Persiapan Implemenasi PPK-BLUD di Puskesmas, Dinkes Inhil Lakukan Kuker ke Dinkes Dumai

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan kerja (kuker) ke Dinkes Kota Dumai, Provinsi Riau, Rabu (8/4/2015).

Menurut Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, kunjungan ini bertujuan untuk belajar dari Dinkes Kota Dumai, tentang bagaimana mempersiapkan dan mengimplementasikan PPK-BLUD (Pola Pengelolaan Keuangan-Badan Layanan Umum Daerah) di Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil.

image-2Sebelumnya Dinkes Inhil juga telah mengunjungi Kabupaten Sleman, Yogyakarta, namun karena dalam menerapkan PPK-BLUD di Puskesmas ini bukanlah perkara yang gampang maka Dinkes Inhil menganggap perlunya dilakukan kunjungan ke Dinkes Dumai mengingat sejak awal tahun 2015 ini, seluruh Puskesmas yang ada di Kota Dumai sudah menerapkan PPK-BLUD.

“Karena ingin belajar tentang aturan, regulasi makanya kami datang langsung ke Dumai sehingga nantinya kami bisa melakukan persiapan PPK-BLUD didaerah kami,” tutur wanita yang akrab disapa Alvi ini.

Tentu saja dengan kunjungan ini Dinkes Dumai bisa membantu Dinkes Inhil baik dari segi informasi maupun dokumen yang dibutuhkan untuk penerapan PPK-BLUD Puskesmas mengingat di Kabupaten Inhil terdapat 27 Puskesmas, 152 Pustu dan 75 Puskesdes yang tersebar di 20 Kecamatan.

“Makanya, dikunjungan ini saya juga mengajak staf agar mereka lebih termotivasi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Dumai, H Paisal menyatakan sangat menyambut baik kunjungan Dinkes Inhil ini, karena ada banyak informasi yang bisa di sharing melalui kegiatan ini.

“Pada intinya kami (Dinkes-red) sangat terbuka jika ada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota lainnya yang ingin belajar bagaimana menerapkan PPK-BLUD dan melihat sejauh mana perkembangan PPK-BLUD Puskesmas yang ada di Kota Dumai yang diawal tahun ini sudah diterapkan. yang paling penting dalam penerapannya dibutuhkan komitmen bersama,” imbuhnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi dan rombongan Dinkes Inhil mengunjungi Puskesmas Dumai Kota.(adi/adv)




Inhil dan Balangan Diangankan Teken MoU

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan (Kalsel) diangankan teken MoU. Hal ini dilontarkan kedua Bupati Kabupaten tersebut pada acara Ramah Tamah suku Banjar Kalses di kediaman Bupati Inhil Tembilahan, Jum’at (3/4/2015) malam.

Seperti yang disampaikan Bupati Inhil HM Wardan pada pemaparannya, ia membuka diri dan mengundang para investor dari Kalimantan secara umum untuk bisa berinvestasi di Kabupaten Inhil, hal ini tentunya kata Wardan sebagai salah satu langkah percepatan pelaksanaan pembangunan di Inhil.

Apalagi masyarakat Kabupaten Inhil ini banyak asli dari Kalsel itu sendiri, diperjelasnya dari sejumlah masyarakat Inhil yang ada saat ini, sekitar 38 persen merupakan warga asli suku Banjar. Dalam hal ini, tentu juga merupakan satu alasan untuk saling berbagi.

“Saya harap silaturrahmi ini tidak hanya sebatas sampai disini saja, namun tetap berlanjut. Apakah nanti berupa MoU ataupun bentuk lainnya, minimal balasan kunjungan kami ke Kalimantan,” ungkap orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini.

Tidak hanya sebatas itu, Wardan sempat membahas persoalan perkelapaan Inhil yang dinilainya sangat berpotensi, bahkan menjadi nadinya masyarakat Inhil. Menurutnya, yang menjadi pelopor perkelapaan di Inhil ini adalah orang Banjar.

Terkait persoalan ini, ditanggapi Bupati Balangan Kalsel H Sefek Effendie bahwa tujuannya mengunjungi Kabupaten Inhil ini adalah untuk mempererat tali silaturrahmi.

Namun yang juga tidak kalah pentingnya adalah membicarakan persoalan kerjasama, sebab ia menyampaikan bahwa daerah yang  ia pimpin  tidak ada pohon kelapa. “Mana tau ada peluang bisnis, baik dari Kalimantan ke sini, ataupun sebaliknya,” kata H Sefek.

Bupati Balangan menegaskan, hubungan baik antara kedua daerah ini akan terus dieratkan dan diinginkannya membangun daerah secara bersama, lebih khusus dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Setelah kami pulang nanti, kita akan mencoba menganalisa apa yang mungkin bisa kita kembangkan di sini, jikapun kami tidak punya kelapa, tapi kami disana banyak karet,” tukasnya.

Selain itu, banyak lagi persoalan lain yang menjadi angan-angannya, apalagi sempat terdengar olehnya bahwa Kabupaten Inhil ini sedang krisis listrik, seumpama Inhil membutuhan batu bara sebagai upaya peningkatan pasokan listrik, sebagai pimpinan daerah, ia siap membantu.(mirwan/adv pemkab inhil)




Disdik Inhil Sampaikan Mutasi Guru Sesuai Prosedur

Foto Net
Foto Net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan bahwa mutasi guru dari desa ke kota yang telah dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu telah sesuai prosedur.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Disdik Inhil Helmi D melalui Sekretaris Dinas, Ahmad Ramani kepada awak media, Rabu (1/3/2015). Bahkan ia menyatakan dari perpindahan sejumlah guru dari desa ke kota itu disenangi oleh sekolah maupun guru itu sendiri.

