Cegah Timbulnya Fitnah, Dewan Minta Kemenag Inhil Jelaskan Belum Cairnya Dana BOS Madrasah

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk memberikan penjelasan terkait dengan belum adanya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi seluruh Madrasah yang ada di lingkungannya.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas saat berbincang dengan detikriau.org di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Herwanissitas, pihaknya ada mendapatkan laporan dan keluhan bahwa hingga saat ini dana BOS tahun anggaran 2015 untuk sekolah Madrasah di Kabupaten Inhil belum dibayarkan sepeserpun.

Sedangkan, dana BOS tersebut sangat dibutuhkan oleh pihak sekolah, untuk membiayai dan mencukupi keperluan pokok mereka sehari-hari.

“Sekarang, pihak sekolah sudah banyak yang berhutang, baik untuk membeli alat tulis maupun berbagai kebutuhan lainnya,” tutur Herwanissitas.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, permasalahan tersebut harus menjadi perhatian serius dari jajaran Kemenag Inhil, dengan memberikan penjelasan guna mencegah timbulnya fitnah.

“Paling tidak, surati pihak sekolah. Jangan sampai kita di DPRD pula yang menerima surat pengaduan nantinya,” kata pria yang akrab disapa Sitas ini.

Apalagi, diakui Sitas, keberadaan sekolah Madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah sangat memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan dan kemajuan dunia pendidikan daerah, khususnya di pendidikan keagamaan.

“Jadi, jika bidang pendidikan ini hanya ditangani oleh Pemda saja, tentu tidak akan sanggup melayani seluruh masyarakat kita,” imbuhnya.(adi/adv)




Dani: DPRD Dukung BB-GRM Ke-XII Tingkat Kabupaten Inhil

dprdTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dani M Nursalam menyatakan menyambut baik dan mendukung penuh program dari Pemkab Inhil melalui BPMPD berupa Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BB-GRM) ke-XII tingkat Kabupaten Inhil.

“Apalagi kegiatan ini bentuknya rutin, tentunya semangatnya itu sangat perlu untuk terus dipertahankan terutama dalam hal keswadayaan masyarakat,” ungkap Dani kemaren di Kecamatan Keritang.

Selain itu menurut ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil ini, DPRD juga telah mempertimbangkan peran aktif pemerintah dalam memposisikan masyarakat ini tidak hanya sebagai objek pembangunan, akan tetapi juga sebagai subjek pembangunan.

“Sekali lagi kita sangat mendukung, sebab BB-GRM ini melibatkan masyarakat yang bisa menjadikan kebiasaan dalam mengambil peran pada pengembangan pembangunan..” Tegasnya. (mirwan/adv)




Asisten II Setdakab Inhil Tutup Resmi Pemilihan Bujang dan Dara

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten II Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Fauzar menutup secara resmi pemilihan Bujang dan Dara Kabupaten Inhil tahun 2015 di Gedung Puri Cendana Tembilahan, Minggu (10/5/2015) malam.

Mewakili Bupati Inhil, Asisten II dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada peserta terbaik yang terpilih tahun 2015 mulai tingkat anak-anak, remaja hingga ketingkat dewasa.

“Tentu kita memiliki harapan bagi peserta yang meraih nilai tertinggi untuk bisa membawa nama Inhil lebih baik lagi, sebab nantinya pemilihan Bujang dan Dara yang terpilih ini akan dibawa ketingkat pemilihan Bujang dan Dara Provinsi Riau,” katanya.

Tidak hanya sebatas membawa nama daerah, secara tidak langsung duta inhil ini akan mempromosikan daerah agar lebih berkembang. Untuk itu sebagai Pemerintah Daerah, Asisten II berkomitmen penyelenggaraan pemilihan Bujang dan Dara ditahun berikutnya akan lebih ditingkatkan lagi.

Sebab ia memandang dari kegiatan tersebut sangatlah bernilai positif, karena diketahuinya mayoritas remaja sekarang sudah banyak yang terjerumus untuk mengkonsumsi barang haram seperti Narkoba.

“Semoga saja kemeriahan kegiatan pemilihan Bujang dan Dara ini termotivasi bagi remaja lainnya untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepada Disporabudpar Kabupaten Inhil Rudiansyah juga mengutarakan hal yang serupa. Disamping itu, dinas terkait tersebut menyampaikan rasa bangga Kabupaten Inhil bahwa pada tahun 2014 lalu sudah ada Dara asal Inhil telah memenangkan ditingkat Nasional dan hari ini sedang berada di luar negeri yakni di Negara Qatar. “Ia dibawa oleh Kementrian untuk mewakili Indonesia,” sampaikannya.(mirwan/advetorial)




Sekda Inhil Buka Gebyar Scooter Lancang Kuning ke VII Se Provinsi Riau

Pembukaan Gebyar Scooter Lancang kuning yang di tandai dengan  Penguntingan Pita oleh Sekda. Foto: Mirwan
Pembukaan Gebyar Scooter Lancang kuning yang di tandai dengan Penguntingan Pita oleh Sekda. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM menghadiri sekaligus membuka secara resmi Gebyar Scooter atau Vespa Lancang Kuning ke-VII se-Provinsi Riau tahun 2015 di Terminal Laksamana Indragiri Tembilahan, Sabtu (9/5/2015) kemaren.

Pembukaan kegiatan tajaan Vespa Inhil Club (VIC) ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekda Inhil didampingi Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Tantawi Jauhari yang dihadiri seluruh Klub Scooter se-Riau bahkan juga ada Klub Scooter luar Riau.

