saja kita harus lebih cermat dalam memilih dan membeli hewan kurban.

Sebagai pedoman, ia merincikan ciri-ciri hewan qurban yang baik, sehat, layak disembelih dan layak konsumsi, yakni agar terlebih dahulu memperhatikan kondisi tempat penjualan untuk lebih menjamin kesehatan hewan kurban kemudian gigi hewan kurban juga sudah harus kupak (gigi susu sudah tanggal).

Untuk sapi dan kerbau, sebaiknya dibeli yang berumur dua tahun. Sementara untuk kambing dan domba, minimal berusia 1 tahun. Hewan ternak yang dewasa ditandai dengan bergantinya sepasang gigi susu menjadi sepasang gigi seri (“poel”). Pada sapi yang sudah “poel” menandakan bahwa sapi tersebut telah berumur lebih dari 2 (dua) tahun, sedangkan kambing yang telah “poel” menandakan bahwa umurnya telah berumur lebih dari 1 (satu) tahun.

Beberapa kriteria fisik hewan yang sehat ditambahkan Wiryadi dapat dilihat secara kasat mata untuk menentukan hewan kurban layak konsumsi atau tidak, seperti Pilih hewan yang sehat dan mempunyai postur tubuh yang tegap dan kokoh, karena hewan yang sakit cenderung lemas, lunglai dan tidak bertenaga, Lubang-lubang pengeluaran hewan kurban (anus) sebaiknya diperhatikan dimana bagian lubang pengeluaran tidak boleh mengeluarkan darah.

Selanjutnya dijelaskan Wiryadi, pada mata, telinga, hidung, maupun mulut, juga tidak boleh mengeluarkan darah, bulu hewan kurban harus terlihat bersih (tidak kotor), terawat dan mengkilat, tidak boleh berdiri, tidak mudah rontok ketika bulu tersebut dipegang atau diusap.Bulu yang kusam menandakan hewan sedang kurang sehat atau sakit. Kulit mulus, tidak ada koreng/ keropeng dan tidak ada bekas kutu, gudig, atau terluka karena perlakuan kasar oleh pemilik sebelumnya.

Tidak boleh cacat, tidak terlihat memar dan jalan tidak pincang. Selain sehat dan tidak cacat, khusus untuk hewan kurban harus berjenis kelamin jantan, testis (buah zakarnya) lengkap dan sempurna, berumur dewasa.

“Perlu diketahui untuk ternak betina yang masih produktif (masih bisa hamil dan beranak) oleh undang undang (UU No.18 tahun 2009) dilarang disembelih kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya terjatuh, patah kaki dan atau keadaan yang memungkinkan dilakukan penyembelihan darurat (potong paksa),” Sampaikan Wiryadi

Beberapa syarat lainnya masih menurut Wiryadi, Kuku tidak boleh luka, Hidung tidak boleh berlendir, Sebaiknya beli hewan kurban yang lincah. Mata bersinar, jernih, terang, tidak juling atau pun buta, tidak keruh, tidak merah, tidak memproduksi cairan mata secara berlebihan, bernanah atau pun berdarah. . Apabila teraba panas, menandakan hewan sedang demam, dan jika sedang menderita gangguan atau infeksi saluran nafas akan mengeluarkan lendir atau ingus bening, kental, nanah atau bahkan darah.

Moncong (Cuping hidung, cermin hidung) berwarna kehitaman, tidak ditumbuhi bulu, membasah dan dingin. Telinga bergerak-gerak, Napsu makan bagus dan Kotorannya tidak encer.

Kotoran sapi bentuknya menyerupai adonan kue yang agak kesat (kalis), apabila sapi sedang defekasi, maka kotoran akan jatuh dan membentuk suatu bentukan menyerupai “kue tar”. Kotoran hewan yang sehat langsung jatuh ke tanah pada saat hewan defekasi. Daerah pantat yang kotor dan berbau feses menandakan hewan dalam keadaan diare, sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke tanah, namun sebagian akan mengotori daerah pangkal ekor dan pantat.

“Kotoran (feses) yang lembek – encer, ditemukanya lendir, darah atau bahkan cacing menandakan hewan sedang mengalami gangguan (sakit) pada sistem pencernaannya.” Tandas Wiryadi.(dro/adv pemkab inhil)




Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Diskop Inhil Upayakan Kembangkan UMKM

umkmTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi (Diskop) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menilai saat ini cukup banyak potensi Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM) yang layak untuk dikembangkan guna mendorong pertumbuhan tingkat perekonomian masyarakat. 