“Salah satu syaratnya guru itu harus dapat rekomendasi dari tempat ia mengajar. Artinya, jika sekolah sangat membutuhkan tenaga pendidik itu, tentunya tidak akan bersedia mengeluarkan rekomendasi mutasi itu,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk melakukan mutasi itu juga bukan wewenang Disdik sendiri, namun Disdik hanya mengusulkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil dan dirapatkan langsung dengan BKD itu sendiri serta menghadirkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Semua aturan itu menurutnya telah dilakukan, artinya mutasi itu dilakukan tidak menyimpang dari prosedur yang ada. Dan ini juga dinilainya didukung oleh sejumlah pihak sebab mayoritas guru-guru itu sudah terlalu lama mengajar di pedesaan.

“Ada yang belasan tahun, dan ada juga yang mencapai 20 tahunan mengajar, jadi secara manusiawi kita juga sangat prihatin, guru itu tidak berkembang jika hanya mengendap di pelosok desa, penting juga kita segarkan dengan dimutasi ke tempat lain, khususnya di kota Tembilahan ini,” tutupnya. (mirwan)




Ridwan Minta Aparatur di Dinkes Inhil Tingkatkan Disiplin dan Kinerja

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh aparatur di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan kinerjanya.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes saat membuka salah satu kegiatan, yang dipusatkan di aula Kantor Dinkes, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Ridwan, dalam upaya mendukung dan mensukseskan berbagai program pemerintah terutama yang berkaitan langsung dengan masalah kesehatan, sangat dibutuhkan kedisiplinan aparatur dan tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, kinerja seluruh aparatur dan tenaga kesehatan, khususnya di lingkungan Dinkes Inhil harus terus ditingkatkan, sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan bain.

“Kita yang telah diberi amanah dan kepercayaan ini, hendaknya dapat bekerja dengan maksimal dan penuh tanggung jawab, seperti saat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Ridwan.

Selanjutnya, bagi seluruh tenaga medis yang ditempatkan di wilayah terpencil dan tidak diminati di Negeri Seribu Parit ini, juga diharapkan dapat selalu berada di tempat tugasnya, karena keberadaan tenaga medis sangat dibutuhkan oleh masyarakat.(adi/adv)




Masih Banyak Keluhan, Sekda Pinta Tenaga Medis Berikan Pelayanan Lebih Baik

DSC_2696Tembilahan (detikriau.org) – Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM meminta kepada seluruh perawat untuk menjadikan keluahan pasien sebagai cambuk untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kedepannya.

“SKeluhan masyarakat atas pelayanan itu pasti ada. Namun seharusnya keluhan itu dapat dijadikan masukan agar kedepannya dapat lebih baik dalam memberikan pelayanan,” Sampaikan Sekda kepada sejumlah awak media usai membuka kegiatan PPNI digedung Engku Kelana Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, Sabtu (28/3)

Menurut Sekda, baik pemerintah daerah terlebih pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini rumah sakit harus bisa intropeksi diri atas berbagai keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

“Saya ingin pihak rumah sakit bisa lebih intropeksi diri, apalagi keberadaan rumah sakit itu merupakan suatu amanah yang dipercayakan masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan.” imbuhnya.(mirwan/adv)




Kepala Satpol PP Sebut Sarana Penunjang Kerja Masih Minim.

Kendaraan Operasional Terpaksa Digunakan Secara Bergilir

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) TM Syaifullah mengaku sedih mendayu karena sarana penunjang kerjanya masih minim. Pernyataan itu diungkapkannya usai melakukan rapat koordinasi persiapan HUT Satpol PP Provinsi Riau tahun 2015.

“Bukan mengeluh, hanya sedih saja karena sarana yang menunjang kerja masih minim seperti, masih kurangnya jumlah mobil operasional yang dimiliki,” katanya kepada sejumlah awak media, Rabu (25/3/2015).

Saat ini lanjutnya, Satpol PP hanya memiliki 3 kendaraan operasional diantaranya kendaraan Kasat, 1 unit mobil dalmas, dan 1 unit mobil patroli. Yang menjadi persoalan, sampai hari ini pihaknya belum bisa melakukan kerja yang maksimal untuk meningkatkan kedesiplinan.

Sebab, dari semua bidang yang ada di Satpol PP itu terpaksa menggunakan kendaraan operasional secara bergilir, baik malam maupun disiang hari. Seharusnya kata Syaifullah, satu bidang itu minimal memiliki 1 mobil patroli. Bahkan seharusnya dimiliki lebih dari satu.

“Beberapa bidang kita mayoritas membutuhkan kendaraan, tapi bagaimana saya bisa menurunkan personil sedangkan mobil patroli Cuma dimiliki 1 unit, begitu juga dalmas,” tukasnya.

Dengan diagendakannya HUT Satpol PP ke-65 di Kabupaten Inhil ini diharapkannya kepala pihak terkait bisa melihat begitu mewahnya Satpol PP Kabupaten dan kota lain, dan akan menjadi buah pikiran bersama untuk meningkatkan kapasitas Satpol PP yang ada di Inhil ini.

“Saya nilai Inhil inilah Satpol PP yang paling miskin, sebab satpol PP di Kabupaten lain itu mereka miliki kendaraan operasional mencapai 10 hingga belasan unit,” sampaikannya.(mirwan)