Niatnya Sebut DMIJ, yang Terucap ” Desa Mandiri”

foto1010TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada pelaksanaan jambore tahun kedua kepemimpinan HM Wardan dan H Rosman Malomo di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), para peserta dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Gaung sontak membuat orang lain tertawa.

Bagaimana tidak, pada saat Defile dengan meneriakan yel-yel, salah seorang ibu PKK dengan lantang mengeluarkan ucapan ‘Sukses Desa Mandiri’ dihadapan Bupati Inhil HM Wardan yang didampingi unsur Forkopimda Inhil dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Ahad (6/9/2015) sore.

Padahal, ibu itu berada dalam satu kelompok yang mengenakan seragam warna putih dan merah muda itu dengan kompaknya mengatakan Desa Maju Inhil Jaya.

Terkait hal ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan memaklumi, mungkin karena terbiasa dan lekat dengan nama program lama dan diiringi dengan rasa gemetar tampil dihadapan keramaian.

“Yang jelas mereka sangat mendukung dengan program unggulan Bupati HM Wardan, DMIJ, itu hanya sebuah kesalahan kekompakan dalam kelompok,” katanya.

Ia menerangkan, keberadaan program DMIJ tersebut juga sangat berperan penting dalam kegiatan PKK yang ada di Kelurahan dan Desa. Sebab jika PKK ingin membuat satu kegiatan positif yang tidak menyimpang dari aturan penggunaan anggaran. Maka PKK juga bisa mengusulkan dari dana DMIJ itu. Oleh sebab itulah PKK diseluruh Kabupaten Inhil sangat mendukung dengan jalannya DMIJ. (mirwan)




Pengurus KNPI Inhil Telah Terima SK Resmi

knpiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telar menerima Surat Keputusan (SK) resmi pada kepengurusan periode 2015-2018. Penyerahan SK tersebut langsung dilakukan Ketua KNPI Provinsi Riau Ari Nugroho dan diterima langsung oleh Ketua KNPI Kabupaten Inhil Hidayat Hamid di Sekretariat KNPI Riau, Pekanbaru, Jum’at (4/9/2015) kemarin.

“Alhamdulillah kita telah menerima SK kepengurusan secara resmi. Mulai saat ini, kita dari pengurus KNPI Inhil segera mempersiapkan diri lebih mumpuni demi kemajuan secara bersama, terutama melakuakan perbaikan di internal pengurus KNPI Inhil,” kata Hidayat Hamid.

Disamping itu, ketua KNPI Inhil yang akrab dengan sapaan Dayat itu mensegerakan persiapan acara pelantikan pengurus KNPI Inhil oleh KNPI Provinsi Riau yang dijadwalkan pada minggu pertama bulan Oktober mendatang.

“Pelantikan dijadwalkan pada minggu pertama Oktober mendatang, tanggal pastinya kita diskusikan dulu dengan kawan-kawan pengurus, kita juga ingin sesuaikan kepada semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

Kedepan, diinginkannya organisasi kepemudaan ini mampu menjadi wadah seluruh pemuda Inhil dan bersatu serta aktif secara bersama-sama. Dengan tujuan, sebagai pengawal pembangunan disegala bidang dan berkontribusi sesuai dengan keahlian dan kemampuan yang dimiliki.

Sekedar untuk diketahui, kepemimpinan Dayat di KNPI Inhil tersebut sudah sekitar 3 bulan lamanya sejak digelarnya Musda belum menerima SK resmi. (mirwan)




Pemekaran Insel, Edi Sarankan Tokoh Masyarakat di 6 Kecamatan Musyawarah Kembali Tentukan Ibukota Kabupaten

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tokoh masyarakat yang ada di enam kecamatan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bagian selatan, yang meliputi Kecamatan Keritang, Kemuning, Sungai Batang, Reteh, Tanah Merah dan Enok disarankan agar melakukan musyawarah kembali untuk menentukan letak calon Ibukota Kabupaten Indragiri Selatan (Insel).

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Enok dan Tanah Merah, Edi Hariyanto Sindrang kepada sejumlah awak media di Kantor DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Edi, saat ini sejumlah masyarakat tidak menyetujui, jika seandainya letak Ibukota Kabupaten Insel ditetapkan di Kecamatan Kemuning karena yang paling tepat adalah di Kecamatan Reteh.

Oleh karena itu, anggota DPRD Inhil dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) ini menyarankan agar semua tokoh masyarakat di enam kecamatan tersebut duduk kembali bermusyawarah, sehingga proses dan perjuangan pemekaran Kabupaten Insel tidak hanya didominasi serta berdasarkan kepentingan sejumlah elit saja.

“Kita tidak mempermasalahkan dimana saja ibukotanya, tapi yang harus dipertimbangkan adalah rentang kendali. Jadi, jangan ada unsur politik dalam proses pemekaran ini,” tutur Edi.

Dijelaskan Edi, untuk mencegah dan mengantisipasi timbulnya keresahan di masyarakat terkait hasil keputusan penetapan calon Ibukota Insel ini, maka penyelesaiannya jangan hanya di tingkat elit saja, tetapi harus dilakukan di tingkat bawah terlebih dahulu.

“Penetapan ibukota inikan harus melalui kajian atau musyawarah bersama, bukan karena keinginan atau hanya demi kepentingan elit-elit saja. Jadi, harus ditetapkan dulu dimana ibukota kabupatennya, baru kita bicara pemekaran,” terangnya.

Ditegaskan Edi yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil ini, dirinya tidak ada kepentingan dalam hal tersebut, semua itu murni aspirasi dan demi kepentingan masyarakat.

