6 Jam Dilalap Api, 4 Hektar Kebun Karet Hangus

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

Bengkalis(detikriau.org)- Selasa(10/3/2015), lahan perkebunan karet seluas 4 Hektar (Ha) milik warga RT 01 RW 06, Jalan Kampung Jawa, Kelurahan Sei Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, hangus terbakar.

Menurut pantauan dilapangan, api mulai berkobar sejak pukul 11.00 WIB. “Api mulai terlihat dari belakang rumah saya sebelum tengah hari tadi. Awalnya saya mengira kalau api tersebut adalah perunan warga petani karet yang mungkin sedang membersihkan lahan kebunmereka, tapi setelah saya selesai sholat Asar, ternyata api sudah di belakang rumah saya,” tutur Sumiran (55), salah satu warga Jalan Kampung Jawa, yang rumah tinggal berjarak sekitar 10 meter dari kobaran api tersebut.

Pantauan dilapangan, disekitar lokasi terbakarnya lahan perkebun karet milik warga yang juga bersepadan dengan lokasi kilang Pertamina Sei Pakning tersebut, sedikitnya  terdapat 30 unit rumah warga dan bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 04 Kelurahan Sei Pakning, Kabupaten bengkalis.

Selain petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bengkalis bersama 2 unit mesin robin turbo, pemadaman api juga dibantu oleh puluhan warga setempat.

“Dengan bantuan Damkar, pedaman kita lakukan bersama-sama warga dan pemilik kebun dengan cara memblokir api dengan membuat pagian parit lalu memberi genangan air agar api tidak memluas lagi,” ujar Lurah Sei Pakning, Acil Esyon, dilokasi kebaran lahan tersebut.

Namun, setelah 6 jam berupaya memadamkan api yang melalap perkebunan karet yang berada diatas tanah redang tersebut, seluruh Petugas Damkar tarik selang sekitar pada pukul 18.00 WIB . “Memang api belum padam, tapi kita sudah berupaya maksimal. Kita tekor air, air yang ada tidak mencukupi. Semua sumber air yang kita sedot dari sumur warga dan parit mengering,” ujar Andi, salah satu petugas Pemadam wilayah Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, kepada detikriau.org, di lokasi kebakaran.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat setempat, Sulaiman, mengatakan, kepada detikriau.org, setelah 6 jam lamanya berupaya melakukan pedaman namun api tidak kunjung padam, pihaknya hanya bisa berharap akan adanya turun hujan.

Menurutnya memang tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, tapi diperkirakan seluas 4 Hektar kebun karet warga yang ditaksir ratusan juta ini hangus. Dan sekarang setelah 6 jam memadamkan api bersama petugas pemadam, sampai pukul 22.00 WIB malam ini pun api tak kunjung padam. Pasokan air habis, parit dan sumur-sumur warga kering di musim kemarau ini.

“Sekarang kami hanya bisa melihat, berjaga-jaga agar api tidak menggapai rumah warga. Dan kami berharap turun hujan malam ini,” ungkap Sulaiman, yang berjaga-jaga bersama warga sekitar.(eko)




Stand MTQ Kab Bengkalis dihibahkanke Pemkab Inhil

Stand Kabupaten Bengkalis copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Stand Kabupaten Bengkalis pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIII tingkat Provinsi Riau tahun 2014 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi dihibahkan kepada Pemkab Inhil.

Penyerahan ini ditanda-tangani secara resmi oleh kedua pihak, Pemkab Bengkalis dengan Pemkab Inhil oleh Kasubag Penyimpanan Materi Promosi BPMP2T Kabupaten Bengkalis Asmaliali dan diterima pihak kedua yang ditanda tangani Asisten II Setda Kabupaten Inhil, H Fauzan Hamid.

Kasubag Penyimpanan Materi Promosi BPMP2T Kabupaten Bengkalis, Asmaliali saat dikonfirmasi awak media, Kamis (18/12/2014) mengatakan bahwa Stand milik Pemkab Bengkalis itu telah diserahkan dan ini akan mengurangi beban mereka dalam menangani kepulangannya setelah penutupan MTQ Riau 2014 ini.

“Hari inilah resminya serah terima itu, mulai besok (19/12) kami sudah meninggalkan Stand ini,” ungkap Asmaliali.

Selanjutnya ia menjelaskan atas penghibahan ini tidak semua barang miliknya diserahkan, akan tetapi hanya berupa benda yang mustahil untuk dibawa pulang ke Kampung mereka.

“Untuk barang-barang yang ada di dalam pastinya kami bawa pulang, yang dihibahkan itu hanya satu buah Stand yang berdiri tegak saja,” katanya.

Dijelaskan, setelah penyerahan ini maka tidak ada lagi hak pihaknya untuk menggunakan Stand tersebut. Namun, hal itu menjadi wewenang Pemkab Inhil mau dijadikan apa stand itu. (mirwan)