Atas nama pemerintah kabupaten Inhil, Sekda mendukung digelarnya kegiatan event ini di bumi Inhil. Dan sangat diapresiasinya tajaan Gebyar tahun ini karena Klub yang mengikuti tidak hanya dari Riau, namun juga ada dari Provinsi lain, bahkan diketahuinya ada Klub yang datang dari Jawa.

“Yang terpenting bagi saya jadikanlah kegiatan ini sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi antar Klub khususnya, agar bisa bertukar fikiran sesama Scooteris terhadap berbagai persoalan yang bernilai positif,” ungkapnya.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan Gebyar Scooter atau Vespa ini cukup banyak, diantaranya Rolling Thunder, Berbagai macam Game, Kontes Vespa seperti Vespa Klasik atau Original, Vespa Teresktrim, Vespa Modifikasi dan Vespa Terjelak. Berdasarkan sumber dari panitia, kegiatan ini diikuti sebanyak 30 Klub Scooter.(mirwan/advetorial)




Pemadaman Bergilir Tak Kunjung Usai, Komisi III DPRD Inhil Kembali Gelar Hearing Bersama PLN Area Rengat dan Rayon Tembilahan

Suasana hearing Komisi III DPRD Inhil bersama PLN Area Rengat dan Rayon TembilahanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menggelar hearing atau rapat dengar pendapat bersama jajaran Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Rengat dan PLN Rayon Tembilahan, Selasa (5/5/2015).

Hearing yang dilaksanakan di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Iwan Taruna didampingi para anggota, serta dihadiri Ketua DPRD, Dani M Nursalam, Wakil Ketua DPRD, Ferriyandi, Ketua Komisi II, Ahmad Junaidi, Sekretaris Komisi I, Muammar, perwakilan Distamben, LSM dan mahasiswa di Kabupaten Inhil.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi III, Iwan Taruna menyatakan keheranannya, karena hingga saat ini kondisi dan permasalahan pemadaman listrik bergilir masih terus berlangsung di Kota Tembilahan dan sekitarnya.

“Belum lagi di waktu siang hari, yang pemadaman listriknya juga rutin terjadi. Ini yang saya tidak habis pikir dengan PLN sekarang,” tutur Iwan.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III, Edy Haryanto Sindrang. Dikatakan Edy, dirinya sangat malu dengan kondisi PLN Rayon Tembilahan. Apalagi, ketika pelaksanaan salah satu kegiatan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Riau tahun 2015 di Kabupaten Inhil kemarin, listrik PLN sempat mati mendadak, sehingga panitia terpaksa menggunakan pengeras suara dari mobil ambulance.

“Mau letak dimana muka kita selaku tuan rumah penyelenggara kegiatan itu. Dari dulu sampai sekarang, tak selesai-selesai juga masalah PLN ini,” kata Edy.

Oleh karena itu, Ketua DPRD, Dani M Nursalam meminta kepada pihak PLN, untuk segera mengambil langkah penyelesaian dan tidak main-main lagi, agar kejadian di Bima dan Tanjung Pinang, Provinsi Kepri tidak menjadi contoh bagi masyarakat di Negeri Seribu Parit.

“Seperti diketahui, tak lama lagi kita akan memasuki Bulan Ramadhan. Kalau kondisinya masih seperti ini juga, tentu akan menimbulkan keresahan dan hal-hal yang tidak diinginkan di masyarakat,” terang Dani.

Menanggapi penyampaian pimpinan dan anggota DPRD Inhil tersebut, perwakilan PLN Area Rengat Arip menjelaskan bahwa kondisi ini bukanlah kesengajaan, karena pihaknya terus berupaya melakukan yang terbaik, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pada Bulan Puasa nanti, insya Allah tidak ada lagi pemadaman bergilir. Kalau pun ada, durasinya hanya ketika beban puncak saja, karena sejumlah mesin telah selesai diperbaiki,” tambah Kepala PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman.

Untuk diketahui, saat ini beban puncak di PLN Rayon Tembilahan adalah sebesar 13,1 MW, dengan daya terpasang sekitar 10,7 MW. Daya yang tersedia ini berasal dari mesin 3 Bintang sebesar 4 MW, 5 Golden sebesar 2 MW, MPI sebesar 1,8 MW dan mesin PLN sebesar 2,8 MW.(adi/adv)




PA se-Riau Gelar Aksi Damai di Inhil

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pecinta Alam (PA) se-Provinsi Riau gelar aksi damai di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan melakukan aksi teaterikal di sejumlah jalan protokol di kota Tembilahan, Senin (4/5/2015).

Menurut Ketua Mapala Unisi Tembilahan Roma Irama, kondisi alam di Kabupaten Inhil ini sudah sangat memprihatinkan, salah satunya air tawar berubah jadi rasa asin.

DSC_3504 copyDSC_3495 copySelain itu katanya, banyak lagi kondisi kerusakan alam lainnya yang tidak terjagakan oleh penghuni negeri ini. Diajaknya kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam ini agar tidak menimbulkan efek yang bisa merugikan masyarakat itu sendiri.

“Terutama pada penghijauan, kami dari pecinta alam se-Riau mengajak kepada semua kalangan, baik kepedulian dari pemerintah maupun kontribusi dari masyarakat setempat untuk bersama-sama memelihara alam lingkungan ini,” katanya.

Waktu itu, puluhan para pecinta alam Riau ini sempat membuat arus lalu lintas macet di perempatan jalan M Boya, hal ini dikarenakan sejumlah massa tersebut menyempatkan untuk memerankan atraksi bagaimana ekosistem alam yang dirusak oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Dapat dimaknai, saat ini pengrusak lingkungan terus terjadi. Namun jika semua komponen bersatu, maka alam akan dapat terjaga dan terpelihara dengan baik.(mirwan)