“Beberapa waktu lalu, BPD Enok dan Tanah Merah sudah menyatakan menolak Kemuning menjadi ibukota kabupaten. Pernyataan ini juga sudah disampaikan ke Kemendagri,” tambahnya. (adi)




Asisten III Buka Resmi Lokakarya P2KP

Asisten III Memberikan sambutan pada saat membuka Lokakarya P2KP
Asisten III Memberikan sambutan pada saat membuka Lokakarya P2KP

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten III Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Afrizal membuka secara resmi kegiatan Lokakarya Sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Pemukiman (P2KP) di aula Kantor Bappeda Kabupaten Inhil, Selasa (2/9/2015).

Kegiatan tajaan Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat Kabupaten Inhil itu digelar selama 2 hari mulai tanggal 2 sampai 3 September 2015 yang dihadiri sejumlah pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil, perguruan tinggi, lembaga keuangan serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.

“P2KP diluncurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Pera, sebelmnya juga sudah ada Program PNPM Mandiri Perkotaan yang sudah masuk di Kabupaten Inhil ini sejak tahun 2006 sampai April 2015,” kata Asisten.

PNPM Mandiri Perkotaan ini  katanya lagi, telah membawa berbagai inspirasi, motivasi, ide dan gagasan baru serta telah  mewarnai berbagai kebijakan Pemkab Inhil dalam melaksanakan kebijakan yang pro poor, melalui pendekatan program pemberdayaan masyarakat, menurutnya cukup banyak hasil yang diperoleh.

Pengalaman pembelajaran dari konsep strategi transformasi sosial yang telah dilakukan melalui intervensi PNPM Mandiri Perkotaan minimal telah ada 3 Fase Penanggulangan Kemiskinan, pertama disebut Fase bagaimana membangun masyarakat dari tidak berdaya menjadi berdaya, kedua dalam rangka membangun masyarakat berdaya menjadi mandiri dan ketiga adalah untuk membangun masyarakat mandiri menuju madani.

“Mengacu kepada  strategi PNPM Mandiri Perkotaan yang telah menumbuhkan pondasi perencanaan secara partisipatif dan berkelanjutan, walaupun  tahun 2015 mulai berganti program, akan tetapi substansi pendampingan program memasuki tahap naik kelas yaitu keberlanjutan nangkis dan pencapaian target 100-0-100,” katanya.

Dimana, pendampingan yang telah dilaksanakan diharapkan  mampu menjadikan Pemerintah Kota/ Kabupaten dan masyarakat dapat secara mandiri menjaga keberlanjutan program penanggulangan kemiskinan dan memiliki kesiapan untuk mendukung pencapaian 100-0-100.

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman aparatur Pemda dan Steakholder lainnya tentang P2KP sebagai salah satu strategi percepatan penanganan kawasan kumuh serta membangun kolaborasi dan sinergi P2KP dengan program Pemda dan Steakholder lainnya. (mirwan/advertorial)




Kabut Asap, Masyarakat Yang Alami Gejala-gejala di Bawah Ini Diminta Segera Periksakan Diri di Fasyankes

Foto ilustrasi, dw . net
Foto ilustrasi, dw . net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mewaspadai terserangnya berbagai gejala penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap.

Imbauan tersebut disampaikan plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, dr Saut Pakpahan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MM terkait dengan kondisi kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan dan sekitarnya, sejak sepekan belakangan ini.

Dikatakan Matzen, jika melihat kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir ini, maka seluruh masyarakat harus melakukan langkah pencegahan terserangnya penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA sejak dini.

“Salah satu antisipasi yang dapat masyarakat lakukan, adalah dengan mendeteksi gejala-gejala terserangnya penyakit, sehingga bisa segera diobati,” tutur Matzen saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, kemarin.

Adapun gejala-gejala penyakit yang diakibatkan dari kabut asap ini, diantaranya batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas.

“Apabila ada masyarakat yang mengalami gejala-gejala itu, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat, seperti Pustu dan Puskesmas. Kalau tidak bisa ditangani, barulah dirujuk ke rumah sakit,” terangnya.

Selanjutnya, Matzen mengajak seluruh masyarakat, untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya. Apalagi, ketika kondisi kabut asap seperti ini, yaitu dengan menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

“Yang juga tak kalah pentingnya, perbanyak konsumsi buah-buahan, minum air putih dan vitamin,” imbuhnya. (adi/adv)




Ada Kabar Oknum Wartawan Ngaku Anggota PWI Memeras. Masyarakat di Minta Lebih Teliti

pwiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) M Yusuf menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Inhil untuk mewaspadai  dan lebih teliti terhadap aksi penipuan dari oknum yang mengaku anggota PWI.

“Tolong jika ada wartawan yang melakukan pemerasan dan mengatas namakan PWI, segera laporkan kepada kami,” sebut Yusuf di Kantor PWI Inhil, Tembilahan, kemarin.

Sementara itu, Sekretaris PWI Inhil Mayanto, Selasa (1/9/2015) menyebutkan, himbauan tersebut disampaikan karena belakangan ini pihaknya mengaku menerima laporan dari segelintir masyarakat bahkan beberapa lembaga di Inhil yang menjadi korban pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai anggota PWI.

Menyikapi hal itu, pihaknya meminta untuk lebih mewaspadai dan jikapun kembali ditemukan anggota PWI yang meragukan, kata Maryanto jangan sungkan-sungkan untuk mempertanyakan secara detail.

“Kalau benar sebagai wartawan anggota PWI, maka mereka pasti memiliki kartu anggota yang diterbitkan oleh PWI pusat. Kalau tidak, maka bisa dipastikan mereka oknum wartawan gadungan yang mengaku sebagai anggota PWI,” tegasnya. (mirwan)