Meski untuk mengembangkannya dikatakan Kepala Diskop, Hj Raja Rida Indaryati, tidak mudah. Sebab, banyak persoalan dan hambatan, baik bersipat internal maupun ekternal. Namun hal itu bukanlah penghalang untuk memajukan UMKM.

“Langkah awal untuk memajukan UMKM, terlebih dahulu kita akan berupaya untuk memperbaiki dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk pengolahan dan pemasaran produk-produk UMKM tersebut,” ujar Rida, kemarin.

Berdasarkan data yang ia miliki Diskop Inhil, pada tahun 2014 ini jumlah UMKM di Inhil terdata sebanyak 8.188. Dimana jumlah itu terdiri dari usaha mikro sebanyak 6.183, usaha kecil sebanyak 1.838 dan terakhir usaha menengah 167 usaha.

“Kita akan mendorong para pengusahan kecil, mikro, dan menengah serta kelompok usaha ekonomi produktif agar dapat lebih mampu mengembangkan usahanya,” Tandas Rida. (dro/*1/adv pemkab inhil)




Helmi D: Muatan Lokal Berbudaya Melayu Segera di Implementasikan

Kadisdik Inhil, Helmi D
Kadisdik Inhil, Helmi D

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Indragiri Hilir merencanakan pada semester ke II mendatang di setiap satuan pendidikan, mulai dari tingkatan PAUD hingga Pendidikan Menengah sudah menerapkan kurikulum berbudaya melayu.

Kurikulum muatan lokal berbudaya melayu ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti keinginan Bupati Inhil, HM Wardan.

“Nantinya kurikulum akan kita bagi dalam beberapa klaster, seperti klaster Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar (Dikdas), Pendidikan Menengah (Dikmen) SMP dan SMA,” Sampaikan Kadisdik Inhil, Helmi D, Ahad (28/9/2014).

Tak hanya itu, Disdik juga berupaya mencari konten dan konsep budaya, kesenian, dan keterampilan-keterampilan yang besifat umum.

“Insya Allah, pada semeter II mendatang kurikulum berbudaya melayu sudah dapat kita implemintasikan disetiap satuan pendidikan” Yakini Helmi. (dro/*1)




Petani Kelapa Sawit Inhil Butuhkan Bibit Berkualitas dengan Harga Terjangkau

-TEMBILAHAN (detikriau.org) – Petani kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat membutuhkan benih kelapa sawit unggul dengan harga terjangkau.

Mendapatkan benih berkualitas yang akan memberikan jaminan hasil produksi maksimal selama ini dinilai sangat sulit untuk didapatkan.

“Kalaupun ada, harganya sudah sangat tinggi sehingga petani tidak mampu untuk membeli,” Ujar salah seorang petani kelapa sawit di Kecamatan Kempas, Agus, rabu (24/0/2014)

Ketidakmampuan petani untuk memperoleh bibit berkualitas dengan harga terjangkau kadangkala menurutnya memaksa petani untuk membudidayakan bibit kelapa sawit seadanyaDampaknya, produksi yang dihasilkan sangat jauh dari apa yang menjadi harapan.

Agus, petani kelapa sawit lainnya di Kecamatan Batang Tuaka juga mengakui hal demikian. Menurutnya, mengeluti budidaya kelapa sawit kerap terdengar sangat menjanjikan. Bahkan cukup banyak petani yang mencoba peruntunggan dengan mengganti tanaman utama perkebunan mereka dengan tanaman kelapa sawit. Namun disisi lain, animo masyarakat petani ini tidak diimbangi dengan ketersediaan bibit berkualitas.(dro/*1)




Kemarau Panjang, Dishut Himbau Semua Pihak Siaga Karhutla

karhutlaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh perusahaan dan Masyarakat Peduli Api yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir diminta untuk lebih meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaannya dalam upaya mengantisipasi serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.

“Kita pinta pihak perusahaan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) stand by di lapangan. Selain itu, Camat beserta Lurah dan Kades juga harus siaga,” tutur Thaher, kemarin.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) nyatakan bahwa Indonesia dilanda musim kemarau yang cukup panjang. Kondisi ini akan rawan terjadinya karhutla yang berdampak timbulnya kabut asap.

Oleh karenanya ia mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama petani agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Pasalnya, hal itu dapat menimbulkan dampak yang cukup besar nantinya, seperti munculnya kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Apalagi juga ada sanksi hukum yang mengatur tentang pembakaran hutan atau lahan meskipun yang dibakar adalah milik pribadi. (dro)